Sonata No Kioku

Sonata No Kioku
24- Rapat Klub atau Menyusun Strategi?



// Pulang sekolah, di atap..//


"Apa-apaan itu? Kalau tidak suka, kenapa dia tidak berhenti saja sih?!" Haruka berkomentar sambil sibuk melahap bento milikku.


"Dia itu terlahir hanya untuk bermain biola. Bahkan sewaktu memainkan gitar, semua yang ia mainkan itu cuma komposisi untuk biola. Kalau begitu main saja biola, bukannya gitar" ia berseru lagi.


"Berhenti memakan tamagoyaki milikku!" Seruku sembari mencubit tangan Haruka.


"Aduhh!! Dasar Ta-chan pelit.." kata Haruka sembari menjulurkan lidah ke arahku.


"Mungkin dia belum tahu banyak hal tentang gitar. Maka nya memainkan komposisi biola" kata Satoshi yang berusaha untuk membela Kanzaki-san.


"Hal itu bisa saja terjadi.." aku menanggapi ucapan Satoshi


"Aku rasa tidak begitu" kata Keiko-senpai yang tengah sibuk menyebarkan partitur musik di lantai atap gedung sekolah.


Kenapa kami berkumpul di atap? Ya itu sangat jelas jawabannya, karena klub musik atau band milik Keiko-senpai ini belum resmi diakui pihak sekolah. Masalah utamanya yaitu dari jumlah anggota yang kurang dari 5 orang. Kali ini, Keiko-senpai mengajak anggota sementara nya untuk mengadakan rapat yang menyangkut masa depan klubโ€”katanya sih.


Meski aku bukan salah seorang anggota mereka, aku tetap saja dipaksa gabung dengan Keiko-senpai dan yang lain setiap pulang sekolah. Aku curiga bahwa, perlahan mereka pasti berencana untuk menjebak ku sehingga masuk ke klub musik ini.


"Maksud senpai?" Tanya Haruka.


"Dia bukanlah seorang musisi biasa. Anak itu jenius dan mungkin dia lebih banyak tahu soal gitar atau alat musik lainnya daripada kita" jawab nya yang kemudian menoleh padaku.


"Bocah, apa kau sudah melakukan yang ku suruh kemarin malam?"


Aku mengangguk. Kemarin malam, tepatnya saat aku ditinggal pergi berlatih sendirian, senpai mengirimkan pesan padaku. Menyebutkan bahwa aku harus banyak mendengarkan musik yang dimainkan Kanzaki-san. Namun aku tidak diberi alasan kenapa harus melakukan itu.


"Bagaimana menurutmu permainannya? Oh iya thanks untuk partitur musik Kanzaki-san dan CD nya. Ternyata anak seorang kritikus ada manfaatnya juga ya" ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Haha, tolong jangan sering memanfaatkan ku terus... Itu juga tiba-tiba" gumamku ketus.


Selama beberapa menit, Keiko-senpai sedang asyik mencocokkan partitur di lantai sambil mendengarkan permainan Kanzaki-san. Ia juga sering sekali menggaruk kepala dan bergumam aneh.


"Rupanya si jenius ini berkutat pada Bach. Jadi dia tidak bisa memainkan fugue secara bersamaan, itu sangat mustahil... Benar kan?"


"Senpai mungkin ada benarnya" aku mengangguk asal.


"Yosh, aku tahu strategi jitu untuk mengalahkan nya!"


Senpai berseru sambil berdiri dengan bangganya, sementara Satoshi dan Haruka yang tidak tahu maksud perkataan senpai, hanya bisa bertepuk tangan kagum.


"Hooh, bagus dong... Heh? Apa yang senpai bilang?!" Seketika aku berdiri dan membuat bekal ku berserakan di lantai.


"Tidak!! Bento enak milikku!!" Seru Haruka histeris dan sibuk mengumpulkan makanan berjatuhan itu.


"Apa maksud senpai sebenarnya? Katanya ini rapat klub musik, kenapa jadi menyusun strategi mengalahkan Kanzaki-san?! Dan Haruka. Itu adalah bento milikku, bukan kau!"


"Coba tenangkan dirimu dulu bocah, dan cerna ucapanku lagi" ia berseru.


Aku melipat tangan sambil mengingat kejadian itu. Dimana ketika aku keluar kelas, tarikan tangan tiba-tiba saja menyeret ku menaiki tangga. Sekilas kepala orang itu menoleh dan berkata.


"Ah! Jadi itu maksud dari rapat klub yang kau serukan! Ternyata, untuk membahas soal ini..." Aku terduduk lemas.


"Memangnya kau kira rapat ini untuk apa? Masalah band diakui atau tidaknya, itu urusan nanti. Yang jadi prioritas sekarang adalah cara mengalahkan Kanzaki-san!!"


"Sejak kapan kobaran api itu terlihat dari senpai??" โ€”batinku.


