
Yuda menatap papan pesan raksasa yang membentang di langit.
Pesan yang berasal dari Sistem Pemandu tersebut berisi peraturan ujian.
Selain diperbolehkan memilih lawan, peserta juga bebas membuat peraturan.
Itu kondisi yang menguntungkan akan tetapi juga mengerikan. Tidak ada peraturan, hukum, maupun batasan yang jelas untuk peserta sehingga pemenang dari setiap pertarungan bebas melakukan apa saja kepada yang kalah.
Untuk itu Yuda memilih melawan teman temannya. Dia melawan Kikil, Rafaela melawan Dkavia, Sabela melawan Kallen, hanya Otto yang menantang anggota kelompok lain dengan niat balas dendam.
"Ujian lantai kelima jauh lebih mudah ketimbang lantai sebelumnya. Semoga saja diantara temanku tidak ada yang bermasalah."
Sistem menunjuk ke Sabela dan Kallen. Kedua wanita itu sedang baku hantam dengan sengit. Anehnya Kallen terlihat menggunakan pedang dan setiap serangannya terbilang cukup fatal untuk Sabela.
Yuda terus melihat ke arah Kallen, lawan yang berada di depannya pun kesal dan menyerangnya tendangan.
Tendangannya tidak dalam menembus perut Yuda.
"Kakak, fokuslah agar kita cepat selesai... " ucap Kikil.
"Baiklah. Sejak kapan kau memanggilku kakak?"
"Hihihii.. belakangan ini kau sering menemaniku, jadi.. ah sudahlah, mari kita bertarung!"
Yuda mencium bau tongkat sihir Nostradamus pada Kikil. Apa yang telah dia lakukan selama mode autopilot?
[ Tidak banyak, hanya nongkrong dan terkadang mengurus kelompok, ]
Mata Yuda menyipit mendengar pernyataan Nostradamus yang singkat, padat, dan mencurigakan.
"Seharusnya aku merekam aktivitasmu, Nostradamus. Selanjutnya aku tidak akan membiarkan avatarku denganmu tanpa menyalakan tombol rekam otomatis."
Kikil menyerang lebih dulu dengan tinjunya yang cukup kecil.
Yuda menangkis serangannya dengan gampang.
Dilanjutkan dengan tendangan berputar yang belum sempurna.
Yuda menangkap kaki Kikil, kemudian mendorongnya hingga jatuh.
"Aduuh... " Kikil merintih. Ini adalah pertarungan pertamanya yang dia ikuti tanpa mengandalkan kekuatan sistem.
"(Pertarungan fisik pasti asing baginya. Aku harus melakukan sesuatu agar dia lebih percaya diri untuk ke depannya.) Dimana kau belajar menyerang seperti itu?"
"Acara tv... "
"Ohh.. sepertinya aku tahu acara tv yang kau maksud,"
Yuda membantu Kikil. Ujian pertarungan yang sebenarnya belum dimulai. Mereka harus menentukan peraturan kemudian membuat janji serah terima untuk pemenang.
Janji serah terima adalah janji yang dibuat dua atau lebih peserta sebelum bertarung. Konsepnya mirip seperti judi, yaitu taruhan barang atau sumpah, akan tetapi barang atau sumpah yang dipertaruhkan tidak harus sama nilainya.
Misalnya janji serah terima Kallen dan Sabela. Jika Kallen menang maka Sabela harus mengungkapkan kegelisahan hatinya yang membuatnya bertingkah aneh. Sedangkan jika Sabela menang, Kallen harus menjadi bawahan Sabela untuk 1 tahun ke depan apabila mereka masih berada di Systemverse.
Kedengaran tidak adil? Memang benar. Begitulah inti ujian ini. Setiap player diberikan kebebasan untuk membongkar sifat asli masing-masing lewat janji yang mereka buat.
Kikil ingin makan pancake buatan Frederica setiap hari jika menang. Sementara Yuda ingin Kikil menjadi seniman bela diri di bawah bimbingannya.
Pemenang adalah yang 3 kali keluar dari arena, baik di sengaja maupun tidak. Contoh keluar arena karena disengaja adalah melakukan suplex yang membuat badan bagian atas keluar arena.
Kikil melayangkan tendangan keras ke arah tulang kering Yuda.
Namun malah dia yang kesakitan.
Lalu mundur dengan cepat sambil menjaga jarak.
"Tulangmu terbuat dari apa? Rasanya seperti menendang kaki kursi yang terbuat dari batu... "
Yuda terkekeh mendengar keluhan Kikil.
Dia balas menyerang dengan memanfaatkan buff dari title yang dia dapatkan dari ujian lantai keempat.
< Living Stone < Ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki kesamaan rupa dan bentuk, tulang anda akan berubah menjadi Moissanite >
< Efek akan hilang jika musuh hilang dari pandangan anda >
Kikil menerima straight yang sangat kuat di bahunya.
Kikil terpental, punggungnya jatuh di tengah garis pembatas lapangan.
Bersamaan dengan itu Kikil batuk berdarah.
