
Seminggu sebelum ujian lantai ketiga, pertempuran kelompok dilaksanakan.
Kelompok beranggotakan 107 orang itu melakukan sparing untuk mengenali kemampuan satu sama lain.
Lewat sparing ini diketahui fakta bahwa kemampuan sistem mereka tidak sekuat Yuda dan Otto. Hal itu sangat wajar mengingat kebanyakan dari mereka adalah pengguna sistem yang gagal, jadi tidak sempat menggapai puncak kekuatannya.
Yuda membagi kelompok beranggotakan seratus orang itu menjadi dua kelompok yang tugasnya berbeda. Kelompok pertama bertugas menyerang lawan, entah itu manusia, monster, naga, atau semacamnya. Inti kekuatan kelompok ini adalah Yuda dan Otto.
Kelompok kedua bertugas sebagai pengamat. Setelah mengamati dan mengukur kemampuan musuh mereka akan bertukar tempat dengan kelompok pertama. Inti kekuatannya Kallen dan Sabela.
Ada satu lagi yang bertugas sebagai pengangkut yaitu Kikil dan pasukan monsternya.
Tibalah hari ujian, kelompok Yuda bentrok dengan kelompok lawan yang menyerang mereka sebelumnya. Si wanita kain yang menyerang Kikil dan Otto juga ada di salah satu kursi batu.
Sistem pemandu melakukan eliminasi untuk mengurangi jumlah peserta. Tidak main main, kelompok independen yang anggotanya di bawah 50 otomatis tersingkir.
Lalu poin kekuatan mereka juga diukur agar sesuai dengan kekuatan sang penguji.
Kelompok Yuda menjadi kelompok dengan poin kekuatan tertinggi ketiga, satu tingkat di bawah kelompok yang menyerang mereka.
"Kita harus fokus, Otto Night. Berhenti menggoda wanita!"
"Hahahaa, aku cuma main main. Tapi kenapa mereka harus ikut dengan kita?"
Otto mempertanyakan keikutsertaan kelompok lawan di kelompok mereka. Bukan hanya tidak senang, Otto merasa tidak sudi sekelompok dengan orang yang mau membunuhnya.
"Otto, jangan keluar dari barisan!"
Otto tidak menghiraukan Yuda dan menghampiri wanita yang minggu lalu berusaha menghabisinya.
"Kau ingat aku?"
Wanita itu membuang muka. Wajahnya masih merah saat bertemu dengan Otto. Hal itu membuatnya tidak nyaman dan mendorong Otto menjauh.
Dengan ketus Otto berkata. "Jangan kasar kepada orang yang kau sukai, permaisuri cantikku~"
Yuda menarik Otto menjauhi wanita itu. Meskipun Nostradamus sudah memberitahunya soal aksi Otto menghipnotis si wanita, melihat aksinya secara langsung tetap saja menggelikan.
"Haruskah aku hipnotis semua orang disini supaya memihak ke kita?"
"Jangan, bodoh. Jangan melakukan sesuatu yang mungkin akan membuat kita berada dalam masalah!"
"Tapi kikil bilang kau suka melanggar peraturan?"
Itu kejadian seminggu yang lalu di peternakan Sasquatch.
"...itu di luar ujian, jangan lakukan hal serupa ketika ujian!"
"Heh, bersilat lidah."
Dalam ujian ini kelompok Yuda yang beranggotakan 54 orang harus berhadapan dengan seekor naga es yang mendiami gurun pasir.
Kombinasi dari hawa panas dan napas es si naga akan membuat siapapun yang terkena serangannya maupun hanya tersentuh sedikit saja menjadi tewas karena Frostbite.
Ditambah lagi mereka harus mengalahkan naga itu sebelum kelompok lawan mengalahkan naga mereka.
"Pertama kita lemahkan naga itu, Sistem Pendongeng ku paling ahli dalam melakukan debuff."
< Berita hoax hari ini >
< Dipaksa melawan naga, kelompok Yudistira pun mendapatkan sepasang sayap kelelawar. >
Setelah mendapat sayap kelelawar Otto pun mengajari bawahannya menstabilkan tubuh saat terbang, sementara Yuda duluan menyerang monster itu.
