
PADA awalnya, SOS hanyalah sebuah organisasi yang didirikan oleh beberapa orang jenius—hanya dua puluh orang, tak lebih. Salah satu mereka ditunjuk menjadi seorang pemimpin—dia yang terjenius dan juga seorang
bangsawan, Duke John Russell. Saat terpilih, Russell telah berumur empat puluh tahun. Dia membawa istri dan ke empat anaknya juga untuk ikut bergabung. Russell kemudian mengutus para anggota mencari jenius-jenius lainnya untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakannya selama ini. Pemimpin pertama sangat yakin gagasannya untuk membuat kehidupan orang-orang di dunia menjadi lebih baik, akan terlaksana.
Hampir setahun lamanya anggota jenius lainnya telah terkumpul lebih dari dua ratus orang—lelaki atau perempuan
bukan menjadi masalah, bahkan satu keluarga jenius pun ada yang bergabung. Russell menentukan tempat perkumpulan di salah satu bangunan terbesar di kota dan juga merupakan kediaman keluarga Russell—sekarang bangunan itu dijadikan pusat SOS. Membangun labarotorium utama yang terletak tidak jauh dari tempat perkumpulan mereka.
Setahun berlalu, mereka telah membuat beberapa alat yang memudahkan dalam kegiatan sehari-hari mereka. Hanya saja, Russell merasa ada yang kurang. Dia meminta semua anggota memikirkan cara yang lebih bisa berguna untuk kehidupan umat manusia.
Tidak ada yang dapat mengungkiri mengenai kejeniusan keluarga pemimpin. Salah satu dari putranya yaitu Matthew yang mencetuskan sebuah ide yang menjadi kontroversial. Banyak yang mendukung dan banyak pula yang menolak. Dan tentu saja setelah pemimpin menyetujui gagasan putranya sendiri, tidak ada lagi yang bisa menolak.
Rekayasa genetika, penemuan enzim ligase, dan lainnya. Mereka membuat insulin manusia dengan pencangkokan gen dengan bakteri E. Coli. Bagaimana seorang wanita yang tak bisa memiliki keturunan, kemudian bisa tersenyum bahagia. Terapi gen manusia untuk mengobati penyakit kronis dan kelainan genetic.
Dengan rekayasa genetika, autisme dapat dibasmi, down syndrome dapat dihilangkan, warna kulit seseorang dapat diubah, tinggi badan dapat diatur, bentuk wajah dapat dimodifikasi.
Semuanya adalah bioteknologi merah dan yang paling banyak dibicarakan adalah mengenai cloning yang memungkinkan dibuatnya satu organism baru yang sangat mirip dengan aslinya.
SOS mengembangkan bioteknologi hijau yang bergerak dalam agrikultur dan pangan. Mengembangkan bioteknologi
biru yang berupaya untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem laut sebagai akibat dari pemanasan global. Mengembangkan bioteknologi abu-abu yang bergerak dalam bidang lingkungan. Dan juga bioteknologi putih, misalnya pembuatan cerobong asap dengan prinsip koagulasi memungkinkan gas karbon dioksida yang dihasilkan pabrik dapat dikumpulkan dan tidak lepas ke udara bebas.
Semua berkembang dengan baik awalnya sampai saat pemerintah menganggap SOS telah melewati batas dengan
merajalelanya kloning-kloning manusia. Pemerintah kemudian meminta agar SOS ditutup.
Tapi Russell yang telah memimpin SOS selama dua puluh lima tahun lamanya, tidak akan pernah bisa merelakan
kehancuran SOS. Mereka akhirnya bekerja dalam kerahasiaan—setidaknya hanya itu yang bisa dilakukannya sampai mereka bisa mencipatakan tureen.
