Systemverse

Systemverse
Bab 11. Segalanya akan berubah



"Kikil sudah mati, mayatnya ada di pocketku. Sebaiknya dikuburkan di mana?"


Yuda terkejut ketika tangan kecil menyentuh kakinya.


Di usianya yang belum genap satu tahun, Tuan Muda Fahmi sudah mampu berjalan. Kemampuannya itu dipengaruhi oleh Miracle yang mengitari rumah mereka. Ini menjadi tugas tambahan bagi para Homunculus; mereka harus lebih sering membantu Rika mengurus Fahmi.


"Anak ayah sudah bangun?"


Yuda teringat larangan tentang cermin yang membuatnya enggan menunjukkan anaknya di benda unik itu.


Sistem menyapa mereka.


<Sistem>


<Selamat pagi keluarga bahagia ku. Bolehkah aku memanggil anakmu Tuan Muda seperti yang dilakukan para Homunculus?>


"Tentu saja boleh, kawanku."


Kita bisa melihat tangan Sistem menyentuh ubun-ubun Fahmi.


<Sistem>


<Dengarkan kami, pembersihan Dark Miracle sudah 98 persen selesai. Tidak lama lagi kekuatanmu akan kembali seperti semula.>


Yuda menunjukkan kegembiraannya dengan mengajak Tuan Muda melompat-lompat.


"Bagaimana dengan Sistem-nya Kikil? Kemana dia pergi?"


<Itulah yang masih kami selidiki. Kemungkinan Kikil belum mati. Jantungnya berhenti berdetak, tapi Sistem masih menahan rohnya.>


"Fyuhh... Syukurlah, tapi Sistem Pemandu bilang dia sudah mati. Siapa yang harus kupercaya?"


Sistem merasa sedih. Kontraktor yang selama ini dia jaga tidak mempercayai kemampuannya.


<Darimana datangnya pemikiran itu? Aku sudah ada sejak 100 tahun yang lalu sedangkan Systemverse belum genap berumur sebulan. Tentu saja aku lebih berilmu darinya.>


"Artinya kamu lah yang benar."


<Kikil belum mati. Jantungnya berhenti berdetak, tapi Sistem masih menahan rohnya.>


Yuda melirik super komputer di ruang tamu. Sudah 7 jam dia mengaktifkan mode autopilot. Jika mereka yang di sana sudah bangun, banyak informasi yang direkam oleh autopilot.


Namun yang di sini tidak kalah pentingnya dari mereka. Keluarga lebih penting daripada perjalanan lintas semesta atau apa pun itu.


Yuda bertemu Rika di dapur; gadis itu sedang memasak sambil memakai selimut.


Yuda pun menegurnya karena memasak sambil mengenakan selimut itu berbahaya.


Rika beralasan wajan yang dia gunakan masih basah sehingga saat menuang minyak, minyak panas itu memercik kemana-mana.


Tidak ingin istrinya disambar api karena memakai selimut, Yuda pun mengalah mengambil alih dapur.


Sementara Rika menyiapkan teh hangat, Yuda memasak sarapan tanpa memberi kesempatan Homunculus membantu.


"Oh iya, sayang, Nadia bilang ingin kembali bekerja di sini. Katanya dia tidak betah bekerja di restoran," kata Rika sambil menghampiri Yuda yang sedang memasak.


"Begitu ya, biasanya dia tidak pilih-pilih saat bekerja," jawab Yuda.


"Dia bilang sudah muak bekerja dengan Yulia."


"Apa? Kedua orang itu selalu bersama sejak zaman sekolah, kenapa sekarang mereka ingin berpisah?"


Yuda mencoba berpikir dengan kepala dingin. Dia sering berurusan dengan perguruan hitam dan Systemverse belakangan ini, tanpa memperdulikan keadaan kawan-kawannya. Pandu, Nadia, Yulia, Hana, Lauroe, Lena, kak Amira, abang Chris.


Bukan berarti dia ingin menggelar reuni, hanya mengunjungi kawan-kawannya.


***


Teman pertama yang dia kunjungi adalah Nadia. Bukan rahasia lagi kehidupan Nadia menjadi jauh lebih baik setelah bekerja di tempat Yuda. Lalu mengapa dia ingin berhenti sekarang?


Nadia selalu open house untuk keluarga bosnya itu. Yuda membawa Rika dan tuan muda berkunjung agar suasana tidak terlalu tegang.


Saat Nadia tahu Fahmi bisa berjalan sebelum berumur 1 tahun, dia malah khawatir.


"Bukan bermaksud menakuti, tapi dulu tetanggaku pernah mengalami hal serupa saat kecil, dan ketika besar dia menjadi perokok berat di usia 10 tahun."


