
Kikil berpapasan dengan Noir Homunculus yang memulai debutnya di perang itu.
Kikil tertarik pada Homunculus tersebut sebab parasnya yang rupawan. Dia tidak tahu kalau Homunculus bisa gonta ganti wajah sesuka mereka.
Kikil menyapa Homunculus itu sembari menghindari serangan pengguna sistem naga.
"Selamat... siang?"
Homunculus itu notice lalu mendekati Kikil.
"Mohon maaf putri, di dunia nyata sedang malam, anda salah mengucap salam."
"Be-begitu ya... "
Noir Homunculus tidak mengetahui kegugupan Kikil.
Justru Homunculus menganggap Kikil tidak nyaman berbicara kepadanya.
"Kalau anda merasa tidak nyaman, saya akan pergi dengan senang hati."
"EH TUNGGU!"
Sepasang tanduk naga menyeruduk Kikil dari belakang.
Sontak saja Kikil di bawa terbang.
Meskipun hanya menderita luka ringan, Kikil akan celaka jika naga satunya lagi menggigitnya ketika berada di udara.
< Sistem Sel >
[ Anda tidak bisa mencuci otak makhluk ini ]
"Sial! kalau begitu aktifkan Black Death! ]
[ Anda mengaktifkan penyakit 'Black Death' ]
[ Penyakit telah menyebar luas ke tubuh target ]
Naga itu berubah menjadi gumpalan daging hitam.
Naga lainnya ikut menyerang.
Kikil hampir tidak bisa menghindar saat di udara, tetapi dia masih bisa melakukan sesuatu dengan mengubah susunan tulangnya.
Noir Homunculus dengan cepat menembak naga itu dengan meriam hingga jatuh.
Kikil pun mendarat di gendongan Noir Homunculus.
"Terima kasih... kamu tampan,"
"Tolong jangan memuji, saya hanya tumpukan silikon dan Tungsten cair."
Lihat saja, aku akan mengambilmu dari Yudistira. Hehehee
"Ayo turun!"
"Haha kamu tidak perlu marah... "
"Bukannya begitu, aku harus segera pergi ke sisi tuan Yudistira."
Kikil mengikuti Homunculus itu ke monumen batu tempat Yuda mengumpulkan para pengguna sistem.
Tidak lama setelah cahaya terang muncul di pulau langit para pengguna sistem yang sudah mati di kehidupan sebelumnya, yang mencakup 97% mengalami kejang kejang dan serangan jantung.
Yuda berusaha menolong mereka dengan cara menjauhkan serta melindungi mereka dari sorotan cahaya itu namun hasilnya nihil.
Berbagai upaya telah dilakukan, para pengguna sistem masih menderita.
Mereka juga tidak bisa naik ke pulau langit untuk memastikan keadaan.
Sementara itu Nostradamus sedang berusaha menarik kalung yang menjadi sumber kekuatan dewa kebangkitan.
"TUNGGU! APA YANG KAU LAKUKAN? ITU KEKUATANKU!!!"
"Aku hanya penasaran, apa yang akan terjadi kalau kalung ini dilepas."
Nostradamus meletakkan salah satu kakinya di wajah Anumbis lalu menarik kalung itu sampai putus.
"Apa kekuatan pembangkitmu baru akan berhenti kalau kalung ini hancur?"
"KURANG AJAR! KEMBALIKAN!!"
Nostradamus menghancurkan kalung itu lalu meludahkan angin kecil yang mampu menerbangkan dewa kebangkitan hingga ke ujung Systemverse.
Kehancuran kalung itu membuat kekuatan tuhan lepas kendali.
Para pengguna sistem yang telah mati kembali ke akhirat termasuk Dkavia.
Perpisahan Rafaela dengan Dkavia terjadi di dunia unik Yuda.
Dkavia memeluk Rafaela untuk pertama sekaligus terakhir kalinya sebelum pergi.
Raut wajah Dkavia tampak baik saat jiwa perlahan menghilang, menyisakan raga tanpa nyawa yang tergeletak di tanah.
Sabela yang tidak tega lantas memeluk Rafaela.
"Dia sudah berada di tempat yang lebih baik. Dia tidak akan pergi ke Helheim."
Rafaela mengangguk sembari menahan tangis.
