Systemverse

Systemverse
Bab 7. Seperti apa bentuk alam semesta? Yudistira vs Sabela



Yuda sedang membaca komentar komentar 'hate' netizen saat Otto bermain dengan kekuatannya.


"Kita harus membuat nama yang keren untuk perkumpulan kita. 6 pengguna Sistem, bagaimana kalau Heksagon Matriks? atau Mighty Hexagon? Tidak, keduanya jelek."


Merasa diabaikan Otto pun menawarkan bantuan, untuk membungkam mulut netizen julid yang meramaikan akun instagram Yuda.


"Jangan emosi bos, kau pengguna Sistem, lakukanlah sesuatu pada orang-orang itu."


Yuda memberitahu Otto bahwa dulu dia sering dibantu oleh Sistem. Berbeda dengan Otto yang hampir mati berkali-kali untuk mencapai mimpi Sistem-nya.


Otto adalah definisi sebenarnya dari 'babu sistem'.


Kembali ke pembahasan, Otto bisa menyebarkan rumor buruk untuk menimpa berita panas tentang Yuda. Manipulasi pikiran massal adalah keahlian utama Sistem Dongeng.


Sistem Yuda menolak usul tersebut. Menurutnya hal itu sangat tidak baik.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita melakukan cuci otak massal? Cara terbaik untuk mengubur berita adalah membuat orang-orang melupakannya."


[Aku setuju dengan itu..!!!]


"Lalu apa bedanya itu dengan ide yang pertama." Gumam Yuda.


***


Otto menggunakan kekuatannya untuk menghapus ingatan orang-orang tentang Yuda, juga menghapus semua data tentangnya. Menyisakan data data yang penting saja.


Setelah mencuci otak para haters mereka didatangi oleh Kallen yang marah karena terkena berita hoax Otto.


"Hati-hati menggunakan kekuatanmu! Ta*i burung tiba-tiba jatuh ke badanku saat makan, setelah ku cari ternyata ta*i itu berasal darimu."


"Maaf nona, aku lupa mengecualikan kalian, hehee.. "


Kallen memukul kepala Otto.


Kekuatan dongeng Otto tak hanya mempengaruhi Kallen, Kikil dan Rafaela ikut protes karenanya.


"Kau mengotori gaunku!" (Kikil)


"Kau merusak masakan lezatku!" (Rafaela)


Setiap pengguna Sistem bisa melihat aliran Miracle satu sama lain, warna Miracle dan tekstur-nya pun berbeda, dan diantara semua Miracle yang ada, milik Yuda, Otto, dan Sabela adalah yang paling unik.


Otto dituntut mengganti semua kerusakan yang dia buat, namun Otto malah kabur bersama seekor burung hantu raksasa.


***


Satu minggu kemudian,


Yuda mendengarkan keluhan Sabela si pemimpin introvert. Dia merindukan dunianya dan ingin kembali bagaimana pun caranya.


Sabela melakukan riset terhadap kondisi angkasa. Ketertarikannya itu bermula dari keadaan Dunia Sabela yang tidak memiliki angkasa, hanya ada langit putih tanpa batas dan bumi yang tanpa ujung.


Jika kau terbang ke atas kau akan terus terbang tanpa menemukan ujung dari langit. Jika kau menggali ke bawah, tak peduli berapa miliar tahun pun kau habiskan, kau takkan menemukan tanah yang tak bisa dihancurkan.


Karena itulah Sabela tertarik pada ilmu astronomi semesta ini.


"Berdasarkan jurnal yang ku baca, alam semesta ini berbentuk terompet. Jika hal itu benar maka kita bisa menemukan ujung dari alam semesta ini."


Yuda menyanggah pernyataan Sabela. "Menurutku alam semesta berbentuk datar. Kebanyakan peneliti juga percaya kalau alam semesta berada dalam kondisi Homogen dan Isotropi, serta pengamat tidak berada dalam posisi yang istimewa."


"Artinya dimana pun dan ke arah mana pun pengamat memandang dia akan melihat hal yang sama."


Sabela berkata sambil melepas kacamata yang dia pinjam dari Bu Nia. "Aku tahu itu. Teori itu terdengar mirip dengan kutipan dari duniaku." 


Sabela bangkit dari kursi lalu mengambil salah satu buku dari rak yang tersusun rapi. Buku itu berjudul 'Our mathematical Universe'. Di tengah buku itu terdapat salinan tesis Hugh Everett yang berjudul 'Theory of the Universal Wave Function' dan salinan artikel ilmiah milik Max Tegmark yang berjudul 'Parallel Universe'.


Sabela menggunakan materi materi dari Hugh Everett dan Max Tegmark untuk mendukung keberpihakannya terhadap konsep Multiverse yang tercipta dari pemotongan kuantum dan bentuk alam semesta yang tidak datar.


Yuda menekankan kalau semua itu hanya teori dari manusia yang tidak pernah melakukan perjalanan lintas semesta. 