Masyarakat luar tahu bahwa SOS masih bekerja dan mereka masih akan membantu kesulitan-kesulitan umat manusia. Hanya saja kali ini mereka diminta untuk mengeluarkan uang yang lebih banyak—menutupi kebutuhan SOS yang semakin meningkat. Bagi orang-orang yang mementingkan kesehatan atau kebahagiaan—tidak akan perduli berapa banyak uang yang harus dikeluarkan.
Lama kelamaan keadaan SOS mulai membaik. Hal ini dirahasiakan dari pemerintah—dan kemudian menjadi rahasia umum bagi yang lainnya. Setidaknya pemerintah kemungkinan telah berpura-pura tidak tahu, karena mereka mendatangi SOS saat mempunyai kebutuhan yang tak bisa diselesaikan orang lain kecuali SOS.
Karena para pemerintah kadang berbuat seenaknya maka Russell membuat keputusan untuk membuat sebuah kontrak. Dia tahu harus membantu siapa yang benar-benar membutuhkan. Menolak orang-orang yang dlihatnya tak bisa memegang amanah—meski mempunyai uang banyak.
Tiga tahun kemudian, SOS di sebelah Timur telah berkembang pesat. Perkembangan dilanjutkan dalam bidang
tekhnologi. Russell yang sudah berusia enam puluh delapan tahun masih sibuk dengan tureen yang direncanakannya. Sementara para jenius yang ahli dalam bidang teknologi dibuatkan sebuah laboratorium sendiri—untuk menciptakan alat teknologi yang bisa membantu dalam kehidupan.
Lagi-lagi salah satu putri dari ke empat anak pemimpin—Savannah mengusulkan ide cemerlangnya. Tahun itu, dia
mengusulkan untuk membuat sebuah chip di depan para petinggi—dua puluh orang pencetus SOS. Mereka langsung menyetujui dengan menerima keuntungan yang akan diperoleh dalam pembuatan chip.
Pembuatan chip dimulai pada tahun itu juga. Savannah mempresentasikan rancangannya dan kemudian memimpin
pembuatan chip pertama. Kegagalan demi kegagalan dialami—Savannah menginginkan sesuatu yang sempurna. Baru setahun kemudian, chip SOS yang pertama terbuat.
Chip SOS pertama yang berkembang di Timur, berbentuk segi empat yang berwana hitam. Savannah Russell mengatakan bahwa chip ini berfungsi sebagai pengaktif suatu keahlian yang tidak nampak. Chip tersebut akan ditanamkan pada belahan pertengahan otak kanan dan otak kiri seseorang.
Savannah harus mencari seseorang yang akan menjadi objek pertamanya untuk menanam chip itu. Banyak dari rekan kerja menolak—takut akan bahaya yang akan ditimbulkan dari chip yang mempunyai kekuatan sangat kuat. Tapi, seorang yang baru bergabung dengan SOS—Arthur Holder mengajukan diri.
Arthur Holder seketika menjadi topic pembicaraan. Banyak gossip yang beredar mengenai dirinya dengan Savannah. Yang lain menganggap bahwa Holder tidak mungkin mengajukan diri tanpa memiliki hubungan yang istimewa.
Russell yang mendengar hal ini menjadi agak marah. Dia tidak akan melarang Savannah untuk berhubungan dengan pria bernama Arthur Holder kalau saja Holder itu tidak mempunyai keluarga. Savannah meyakinkan ayahnya bahwa tidak ada yang perlu dikawatirkannya, karena hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja.
Hanya saja hal yang tidak pernah diduga Russell adalah semua kejadiaan itu lebih dari suatu pekerjaan—Russell
mengetahui bahwa ide pembuatan chip itu ternyata berasal dari pendatang bernama Arthur Holder.
Atas permintaan Holder—Russell merahasiakan ini dari orang-orang dan meminta Holder untuk menyelesaikan proyek itu bersama Savannah. Russell tahu bahwa Holder bersungguh-sungguh akan memberikan yang terbaik untuk SOS.
Savannah kemudian menanamkan chip di kepala Arthur. Setelah operasi terlaksana—orang-orang menunggu hasil dari chip itu. Tapi, sehari kemudian Arthur tak sadarkan diri.
