
Dalam keadaan masih linglung, Yuda menjelaskan kemampuan pusaka barunya. Sistem mereka dengan cepat memahami pembicaraan mereka. Sistem bertanya bagaimana perasaan Yuda setelah melakukan Time Leap untuk pertama kalinya dan berhasil?
"Rasanya seperti menembus lapisan awan yang tak berujung. Meskipun hanya berlangsung beberapa detik, itu tetap pengalaman yang luar biasa."
Yuda meminta yang lain untuk berbagi batas kemampuan mereka karena dalam ingatannya, Sistem mereka sama sekali tidak berguna, kecuali untuk Sabela dan Rafaela, yang nasibnya belum diketahui.
Ucapan Yuda menyinggung Otto, sehingga sebuah pengecualian dibuat untuk Otto.
"Kau cukup tangguh, Otto Night. Tetapi yang lainnya tidak tahan."
Kallen menjelaskan bahwa Sistem Lone memberikan buff yang signifikan kepada penggunanya, termasuk kekuatan pukulan, jumlah serangan, jangkauan, kekuatan penghancur, dan juga stamina.
Buff terbesar akan diberikan jika ia berada seorang diri untuk waktu yang lama. Buff ini memberinya kekuatan untuk membelah permukaan planet. Itulah mengapa Kallen menamainya Sistem Lone Wolf, yang berarti Sistem yang beroperasi sendirian.
Namun, sistem ini tetap memiliki kekurangan, yaitu ketidakseimbangan antara buff kekuatan dan stamina.
"Stamina ku melebihi batas manusia. Aku tidak ada masalah jika dibandingkan dengan titan atlas. Dengan kekuatan penuhku, aku bisa bertahan selama 2 bulan."
"Dan biasanya aku sarapan sayur dan daging monster, rutin setiap 2 hari sekali."
Pesawat antariksa mereka bergetar saat ditarik ke atmosfer planet.
Tanpa ragu, Yuda memegang erat tangan teman-temannya.
"Harap sampaikan protes kalian. Jika kita berpisah, kita tidak akan menemukan tujuan kita."
Masing-masing dari mereka dengan erat memegang tangan yang lain.
Sekarang keenam mereka teleported ke tempat yang sama, yaitu alam lukisan Surealisme.
Dunia itu sangat luas sehingga bahkan langitnya tidak terlihat karena tertutup oleh kabut tebal.
Kikil menunjukkan makhluk surealis raksasa dengan wajah berbentuk jam dinding.
Makhluk itu mendekati mereka, mulutnya terbuka dari angka 4 hingga 9.
Saat monster mendekat, tanpa berpikir panjang, Yuda melepaskan Burning Wave ke wajah monster itu. Miracle System menghancurkan monster tersebut hingga intinya, menghapuskan eksistensinya dari dunia ini.
"Jadi, itu adalah makhluk roh? Aku kira itu monster?"
< Keris Reog bisa menghapus semua makhluk non-organik dari dunia Anda >
< Jadi, jika sebuah makhluk diidentifikasi sebagai non-organik atau dari planet lain, Keris Reog akan menghilangkannya, dengan kata lain, Raiga akan mengonsumsinya >
Dengan kematian monster berwajah jam, Yuda telah mencegah tragedi lainnya, yaitu Otto dan Kallen dimakan oleh monster jam.
Saat monster jam mati, ia mengeluarkan suara mirip dentang jam besar. Suaranya begitu keras di telinga mereka sehingga melukai gendang telinga mereka. Suara itu juga menjadi pertanda bahwa monster serupa akan segera datang.
Otto dan Kallen berada dalam posisi siaga saat melihat banyak monster jam mendekati mereka.
"Yudistira! Kita harus pergi ke mana?!"
Yuda menyampaikan pertanyaan Otto ke Sistem.
< Kalian harus memasuki menara terbalik. >
< Caranya, bunuh monster jam terbesar di tempat itu. >
Saat dia sedang berbicara dengan Sistem, terdengar suara dentang jam yang sangat nyaring hingga getarannya merobek awan di langit. Suara itu berasal dari monster jam terbesar yang memiliki ukuran sebesar pulau.
Kallen menebas para monster. Setiap monster yang mati membuat bulu kuduknya berdiri.
"Kenapa aku merasakan ketakutan pada monster-monster ini?"
Kallen mendorong Otto ke arah monster-monster itu sementara dia bertanya ke Yuda. "Kau bilang aku menjadi gila saat ditelan monster besar. Apa kau tahu penyebabnya?"
Yuda dapat mengakses ingatan avatarnya ketika dalam mode autopilot. Kallen dirasuki oleh monster aneh yang ada di dalam perut monster besar tersebut.
Setelah mengetahui hal itu, Kallen meminta Otto membelah perut monster jam. Otto pun melakukannya, namun tidak ada apa-apa selain asam lambung yang tidak berbau.
Sabela menunjukkan kekuatannya. Jarinya berubah menjadi akar tanaman hijau, akar-akar itu kemudian melilit monster jam lalu meremas mereka seperti cucian.
