Systemverse

Systemverse
Bab 18. Rafaela menggunakan tiket emas



Juga melepaskan makhluk yang tersegel dalam buku imajinasi.


Emily muncul dari dalam buku tanpa diminta dan segera mulai mengobati luka kaki Yuda dengan panah penyembuhannya.


"Bagaimana kamu tahu? Aku bahkan belum menyebutkan di mana lukanya," tanya Yuda.


"Aku bisa mencium bau darah, seperti Vampir," jawab Emily.


Penonton terkesan dengan kemampuan Yuda. Mereka masih belum dapat menebak sejauh mana kekuatan Sistem Yuda.


Ezeriel memberikan tepuk tangan sebagai pengakuan atas fleksibilitas kemampuan Yuda, setidaknya sebelum Dark Vibracoat muncul di arena.


Dengan cerdik, Yuda menembak tirai Dark Vibracoat dengan senapannya, mengubah proyektil menjadi deposit air hujan raksasa. Hujan itu melindunginya dari serangan dan mendorong Dark Vibracoat menjauh dari arena.


Tak perduli dengan Dark Vibracoat, Ezeriel melanjutkan serangannya pada Yuda dengan kekuatan elemen tanah. Namun serangannya terhenti ketika Emily melepaskan panah ke tanah.


Emily menjelaskan bahwa kemampuannya adalah menyembuhkan apa pun dengan menggunakan anak panah sebagai medianya. Dalam hal ini, Emily menyembuhkan tanah yang terluka karena telah digunakan sebagai senjata oleh Ezeriel.


Ezeriel sangat terkejut dengan penemuan ini. Ia mencoba menarik kembali tirai Dark Vibracoat yang telah terdorong ke angkasa.


Ketika tirai itu kembali, Yuda menembakinya dengan senapannya. Ezeriel terpental dan hampir terlempar keluar dari arena. Yuda terus menembaki tirai itu dengan sepuluh tembakan, akhirnya mengirimkannya ke luar angkasa.


Kelemahan Ezeriel mulai terungkap. Ia tidak bisa menggunakan elemen Dark Vibracoat secara berturut-turut; ada periode cooldown yang tidak diketahui.


Tanpa menghiraukan periode cooldown ini, Yuda segera menyerang Ezeriel dengan meriam genggam dan senapannya Aquarius Pot.


Meriam genggam dari toko Sistem dapat menembakkan peluru seperti meriam genggam Doraemon, tetapi ini adalah versi yang lebih mematikan. Sementara itu, senapan airnya bernama resmi [Aquarius Pot], sebuah barang pusaka yang hanya bisa didapatkan dengan menukar tiket platinum. Kekuatan airnya bisa memadamkan matahari dengan lima aliran.


Ezeriel mencoba untuk bertahan dari serangan Yuda, tetapi tidak peduli seberapa kuat pertahanannya, ia tidak bisa menahan serangan Aquarius Pot yang mematikan.


Ezeriel bertahan melawan peluru Aquarius Pot dengan tubuhnya, dan akibatnya hampir semua rusuknya patah.


Yuda memerintahkan Emily untuk bersiap.


"Menyerahlah, Ezeriel Claw—maaf, aku lupa nama belakangmu,"


"Menyerahlah agar kamu tetap hidup!"


Ezeriel tertawa, tentu saja ia menolak untuk menyerah.


"Sumpahku tidak akan terputus oleh orang seperti kamu!" seru Ezeriel.


"Oh ya? Menurutmu aku orang seperti apa, sehingga membenciku?"


Yuda mengarahkan senapannya ke Ezeriel.


Otto mendesak Yuda untuk mengakhiri pertarungan dengan cara terbaik.


Yuda kemudian menembak Ezeriel dengan meriam angin, menyebabkan artefak Dark Vibracoat terlepas dari punggungnya, diikuti dengan tembakan kecil yang terfokus pada tengah kepalanya.


Sistem Pemandu menyatakan Yuda sebagai pemenang.


[ Hasil pertarungan pertama ]


[ Yudistira ]


Mereka yang bertaruh padanya sekarang mendapat banjiran koin berlian.


Yuda merasa bangga ketika ia dan Emily mendekati Ezeriel yang tidak bernyawa. Dibawah bimbingan Emily, Yuda melakukan prosedur pemulihan jantung.


Setelah mencoba ratusan, jika tidak ribuan kali, sambil memberikan potion kesehatan, akhirnya Yuda dan Emily berhasil menyelamatkan nyawa Ezeriel.


Ezeriel kembali hidup dalam kondisi kritis dan dengan luka yang parah.


Tindakan Yuda menghidupkan kembali Ezeriel disambut dengan kagum oleh para juri dan penonton.


Para juri memberikan Yuda julukan "The Wiseman" sebagai penghargaan atas perbuatannya yang mulia.