Matthew dan ke dua saudaranya yang lain—yang adalah dokter—butuh waktu seminggu untuk menyadarkan Arthur. Arthur yang telah sadarkan diri, harus beristirahat beberapa bulan akibat chip yang telah terpasang di kepalanya.
Anggota SOS yang lainnya mulai meragukan hasil karya Savannah dan Arthur. Berbeda dengan Arthur yang berusaha keras untuk membuat chip itu berfungsi sebagaimana mestinya. Dan tidak memperdulikan orang lain yang menyuruhnya untuk berhenti. Savannah dengan setia mendukung Arthur, bahkan dia sudah berteman baik dengan Mrs. Sydney Holder—istri Arthur yang tengah hamil anaknya yang pertama.
“Kenapa kau tidak menikah, Miss Russell?” tanya Mrs. Holder menyadari Savannah yang selalu tersenyum lebar melihat perutnya yang semakin membesar.
“Tidak sekarang, tapi kalau aku punya anak atau cucu nanti aku akan menikahkannya dengan anakmu. Apa kau bersedia?”
“Tentu.”
“Kami,” kata Arthur yang mendengar percakapan ke dua perempuan itu, “akan mempunyai banyak anak.”
Mrs. Holder hanya tertawa kecil.
“Aku akan memberinya nama Arthur Holder Jr. atau kalau dia perempuan kurasa nama Sydney atau Mary—keduanya nama yang sangat cantik—tapi Sydney Holder yang terbaik,” katanya melirik istrinya.
Sebulan kemudian setelah percakapan itu, Arthur mengusulkan untuk membuat chip ke dua. Lagi-lagi dia memberikan rancangannya pada Savannah yang lebih ahli dalam tekhnologi—sedang Arthur hanya cakap dalam perencanaan dan penyempurnaan.
Setelah merasa semuanya telah terkomposisikan dengan sangat benar, Savannah mulai membuatnya dan menghasilkan sebuah chip baru. Penanaman chip. Dan kali ini Arthur tetap sehat bugar.
“Chip apa itu?”
“Aku akan memastikannya dengan segera,” kata Arthur dan meninggalkan SOS untuk beberapa saat.
Awalnya, para anggota yang lain mengira bahwa Arthur telah berkhianat. Arthur telah meninggalkan SOS dan
mungkin saja akan menceritakan pada lainnya mengenai SOS. Tapi, tiga bulan kemudian Arthur kembali. Senyum bangga menghias di wajahnya. Tak ada yang dikatakannya pada orang lain—kecuali istrinya sendiri yang mengetahui sesuatu yang telah dialami suaminya.
Arthur kemudian memberi rancangan lain pada Savannah. Menanamkan di otaknya. Meninggalkan SOS beberapa saat. Kembali. Memberi Savannah rancangan lain—begitu seterusnya. Dan setidaknya sudah tujuh kali hal ini berulang—itu berarti sudah ada sembilan chip yang tertanam di kepala Arthur.
Tapi, nampaknya Arthur tidak kehabisan ide, dengan bertambahnya satu rancangannya yang diberikannya, total
sudah ada sepuluh rancangan yang diantaranya hanya satu fungsinya yang diketahui Savannah.
Arthur menunggu hasil yang akan diberika oleh chip ke sepuluh, sayangnya tidak ada yang terjadi. Kali ini dia
hanya beberapa hari meninggalkan SOS dan segera kembali ke rumahnya. Mengurung diri di ruang kerjanya. Tak seorang pun dibiarkannya masuk.
Mrs. Holder hanya bisa mondar-mandir di depan pintu, tidak berani mengetuk apalagi masuk ke dalam. Sedang
Beberapa hari kemudian, Arthur keluar. Janggut di dagunya mulai tumbuh. Wajahnya kusam. Seperti seseorang yang tidak pernah tidur. Istrinya segera menghampirinya. Arthur tersenyum pada istrinya. “Aku tahu sekarang. Aku mengerti,” katanya berulang-ulang.
