Systemverse

Systemverse
Bab 36. Party TOV vs Valvarad



Para sapi menikmati hadiah alam di gunung Saliva.


Setelah makan mereka mulai membuang kotoran sembarangan sebagaimana sapi pada umumnya.


Otto memandangi kediaman reproduksi kotoran itu dengan wajah jahil.


"Mari kita lihat reaksi dewa itu. HEI DEWA KESEIMBANGAN! CEPATLAH MUNCUL AGAR AKU BISA MENCABUT NYAWAMU!!"


"DENGARKAN PESAN SISTEMKU DARI SINI! KAU AKAN TIADA DENGAN CARA YANG MENGERIKAN!!!!"


Otto dan Sistemnya, sistem pendongeng, selalu satu frekuensi.


Kallen tidak bersuara sedikitpun.


Urusan memprovokasi dewa dia serahkan sepenuhnya pada Otto.


Lidahnya itu sangat mahir melontarkan umpatan yang menjengkelkan.


Untuk pertama kalinya Kallen bersyukur kedua anaknya sudah meninggal. Kallen tidak bisa membayangkan akan jadi apa kedua anaknya kalau bertemu Otto si raja mengumpat.


The Destroyer yang mengawasi dari lantai tertinggi kedua pun kesal mendengarkan kata-kata mutiara. Dia ingin segera membunuh Otto tetapi caranya masih tanda tanya.


Sosok dewa keseimbangan muncul di belakang The Destroyer.


Telinga berdengung juga panas.


Izin yang diharapkan diperoleh dengan cepat.


Lagipula The Destroyer sedang mencari alasan untuk mengeliminasi anggota kelompok Yuda.


[ The Destroyer ]


[ Kalau mereka menantang kita lebih dulu, jangan coba-coba menolaknya. Tujuan kita adalah melenyapkan para penyusup itu tanpa memulai konflik lebih dulu. ]


"Saya mengerti. Tetapi seandainya saya kalah... "


[ Jangan coba-coba mengatakan kalimat terkutuk itu! ]


[ Siapapun yang tidak becus akan kulenyapkan!! ]


Dewa keseimbangan meneguk Saliva.


Di depan dewa kehancuran yang bisa menghancurkan segala sesuatunya, dewa keseimbangan yang punya kekuatan menciptakan peraturan pun tidak berdaya.


The Destroyer juga seorang dewa. Bedanya dia hanya mahir menghancurkan sesuatu. Kehancuran adalah namanya dan kekuatan spesialnya.


Bukan berarti dia tidak memiliki kemampuan lain. Dia memiliki semua kemampuan dewa Systemverse, sistem pemandu, juri, monster dan setiap makhluk yang eksis di alam semesta tersebut.


Otto melipat lengannya.


Masa menunggu Yuda jadi tidak terlalu membosankan dengan melakukan hal di luar nalar.


"Apa kamu ingin menunggu semalaman disini?"


"... memangnya dimana kita akan tidur?"


Otto mengucapkan beberapa patah kata, dan beberapa bangunan rumah terbangun dengan sendirinya.


Para Outlander berkumpul di sekitar rumah berbahan kayu yang Otto tinggali.


"Kalau kalian membutuhkan sesuatu katakan saja kepadaku. Tapi jangan berhenti membuat para ternak membuang kotoran!"


Otto tidur di rumah terpisah. Tidak ada anggota Yuda yang mau berbagi rumah dengan yang lainnya, terutama Kallen dan Kikil.


"Mari kita lihat, kapan dewa keseimbangan muncul di mimpiku. Kamu siap Sistem?"


[ Roger! SEGERALAH DATANG DEWA KESEIMBANGAN!! ]


Otto tertidur, tidak lama kemudian dewa keseimbangan muncul di mimpinya dengan bersenjatakan tombak dan perisai.


Seolah telah menanti Otto.


[ Sampai juga kamu, MANUSIA SIALAN! ]


... ... .


...


..


