Systemverse

Systemverse
Bab 33. Jalan pintas di pinggir menara



Kunang kunang dengan kilauan lampu berwarna hijau muncul di depannya lalu hinggap di pipinya.


Sontak Yuda menangkap kunang kunang aneh tersebut.


"Sejak kapan cahaya bok*ng kunang kunang bisa mengalahkan cahaya matahari?"


Ternyata kunang kunang itu adalah pembawa pesan dari Nostradamus.


Aku menemukan jalan pintas untuk mendaki menara.


Jika melalui jalan itu kau akan sampai puncak 10 kali lebih cepat dibanding yang lain.


[ Lokasi anda saat ini : Lantai 6 ]


[ Pintu masuk ke jalan pintas ada di ujung tenggara lantai ini ]


Nostradamus menemui teman temannya Yuda.


"Nostradamus!"


Mata Rafaela membulat setiap kali melihat Nostradamus.


Beda halnya dengan Otto yang takut setiap kali melihatnya.


"Kenapa bukan bos Yudistira yang muncul?" Tanya Dkavia ke Nostradamus. Ini pertama kalinya mereka bertemu.


"Meskipun Yudistira dipisahkan sangat jauh dari kalian, dia akan baik-baik saja."


"Kami menemukan jalan pintas yang akan membawa kita lebih cepat ke puncak menara."


Mereka mendengarkan dengan penasaran.


"Kalian harus menemukan pintu masuknya di sebelah tenggara yang jaraknya 3000 kilometer dari sini,"


"... ... ."


Sabela berkata. "Mengambil jalan pintas itu curang. Bagaimana reaksi The Destroyer nanti?"


"The Destroyer tidak akan berani mengganggu kalian karena dia yang duluan mencabut status peserta kalian."


"Mulai saat ini kita akan mendaki menara ini dengan cara kita! Tidak ada lagi sistem maupun kekuatan yang menghalangi kita!!"


Sabela mengangguk.


Kallen dan Otto setuju dengannya.


Kikil, Rafaela, dan Dkavia menjadi anak bawang.


Rafaela melangkah mendekati Nostradamus.


Pandangan gadis itu tertuju sepenuhnya ke Nostradamus.


"Aku punya sedikit masalah... "


"Masalah apa itu??" Tanya Nostradamus penuh selidik.


"Aku... kehabisan tiket emas.... "


"bolehkah aku minta lagi?"


Nostradamus menjentikkan jari.


Segepok tiket emas dengan total 100 lembar muncul di tangan Rafaela.


"WOOAAHHH...!!!!"


Rafaela memeluk Nostradamus.


"Terima kasih, tuan baik hati!"


"Sudahlah, jangan asal peluk,"


Nostradamus membagikan 100 lembar tiket emas ke masing masing anggota tim Yuda.


"Aku tidak memerlukannya."


Kallen menolak tiket emas karena barang itu akan menghambat kekuatan Sistem-nya. Kallen lebih tahu tentang dirinya sendiri.


Sebagai gantinya Nostradamus mengembalikan replika pedang pencipta sistem.


"Aku yakin pedang ini lebih berguna di tanganmu. Terimalah."


Kallen menerimanya.


Senyum manis terukir di bibirnya yang tertutup kain baju.


Kallen masih malu menunjukkan senyum tulusnya ke Nostradamus.


Kallen memegang pundak Sabela.


"Jangan lupakan janji itu. Sekarang jelaskan mengapa kamu sangat gelisah belakangan ini."


Sabela melepaskan tangan Kallen dari bahunya.


"Sebenarnya aku selalu gelisah sejak Lost Brainware mempertemukan kita. Tetapi belakangan ini kegelisahan itu makin menjadi karena sesuatu di dalam mataku mulai bergerak dengan liar."


"... Sesuatu di matamu?"


"Iya,"


"Tunjukkan padaku!"


Sabela menarik bola mata kanannya dengan mudah.


Ternyata selama ini Sabela menggunakan mata palsu untuk menutupi kebutaan mata kanannya.


Sabela menjelaskan bahwa dia kehilangan mata kanannya setelah bertarung melawan dewa yang menguasai dunianya.


Lalu mengganti matanya dengan mata monster laut yang mirip dengannya.


Setelah memasang bola mata itu Sabela menyadari penolakan dalam dirinya.


Sel tubuhnya menolak mata monster itu sebagai organ vital yang baru.


Sejak saat itu Sabela kerap kali merasakan sakit ketika ingin tidur.


Keputusannya menjadi bumerang baginya. Bola mata itu terus menyakitinya setiap dia ingin beristirahat.


Rasanya nyeri yang mengganggu itu menemani tidur Sabela selama bertahun tahun.


"... ... ."


"Kalau menyakitkan kenapa tidak dibuang?"