Savannah yang baru saja tiba di rumah Arthur menghampiri keluarga Holder.
“Berikan ini pada Pemimpin.” Arthur menyerahkan sebuah surat dan kotak pada Savannah. “Kau bisa membaca
surat itu setelah dia,” tambahnya saat melihat Savannah yang penasaran.
Savannah langsung kembali ke rumahnya.
“Sedang kau,” Arthur membungkuk di depan istrinya—berbicara di depan perutnya, “aku akan memberimu hadiah
kelahiran nanti.” Arthur masuk kembali ke kamarnya setelah mengatakan itu. Seperti sebuah rencana besar mengalir di dalam kamar itu.
Savannah membawa surat dari Arthur. Memberinya langsung pada Russell. Russell membaca surat itu penuh
perhatian. Setelah selesai, dia menyimpan selembar kertas, dan menyerahkan suratnya pada Savannah yang sedari tadi penasaran membaca surat itu.
Mr. Russell yang terhormat
Keyakinan Savannah terbukti, Chip itu benar-benar terbukti. Chip kedua yang kami—aku dan Savannah telah buat berfungsi sebagai penerjemah bahasa. Aku menyebutnya chip bahasa. Hampir setahun yang lalu, aku berkelana dan mencari tahu apakah chip itu benar-benar berfungsi dan jawabannya iya. Aku sekarang telah menguasai beberapa bahasa—setelah mempelajari satu bahasa dalam waktu satu minggu.
Chip pertama yang kukira akan mengatifkan keahlian terpendam ternyata hanya mampu mengaktifkan chip yang lain. Hal ini terjadi ternyata terjadi pada seseorang yang telah dewasa.
Chip pengaktifan yang ditanamkan pada otak orang dewasa tidak mampu mengalirkan kekuatannya melalui
syaraf-syaraf. Maka aku membuat sebuah chip yang membawa pesan keahlian menuju chip pengaktifan. Seperti yang kukatakan padamu mengenai chip bahasa tadi.
Tapi, ini berbeda saat chip ditanamkan pada seorang bayi. Mereka hanya membutuhkan satu chip yaitu chip pengaktifan. Dan seiring berjalannya waktu, chip itu akan merespon keahlian yang terpendam dan membuat mereka sangat ahli dalam bidang tersebut. Maksudku, mereka tidak perlu chip yang lain karena sebenarnya mereka adalah calon-calon ahli dalam kesehatan, pembangunan, dsb. Mereka hanya membutuhkan pengaktifan yang bekerja sesuai dengan kemauan mereka untuk mampu mengaktifkan chip pengaktif.
*Tapi, penambahan chip pun dimungkinkan.
Ada banyak hal yang sebenarnya masih ingin kukatakan, tapi kukira waktuku tak banyak, jadi yang kukatakan di surat ini adalah semua hal yang kuanggap penting.
Beberapa chip—semua rancangan itu ada pada Savannah—memang telah ditanamkan di kepalaku. Kau tahu,
sebenarnya ada hal yang tepatnya juga baru kuketahui tadi malam—sebelum aku memutuskan untuk menuliskan surat ini.
Manusia diciptakan dengan otak yang bagiku sangat kuat. Sepertinya aku juga mempunyai hal yang demikian, tapi penanaman chip di otakku telah lebih dari cukup. Dengan adanya sepuluh membuat kekuatan otak melemah dan lama kelamaan, chip-chip itu terputus dari rangkaiannya—disebabkan oleh chip yang saling tarik menarik.
Jadi, kusimpulkan bahwa chip ini sangat bermanfaat untuk kehidupan, tapi penanaman sepuluh chip dapat menyebabkan daya tangkap seseorang kembali menjadi seorang bayi atau yang terparah adalah kematian. Sehingga kusarankan pada kalian untuk menggunakan rancangan chip ini sebijak mungkin.*
Hormat saya,
Arthur Holder
NB:
*Mr. Russell, masih ada surat kecil untukmu—seperti yang telah anda katakan padaku mengenai jiwa itu.