Untuk membuktikannya Yuda mengumpulkan para pengguna Sistem di ruangan rapat perusahaan IC YUDIS yang sedang tutup, karena saat itu sudah jam 10 malam.


"Mata kalian masih kuat kan. Kikil, Sabela, Rafaela, ..."


"...mana Otto dan Kallen?"


Kikil mengangkat bahunya.


Kedua orang itu sedang menyelidiki hutan tempat pertama kali Otto jatuh. Sebelumnya mereka sudah menyelidiki gurun tempat Kallen terdampar. Penyelidikan mereka berakhir dengan rasa letih yang mengganggu.


Di tengah jalan mereka menemukan pondok kayu yang bobrok, disana mereka meregangkan kaki.


"Biasanya kepribadian lainku akan muncul saat dikelilingi hal hal yang membosankan. Hei pendongeng, ceritakan dongeng yang seru!" (Kallen)


"Kita sedang tersesat nona. Ditambah lagi ini hutan gunung rambutan. Jangan bicara kasar." (Otto)


"Heeh! Membosankan!"


Saat sedang duduk Kallen merasa rambutnya dipegang oleh seseorang, namun saat berbalik dia tidak melihat satu hal pun yang bisa menarik rambutnya. Gubuk pondok itu kosong dan kecil, jadi tidak mungkin ada orang iseng yang mengganggunya sambil bersembunyi.


Lalu sentuhan itu terasa lagi di pinggangnya, Kallen menduga Otto lah yang melakukannya, tapi dia tidak punya bukti.


"Berhenti menyentuhku Otto Night!"


Otto menatap Kallen dengan bingung lalu dia pindah duduk sedikit lebih jauh dari Kallen, namun tetap saja Kallen merasakan tubuhnya diraba oleh seseorang.


"Sialan! Siapa itu?!"


Karena kesal Kallen menghancurkan pondok itu.


Tingkah semakin diluar kendali saat angin yang kuat mengguncang pohon pohon di dekat mereka.


"Siapa itu?!! Keluarlah kau, tukang raba tubuh mesum..!!!"


Otto menyesal membawa Kallen.


Selang beberapa detik kemudian sesosok dedemit ular menampakkan dirinya. 


"Dedemit!? Aku kira mereka hanya mitos, ini akan mengasyikkan!"


Karena kemiripan dunia mereka Sistem Otto memiliki data tentang Dedemit. Makhluk halus yang menyertai setiap aspek kehidupan manusia bersama Jin dan Setan.


Dedemit itu marah karena gubuk hancur. Otto pun tanpa ragu menyerangnya.


Bagaikan memukul air pukulan dan tendangan Otto sama sekali tidak mengenai tubuh si dedemit.


Otto pun digigit oleh dedemit itu dan dibawa pergi.


Kallen mengejarnya lalu menebasnya dengan White Draw Slash.


Serangan itu mengenai dedemit namun tidak melukainya. Kallen berhenti berlari saat dedemit itu melompat ke air terjun.


{ Sistem }


{ Sistem sedang melakukan analisa terhadap makhluk tingkat tinggi Dedemit }


{ Untuk sementara tebasanmu tidak akan berdampak padanya }


Kepanikan mengembalikan Kallen ke sifat aslinya yang tenang dan pemalu.


"Berapa lama aku harus menunggumu?"


{ 13 menit }


kallen mencari jalan lain. Tidak jauh dari sana ada tangga ke bawah. Kallen menuruninya dan menunggu si dedemit keluar dari air.


"Ottoooo....!!!!!"


Benda aneh berwarna hitam keluar dari air dengan sangat cepat lalu dasar kolam air terjun itu meledak menghempaskan semua yang ada di dalamnya ke daratan.


Rupanya itu adalah gagang pedang milik malaikat hitam Rohan Blazeheart. Dia berhasil menghabisi dedemit itu setelah Sistem-nya beradaptasi dengan karakteristik tubuh dedemit, lalu menebas serta meledakkan dedemit itu di dalam air.


Otto timbul di samping gagang pedang lalu mengangkat kepala ular yang di mulutnya ada permata.


"A-apa yang kau lakukan pada si Ular?"


Otto menjawab. "Peliharaanku membunuhnya dengan api, tubuhnya hancur, dan permata ini keluar dari mulutnya."


Otto naik berenang ke tepian, berganti baju dan membawa permata itu kembali. Di tengah jalan mereka kehujanan yang membuat baju Otto serta Kallen kembali basah.


Otto memamerkan berlian temuannya di atas meja. Dengan berat sekitar 3,4 kilogram menjadikannya berat terbesar yang pernah Otto pegang seumur hidupnya.


Bau berlian itu seperti perut, dan di tengahnya ada sesuatu yang bergerak. Karena berlian itu transparan isinya pun terlihat. Ternyata benda yang bergerak itu adalag seekor bayi dedemit ular.


.................................................................................


Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.


Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁


.................................................................................