๐ŸŽถ


Suara ricuh para murid yang sedang melakukan kegiatan ekskul terdengar menggema hingga ke atap. Aku yang masih saja diam menatap awan yang bergerak, mulai bosan dan memutuskan untuk memainkan gitar.


"Bocah, mending kau latihan fugue dari sekarang dan jangan main asal-asalan" seru senpai.


"Memangnya harus? Kalau menggunakan teknik yang sama dengan nya bagaimana?" Tanyaku.


"Biar bagaimanapun kau harus menguasai bach, kamu tidak akan pernah menang jika menggunakan komposisi bach tahu" jawabnya.


"Eh? Tunggu... Jadi Arata harus memainkan musik klasik?!" Ucap Satoshi yang terkejut.


"Memangnya ada jalan keluar lain selain itu? Apa ada ide lain untuk mengalahkan si jenius musik dari lahir?" Keiko-senpai mengalihkan pandangannya lagi ke arah partitur musik.


"Eng... Yah... Sejujurnya aku tidak pernah memikirkan komposisi apa yang harus dimainkan. Bach memang bagus, tapi... Aku rasa musik rock lebih pas. Mungkin dia akan sedikit terkagu olehku?" Aku asal bicara dengan sedikit tersipu karena sekilas di pikiranku terlihat wajah Kanzaki-san.


"Kamu pikir ini kontes memikat hati Kanzaki-san atau apa sih? Bahkan jika kau memainkan komposisi musik yang tidak sesuai, orang yang tidak mengenal musik pun tidak akan pernah memberi pujian" ucap Haruka yang sedikit membentak.


"Betul apa yang dikatakan Haruka-chan. Ingat lah bocah, aku melakukan ini semua untuk membuat Kanzaki bergabung ke band ku. Intinya, aku ingin aku menang dari ya" ucap Keiko-senpai sambil menepuk pundak ku.


Aku menundukkan kepala, sesaat aku berpikir sejenak. "Kalau gitu, aku harus bisa memainkan komposisi yang sama dengan yang dimainkan Kanzaki-san?"


Senpai mengangguk sambil mengacak-acak rambutku. "Bukan hanya kau, tapi kita bertiga juga"


"Ehh kenapa??" Tanya Satoshi.


"Kau masih bertanya? Tentu saja untuk bisa mengimbangi permainan Kanzaki-san jika dia masuk band ini dong!" Jawab Keiko-senpai.


Kami semua pun tertawa ria. Sekarang aku sudah mengerti kenapa senpai menyuruhku memainkan komposisi lagu fugue, dan alasan kepercayaan nya dalam memilih kan komposisi ini. Tentu saja alasan utamanya, karena fugue ini bagian musik yang sangat disukai Kanzaki-san, namun dia tak bisa memainkan nya sendirian. Bas ku yang sudah dimodifikasi, sekarang sudah cukup sesuai dengan timbre miliknya.


"Tapi, dia pasti tidak akan langsung suka dengan permainan kita. Bahkan, jika kita sudah berhati-hati dalam memainkan saah satu bagian fugue dari bach.... Kalau tidak senada dengannya, pasti akan hancur". Senpai menggigit bibir bawahnya sambil mengacak-acak partitur yang ia susun tadi.


"Benar juga, meski lewat pertarungan ini jika itu terjadi, kemampuan Ta-chan masih kurang dan belum bisa mengimbangi Kanzaki-san" tambah Haruka.


"Tapi bukankah ada sisi bagusnya?" Satoshi berlari dan merangkul kami semua.


"Kalau Arata berada di pihak senpai, ada kemungkinan dia bisa berlatih lebih keras dan suatu saat kemampuan nya bisa melesat dengan cepat! Jadi, mau tak mau Arata harus masuk ke band ini"


"Benar juga! Oi bocah..."


Cengkraman tangan senpai semakin erat pada bahuku, mau tak mau aku memberanikan diri menatap matanya. "Apa?" Tanyaku.


"Bergabunglah ke band ku!"


Aku terdiam membisu. Tak dapat berkata apapun dan memilih memalingkan wajah, sebenarnya aku mau-mau saja masuk band hanya saja rasa bebas hidupku pasti akan semakin berkurang.


"Ada apa bocah? Jadi apa jawabanmu?" Tanya senpai lagi.


Aku mengepalkan tangan, sesaat sebelum aku ingin melepas kata-kata, Haruka malah menutup mulutku dan berkata.


"Ta-chan... Apa kau ingat kalimat aneh yang diucapkan Kanzaki-san?"


"Ahh, kalimat yang dia akan menghilang itu?" Ucap Satoshi.


Setelah mendengar ucapan Haruka, aku lalu menatap mata nya bulat-bulat dan perlahan mulai mengingat kalimat itu lagi.


"Aku akan segera menghilang, jadi


lupakan saja aku! Entah itu karier ku maupun bakat ku, kumohon... Lupakan itu di ingatan kalian..."