Yuda duduk di puncak gunung yang dilempar Valvarad.


Meskipun bagian bawahnya telah menyatu dengan daratan, puncak gunung yang berbentuk kerucut masih utuh.


Setelah terkena Drake Breath Valvarad tidak berani muncul ke permukaan.


Mungkin dia menganggap Yuda sebagai sosok yang tidak mampu dia lawan.


Karena itulah dia terus bersembunyi hingga siang berganti malam.


"Dia masih bersembunyi di bawah sana?"


Yuda dapat melihat Valvarad dengan salah satu skill cincin bumi.


Selama 15 jam dia menunggu hewan buas itu dengan sabar.


[ Sepertinya dia tidak berani untuk keluar... ]


[ Selain itu aku punya kabar dari Otto dan yang lain. ]


"Katakan saja... "


[ Mereka diserang oleh suku Outlander. Mereka adalah orang-orang yang sama dengan Vanessa Mockingbird. ]


"Maksudmu... Non-System User yang diculik oleh Lost Brainware? "


[ Aku kagum kamu bisa memahaminya. ]


[ Mereka adalah serangga serangga yang menyangkut pada pengguna sistem saat Lost Brainware terjadi. ]


[ Berjumlah 200, memiliki perkampungan di wilayah selatan. ]


"... ... ."


"Lalu bagaimana keadaan Kikil dan yang lainnya?"


[ Mereka baik-baik saja. Tetapi Otto Night memutuskan membawa mereka ke puncak menara. Sekarang dia sedang melawan dewa keseimbangan untuk mengurangi jumlah ancaman di masa depan. ]


"Apa?! Dewa keseimbangan?!!"


"AKU KIRA HANYA AKU YANG MEMBUANG WAKTU DISINI!! TERNYATA ANAK ITU SAMA TIDAK BECUSNYA MENGURUS KELOMPOK!!"


[ Kapan kamu menyuruh dia mengurus kelompok? ]


"Ini gawat sekali! aku harus segera kembali ke kelompokku!!"


Tadinya aku berniat menunggumu sampai pagi...


Keluarlah sekarang, hidup ataupun mati, hadapi aku VALVARAD!


Drake Breath...


Burning Wave...


Noir Homunculus...


Keluarkan semua yang kamu miliki!


Gali gunung ini!!


[ Kamu menggali lubang di titik yang benar. ]


[ Tembakkan Burning Wave sekali lagi, tembakan itu harus lurus vertikal ke bawah, disanalah Valvarad berada. ]


"ROGER!"


Valvarad bergerak menghindari Burning Wave yang mengarah padanya.


Valvarad bergerak dengan sangat cepat keluar dari gundukan tanah.


Setelah menghindari Burning Wave dia mendaki lubang yang digali Yuda.


Akhirnya Yuda bertemu dengan Valvarad.


Valvarad berdiri 20 meter dari Yuda.


Keduanya saling melempar tatapan mengancam.


Yuda teringat dengan kata-katanya sebelumnya.


Yuda pun menyarungkan kerisnya.


[ Hei! Hei! Kamu serius ingin bicara dengannya?! ]


"Tentu saja. Aku tidak pernah melupakan ajaran Sistem Kebaikan."


"Jangan melulu memakai kekuatan, kita harus meninggalkan kesan baik pada orang-orang, dan aku memilih meninggalkan kesan itu pada Valvarad."


Sistem Kebaikan menelan ludahnya sendiri. Walaupun dia tahu Valvarad tidak bisa diajak bicara tetapi pikiran polos Yuda tidak bisa disalahkan.


[ Ya sudahlah. Lakukan yang kamu mau. ]


Sistem pergi karena malu.


Walaupun begitu, Yuda menyimpan cincin buminya untuk berjaga jaga apabila Valvarad menyerang.


"Apa yang kamu inginkan dariku? Valvarad?"


Valvarad menjawab dengan suara yang serak mirip orang tercekik.


"Kamu membunuhku sekali, aku harus membalas hutang itu apapun yang terjadi."