"Burning wave!"
Serangan Yuda meleset dan mengenai gunung di belakang si naga.
Naga bernama Avitir itu pun membalas dengan menyemburkan nafas es yang membekukan oksigen. Dampak dari membekunya oksigen dirasakan oleh semua penantang, kesulitan bernafas tidak terhindari.
Anehnya meskipun tempat itu sangat panas es nya tetap tidak mencair.
Yuda melepaskan burning wave dari jarak aman ke arah yang berbeda agar naga itu tidak waspada kemudian membuka portal dengan trik magician dan menteleportasi sinar penghancur itu ke punggung si naga.
Sebelah sayap Avitir pun hancur disertai raungan yang keras dari Avitir.
Sayap Avitir jatuh ke darat kemudian berubah menjadi es. Setelah itu Yuda mengambil jarak aman dari Avitir yang mulai mengamuk.
"Yudistira, bertukar tempatlah dengan kami!" Ucap Kallen.
Formasi pun berubah, sekarang giliran Kallen dan Sabela yang beraksi.
Mereka terbang dengan sayap kelelawar Otto untuk menghemat tenaga.
Kallen melancarkan tebasan mematikan disertai No Clip lemah kepada naga tersebut. Sedangkan Sabela mendukungnya dari bawah dengan teknik yang disebut mental penjagal.
Mental penjagal membuat mental Kallen sekuat algojo yang bertugas mengeksekusi mati, dengan begitu dia tidak akan berkelas kasih kepada naga yang terus meminta pertolongan padanya.
Awalnya hanya Sabela yang dapat mendengar suara hati si naga, tapi sejak dia dan Kallen dihubungkan oleh kekuatan Sistem Kallen dapat pula mendengarnya.
Avitir meminta pertolongan, dia terus menangis seperti anak usia 5 tahun yang kehilangan ibunya. Sabela tidak peduli dengannya, dia juga tidak bermaksud membuat Kallen merasa kasihan pada Avitir karena itulah Sabela diam diam mengaktifkan skill Mental penjagal agar hatinya tertutup.
"Habisi dia, Kallen!" Desak Sabela dengan telepati.
Kallen menebas naga itu tanpa ampun. Sistem Lone Wolf memutus hubungan Kallen dengan Sabela yang seketika menyadarkan Kallen dari pengaruh.
Kallen yang linglung lalu dirasuki oleh jiwa sang naga yang hampir mencapai nirwana. Naga itu sangat marah padanya karena telah menghabisinya tanpa ampun.
Kallen diserang secara mental. Mengetahui hal itu Sabela pun langsung bertindak dengan membunuh naga itu sekali lagi dengan kekuatan pikiran.
Setelah naga itu lenyap sepenuhnya ternyata selisih waktu kelompok Yuda hanya berbeda 0,000000000001 dari kelompok lawan. Itu artinya seri.
"Apa maksudnya seri? Kau tidak menghitung dengan benar, iya kan!"
< Pemandu >
[ Kalau aku anggap nilai 0, itu sebagai sebuah angka bulat, kalian akan kalah 1 detik. Jangan banyak protes, tuan Outlander. ]
"Tch,"
Kedua kelompok itu pun harus mengikuti rematch menangkap naga air.
Berbeda dari sebelumnya, ujian kedua ini hanya boleh dua orang berpasangan yang turun ke arena, dan Sabela serta Kikil terpilih sebagai perwakilan.
"Dasar gila! Mereka kan tidak pandai bertarung!"
Otto mengguncang kerah baju Yuda dengan panik.
"Tenanglah, bodoh, Kikil sudah berkembang dan Sabela jauh lebih berguna dari yang kita kira."
Kikil mengajak Sabela naik monster Garuda yang dia curi dari peternakan Sasquatch. Sabela membuang biji tanaman yang akan tumbuh menjadi teratai.
Sembari menunggu monster itu muncul Kikil mengajak Sabela ngobrol.
"Sebagai seorang penguasa, menurutmu apa yang akan terjadi jika kerajaan ditinggalkan penguasanya terlalu lama?"