"Astaga... aku tidak menyangka dia akan terbang sejauh itu,"
"Apa itu terhitung satu poin?"
[ YA ]
[ YUDISTIRA (1) | KIKIL (0) ]
Yuda menghampiri Kikil yang terluka.
Kikil memanfaatkan kesempatan saat Yuda mengulurkan tangannya untuk melancarkan serangan balasan.
Kikil bangkit dengan cepat lalu mempertemukan telapak tangan Yuda dengan sikut dan lututnya.
Terdengar bunyi tulang yang patah.
Yuda terkejut dengan apa yang dilihatnya. Kikil menghilang seperti angin tepat di depan matanya. Dalam keadaan tidak terlihat Kikil meremukkan tangan Yuda dengan menjepitnya di antara sikut dan lututnya.
Spontan saja Yuda bergerak menjauh, namun sesuatu membuatnya tersandung.
Kikil menggunakan efek title [ Wicked Ghost ] yang dia dapatkan dari lantai 2.
< Wicked Ghost < Pengguna tidak akan tertangkap indera lawan saat terluka >
< Efek akan hilang setelah luka pengguna sembuh 30% >
Yuda sepenuhnya dirugikan, terutama title Living Stone jadi tidak berguna.
"Kikil! dimana kau?"
Kikil mengejek Yuda dengan memainkan wajahnya.
Dia tidak bisa melihatku bukan? Kalau begitu, aku bebas mengerjainya!
Pukulan sialan itu akan aku kembalikan!
Keringat Kikil berubah warna jadi ungu kehitaman.
[ Anda menggunakan title 'King Cobra Slayer' (Lt. 4) ]
[ Keringat anda akan berubah menjadi racun kobra selama 15 detik ]
[ Pastikan musuh berada di dekat anda sebelum mengeluarkan racun ]
Racun ini mungkin akan membunuhnya.
Tetapi dia anak emasnya Sistem Absolut? Beranikah aku mencoba menghabisinya untuk menguji apakah dia benar benar dilindungi oleh Sistemnya?
Tanpa sepengetahuan Kikil Yuda diberi bocoran oleh Sistem bahwa serangan Kikil berikutnya akan berakibat sangat fatal.
Meskipun hanya avatarnya yang kena, The Destroyer dan musuh lainnya akan curiga.
Kikil mengulurkan tangannya, perlahan mendekati Yuda yang mematung.
Yuda mengambil pasir lalu melemparnya ke tempat terakhir kali Kikil terlihat.
Debu debu pasir itu menyangkut di baju Kikil.
Membuatnya terlihat dengan jelas.
Sekarang title Living Stone kembali aktif karena lawan terlihat oleh matanya.
Yuda melancarkan tendangan dengan kakinya yang panjang.
"Tunggu!"
Telapak kaki Yuda tepat berhenti di depan tameng tangan Kikil.
"Aku menyerah... "
"Apa?"
"Lebih baik aku keluar dari lingkaran ini sendiri, daripada kena tendanganmu,"
Kikil balik badan dan saat dia akan melangkah ke luar lingkaran ada tembok listrik yang menghalangi langkahnya.
[ Dilarang menyerah! ]
[ Peserta hanya bisa keluar lingkaran karena terdorong oleh serangan lawan ]
Sistem Kebaikan menyuruh Yuda bergerak cepat sebelum Kikil berbalik.
Yuda pun melompat dan menendang punggung Kikil.
Kikil tersungkur ke tanah cukup keras, beruntung tanah itu dilapisi pasir yang cukup tebal.
Kikil balik badan, kembali menghadapi Yuda.
Skor saat ini 2 : 0
"Maaf. Lebih baik diserang tiba tiba daripada berhadapan langsung denganku."
"Kau terlalu kasar, gigi gerahamku patah karena benturan tadi,"
Kikil menatap gigi geraham di telapak tangannya dengan mata berkaca kaca.
Yuda tambah bersalah padanya.
"Maafkan aku... aku berjanji akan membuatkanmu pancake 3 hari sekali mulai hari ini, asal kamu menerima permintaan maafku..."
"Hanya 3 hari sekali?"
Kikil menatap licik.
"Bagaimana kalau 2 hari sekali?"
"Aku mau kau melakukan itu untuk 3 tahun ke depan,"
"Baiklah..."
"Janji? Ingat janji adalah hutang."
"Iya, aku berjanji. Sekarang jangan menangis lagi, dan perhatikan aku baik baik."
Kikil melompat kesenangan dalam hati.
Jika dia mengalahkan Yudistira, dia akan mendapatkan double pancake setiap 2 hari. Pertama dari istri Yudistira, kedua dari Yudistira sendiri.
Kalaupun kalah dia masih bisa menikmati pancake.
Benar-benar seperti mimpi.
"Tapi ingat Kikil. Jangan kebanyakan makan manisan atau kamu akan gendut."
Kikil mengangguk.
"Sekarang ikuti gerakanku baik-baik, ini adalah teknik serangan dalam bela diri Krav Maga,"
"Krav Maga? Mengapa kamu mengajari aku bela diri itu?"
