Sonata No Kioku

Sonata No Kioku
22- Berlatih Gitar (Bag. 2)



...Perhatian! Setelah ini, ada informasi yang ingin aku sampaikan. Jadi baca sampai akhir ya🙏🏻😊...


...Enjoy and don't forget to like🦋❣️...


"Maka dari itu bocah..." Ia menaruh kedua tangannya di bahuku.


"A-apa?" Aku memalingkan wajah seketika.


"Aku butuh bantuan mu untuk rencana hebat ini!" Ia melanjutkan dengan mata berbinar.


"Kumohon! Kali ini saja" ucapnya sembari bersujud didepan ku.


"Ahh se-senpai! Berdiri lah. Jadi, rencana apa yang ingin senpai kulakukan? Apakah mengumpulkan semua gadis imut disekolah agar masuk band?"


Ku katakan pemikiran hasil kesimpulan cerita tadi. Tapi, bukannya direspon anggukan, ia malah memiringkan kepala kebingungan.


"Cerita tentang bahwa senpai suka orang yang imut tadi itu nyata kan? Atau halusinasi ku??" Pikirku.


"Bocah... Kenapa kau berpikir begitu?" Ia bertanya.


"Heh? Ahh-itu...emm.." Mulutku bungkam seketika.


"Lupakan lah. Sekarang jawablah, apa kau tahu alasan manusia lahir ke dunia ini?" Tanyanya


"Apa maksudnya pertanyaan tak nyambung dengan topik ini?" Batinku.


"Simpelnya, untuk sebuah cinta dan revolusi" jawabnya.


Angin pun berhembus cukup kencang, mengibaskan rambut panjang Keiko-senpai begitupula rok nya. Aku langsung menutup mata dan menampar pipi untuk tidak coba-coba melihat yang seharusnya tidak dilihat.


"Aku punya seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Dirinya lah yang mengajarkan ku arti dari revolusi dalam hidupku, meski kondisinya sangat terpuruk saat itu. Waktu itu, aku adalah gadis nakal yang tak mengerti musik dan arti nyawaku. Kemudian aku bertemu dengannya" ucapnya ya g memulai sebuah dongeng lagi.


"Aku yang menolak dan berkali-kali membentaknya, dibalas seulas senyum sayu daun layu olehnya. Disaat aku marah menggebu-gebu, dia malah memetik senar gitar dan membuatku sadar seketika... Meski akhirnya senyum itu layu selamanya.."


Senpai yang menahan emosinya yang meluap-luap, mulai mengambil bas milikku dan memetik senarnya dengan kuku. Serangkaian nada kuat dan bergema dalam terdengar dari amplifier yang merangsang gendang telinga ku. Ia mulai memainkan salah satu lagu ciptaan The Beatles.


"Lagu ini... Meski ciptaan The Beatles, sekarang sudah menjadi milik Keiko-senpai seutuhnya. Benar-benar terkendali dan memancarkan warna tersendiri... Hebat" gumamku dengan mata terbelalak.


"Fuahh!! Yang ingin kukatakan adalah, cinta, revolusi dan musik tidak bisa dipisahkan dariku. Makanya aku membentuk sebuah band untuk membuat revolusi baru didunia permusikan ini!" Serunya.


"Maksudnya? Aku tak mengerti" balasku.


"Aduh!! Maksudnya adalah aku tidak fokus mencari gadis imut disekolah untuk masuk band, karena aku sungguh-sungguh dalam membentuk band ini bagaimana pun orangnya!!" Jawabnya.


"Kenapa gak bilang aja kalau kau serius bentuk band ini sih?!! Kan gak usah cerita panjang lebar kayak tadi!! Mana gak jelas lagi!" Teriakku emosi.


"Hehehe maaf. Baiklah, ayo kita mulai memodifikasi bas mu bocah. Dengan kepintaran revolusi milikku dan keahlian bongkar pasang mu, pasti kita akan membuat bas dengan melodi terindah!!"


"Terserah senpai deh..."


🎶


Aku dan senpai mulai memodifikasi bas itu. Tentunya di ruangan lain dan bukan di atap. Kenapa? Karena hujan turun secara tiba-tiba, alhasil kami pun pindah.


Berkali-kali aku mengotak-atik bas itu dan mendapati Omelan tak jelas dari senpai. Meskipun memakan waktu lama, pekerjaan seperti ini sungguh menarik dan menyenangkan untukku. Mungkin karena aku sudah terbiasa dengan tugas seperti ini.


"Coba kau petik senarnya" pinta Keiko-senpai


"Genjreenggg..." Kupetik senar itu dengan kuku dan aku dibuat terkejut oleh nada yang keluar setelahnya.


"Uwohh! Hebat!" Seru kami berdua bersamaan.


"Suaranya lebih dalam dan indah dari yang awalnya ya" komentar senpai.


"Benar, ini jauh lebih indah" lanjutku.


"Ayo kita lanjutkan ke bagian lainnya!"