Suara itu berbeda sekali dengan yang Yuda dengar saat melawan Ryujiro.


"Jadi kamu ingin membunuhku. Sepertinya itu mustahil."


"... ... ."


"Dengar, aku sudah kehilangan minat melawanmu, jadi bagaimana kalau kita berdamai saja?"


Tawaran damai Yuda di tanggapi dengan dingin oleh manusia serigala yang haus darah.


"Sikap sok kuatmu itu menjatuhkan harga diriku! "


"TERIMA KASIH, BERKAT ITU AKU JADI TIDAK TAKUT LAGI!!"


Ryujiro keluar dari buku imajinasi untuk bertanding ulang.


Diikuti oleh party TOV lainnya, Emily, Bamboo, dan Fren si ksatria wanita.


Ryujiro dan Fren menyatukan tenaga mereka, lalu melancarkan tebasan ke perut Valvarad.


Meskipun serangan itu hanya sedikit menggoresnya dia tetap merasakan sakit dan terpental ke belakang.


Yuda menghela nafas panjang.


"Jika sebelumnya kamu merasa takut, lebih baik dengarkan insting itu."


Yuda menyerahkan keris reognya kepada Fren.


"Tuan... ini... "


"Aku serahkan Valvarad pada kalian. Jangan sampai kalah, dan... "


Yuda melirik pemberitahuan Sistem di atas kepala Valvarad.


[ Valvarad adalah makhluk kejam yang telah membantai jutaan manusia. ]


[ Tetapi anda tetap memiliki pilihan, membunuh atau mengampuni. ]


[ Bunuh Valvarad? ]


[ YES/NO ]


Secara moral Valvarad seharusnya dibunuh. Tidak ada jaminan dia akan berubah meski diceramahi selama berjam jam oleh pengguna sistem kebaikan.


Aku hanya harus membunuhnya...


Dia bukan siapa siapa, dan makhluk buas...


Tapi kenapa hatiku terasa berat?


Yuda melihat party TOV yang sedang bertarung.


Mereka berhasil mengungguli Valvarad yang sebelumnya membunuh Ryujiro dengan sangat mudah.


"Nostradamus, haruskah aku membunuhnya?"


[ Kamu bunuh ataupun tidak, dia tetap akan mati. Semuanya pasti akan mati bukan? ]


"Tapi aku merasa berat mencabut nyawanya, aku tidak tahu apa yang salah dengan diriku?!"


[ .. mungkin itu karena Otto Night... ]


"Otto? Apa hubungannya dengan dia?"


[ Otto Night ingin membunuh dewa keseimbangan. Saat mendengar itu hatimu tergerak.]


[ Kamu mempertanyakan moralitas dalam tindakan Otto Night yang dengan entengnya berkata akan membunuh seseorang.]


"... ... ."


[ Meskipun pembunuhan itu belum dilakukan, kita tahu dia pasti akan melakukannya, karena Otto Night adalah orang yang kejam. ]


[ Kamu tidak mau menjadi seperti itu, makanya rasa iba muncul dan memburamkan pandanganmu. ]


"Memburamkan pandanganku? Jadi kamu memintaku membunuhnya?"


[ ... ... .]


[ Aku hanya mengikuti isi hatiku. ]


[ Sistem kebaikan dirancang dengan pemikiran naif. Karena itulah dia memberi pilihan untuk tidak membunuh. ]


"Jadi sistem itu hanya mesin? Lalu siapa orang yang bicara padaku 9 tahun yang lalu?"


"Orang yang memberiku hukuman setelah menyiksa Martha, siapa dia?"


[ Itu juga adalah Sistem. Kan sudah kubilang, Sistem dirancang dengan pemikiran naif, karena itulah dia menghukummu waktu itu. ]


"Kalau aku mengikuti pola pikir Sistem, apa aku akan dihukum?"


[ Tentu tidak, karena sistem memberimu 2 pilihan. ]


Yuda pun bersikap tegas.