Tuan muda menjawab dengan suara imutnya.


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin berhenti?"


Nadia menjawab. "Ini karena Yulia. Dia jadi semena-mena semenjak naik jadi manajer."


Nadia menceritakan bagaimana perubahan pada diri Yulia terjadi secara bertahap.


Awalnya Yulia memimpin dengan tegas, namun lama kelamaan dia menjadi brutal dan menakutkan.


Contohnya, dulu saat ada yang terlambat Yulia akan memarahinya. Tapi sekarang selain dimarahi, orang yang terlambat juga diwajibkan membayar denda dan push-up 10 kali.


Yuda masih menganggap hal itu wajar, apalagi jumlah denda itu hanya seharga uang parkir.


"Bukan hanya itu! Dia juga mengancam akan memecat orang yang terus menerus melakukan kesalahan. Pokoknya dia sangat berubah."


Rika berbisik ke Yuda. Atas saran dari Rika, Yuda pun bersedia menemui Yulia.


Yuda mengantar Rika dan tuan rumah ke rumah, lalu berangkat ke rumah Yulia.


Yuda berpikir, kasus Yulia ini sangat mirip dengan Kikil. Lebih tepatnya perubahan sifatnya itu membuat mirip dengan sang mendiang.


Kikil bercerita bahwa dia menjadi sombong sejak mendapat kekuatan Sistem. Nyatanya cerita itu tidak benar. Dia menjadi jauh lebih kejam dari yang digambarkan di ceritanya.


Di rumah Rika, terkejut melihat super komputer Yuda berasap. Meski tidak tahu apa yang terjadi, Rika tetap membukanya.


Kontrol avatar Yuda pun berpindah ke tangan Rika. Terlihat avatarnya sedang dicekik oleh Kallen.


Rika tidak tahu cara mengganti sudut pandang menjadi First Person, terlebih saat itu Rika tidak sengaja mematikan mode autopilot dengan menyalakan komputernya dan menggerakkan mouse-nya.


"Apa yang dia lakukan? Apa yang akan terjadi kalau avatar itu mati?" pikir Frederica.


Rika menelepon Yuda, Yuda mengirim Raiga ke rumah Yulia sementara dia kembali ke rumah demi menolong Rika.


"Apa yang terjadi, Rika?"


Rika menjawab dengan terbata-bata. Secepat mungkin, Yuda memeluk istrinya itu untuk menenangkan dan menghiburnya.


Setelah istrinya tenang, Yuda memeriksa komputernya. Ternyata sang avatar telah mati dibunuh oleh Kallen yang kerasukan Nebulae. Ras alien yang muncul di dunia Surealis, berbentuk sebuah tangan tanpa organ gerak lainnya, dan memiliki satu mata di telapaknya. Ras alien ini diketahui bisa menyamar dan merasuki tubuh manusia.


Rika meminta maaf dengan memegang tangan Yuda, karena kesalahannya, lah avatar lagi.


Yuda sekali lagi menegaskan itu, kalau itu bukan salah Rika.


Lebih penting lagi, bagaimana Kallen bisa kerasukan, padahal dirinya merupakan pengguna Sistem yang punya kesadaran kuat.


Otto memukuli Nebulae yang mengendalikan tubuh Kallen dengan batu dari jembatan Bill Frost yang konon dapat mengantar makhluk hidup kembali ke kandungan ibunya.


"Sepertinya ini keadaan darurat," ucap Yuda.


"Karaktermu sudah mati, tentu saja ini darurat, bodoh!" sahut Rika.


Avatar Yuda bangun kembali. Avatar ini tidak bisa mati karena pada dasarnya dia tidak bisa dihancurkan maupun dibunuh.


Hanya ada Otto dan Kallen disini, sedangkan Rafaela dan Sabela hilang entah kemana.


Yuda menghentikan perkelahian Otto dan Kallen.


Kallen cukup sulit dikalahkan. Sistem-nya, Lone Wolf tidak peduli dengan orang-orang di sekitar Kallen, dia hanya ingin Kallen sendirian lagi.


Kallen menebas Otto dengan satu jari, menghancurkan struktur yang mereka tempati.


Diantara hujan puing bangunan Yuda menarik Kallen dan memasukkannya ke buku imajinasi. Otto juga masih berhasil keluar dari struktur itu dengan binatang summonnya. Sedangkan Yuda berteleportasi ke luar dengan mata Nebula.


Keadaan tim ekspedisi Systemverse tengah kacau balau sejak kematian Kikil.


.................................................................................


Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.


Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁


.................................................................................