"Aku tidak punya waktu mencari penggantinya. Aku juga tidak mempercayai bawahanku."


"Kenapa begitu?"


"Karena mereka bisa saja meracuniku,"


"Selalu ada celah untuk membunuh penguasa yang bergantung pada orang lain. Tapi tidak akan ada celah untuk membunuh penguasa yang penyendiri dan tegas."


Singkatnya Sabela adalah orang yang tidak mudah percaya pada orang lain.


Dia tipe penguasa yang dapat melakukan hal hal pribadi seorang diri.


Meskipun terkadang dingin Sabela memiliki sisi rapuh.


Dia takut pada pengkhianatan yang akan melukai tubuhnya.


"Apa hanya itu masalahmu?" Tanya Nostradamus dengan wajah serius.


"Iya, hanya itu."


"Harusnya kamu bilang dari awal." Ucap Nostradamus sembari memegang rongga mata Sabela yang kosong.


"Apa sihirmu bisa menyembuhkan aku?"


"Lebih dari itu, aku akan memberimu mata yang spesial sebagai ganti tiket emas."


Nostradamus bermurah hati membuatkan sebuah mata dengan kemampuan memprediksi masa depan.


Tidak main main, Sabela diberkahi kemampuan melihat ke masa depan yang pasti terjadi sejauh 20 hari.


Kemampuan ini akan aktif dengan sendirinya jika dalam jangka waktu tersebut Sabela mengalami nasib buruk.


"Apa kamu menyukainya?"


"Ini mata yang sangat berguna, tapi... apa ini tidak akan menjadi kutukan?"


Nostradamus mengerti ketakutan Sabela.


Terkadang mengetahui masa depan tidak selalu bagus.


"Jangan khawatir, kamu bisa mengendalikan mata itu secara penuh. Kamu bisa mengaktifkannya dengan perintah dan mematikannya dengan cara yang sama. Kekuatan mata itu adalah Trump card mu."


Bersamaan dengan datangnya mata baru itu, Sabela tidak lagi merasakan sakit ketika hendak tidur.


Keesokan harinya mereka menggulung tenda dan kembali melanjutkan perjalanan ke tenggara.


Sabela tidak lagi menarik diri dari teman temannya.


Kallen masih memiliki hutang menguasai skill No Clip.


Selain itu tujuan mereka sudah terarah dengan benar.


Yuda yang menempuh jalur udara menggunakan Raiga sebagai tunggangan.


"Lama tidak bertemu, siapa sangka khayalan science fiction tentang multiverse ternyata benar benar ada."


"... ... ."


" 'Kita tidak sendirian di alam semesta ini' "


"Jujur saja aku tidak berharap multiverse ada. Apalagi tempat seperti ini yang dikuasai oleh tirani."


"Sistem Pemandu, The Destroyer, awalnya aku mengira mereka orang-orang baik yang ingin memperbaiki hidup para pengguna sistem yang gagal. Ternyata mereka hanya ingin menonton adegan penuh kekerasan."


"Berbeda sekali dengan sistem kebaikan yang dulu."


"... ... ."


"Syukurlah anda tidak menyamakan kami dengan mereka."


Yuda terus menunggu kedatangan rintangan yang dikatakan Sistem Pemandu.


Anehnya sungai di bawahnya tidak pernah berhenti bergelombang.


Raiga turun mendekati air itu.


Insting tajamnya memberitahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada air dan sungai itu.


"Sungai ini mulai menarik perhatian sejak 10 menit yang lalu... "


"Arus kuat tidak pernah berhenti."


Yuda memandang jauh ke depan. Tidak terlihat ujung dari aliran sungai ini.


Lalu dia melihat ke belakang, sembari melakukan hal yang sama.


"Apa kau menyadarinya, Raiga? Sepertinya kita berputar putar di tempat yang sama."


"Berasal darimana teori itu?"


Yuda menunjuk kepalanya.


"Dengan insting. Arus air yang tidak pernah berhenti, tepian sungai yang sama. Kedua bukti itu sudah menambah presentasi kebenaran hingga 40%."


"... ... ."


"Selanjutnya mari lakukan pembuktian dengan cara kuno."


Yuda meninggalkan Ryujiro di tengah jalan yang dia lewati.


Jika nanti mereka menemukan Ryujiro lagi berarti mereka telah berputar putar di satu tempat yang sama.


Sekitar 3 jam mereka terbang, Ryujiro ditemukan lagi.


Ryujiro yang ditinggalkan sendirian pun menghubungi Yuda.


Info penting! Yuda dapat berkomunikasi dengan makhluk makhluk dari buku fantasi, baik melalui telepati, bahasa tubuh yang tidak pernah dia pelajari, atau bahkan bahasa yang tidak pernah ada.


