
Baju zirah itu dilengkapi teknologi AI untuk bicara dengan penggunanya. Si zirah menuturkan bahwa kekuatan tiket emas melemah di tangan Rafaela. Akibatnya, peluru yang dia miliki sangat terbatas dan tidak dapat diisi ulang.
Si zirah menyarankan Rafaela untuk menggunakan tiket emas kedua guna mengecoh musuh namun Rafaela menolak ide itu. Selama si zirah belum menunjukkan seluruh kemampuannya dia tidak akan menggunakan tiket dulu.
Si zirah pun mengajari Rafaela cara mengecoh musuh. Trik ini membutuhkan pendekatan psikologi musuh.
Siasat musuh mengira dirinya lebih kuat atau lebih lemah dari musuhnya maka musuh akan melakukan beberapa tindakan.
Jika musuh merasa dirinya lebih superior dia cenderung akan diam di tempat tanpa melakukan apa apa. Jika musuh merasa minor dia akan terus bergerak sebagai upaya perlindungan diri.
Wanita bar bar itu memilih terus bergerak di belakang pasukan bayangannya. Tindakan itu tentu berisiko mengingat Rafaela punya senjata yang sangat cepat dan pergerakan yang lincah membuatnya dapat menyerang dari mana saja.
Sedangkan di sisi Dkavia, dia dapat mensummon puluhan tentara viking yang tewas demi melindungi dirinya.
Dengan strategi yang tepat Dkavia berhasil menjerumuskan Rafaela ke dalam jebakan. Kaki mecha Rafaela di cengkeram oleh sosok bayangan yang tubuhnya 3 kali lebih besar dari viking lain.
Dkavia menangis melihat mayat kakaknya bangkit.
*** Flashback Dkavia ***
Dkavia adalah putri suku bar bar yang tidak terkenal. Sukunya berada di bawah suku suku terkenal, membuat sukunya terjebak dalam bayang bayang suku yang lebih kuat.
Suatu hari Dkavia menemukan [ Nightmare ] sedang bermain di atas mayat viking yang tertusuk belasan tombak.
Nightmare menawarkan kesepakatan pada Dkavia. Asalkan dia bisa menunjukkan lautan darah di atas taman yang indah, Sistem Nightmare akan memberinya kekuatan untuk naik ke puncak dunia.
Dkavia yang polos tertipu oleh Nightmare. Dia tidak tahu bahwa lautan darah itu harus dibuat menggunakan darah orang terdekatnya.
Dkavia yang menolak keinginan Sistem kemudian jatuh dalam genggaman Sistem Nightmare. Dia mengamuk dan membantai semua orang yang memanggil namanya. Pada akhirnya Dkavia jatuh ke jurang penyesalan. Dia mengalami kematian yang mengerikan di tangan suku sahabat yang mengejarnya.
Setelah mati jiwa Dkavia berpindah ke Systemverse, tempat ia mendapat kesempatan kedua bersama sistem yang menghabisi keluarganya.
*** flashback berakhir ***
Kisah pahit yang terpendam di dalam ingatannya memberi Dkavia kekuatan serta keberanian untuk melangkah maju. Tujuannya di kehidupan kedua ini ialah menjinakkan sistem Nightmare karena dia ingin balas dendam dengan mendominasi sang sistem.
Dkavia melesat di antara punggung prajurit bayangan lalu melempar kapaknya ke Rafaela, namun kapak tersebut malah melayang ke luar arena lalu ditangkap oleh Sabela.
"Anak nakal.. " ucap Sabela sembari melempar kapak itu kembali ke arena.
Pertarungan mereka berlangsung menegangkan namun terkesan monoton, para penonton sama sekali tidak terhibur oleh adu serang yang tidak menyakiti musuh.
Kelompok Yuda menggunakan kesempatan itu untuk menyelidiki arena terbang, guna mencari jawaban mengapa mereka diharuskan untuk bertarung.
Yuda, Otto, dan Sabela berpencar. Sabela mendatangi rumah besar yang dimiliki seorang pengguna Sistem kekayaan. Disana dia bertemu dengan 2 penjaga monster, bertubuh manusia berkepala banteng yang menjaga pintu masuk.
"Pergilah sebelum kami mengusirmu dengan kasar!" ucap salah satu penjaga.
Sabela melaporkan temuannya pada Yuda. Karena di Systemverse tidak ada jaringan telepon mereka harus berkumpul kembali untuk berbagi informasi.
"Tadi aku menemukan rumah yang mencurigakan. Haruskah kita menyelidikinya?" tanya Sabela ke Yuda.