"Iya"


Detik demi detik kami lewati, setiap menitnya bergulir dengan cepat. Akhirnya setelah memakan waktu 3 jam setengah, bas hasil modifikasi itu selesai juga. Keiko-senpai segera mengambil bas itu dan menaruhnya di lemari kaca. Aku pun jadi tersipu malu dan bangga karena hasil karyaku dipajang.


"Baiklah, sementara ditaruh disini saja. Aku bisa jamin ini aman kok. Oh iya, kenapa kau tidak coba utak-atik lion ku?" Tanyanya.


"Maksudnya itu gitar milikku. Sebenarnya aku ingin membuat nadanya lebih berwarna lagi.." jelasnya.


"Tidak terimakasih. Gitar milik Keiko-senpai itu, gitar mahal. Jika salah sedikit saja, bisa gawat nanti"


Keiko-senpai tertawa melihat reaksiku sambil mengacak-acak rambutku. "Aku cuma bercanda kok, ayo cepat bereskan ini dan latihan"


Aku mengangguk dan mulai membereskan peralatan juga sampah-sampah yang berserakan.


Beberapa menit kemudian, ruangan kelas itu sudah bersih. Karena sudah bersih, senpai mulai memberi ku pelatihan gitar seperti yang ia janjikan.


"Usahakan ketika kau berlatih, bas mu itu disambung dengan amplifier nya sehingga tubuh dan gerakan mu bisa merasakan suaranya. Tujuan lainnya untuk membuatmu mengingat setiap gerakan ketika pertunjukan dimulai" pesan senpai.


"Baik" Aku mengangguk dan sekali lagi menyambung kan bas itu dengan amplifier. Kejernihan dan kekuatan suara yang dihasilkan benar-benar jauh berbeda dari awal kumainkan. Entah kenapa percaya diri tumbuh begitu lebat pada diriku setelah mendengar suara gitar yang dapat menandingi timbre gitar Kanzaki-san.


Berkat dorongan senpai yang memilihkan ku gitar bas untuk melawan Kanzaki-san, rasanya gitar ini seperti temanku yang hidup dalam alunan tiap petikan jariku. Nyaman dan menenangkan, kurasakan dalam bas hasil modifikasi kami berdua.


"Berhasil... Aku akhirnya bisa memainkan bas ini!" Seruku girang.


"Selamat bocah. Untung saja keputusanku untuk tidak mengajarimu hal-hal dasar, membuahkan hasil secepat ini. Kau memang punya bakat, bocah." Ucapnya yang merasa bangga.


"Terimakasih banyak senpai"


"Hehe tidak masalah. Meski ini mendadak, tapi aku ingin kau memainkan sebuah lagu untukku."


Keiko-senpai merogoh sesuatu dari tas nya dan menyerahkan nya padaku. "Apa kau tahu lagu ini?"


Aku mengangguk dan mulai memainkannya. Dalam sekejap saja aku langsung tahu alur ritme nya begitu juga dengan gerakan yang ku buat sekarang.


"Lumayan juga... Sekarang kau berlatih lagi lagu itu sesuai dengan metronom ini. Jangan berhenti sebelum sang bulan mengintip dari celah-celah awan kelabu ya.."


Setelah selesai memainkan dua bait lagu itu, Keiko-senpai meraih tasnya sambil melambaikan tangan, ia membuka pintu dan pergi. Aku mendesah, menarik sebuah kursi lalu duduk sambil memetik senar pelan. Meski hanya tinggal aku seorang disini, aku tak merasa takut. Karena malam ini begitu cerah, bintang bertaburan dimana-mana.


"Tak kusangka senpai membuatku berlatih langsung ke lagu.." ucapku.


"Tunggu! Seharusnya dia masih ada disini untuk membimbing ku!! Kenapa dia malah pulang?! Tidak adil!!" Teriakku.


//Di depan gerbang sekolah//


"Maaf bocah, aku ngantuk. Selamat berlatih..." Keiko-senpai mulai masuk ke dalam mobil berwarna putih yang akhirnya melesat pergi.


🎶


🌼つづく🌼


Informasi!!


Hai Readers... Sesuai yang ditulis di awal, Megane-chan mau menginformasikan sesuatu.


Apa itu?


Yap, itu adalah sebuah cerita baru😆


Cerita itu akan up hari Rabu dengan judul "Oh! My Idol" ini bukan novel, melainkan chat story pertama ku. Jadi jangan lupa mampir kesana yaa🙏🏻😊



Itu sedikit spoiler dari cerita baruku..🤭


Karena masih baru-baru buat chat story, aku harap kalian bisa memberikan saran dan masukan disana...


Itu saja sih, jangan lupa mampir yaa🙏🏻😇


Up setiap hari Rabu, Kamis dan Sabtu🥳❣️🦋


Sudah tersedia 3 eps nih.. buat hari Rabu, Kamis dan Sabtu. Jadinya tinggal menunggu hari berganti saja😁😁🥰