Dia memilih membunuh Valvarad setelah banyak pertimbangan.


Party TOV pun bersiap mengeksekusi Valvarad.


Pertama Emily menggunakan panah magic nya untuk menyembuhkan luka kawan kawannya lalu menembakkan panah magic ke Valvarad untuk menyembuhkan luka yang disebabkan oleh transformasinya.


Emily sadar kalau Valvarad mampu memperbaiki jaringan tubuhnya yang rusak karena luka.


Setiap dia melakukan itu tubuhnya akan bertransformasi ke bentuk yang lebih besar dan superior. Organ organ gerak seperti tangan dan kaki terus bertambah.


Valvarad tidak sadar kalau panah yang menancap di bahunya akan menghalanginya bertransformasi.


"Apapun yang kalian lakukan, tidak ada gunanya jika kemampuan kalian hanya sebatas menyembuhkan dan bertarung!"


"Karena aku, TERUS BERTAMBAH KUAT!!"


Valvarad menggigit leher Bamboo.


Regenerasi Bamboo mengalahkan kecepatan cabikan Valvarad.


Valvarad berusaha mencari titik lemah Bamboo namun keburu kena serangan Fren.


Frene Pendragon, ksatria wanita yang mahir menggunakan tombak dan Halberd, serta memiliki ilmu alkimia yang mumpuni.


Dia bertarung sambil melempar bom asap yang dibuat di laboratorium kerajaan.


"Aku Frene Pendragon, cucu dari Arthur Pendragon - Raja Camelot bersumpah akan menghabisimu!"


Frene menusuk mata kaki Valvarad dengan tombak yang di ujungnya disiram racun.


Kala itu, Valvarad yang sudah bertransformasi sebanyak 4 kali memiliki tinggi 14 meter dan lebar 6,1 meter.


Tangan dan kakinya masing-masing berjumlah 10.


Selain bertambah kuat Valvarad juga makin mudah diserang.


Racun alkimia yang diberikan Frene terasa seperti 10 juta gigitan semut peluru.


Rasa sakit itu menyebar hingga ke pahanya dan cukup mengganggu konsentrasinya.


Frene menatap tajam Valvarad lalu melempar botol kaca berisi racun.


"Itu tidak akan terjadi untuk yang kedua kalinya!!!"


Isi botol itu tumpah ke tanah saat Valvarad mengembalikan lemparan botol itu.


Ryujiro melindungi Frene dengan perisai darahnya.


Menghentikan botol itu di udara sebelum mengenai Frene.


"Terima kasih Ryu... "


"Sama-sama."


"Burning Wave!!"


Frene menembakkan Burning Wave secara spontan.


Valvarad sempat menghindar..


..namun tidak bisa lagi menghindari serangan Ryujiro.


Ryujiro mengumpulkan semua darahnya di telapak tangan lalu membentuk jarum darah dengan tingkat kepadatan tertinggi.


Emily menembakkan 3 panah sekaligus ke Ryujiro.


Panah penyembuh Emily memulihkan jumlah darah Ryujiro sehingga Ryujiro mendapatkan amunisi tambahan untuk memperkuat jarumnya.


"Giliranmu untuk mati!"


Jarum darah Ryujiro menembus selangk*ngan Valvarad.


Meskipun Valvarad tidak memiliki kelamin serangan di titik itu tetap fatal karena menembus ususnya.


Valvarad pun terkapar.


"SERANG DIA DENGAN BURNING WAVE, FRENE!!!!"


"DIA TIDAK AKAN MATI OLEH SENJATA DARAH RYUJIRO!!!"


Frene mengikuti perintah tuannya.


Sebelum meninggal Valvarad menutup matanya, dan Burning Wave pun menghancurkan raga serta jiwanya.


Kali ini dia benar-benar mati karena Sistem memberikan kekuatan lebih pada burning wave yang ditembakkan Frene.


[ Anda dan TOV berhasil membunuh Valvarad ]


.................................................................................


Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.


Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁


.................................................................................