"Bagaimana mungkin... kamu bisa menghidupkanku kembali?" tanya Ezeriel dengan heran.


Yuda angkat kaki dari arena, Ezeriel pun mengejarnya karena mengira Yuda orang suci yang dapat menghidupkan orang yang sudah mati.


"Aku bilang tunggu!"


Ezeriel membuat dinding dari tanah. Semua mata yang ingin menyaksikan pertandingan berikutnya kini tertuju pada mereka.


"Maafkan ketidaksopananku, tapi aku peru memastikan apakah kau orang suci atau tidak?"


"Mungkin sebenarnya kau memang belum mati, naga iblis itu belum membunuhmu. Nah, karena aku sudah menjawab pertanyaanmu maka berhentilah mengikuti aku!"


Yuda menghancurkan dinding tanah itu dengan Drake Breath level 2 lalu kembali berkumpul dengan teman temannya.


Di lantai 4 gedung apartemen yang menghadap ke arena. Dua sosok berhoodie manusia laba laba sedang mengamati pertarungan permata.


Satu sosok yang mengenakan hoodie bemotif tarantula, dia menyetarakan keberadaan Yudistira dengan sosok Messiah. Dengan sosok kedua yang mengenakan hoodie bermotif laba-laba anggrek sama sekali tidak setuju.


Keduanya bercakap tentang Ezeriel yang terlihat kuat di luar tapi ampas di dalam. Si laba laba anggrek berkata akan merekrut Yudistira ke dalam tim mereka.


Sementara itu Yuda sedang mengajari Rafaela cara merobek tiket dengan benar.


< Agen Nostradamus >


< Ajari dia dengan benar, dia masih terlalu gugup untuk naik arena >


"Aku memberinya 5 tiket, apa harus ku tambah lagi?"


< Batas maksimal pemakaian tiket emas hanya 5x dalam sehari >


< Tidak ada gunanya memberinya lebih banyak >


"Begitu ya, baiklah, aku mengerti."


Sistem yang mengoperasikan ujian memberi hak khusus kepada kelompok Yuda. Salah satu temannya boleh turun di ronde berikutnya.


Awalnya Otto ingin pergi namun kemudian Rafaela mengajukan dirinya.


Dengan senang hati Otto mengatakan. "Lady's first.."


Dan Rafaela pun naik ke arena.


Semua anggota tim tegang melihatnya, Rafaela yang berdiri di atas arena.


Kikil penasaran dengan latihan yang Yudistira berikan ke Rafaela selama 2 hari terakhir.


Yuda menjelaskan bahwa dia tidak mengajarkan apa pun selain trik untuk meningkatkan kepercayaan diri.


Musuh Rafaela naik ke arena. Dia seorang putri dari suku bar bar yang mewarisi sistem dari ayahnya.


Wanita itu tidak mau memberitahukan namanya.


Kepribadian tercermin dari penampilan, begitu pula dengan tindakan. Dia menyerang Rafaela dengan sebuah ayunan kapak besar.


Rafaela menghindari serangan itu dengan nyawanya.


Dalam keadaan terdesak karena terus dikejar si wanita, Rafaela merobek tiket emas pertama.


Rafaela berhasil menahan kapak yang menghujam tubuhnya lalu melancarkan serangan balik berupa tinju lapis baja.


Si wanita bar bar pun terlempar cukup jauh dan mengalami batuk berdarah.


Rafaela menukar tiket emas pertama dengan zirah baja canggih. Kemampuan zirah itu antara lain, meningkatkan kekuatan pukulan, terbang vertikal menggunakan jetpack dan melesat dengan roket, dan yang terbaik terdapat senapan serbu di kedua bahunya.


Rafaela menembaki si wanita bar bar dengan senapan serbu.


Si wanita menunjukkan kekuatan sistemnya yang cukup mengerikan. Dia bisa memanggil puluhan bayangan berbentuk manusia yang disebut Ymir.


Bukan sembarang manusia bayangan, 30 bayangan yang menjaga si wanita menggunakan senjata tombak dan perisai. Mereka melindungi si wanita yang belakangan menyebutkan namanya.


Dkavia. Itulah namanya. [ Nightmare ] adalah nama Sistem-nya. Dia bisa memproyeksikan gambaran mimpi buruknya ke dunia nyata dan mengendalikan mereka sebagai prajuritnya.


"Pasukan bayangan, heh? Cukup keren." Celetuk Otto.


Yuda mengkhawatirkan keselamatan Rafaela. Semoga keajaiban terjadi dalam pertarungan ini.


Rafaela mengarahkan senapan serbunya melalui pikirannya lalu menghujani pasukan bayangan dengan peluru yang tak terhitung.


.................................................................................


Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.


Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁


.................................................................................