Kalimat aneh itu dikeluarkan dari mulutnya di hari pertama masuk sekolah nya. Entah kenapa dia mengatakan itu kepada seluruh murid di kelas, karena berbagai alasan yang membuat pikiranku terbang kemana-mana, aku jadi lupa soal itu..


"Kata-kata nya itu, apa maksudnya?โ€”apa dia berusaha menyampaikan sesuatu?" Pikirku.


Senpai yang merasa pusing dengan situasi saat ini, bertanya pada Haruka. "Menghilang? Apa maksudnya itu?"


Haruka memiringkan kepala sejenak sambil berpikir sebelum ia menggelengkan kepala tidak tahu.


"Aku akan segera menghilang, jadi


lupakan saja aku! Entah itu karier ku maupun bakat ku, kumohon... Lupakan itu di ingatan kalian. Hanya kalimat itu yang dia ucap, apa mungkin pindah sekolah? Atau dia akhirnya akan kembali fokus ke sekolah yang jurusan musiknya lebih bagus?" Ucap Satoshi dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau benar begitu, gawat dong!!" Keiko-senpai duduk seketika dengan kedua tangan yang dilipat. "Apa aku pakai saja daya tarik ku dalam bermain gitar, untuk merekrut nya masuk? Atau memohon di depan kedua kakinya seperti pengemis??" Ia melanjutkan kalimatnya dengan perasaan gundah.


"Anu... Senpai, cara seperti itu sungguh memalukan. Lagian untuk apa kita rela melakukan hal itu hanya demi dia masuk band?! Sungguh perjuangan yang sia-sia!" Ucap ku dengan nada yang sedikit di tekan.


"Jangan khawatir, aku pasti bisa mengatasi rasa malu jika harus ditolak. Lagian, aku sudah biasa ditolak kok" ia bangkit sambil berpose aneh.


"Sering ditolak? Apa maksudnya??" Batinku sambil menepuk jidat.


"Seharusnya kau rela melakukan apa saja demi musik dan cinta revolusi dong, bocah! Kalau kau tidak punya semangat seperti itu... Oh!" Tiba-tiba senpai berjongkok di depan pagar atap.


"... Ada apa senpai?" Tanya Haruka dan Satoshi sahut menyahut.


"Kanzaki Shiori datang!" Serunya.


"Jika datang, apa masalahnya?" Batinku yang ikut-ikutan melihat ke bawah.


๐ŸŽถ


Sekilas info bersama Keiko-senpai


"Yoo pembaca setia Sonata no kioku, apa kabarnya? maaf kami telat hadir sesuai jadwal, dikarenakan kesibukan Author ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜ฃ"


"Untuk menggantikan nya, Aku senpai penuh semangat akan memberi info tentang sesuatu yang penting.. mohon disimak ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜‰"


"Hari ini aku akan menjelaskan tentang fugue. Pasti kalian tidak ada yang akan bertanya apa itu fugue kan... maka dari itu, aku akan jelaskan๐Ÿง"


Fugue adalah istilah dari bahasa Italia yang artinya melarikan diri. Gaya komposisi ini berkembang di awal era musik modern, tepatnya era Baroque yang kemudian disempurnakan oleh Bach.


Gaya ini memanfaatkan berbagai suara yang masuk pada waktu yang berbeda dan saling berkejaran dengan melodi awal โ€” karena itu, biasanya istilah itu juga disebut nada yang berlarian.


"Oke itu saja infonya, jadi mohon maaf sekali lagi Sonata no kioku telat update ๐Ÿ™๐Ÿป"


"Kedepannya Author kami akan berusaha untuk update tepat waktu sesuai jadwal..๐Ÿ’•"


"Jadi mohon dukungannya dari kalian semua yaa... kalau yang mau protes dan gebukin Author nya dipersilahkan..โ˜บ๏ธ"


"Aku Keiko, pamit undur diri... bye๐Ÿฆ‹โฃ๏ธ"


.


.


.


Keluarga besar Sonata no kioku mengucapkan, Selamat Tahun Baru 2021๐Ÿฆ‹โฃ๏ธ๐Ÿฅณ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ•บ๐ŸŒˆ๐ŸŽ‰๐ŸŽŠ


Semoga di tahun ini, banyak hal indah dan keajaiban terjadi pada kita.. Dan semoga segala sesuatu yang belum sempat dilakukan pada tahun 2020, terlaksana sekarang๐ŸŽถ


Jangan lupa selalu jaga kesehatan dan ingat selalu 3M๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜† Tahun ini pun mohon dukungannya dan bantuannya lagi ya readers semua๐Ÿ™‡๐Ÿปโ€โ™€๏ธ๐Ÿ™†๐Ÿปโ€โ™€๏ธ๐Ÿ’•


Tunggu update kami selanjutnya yaa๐Ÿ’•


๐ŸŒผใคใฅใ๐ŸŒผ