Systemverse

Systemverse
34. Terciptanya dunia unik Yudistira



Otto dan yang lainnya sudah sampai di depan pintu masuk yang akan membawa mereka menuju jalan pintas rahasia di pinggir menara.


[ Buatlah kemah dengan kekuatan kalian ]


[ Kita harus menunggu Yudistira ]


Nostradamus meninggalkan kelompok itu untuk melihat kondisi pemimpin mereka yang tertinggal jauh.


Ada dinding aneh yang memisahkan Yuda dari dunia dimana Otto dan yang lainnya berada.


Saat ini Yudistira terjebak dalam sebuah dunia imajinasi bernama 'Loop'.


Nostradamus tidak terlalu mengkhawatirkan Yuda, dia lebih penasaran dengan pencipta dunia 'Loop'.


"Dimana pun aku bisa mengenali dunia yang bukan diciptakan oleh tangan sang pencipta. Dunia ini termasuk kategori dunia unik seseorang."


"Aku bisa mengeluarkan Yudistira dari sana kalau kamu mau?"


< Sistem Kebaikan >


[ Dia bukan anak kecil lagi, ]


[ Biarkan dia survive dengan kemampuannya sendiri. ]


"Ya sudah, aku akan menonton saja."


...- Dunia Loop -...


Yuda masih menjelajahi dunia aneh itu, terbang tanpa henti di atas sungai Hudson yang panjang tidak terkira.


Untuk pertama kalinya Raiga kelelahan hingga tidak mampu berjalan.


"Maafkan aku tuan. Setidaknya aku sudah terbang dengan kecepatan penuh selama 3 jam... "


"Sekali lagi maafkan aku,"


"Tidak apa-apa, istirahat lah yang cukup sampai besok,"


Raiga masuk ke pocket serba guna untuk memulihkan tenaganya.


Yuda melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Sebenarnya dia menunggu Valvarad.


"Valvarad pasti akan muncul kalau aku berjalan lambat, maka biarlah aku berjalan seperti ini."


Ryujiro yang babak belur bertanya dari dalam buku imajinasi.


Kenapa dia mau menghadapi monster itu.


Yuda bertanya balik.


Kenapa Ryujiro menolak bantuannya.


Ryujiro menjawab bahwa dia melihat Valvarad mengangkat gunung kala itu.


Level kekuatan itu mustahil untuk party ToV.


"Menurutmu apa yang kamu butuhkan untuk menang di ronde kedua melawan monster itu?"


Yuda sedikit main teka teki dengan Ryujiro.


Dengan bibir bergetar Ryujiro menjawab: Kekuatan yang lebih besar.


Dia ketakutan? Apa aku mendeskripsikannya sebagai seorang pengecut di buku?


Yuda membaca deskripsi karakter Ryujiro dan tidak menemukan keanehan disana.


Lantas datang darimana sikap pengecut Ryujiro.


[ Apa anda ingin menelusuri lebih dalam kemampuan Buku Imajinasi? ]


[ YES/NO ]


Yuda menekan 'Yes'.


Dirinya pun terbawa ke dunia unik miliknya sendiri yang tercipta dalam buku imajinasi.


[ Anda telah masuk ke 'Dunia Unik' ]


[ Beri nama 'Dunia Unik' untuk mengklaim dunia sebagai milik anda ]


[ Nama dunia saat ini ( ??? ) ]


Mendapati perintah itu Yuda semakin bingung.


Apa dunia unik itu?


Dimana dunia itu berada?


Bagaimana dunia itu tercipta?


Apa keuntungan memiliki dunia unik?


Yuda dipertemukan dengan tombol yang akan menjawab semua pertanyaan itu.


• Apa dunia unik itu?


Dunia unik adalah dimensi alternatif yang berbeda dari dunia nyata. Memiliki geografi, peraturan, dan hukum yang dapat dibentuk sesuka hati.


• Dimana dunia itu berada?


Dunia unik berada di alam pikiran yang dapat diakses dengan cara melepaskan sebagian kecil kekuatan mentah dengan perintah 'Buka dunia'


• Bagaimana dunia ini tercipta?


Dunia ini merupakan manifestasi dari kekuatan yang telah mencapai level transenden sehingga mampu menciptakan dunia dengan sendirinya.


• Apa keuntungan memiliki dunia unik?


Jika berhasil menjebak lawan di dunia unik, anda dapat memaksanya mematuhi peraturan yang ditetapkan dalam dunia anda.