"Maksudmu apartemen berlantai 4 itu?" sela Otto.
"Tidak perlu. Sistem-ku tidak merasakan hawa aneh dari tempat itu. Bagaimana dengan Sistem kalian?"
Sistem Otto yang bertemperamen buruk menjawab. "Tidak terasa hawa yang lebih buruk dari keberadaan kami, jadi bisa dipastikan tempat itu aman."
Sedangkan Sistem Sabela tidak bisa bicara namun Sabela yakin tidak ada keberadaan yang mengancam di rumah itu selain 2 penjaga yang menakutkan.
Mereka kembali untuk melihat pertarungan. Tampak Rafaela telah jatuh ke tanah dengan Dkavia di atasnya.
Zirah Rafaela telah mencapai limit, senapan mesinnya kehabisan peluru. Sekarang zirah besi itu masuk ke mode pertahanan Armadillo untuk melindungi Rafaela.
Dkavia terus memukul zirah yang menggulung dengan kapak perkasanya.
"Kau membunuh semua prajuritku! sekarang rasakan murkaku!!"
Melihat itu Rafaela pun sadar sepenuhnya bahwa dia tidak akan bertahan di dunia ini dengan kekuatan Sistem-nya. Harus ada satu orang yang menjaganya, Yuda misalnya. Rafaela pun bertekad akan mengikuti Yuda kemana pun dia pergi.
Rafaela merobek tiket emas keduanya sebelum mengatakan permintaannya, akibatnya tiket emas itu menyerap energi di sekitarnya.
Muncul pesan peringatan di papan Sistem Yuda.
< Rafaela telah merobek tiket sebelum mengatakan keinginannya >
< Sekarang tiket emas akan menyerap seluruh energi di sekitarnya, baik energi makhluk hidup maupun alam untuk meregenerasi dirinya >
Rafaela melihat wajah Dkavia dari celah zirah besinya yang rusak, nampak bola mata Dkavia berkaca kaca.
Setelah itu tiket emas memperbaiki dirinya sendiri dengan menyerap setiap energi di sekitarnya kecuali energi milik pemakainya.
Kejadian itu membuat Rafaela takjub karena Dkavia yang tadinya tampak sangat perkasa sekarang terkapar di lantai.
Dkavia mengalami gagal jantung setelah energi sistemnya di serap oleh tiket emas. Meskipun begitu dia belum mati.
Karena Dkavia kehilangan kesadarannya ia pun dinyatakan kalah dan dibawa ke UGD.
[ Hasil pertarungan pertama ]
[ Yudistira ]
Saat hasil ronde kedua diumumkan Dkavia tiba-tiba saja bangkit dan kembali melesat ke arena setelah menghajar dokter yang merawatnya.
Dkavia berteriak pada semua orang. "BELUM! AKU BELUM KALAH!!"
Rafaela yang terkejut langsung berlari ke belakang Kallen.
Rupanya Dkavia bangkit menggunakan barang istimewa yang didapatkan dari membunuh guardian lantai pertama. Sayangnya item Dark Heart itu hanya bisa membangkitkannya sekali.
Dengan hati penuh kegelapan Dkavia diambil alih oleh Sistemnya.
[ The Nightmare ]
Sebuah sistem yang lahir dari mimpi buruk dan hasrat terburuk para dewa yang kemudian turun ke bumi sebagai salah satu dari 13 Mighty Disaster.
Bisa dibilang dia adalah jelmaan dewa jahat yang suka memainkan hati manusia.
Nightmare menampakkan wujudnya sebagai sistem yang berada di atas kepala iblis.
Nostradamus menjelaskan bahwa dewa di universe Dkavia berbeda dengan konsep dewa di universe Yuda.
Dewa di universe Dkavia adalah makhluk yang melepaskan batasan manusia dengan beberapa cara, salah satunya dengan menjadi pengikut dari dewa sejati. Nightmare kemungkinan adalah pengikut.
Dia memiliki kekuatan yang sangat besar namun belum tentu dia bisa menandingi sang dewa sejati.
"Jadi apa intinya?"
[ Intinya, tidak perlu takut pada wujud asli iblis itu. Selama dia bukan dewa sejati Systemverse seharusnya bisa menghabisinya dengan mudah. ]
"Aku tebak tier Nightmare itu maksimal hanya 4-A. Aku bisa merasakan bahayanya dari sini."
Nightmare mengaum, menantang semua orang kuat disana untuk melawannya. Sebuah sistem yang gila dan haus pertarungan. Itulah sang Nightmare.
.................................................................................
Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.
Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁
.................................................................................