Yuda tidak kalah sibuk, dia menebas ke sana-kemari hingga menerbangkan kerisnya dengan skill Magician.
Yuda meminta Kikil melakukan sesuatu pada mayat monster jam.
Dia punya Sistem sel yang mampu mengubah bentuk suatu makhluk.
"Ubah monster itu menjadi kendaraan yang bisa kita gunakan!"
Kikil merasa jijik, namun untuk mengubah bentuk monster itu dia harus memasukkan tangannya ke dalam mulut si monster.
"Sudah selesai, ayo naik!"
Yuda mengelus dadanya ketika melihat para monster itu dari ketinggian.
Kikil ingin kembali menyerang monster-monster itu, namun niatnya segera diketahui oleh Sabela.
Sabela pura-pura akan terjatuh agar bisa memeluk Kikil.
"Jangan lakukan itu, arahkan saja makhluk ini ke arah asal suara keras itu."
Suara Sabela mengandung kekuatan yang dapat mendominasi Kikil dan Sistem-nya.
Sikap Sabela dinilai kurang ajar dan melukai harga dirinya. Sabela menyelipkan akar pohon di dalam kepang rambut Kikil.
"Tuan putri Kikil, aku akan menjadi navigator kita. Arahkan kapal ke sana," ucap Yuda.
Setelah beberapa menit mereka terbang, sumber suara itu mulai terlihat.
Di pinggir lautan hijau, terdapat sebuah wajah jam yang sangat besar, sebesar gunung Himalaya.
Otto berkata, "Besar sekali! Dia pasti berasal dari kalangan atas dalam spesies monster jam."
Yuda menyahut, "Benar sekali, Tuan Night. Bawa kita turun."
Monster jam bersayap terbang rendah, Otto menurunkan makhluk summonnya ke wajah jam raksasa yang bergerak dengan cara sedikit menjijikkan.
"Aman!" ucap Rohan Blazeheart, malaikat hitam yang menggunakan pedang dua tangan besar.
Mereka turun dari punggung monster jam. Tangga menuju lantai pertama menara terbalik ada di bawah kelopak mata monster itu.
Mereka berhasil menemukan kelopak mata yang dimaksud, letaknya di tengah wajah jam dan ukurannya tidak sampai 10 persen dari luas jam itu.
Kallen menawarkan diri membuka jalan itu.
Kallen dibawa naik ke udara oleh Rohan Blazeheart, semakin jauh dia dari teman-temannya buff Sistemnya pun semakin kuat.
Di ketinggian 5000 meter Kallen menunjukkan kemampuannya dengan menebas menggunakan sebilah ranting yang dia bawa dari dunia sebelumnya.
Sebelum menebas Kallen mengucapkan mantera. "Wahai Sistem Lone Wolf, sang pertapa penyendiri, pinjamkan kekuatan penuhmu padaku."
Ranting tersebut hancur dan berubah menjadi sebilah pedang berwarna putih bersih. Kallen menghunuskan pedang dengan sekuat tenaga. Angin dari tebasannya itu sangat kuat sampai mampu membelah Clock Entity terbesar.
Bersamaan dengan matinya monster itu, matanya terlempar keluar dan jalan masuk ke menara terbalik pun terbuka.
Yuda merasakan aura yang tidak nyaman. Sesuai dugaannya, The Destroyer tidak akan membiarkan mereka memasuki menara.
The Destroyer muncul dalam bentuk manusia iblis. Dia bercakap cakap dengan Yuda. Melalui percakapan mereka diketahui The Destroyer/Sistem Pemandu tidak terpengaruh oleh Time Leap yang dilakukan Yuda.
Data pertarungan mereka sebelum Yuda time leap masih ada, dan karena itulah The Destroyer memutuskan tidak melawannya.
Sebaliknya The Destroyer menunjukkan jalan masuk yang lebih bagus ke menara.
Yuda yang mendapat perlakuan baik itu jelas curiga. Yuda bertanya alasan Destroyer tiba-tiba baik.
Destroyer menjawab dengan senyum mengerikan. Bahwa dia juga penasaran dengan inti alam semesta.
[Inti yang menggerakkan seluruh alam semesta ini berada di atap menara itu. Aku tidak bisa memasukinya tapi kalian bisa.]
"Apa untungnya bagimu jika kami menemukan inti itu?"
[Aku hanya ingin melihatnya. Mari buat kesepakatan. Aku akan membiarkan kalian lewat asalkan kalian mau menunjukkan foto atau video bentuk inti alam semesta ini, bagaimana?]
"Sepertinya itu mudah. Lalu apa yang akan kau lakukan kalau kami menolak?"
[Jangan berpikir untuk menolak. Aku adalah makhluk agung yang takkan bisa serangga atasi.]
Disaat itu juga The Destroyer merasakan kekuatan sejati Sistem melilit tubuhnya, menariknya ke dunia unik milik agen Nostradamus, dan menutup mulutnya dengan lempeng besi yang panas.
Sistem Kebaikan berseru pada The Destroyer. < Jaga mulutmu, rakyat jelata! >
.................................................................................
Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.
Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁
.................................................................................