Dan juga aku telah mempelajari rancangan anda mengenai pemancar tureen itu. Sedikit kutambahkan material yang kurang, sehingga anda hanya perlu meletakkan ini di pusat SOS untuk menggabungkan setiap area menjadi satu. Dan sebuah tureen—mangkok besar yang sudah lama anda rencanakan akan melindungi SOS dari orang-orang di luar sana. (Kudengar anda akan memisahkan diri dari Negara-negara besar itu? Kuharap semuanya berjalan lancar).*
*Savannah, semua rancanganku telah kuperbaiki, kutulis fungsinya di setiap lembar, dan hal-hal yang tidak boleh kau lakukan. Dan juga kubuat, alat pemilih—kau tidak akan sulit untuk menentukan memberi chip apa saja yang dibutuhkan bayi-bayi itu kelak.
Alat pemilih dan pemancar tureen ada di dalam kotak.
Dan tidak lupa, keluarga Russell—aku punya seorang istri dan bayi yang akan segera terlahir ke dunia ini.*
John Russell mengeluarkan alat pemancar tureen dari dalam kotak, meletakkannya di ruang tengah yang kemudian menjadi pusat SOS.
Sementara itu, satu bulan kemudian Arthur Holder Jr. lahir dan hari berikutnya sang bayi harus menjadi seorang yatim dengan seorang ayah yang pergi dalam damai.
Seperti tak terjadi apa-apa pada Arthur, hanya saja sistem otaknya tidak berfungsi lagi, dan hancur dengan sendirinya.
Keluarga Russell turut berduka akan kepergian Arthur yang walau hanya sebentar berada di SOS, tapi telah
memberi sumbangan yang banyak.
SOS memisahkan diri dari Negara-negar besar. Tureen menutupi semua daerah SOS yang telah berkembang dengan pesat.
Sebuah rancangan Arthur juga digunakan. Sebuah pintu yang memungkinkan warga SOS masih bisa berhubungan
dengan atau bekerja di dunia luar. Meski orang-orang tidak sadar bahwa mereka adalah warga asing dari SOS.
Savannah mengembangkan chip-chip eksternal yang tidak perlu ditanamkan pada otak—meski beberapa orangtua masih menginginkan untuk memasang chip internal dan berjanji akan menjauhi larangan-larangan untuk kebaikan mereka sendiri.
John Russell bersama ke dua puluh petinggi—membuat rancangan pemerintahan SOS. Mereka sepakat bahwa pemimpin akan digantikan oleh penerus mereka yang pertama—anak sulung—dengan persetujuan para petinggi setelah memimpin paling lama tiga puluh tahun atau sesuai keadaan.
Savannah—sebagai putri tertua di keluarga Russell dan berbagai pertimbangan dari para petinggi terpilih menjadi
pemimpin kedua.
John Russell, sebelum melakukan perjalanan dia berpesan agar semua warga SOS hidup dalam damai. Tidak lupa
pesan untuk keluarga Russell agar menjaga Arthur kecil. Tak ada yang tahu mengenai perjalanan yang dilakukannya bersama sahabatnya Singh. Tapi, seminggu kemudian, berita kepergiannya terdengar.
Arthur Holder Jr. mendapat hadiah
besar dari ayahnya. Dia memliki salah satu rancangan terbesar ayahnya. Dan
diminta untuk meneruskannya untuk cucu-cucu Arthur kelak.
Setiap tahun—kemudian—diperingati sebagai SOS thanksgiving day di hari meninggalnya Arthur untuk mengingatkan kepada penduduk SOS tentang bersyukur telah hidup di SOS.
Tentang Holder of East SOS
By Sydney Holder
*