"Perjalanan kita sebentar lagi akan berakhir. Tahanlah sebentar lagi."
"Bagaimana kau tahu?"
"Aku bisa melihat masa depan."
Sudah tahu apa yang ada di puncak menara.
Nostradamus mengancam akan memenjarakan para dewa di penjara khusus yang disebut The Void jika mereka tidak mau bekerja sama.
"Systemverse mu sudah hancur. Kalian para dewa tidak akan lagi bisa menghidupkan orang yang sudah mati." Nostradamus menjelaskan situasi kepada dewa kebangkitan yang masih syok.
Sekitar 8 juta sistem user kembali ke alam setelah kehidupan.
Nostradamus melanjutkan perilaku koboinya.
"Tunjukkan jalan pintas yang lain! Tidak pakai lama!"
Kelompok Yuda sampai di depan pintu masuk jalan pintas yang digunakan para dewa.
Jalan itu digunakan oleh para dewa untuk turun naik menara dengan cepat.
Terlihat raut wajah masam dari para dewa yang dikalahkan oleh anggota kelompok Yuda. Dewa keseimbangan, dewa cinta, dewa penipu, dan dewa kebangkitan ada disana, tetapi tidak terlihat Sistem Pemandu/The Destroyer.
Nostradamus mengambil alih kepemimpinan kelompo. Kelompok ini akan berangkat ke lantai terakhir dengan dipandu sang penyihir agung.
Perjalanan mereka hampir berakhir saat menemukan ujung dari jalan pintas itu.
Sebuah pintu berwarna hijau dengan aura biru kegelapan, seperti ada api biru yang membakar pintu itu.
Nostradamus membukanya.
Sampailah mereka di lantai terakhir, lantai 1010, tempat dimana inti alam semesta tersimpan.
"Akhirnya kita sampai, semuanya, sebentar lagi kalian bisa pulang!"
Otto merasa terharu dengan perjalanan ini. Dia menyampaikan kesannya terhadap mereka.
"Semuanya... Terima kasih untuk bantuannya. Aku tidak pernah menyangka akan melakukan perjalanan hebat dengan wanita wanita cantik seperti kalian."
"Hei Otto, kalau sudah selesai cepat minggir!"
Kikil kembali ke pengaturan awal. Dia sangat sedih sampai tidak bisa berkata-kata.
"Baiklah putri kecil, kau tetap manis walaupun pemarah."
"Ahh tunggu! ...aku punya hadiah perpisahan untuk kalian."
Sebelum pergi ke Systemverse Otto menitipkan tas hitam besar ke Yuda.
Yuda mengambil tas itu dari virtual pocket lalu menyerahkannya pada Otto.
Siapa sangka isinya ternyata hadiah perpisahan.
Untuk Yuda, Otto memilih volume novel Hunter and the System yang langka. Yang hanya ada 10.000 copy di dunia.
Harga volume novel itu hanya 3 juta, tetapi rasa bahagianya tidak bisa digambarkan hanya dengan sepatah kata saja. Volume itu akan melengkapi rak buku di rumahnya.
"Terima kasih, hadiah perpisahan kali ini Unexpected."
"Kikil, untukmu... Alat musik aneh yang kau lihat di toko,"
Kikil menerima alat musik Kecapi sebagai hadiah perpisahannya.
"Seingatku harganya sangat mahal, benar-benar mahal,"
"Jangan khawatirkan harganya sebab aku bekerja keras untuk membelinya."
Semua orang tahu kalau Otto itu lidah perak. Itu artinya ucapannya tidak bisa dipercaya 100 persen.
Nostradamus berjalan lebih dulu dan menemukan inti Systemverse.
Sesuai dengan apa yang dilihatnya, inti alam semestanya adalah sebuah otak.
"Inilah inti Systemverse yang misterius. Kita berhasil menemukannya."
Nostradamus menyentuh salah satu bilik otak kemudian mentransfer ingatan otak itu ke otaknya untuk mengungkap misteri fenomena Lost Brainware.
Otto masih membagi hadiah.
"Kallen, Sabela, Rafaela, aku tidak tahu apa yang kalian suka, jadi aku melempar kubus bertuliskan hadiah."
"Untukmu Kallen, sepasang anting emas berbentuk angsa."