"Karena tubuhmu kecil dan tenagamu kurang kuat. Secara teknis kamu tidak bisa apa-apa tanpa sistem, karena itulah aku berinisiatif mengajarimu bela diri yang cocok.
Kikil mengangguk.
Dia jadi penurut setelah dijanjikan akan mendapat Pancake.
Sistem Pemandu, wujud samaran The Destroyer mengawasi mereka dari tempat yang jauh.
< Mereka berlatih di tengah ujian? >
< Orang itu memang pengacau! >
Orang berkerudung putih di sebelah pemandu berjalan anggun mendekati beranda.
Dia adalah petinggi wanita yang tampaknya tertarik pada Yudistira.
Dia tidak bicara dengan bahasa manusia, tetapi dengan bahasa kuno melalui kotak pesan.
[ Tapi bukankah dia kelihatan keren? ]
[ ...manusia itu datang dari semesta yang termasuk ke dalam jaring kita, tetapi membawa kekuatan yang tidak kita ketahui asalnya. ]
[ Bukankah seharusnya, semua sistem fantasi berasal dari puncak menara ini? ]
The Destroyer tidak tahu jawaban dari pertanyaan si wanita.
Yang dia tahu, orang-orang di balik peserta itu berada di luar jangkauannya.
Dengan panas dada Pemandu melanjutkan menonton pertandingan.
"Luar biasa! Kamu berhasil menguasai dengan sangat cepat!"
Kikil mengibaskan rambutnya yang dikepang dengan rasa bangga.
Ada kegelisahan dalam hatinya.
"Kakak Yudistira, apa benar hanya itu yang harus aku pelajari?"
"Benar,"
"Tapi kakak hanya trik cara mendekati lawan dan meremas titik vitalnya... "
"... ... ."
"...sebetulnya aku agak jijik kalau harus meremas titik vital lawan, tapi mau bagaimana lagi,"
"... ... ."
"Jangan hanya diam, puji aku lagi!"
"Kau cukup hebat sebagai putri manja. Untuk saat ini hanya itu, dasar-dasar Krav Maga yang akan membuat tubuhmu menjadi senjata."
Yuda tidak merekomendasikan penggunaan Krav Maga saat mereka berdua bertarung.
Yuda memperhatikan sekelilingnya.
Banyak player yang sudah kalah, dipaksa melakukan hal yang tidak mereka inginkan.
Beberapa wanita malang dilecehkan, ada juga yang dibunuh karena dendam, ada juga yang harus menandatangani kontrak yang isinya mungkin lebih mengerikan dari kebejatan yang menutupi lapangan hijau ini.
Yuda penasaran dengan keadaan Otto.
"Apa kamu penasaran dengan Otto?"
Yuda mengangguk.
"Bagaimana kamu tahu?"
"Kalau Sabela dan Kallen, mereka ada di belakangku. Kalau Rafaela dan Dkavia, mereka ada di samping kita. Kamu tidak perlu membalikkan badan kalau penasaran dengan keadaan mereka,"
Yuda tertawa geli.
Argumennya sangat masuk akal.
"Ayo kita akhir pertarungan ini, Kikil. Aku tidak akan kalah dengan murid yang baru belajar 15 menit dariku."
"Sepertinya kamu lupa aku punya skill kamuflase..."
Kikil nekat melepaskan semua pakaiannya.
Mengekspos seluruh badannya di tengah orang banyak.
"WHOAAHH! Apa yang kamu lakukan?!"
"Kulitku licin, debu debu itu tidak menempel di keringatku karena debu debu itu akan langsung meleleh terkena racunku... "
"... terima kasih karena sudah menelanjangiku beberapa hari yang lalu, sekarang ini tidak terlalu memalukan."
"... ... ."
Yuda tidak bisa berkata apa-apa.
Hanya rasa malu yang dia rasakan setiap matanya menangkap pergerakan Kikil.
Kikil pun bingung ketika Yuda tetap bisa menghindari serangannya.
Puncaknya Yuda menjegal kaki Kikil tepat ketika dia berada di pinggir arena.
Pengejaran Kikil pun berakhir.
Yuda menang dengan skor 3 : 0
Kikil tidak menyesal, karena dia telah mendapat apa yang dia inginkan walaupun tidak 100%.
Kikil memakai bajunya yang berpasir.
Dia sudah jauh lebih baik ketimbang saat pertama kali ditemukan.
Sesuai janji mereka sebelum bertarung, sekarang Kikil adalah seniman bela diri di bawah bimbingan Yuda.
"Mulai besok aku akan mengajarimu Krav Maga dengan rutin. Jangka waktunya bulan."
Kikil mengangguk dengan wajah agak masam.
"Setidaknya aku bisa makan pancake." gumamnya.
Pertarungan mereka bisa dibilang sebagai pertarungan persahabatan.
Di tempat lain, 200 meter dari arena pertarungan Yuda dan Kikil, Otto baru saja menemukan musuhnya.
.................................................................................
Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.
Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁
.................................................................................