Yuda akan senantiasa mendengar dan mengerti ucapan para makhluk buku imajinasi.


"Tuan! tuan!"


"Ada apa Ryujiro?"


"Saya diserang oleh seekor werewolf! Tubuhnya tidak terlalu besar, tapi dia punya skill yang merepotkan."


Yuda membuka buku imajinasinya, berniat membuat sesuatu, entah kamera atau drone ajaib, atau apapun yang membuatnya dapat memantau keadaan Ryujiro dari jarak puluhan kilometer.


Sistem mengingatkan kalau dia punya observer yang bisa memantau siapapun dimana pun.


Ditambah observer itu sudah ditingkatkan sebelum Yuda berangkat ke Systemverse.


[ Apa anda ingin mengaktifkan mode mata elang? ]


[ YES/NO ]


Yuda memilih 'Yes'.


Board berwarna silver pun muncul.


Terlihat di layar board itu Ryujiro sedang menghadapi seekor serigala besar berbulu merah.


"Haruskah aku membantunya? Akan lebih baik jika party ToV bisa dikirim ke sana."


Ryujiro membuat sabit besar dari darahnya yang kental.


Bola matanya bergerak cepat mengikuti pergerakan sang manusia serigala.


"Dia lebih cepat dariku. Aku harus membekukan darahnya untuk memperlambat gerakannya."


Dengan sekuat tenaga Ryujiro mengayunkan sabitnya dan kena leher si monster.


Monster itu merintih lalu Ryujiro membekukan darahnya.


Pembekuan di mulai dari lehernya yang terkena tebasan lalu menjalar ke dada hingga kakinya.


Pembekuan itu tidak menyentuh kepalanya sebab si werewolf membuat luka baru di atas luka yang dibuat Ryujiro.


Meskipun begitu setengah anggota tubuhnya tetap membeku.


"Kelumpuhan akan menyertaimu sampai mati!"


Mata Ryujiro bertemu dengan mata werewolf.


Meskipun sudah setengah lumpuh tidak terlihat getaran di matanya.


Ryujiro bersiap dengan sabitnya.


Mengukur jarak serangan dan titik lemah lawan. Yang pasti dia mengincar sisi kanan untuk melumpuhkan werewolf itu sepenuhnya.


Setelah memperhitungkan semuanya, Ryujiro menundukkan badan serendah lutut si werewolf.


Serangannya meleset, werewolf itu melompat tinggi.


Ryujiro melempar sabit darahnya, melambung tinggi di udara.


Dia terus melakukan itu sembari mengejar si werewolf.


Saat sabit yang dia lempar berjatuhan si werewolf sudah berada di depannya.


Sabit Ryujiro mengepung si werewolf.


Sabit itu berbahaya! Jika tersentuh aku darah beracunnya akan masuk ke tubuhku!!


"VALVARAD!!!!"


Teriakannya tidak menghentikan Ryujiro.


Ryujiro berhasil melubangi perutnya, tetapi tampaknya sudah terlambat.


Kelumpuhan di sisi kirinya disembuhkan oleh sihir.


Valvarad menunjukkan kekuatannya sebagai salah monster satu makhluk terkutuk di lantai 6.


Valvarad mencakar wajah Ryujiro.


Valvarad berhasil menyalin sihir pembekuan Ryujiro, percobaan pertamanya sukses besar.


Kepala Ryujiro nyaris beku sepenuhnya.


Alasan otaknya tidak membeku adalah Sistem yang melindunginya.


[ Ring~ ]


[ Penguasa buku imajinasi menawarkan bantuan ]


[ Apa kamu mau menerima bantuannya? ]


[ YES/NO ]


"Ini konyol... jangan kesini!!!"


[ NO ]


Yuda terkejut melihat Ryujiro menolak bantuannya.


Tidak lama setelah itu Ryujiro tertimpa sebuah gunung yang menghancurkannya sampai berkeping keping.


[ Karakter 'Ryujiro' kembali ke buku imajinasi ]


[ Karakter dibunuh oleh seekor Lycan yang memiliki fisik super dan penetral sihir ]


"Siapa dia? Apa yang dia lakukan setelah membunuh Ryujiro?"


[ MENCARI INFORMASI ]


[ Lycan diberi nama Valvarad oleh setiap korbannya ]


[ Dia adalah penghuni terkuat nomor 2 lantai 6 ]


[ Kematian Ryujiro meninggalkan jejak Miracle yang jelas di udara ]


[ Jejak itu berakhir di buku imajinasi, itu artinya cepat atau lambat kau akan bertemu dengannya ]


"... ... ."


"Pribumi yang berbahaya akan segera datang,"


"Berapa banyak tiket platinum yang bisa aku gunakan dalam satu hari?"


.................................................................................


Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.


Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁


.................................................................................