"Rafaela, aku yakin kamu suka mesin pembuat kopi dan es krim otomatis. Tinggal masukkan bahan-bahan yang tertulis disini dan kamu akan mendapatkan dua jenis hidangan manis."
"Sabela, si kulkas. Aku punya 2 jenis hadiah."
Sabela menatap boneka merpati dan tanaman tulip pemberian Otto.
Otto benar-benar tahu apa yang dia sukai.
Itu cukup mengesankan Sabela.
"Terima kasih."
Akhirnya Sabela mengatakan sesuatu yang berarti pada Otto.
Nostradamus menyelesaikan pengambilan data.
"Baiklah, aku sudah mengetahui semuanya. Dengarkan baik-baik karena ini cukup rumit, mantan Kontraktor."
"... Baiklah."
"Otak ini kuberi nama 'Sephiroth Broken Brain', otak ini dibuat oleh seseorang bernama Sephiroth. Dalam proses pembuatannya terjadi konsleting yang membuat produk rusak dan mengalami malfungsi. Singkat cerita, Sephiroth menelantarkannya ke sebuah planet mati. Namun, otak ini masih memiliki kekuatan untuk bangkit. Dia mengubah planet mati itu menjadi planet kemudian berkembang menjadi galaksi, terakhir menjadi alam semesta. Setelah itu, dia menciptakan makhluk makhluk dari sisa sisa kehidupan di planet mati tersebut. Para makhluk itu adalah para dewa dan monster. Sedangkan The Destroyer dia berasal dari sel otak yang tercecer. The Destroyer mengalami siklus kehidupan yang sama dengan Sephiroth Broken Brain."
"The Destroyer berulah dengan menolong para sistem yang gagal, dengan menculik mereka satu persatu dengan gabungan kekuatannya dan Anumbis. Sekarang dia sudah kembali bersatu dengan Broken Brain."
"Sephiroth Broken Brain sudah ditangani, sekarang kalian bisa pulang."
Nostradamus berbalik menatap para pengguna sistem.
Yuda mengatakan beberapa patah kata sebelum mereka berpisah.
"Ini tahun yang sangat menyenangkan, dan juga... senang mengetahui kita tidak sendirian."
Banyak hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mereka masih canggung terhadap satu sama lain.
Sabela melihat tindakan berbahaya yang akan Nostradamus lakukan.
Nostradamus pun memutar jarinya.
"Kalau ada yang mau dilakukan, lakukan saja,"
Nostradamus melepaskan keinginan mereka yang terpendam.
Rafaela memeluk Kallen, Sabela, dan Kikil. Lalu Otto dan Yuda. Itu adalah keinginan hatinya.
Yuda dan Otto melakukan tos layaknya sahabat sejati.
Kallen akhirnya berani menunjukkan senyumnya.
Otto masih sempat menilai Kallen sebagai anggota wanita tercantik di kelompok mereka.
Sabela melambaikan tangan ke yang lainnya.
Kikil memeluk Yuda. Sebenarnya dia tidak ingin melakukannya tapi sihir Nostradamus mengalahkan rasa malunya.
Sebelum sihir Nostradamus memelintir ruang Kallen terlebih dahulu menunjukkan kemampuannya.
Skill No Clip yang selama dia pelajari selama mendaki menara. Walaupun pada akhirnya mereka tidak jadi menggunakan skill No Clip.
Skill No Clip Kallen belum sempurna namun karena bantuan sihir Nostradamus yang sudah lebih dulu memelintir ruang tebasannya pun cukup untuk merobek ruang dan waktu.
Kallen jadi yang pertama. Ksatria wanita dengan kepribadian ganda. Ditakdirkan untuk sendirian, namun ada momen dimana kebersamaan tetap membuatnya kuat.
"... Terima kasih sudah membantuku, dan maaf kalau aku menyebalkan di waktu waktu tertentu. "
"Terima kasih juga untuk pedangnya, Yudistira, Nostradamus."
"Dan Otto, aku sangat menyukai anting ini~"
Otto mengangguk sembari tersipu malu.
Kallen menghilang ke balik portal ungu.
Berikutnya Kikil. Tuan putri yang egois, perlahan membuka hatinya kepada Yuda.