[ Kalau ingin keluar anda harus membayangkan dunia nyata ]


"Keren... ini kemampuan paling keren yang pernah kumiliki..."


"Seperti Domain Expansion dan Mana Zone!!!!"


Yuda mencoba memasuki dunia unik dengan tubuh aslinya yang berada di dunia manusia.


...- Dunia nyata -...


"Selamat pagi... " ucap Frederica.


Yuda menemukan istrinya terduduk sambil memangku kepalanya.


Frederica dengan senang hati memangku suaminya selama menjelajah dunia lain.


Ketika bangun Yuda merasa pegal di leher.


"Selamat pagi sayang... "


Yuda mencium pipi Frederica, istrinya masih sangat mengantuk.


Yuda yang hendak pergi ke dunia unik, mengajak Frederica dengan berbisik.


"... ... ."


"Dunia... unik...?"


"Iya, apa kamu mau ikut?"


"... hoaam... terserah kamu... "


Yuda memeluk istrinya dengan erat.


Frederica memeluk suaminya dengan pelan, sembari membenamkan wajah di dada suaminya.


"Bagaimana cara mengeluarkan Miracle mentah?"


[ Buka saja pintu hijau di depanmu... ]


Untuk mempermudah Yuda Sistem membuat pintu ke mana saja di dunia unik. Ujung lainnya dari pintu tersebut berada di rumah Yuda.


Jarak antara Yuda dan pintu itu hanya 2 meter.


"Homunculus! Jaga Fahmi selama. kami pergi!"


Pembantu Homunculus yang langsung datang ke kamar sembari menundukkan kepala.


"Tapi, anda mau kemana dengan penampilan seperti itu?"


"Ke dunia unikku."


Yuda masuk ke dunia uniknya.


Tempat itu mengingatkannya dengan dimensi aneh milik Nostradamus yang beberapa kali dia kunjungi.


[ Ketika berada di dunia unik, avatar anda akan ikut masuk ]


Avatar Yuda yang saat ini dikendalikan Nostradamus dipindahkan dari Systemverse ke dunia unik.


Sistem Kebaikan bisa melakukan itu.


Sistem Kebaikan bisa mengabaikan semua peraturan Systemverse karena dia adalah Sistem yang absolut dan tidak bisa dibelenggu oleh siapapun.


Frederica mencium bau makanan kesukaannya.


"Ohh ini.. ini lemang kesukaanmu,"


Frederica meraih ember air di sampingnya lalu membasuh muka di situ.


Tunggu... ember air? Lemang?


Sniff.. Sniff..


Dan aroma daun pandan...


Sejak kapan ada daun pandan di rumahku?


Frederica bergegas mencuci muka hingga kantuknya hilang.


Matanya terbelalak saat menyadari dirinya berada di luar ruangan, di tempat yang asing dengan pakaian tidur yang tipis.


Seketika wajah Frederica memerah saat melihat gaun yang dia pakai.


Di tempat lain, Nostradamus menggerutu.


"Gara-gara dia membawa istrinya aku jadi harus pergi menjauh... "


" ... ... ."


"... Frederica seksi juga,"


< Sistem >


[ Berhenti mengingat gaunnya, Nostradamus. ]


"... kamu menuduhku berpikiran jorok? Asal tahu saja, istriku jauh lebih manis darinya."


Frederica yang malu dengan pakaiannya mengambil ember kosong bekas air kemudian bersembunyi di bawah ember itu.


Melihat tingkah istrinya Yuda tidak bisa menahan tawa.


"Tenang saja istriku, tidak ada orang selain kita disini."


"Kamu membawaku kemana?"


Frederica masih enggan keluar.


"Kita berada di dunia baru yang tercipta dari kekuatanku!" Terang Yuda dengan semangat


Yuda meyakinkan istrinya dengan membangun rumah kayu indah yang pernah Frederica gambar waktu sekolah.


Rumah itu merupakan bagian dari imajinasi Yuda. Rumah itu menyeberang dari alam imajinasi ke alam realita yaitu dunia unik.


"Keluarlah Frederica! Aku bersumpah tidak ada orang lain selain kita... "


"... apa kamu mulai tidak percaya padaku?"


Frederica mengangkat ember itu sedikit untuk mengobservasi keadaan di luar.


Terlihat Yuda mengulurkan tangannya padanya.