Sabela yang tidak biasa bicara dengan Kikil menjawab dengan dingin. "Pastinya akan ada penyerahan kekuasaan kepada pihak lain."
"Begitu ya, aku hanya khawatir, posisiku direbut oleh adik angkatku yang jahat."
Sabela hanya mengangguk.
2 menit kemudian Sabela memutuskan masuk ke dalam air untuk memancing monster itu ke permukaan laut, sedangkan Kikil menunggu di atas.
"Sayang sekali aku tidak mendapatkan hewan laut di peternakan itu." Gumam Kikil saat Sabela terjun ke laut.
Saat dia menemukan monster itu, Sistem miliknya langsung melakukan sesuatu kepada monster yang membuat monster itu membunuh dirinya sendiri.
"Apa Sabela baik baik saja?"
Creeaakk
Terdengar suara dentuman dan teriakan dari laut. Bangkai monster terlihat naik dengan perlahan dan Sabela berenang tidak jauh dari sana.
Sabela dan Kikil berhasil menyelesaikan ujian. Anehnya, selisih waktunya lagi lagi sangat dekat. Kali ini kelompok Yuda berhasil unggul dengan perolehan waktu 0,0000001 detik.
< Pemandu >
[ Seri lagi? aku tidak percaya ini. Akan dilakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku yang memanipulasi waktu pada ujian kali ini ]
Sistem Pemandu menyelidiki sampai ke lubang cacing. Akhirnya dia menemukan pelaku manipulasi waktu di kelompok yang memiliki poin kekuatan tertinggi pertama.
Orang itu pengguna Sistem kebohongan, dia sangat kuat. Dia melakukan kecurangan pada tim lawannya dan efek dari manipulasi waktunya turut dirasakan oleh kelompok Yuda.
Yuda yang kesal lantas mendatangi orang itu yang sedang diinterogasi oleh para guardian berwujud manusia kambing.
Setelah melewati dinding penghalang dengan kekuatan sistem Yuda menghampiri orang itu dan mengancam akan membunuhnya jika setelah ini dia masih mengganggu.
Kesal dengan omong kosong itu Yuda pun menggunakan belati waktu untuk melakukan time loop ke waktu sebelum ujian ketiga dimulai.
...•***•***•...
"Aku melakukannya lagi, sebenarnya ini tindakan pengecut." Yuda bergumam sendiri.
Nostradamus berkata padanya. "Jika dibandingkan dengan tukang manipulasi waktu itu, tindakanmu masih lebih mulia. Jadi jangan berkecil hati."
Yuda bergabung ke kelompoknya. Kali ini dia mengirim Noir Homunculus.
"Ambil ini juga. Jangan sampai gagal!" Yuda meminjamkan buku imajinasi, sementara dia mengantongi 2 lembar kertasnya.
Membagi buku imajinasi sedikit berisiko karena buku imajinasi tidak bisa mengabulkan 2 permintaan di waktu yang bersamaan.
Semua berjalan sama seperti sebelumnya. Bedanya kali ini Yuda tidak mundur dan menghabisi naga itu dengan kekuatannya sendiri.
"Maaf Sabela, aku merasa naga itu harus dihabisi secepat mungkin."
Yuda menundukkan kepalanya di depan Sabela, memohon maaf yang sebesar besarnya.
Sabela tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting bisa segera ke puncak.
Juri menghitung skor, dan kelompok Yuda menang dengan perolehan waktu 2 detik lebih cepat.
Meskipun begitu Otto heran karena dia masih bertemu dengan wanita kain tenun di lantai ke 4.
"Bagaimana bisa kau sampai disini? Bukannya kelompokmu pecundang?" Tanya Otto sembari mendorong wanita itu ke tembok.
.................................................................................
Jangan jenuh dulu, saya akan menunjukkan imajinasi liar yang pastinya bukan Mimpi Basah Author di seri ini.
Seperti biasa, like, komentar, dan favoritkan novel ini jika kalian menyukai cerita yang unik dan Bukan Mimpi Basah Author!😁
.................................................................................