"Sampai jumpa lagi. Aku akan membawa satu Homunculus mu, kakak Yudistira."
Setelah Kikil pergi selanjutnya Rafaela. Pengurus rumah tangga, pandai memasak, dan menjadi tempat bersandar bagi Kallen dan Dkavia.
"Tidak banyak hal yang kulakukan selain memasak untuk kalian. Meskipun begitu aku tidak pernah terbebani."
"Terima kasih sudah menggendongku ke puncak..."
"Ahh kamu terlalu merendah, Raf. Kamu cantik dan pandai memasak, kamu istri idaman~" Otto menggoda Rafaela untuk membuat perasaannya lebih baik.
"Kamu juga menjadi teman yang baik untuk Dkavia dan membantu mengurus rumah tangga. Kamu berjasa besar Rafaela." Yuda menyambung pujian.
Rafaela tersenyum kemudian menghilang.
Secarik kertas jatuh di kaki Yuda. Itu adalah sebuah surat yang ditulis Rafaela untuk Frederica.
Tibalah giliran Sabela.
Penguasa penuh misteri yang hidup di dunia yang dikuasai oleh dewa dari mitologi Nordik. Memiliki sistem terkuat kedua di bawah Yuda. YGGDRASIL SISTEM. Sistemnya menjadikannya penguasa dari 9 dunia yang ada di pohon YGGDRASIL.
Sikapnya yang dingin tidak memungkinkan untuk mengucapkan salam perpisahan yang menyentuh.
Tapi Sabela masih bisa mengatakan sesuatu. "Terima kasih sudah membebaskanku membaca buku di rumahmu, kau memiliki keluarga yang baik, Yudistira."
"Dan Nostradamus... Kau sangat hebat, suatu saat nanti aku pasti akan mencapai level kekuatanmu."
Ucapan Sabela mengingatkan Nostradamus dengan masa lalu ketika dia menantang pencipta sistem.
Suatu hari nanti aku pasti akan mengalahkanmu dalam pertandingan ini!! Ingat kata-kataku!!
"Jangan memaksakan diri, levelku ini tidak rendah."
Nostradamus menyombongkan diri.
Sabela pun pergi, menghilang ke dalam portal.
Terakhir, Otto Night. Anggota termuda kedua yang berasal dari negara yang mirip Indonesia di masa depan.
"Jadi... Kapan istriku akan kembali?"
Nostradamus menjawab. "Segera setelah kau kembali aku akan memulangkannya dengan sihirku. Paling lama 1 hari."
Otto harus pergi tanpa Vanessa karena tidak menjemputnya sama sekali tidak mungkin.
"Yuda, sudah lama aku ingin mengatakan ini, ...aku iri sekali padamu."
"Apa??"
"Kau memiliki sistem yang sangat bagus, dan bermoral. Sedangkan aku, sistemku sangat toxic dan terkadang berbicara tentang kehancuran umat manusia. Kita seperti Yin dan Yang."
"Lalu?"
"Itu aja sih, hahahaahahahahaaa... "
"Sampai jumpa lagi alter egoku..."
Otto tersandung saat melewati portal tapi itu tidak akan berdampak pada teleportasinya.
"Akhirnya mereka pulang. Sepi rasanya." ucap Yuda dengan sedih.
Mereka turun ke lantai 6 untuk menemui suku Outlander yang tangannya dipotong oleh dewa keseimbangan.
Dengan kekuatannya, Nostradamus menumbuhkan kembali tangan mereka. Juga memperbaiki mangkuk makanan lezat yang rusak dan mengembalikannya ke pemilik aslinya.
Selanjutnya mereka memastikan keadaan pengguna sistem yang masih hidup.
Ada juga pengguna sistem yang diselamatkan tepat sebelum mati.
Mereka itu masih bisa mendaki menara namun kebanyakan ingin kembali ke dunia mereka.
Nostradamus pun mengabulkan permintaan mereka.
Nostradamus naik ke puncak menara terbalik yang berada di inti planet, lalu menghancurkan Sephiroth Broken Brain.
Otak itu dihancurkan, lalu dibakar dalam api abadi.
Systemverse perlahan menghilang dari gugusan alam semesta yang ada.
.................................................................................
Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.
Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁
.................................................................................