Frederica meraih tangan suaminya lalu keluar dari bawah ember.


"Maaf, kalau aku bertingkah seperti anak-anak... "


"Sudah aku bilang tidak ada orang lain, jadi kamu tidak perlu malu."


"Sebenarnya kita dimana? dunia baru itu dimana?"


Frederica memegang tangan Yuda dengan erat.


Ternyata istrinya itu sedang ketakutan.


Yuda tidak menyadarinya karena dia terlalu senang mendapatkan dunia unik itu. Ditambah lagi Yuda sudah sering berhadapan dengan hal diluar nalar yang membuat mentalnya terlatih.


"Akan sulit menjelaskannya pada orang awam. Jadi akan aku tunjukkan langsung cara kerjanya."


"Ini adalah dunia imajinasi yang bisa kukendalikan tanpa batas. Di dunia ini aku bisa membuat 10 - 1000 Frederica, lalu membangun harem."


Yuda membayangkan istrinya memiliki 10 kembaran di rumah itu.


Tidak sampai sedetik, khayalannya telah menjadi kenyataan.


Frederica yang asli langsung mengikat rambutnya supaya Yuda bisa mengenalinya.


"Selamat pagi, sayang."


Mereka memanggil Yuda dengan suara yang halus.


"Selamat pagi kembaran istriku,"


"Apa kamu sudah mengerti istriku?"


"Iya, iya, cepat singkirkan mereka dari rumah ini!"


Dengan berat hati Yuda menghapus para kembaran dengan pikirannya.


Yuda duduk di pelataran rumah kayu bersama istrinya.


Dia menjelaskan keadaan kelompoknya saat ini.


"Sistem menemukan jalan pintas menuju puncak menara, tapi aku masih belum sampai kesana,"


"Kenapa...?"


"Aku tidak tahu..."


Nafasnya sangat panjang.


"Coba ceritakan dengan jelas. Aku tidak paham masalahmu?"


"Aku terbang selama berjam jam tapi tidak kunjung menemukan area tenggara yang menjadi tujuanku. Aku merasa terjebak di lingkaran setan, jalan yang aku tempuh seperti tidak ada habisnya."


"Kalau begitu kau harus keluar dari lingkaran itu."


"Bagaimana caranya?"


"... ... ."


"Mungkin lewat langit,"


Yuda memikirkan saran istrinya.


"Nostradamus, kembalilah ke Systemverse, kau bisa melakukannya sendiri kan?"


Nostradamus muncul di hadapannya.


Frederica sudah mengganti pakaiannya dengan kemeja putih berpadu rok pink dan sepatu lembut berwarna pink yang selaras dengan roknya.


"Kamu mau mengalihkan tanggung jawab padaku lagi? Sepertinya sekarang tidak bisa lagi, karena kamu sudah berjanji akan menghentikan Valvarad dengan kekuatan sendiri."


"Oh iya, aku lupa pernah mengatakan itu sebelum mematikan VR."


"Aku akan kembali sekarang."


"... ... ."


Frederica menggigit bibirnya.


Yuda melihat itu lalu berkata. "Jalan pintas telah ditemukan. Tidak lama lagi perjalanan ini akan berakhir."


"Setelah semua ini berakhir kita akan kembali ke kehidupan kita yang menyenangkan."


"Janji ya? Berjanjilah kamu akan kembali hidup hidup."


Yuda menjawab harapan istrinya dengan senyuman dan pelukan.


Jiwanya kembali ke tubuh avatar.


Saat Yuda keluar dari dunia unik avatarnya pun kembali ke lantai 6 - menara terbalik - Systemverse.


Saat kesadaran Yuda membangkitkan raga sang avatar, dia, Nostradamus, dan Sistem tersentak melihat Valvarad berdiri di puncak sebuah gunung.


Yang paling mengejutkan adalah perubahan ukuran Valvarad.


"Apakah itu... "


[ Valvarad. Binatang buas dari lantai 6. ]


[ Semoga beruntung, Yudistira. ]


Bola mata Valvarad memancarkan sinar merah cerah.


Awan berkumpul menutupi langit.


Kelihatannya akan turun hujan yang sangat lebat.


Yudistira bersiap menghadapi gempuran monster itu dengan taring Reog di tangan kanan dan Cincin bumi di tangan kirinya.


Dalam sekejap gunung itu melayang ke atasnya.


.................................................................................


Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.


Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁


.................................................................................