
El tentu sangat terkejut dengan apa yang dikatakan direktur Yosi. Secara, El tidak dapat info kalau mereka akan melakukan pemotretan di salah satu laut yang ada di Indonesia. El mengira kalau mereka akan melakukan pemotretan disini. Dengan latar laut yang dibuat saja. El tidak pernah terpikir bahwa mereka kan langung terjun ke laut dan melakukan pemotretan dengan tema duyung disana.
"Kebetulan laut yang akan kita kunjungi itu adalah laut yang lagi hangat-hangatnya diperbincangkan. Konon, katanya di laut itu ada penampakan putri duyung. Kita harus memanfaatkan kondisi seperti ini untuk ikut serta dalam mendukung berita itu. Pasti nama kita nanti akan naik." Kata Direktur Yosi terlihat sangat yakin.
"Tapi, aku terlihat ragu jika harus melakukan pemotretan langsung ke laut itu. Apa itu tidak terlalu berlebihan?" Tanya El. Ia berpikir semua wartawan dan semua berita pasti akan membicarakan mereka. Memang iya sih bisa menguntungkan agensi mereka. Tapi, El hanya ragu ia tidak mempercayai tentang cerita seperti itu. Sekarang malah ia juga ikut mendukung cerita konyol itu.
"Tidak usah ragu. Tidak akan ada yang dirugikan. Malah banyak yang diuntungkan dari pemotretan ini." Kata Direktur Yosi.
"Iya, El. Aku akan selalu menemanimu. Aku akan selalu disisimu. Kau tidak usah takut." Kata Sherly, Seakan-akan ia adalah pelindung El. El pun hanya bisa melihat Sherly denagn senyum terpaksanya.
"Baikah, hanya itu yang ingin aku sampaikan kepadamu. Apa masih ada yang mau ragukan, El?" Tanya direktur Yosi.
"Sepertinya aku sudah mengerti. Aku hanya perlu mempersiapkan diri saja lagi. Besok kita berangkat jam berapa?" Tanya El.
"Kita berangkat pagi. Aku sudah pesan tiket untuk kalian. Jam 9 kita harus sudah berada di bandara." Kata Direktur Yosi.
"Baikah, aku sudah paham sekarang." Kata El. Ia tampak menganggukan kepalanya. Tanda ia mengerti.
"Kalau begitu urusanku sudah selesai denganmu. Aku pergi dulu. Oiya, Sherly kau ikut dulu keruanganku ya." Kata Direktur Sherly. Ia berdiri dan pergi bersama Sherly dan sekretarisnya keluar.
Saat direktur Yosi dan Sherly sudah keluar. El pun langsung menghadap ke Alex lagi. Wajah Alex berubah penasaran lagi.
"Kenapa kau tidak mengatakan kepadaku kalau kita tidak melakukan pemotretan disini. Kenapa juga tidak mengatakan kepadaku kalau kita akan pergi ke laut tempat ditemukannya penampakan duyung itu." Kata El heran. Apa Alex berbohong lagi kepadanya.
"Kalau masalah ini. Aku benar-benar tidak tau El. Aku berani bersumpah lho. Waktu itu mereka hanya menyampaikan kepadaku tentang tema pemotretan saja. Lalu, Sherly sebgai pasanganmu. Itu saja." Kata Alex terlihat serius. Wajah Alex memang sangat jujur. Tidak ada kebohongan terlihat di wajahnya.
"Seharusnya itu sudah tugas mereka untuk mengatakan kepadaku. Dimana pemotretan itu dilakukan. Selama aku jadi model aku tidak pernah sedikitpun ketinggalan informasi tentang proyek yang akan kulakukan." Kata El tampak berpikir.
"Aku rasa mereka sengaja menyembunyikannya darimu, El. Direktur Yosi juga mengatakan lokasinya saat kau sudah menandatangani surat kontrak itu. Kenapa tidak sebelumnya saja. Aku rasa mereka takut jika kau menolak proyek itu. Kalau kau sudah menandatangani kau tidak bisa lagi mengelak." Kata Alex. Ia tampak berpikir.
"Hmmm, padahal banyak model lain yang bisa mereka pakai. Kenapa harus aku." Kata El lagi.
"Kau itu menguntungkan mereka, El. Mereka tidak perlu apa yang menjadi ketidaksukaanmu. Selagi mereka untung. Mereka akan melakukannya." Kata Alex.
El hanya menghela nafasnya. Ia hanya berpikir. Kenapa zaman sekarang banyak sekali orang yang memanfaatkan orang lain untuk keuntungannya semata.
Saat ini Sherly berada diruangan Direktur Yosi. Ia duduk berhadapan sambil menikmati secangkir teh hangat. Mereka tampak sangat akrab.
"Aku tidak sabar melihat pemotretan kalian berdua besok. Kalian pasangan yang pas untuk disandingkan dalam pemotretan ini." Kata direktur Yosi sambil tersenyum.
"Aku juga senang bisa melakukannya bersama, El. Kau tau kan aku begitu menyukainya." Kata Sherly sambil tersenyum malu-malu.
"Kau jangan lupakan kata-kataku." Kata Direktur Yosi kepada Sherly.
"Ia aku akan mengingatnya. Besok aku akan berakting didepan El. Aku akan berpura-pura pingsan dan aku akan menyuruh beberapa orangku untuk mengatakan kepada El agar membawaku kesalah satu kamar di hotel itu kan. Lalu, aku akan suruh mereka keluar. Dan aku akan tinggal berdua saja didalam kamar itu." Kata Sherly mengingat lagi apa perintah dari direktur Yosi.
"Benar, nanti aku akan menyuruh beberapa wartawan untuk datang kesana. Aku akan menyuruh mereka untuk mengambil foto kalian dan membuat berita seakan-akan kalian ternyata pasangan kekasih." Kata direktur Yosi dengan senyumnya yang terlihat jahat.
"Dengan begitu, pasti berita akan dihebohkan dengan berita kami. Secara El adalah model terkenal yang belum tertangkap basah pacaran. Aku juag model yang sangat terkenal. Jika kami berdua masuk berita. Agensi kita pasti akan banyak mendapat keuntungan." Kata Sherly.
"Benar, kau juga harus mendukung berita itu seakan-akan berita itu benar. Nama kalian pasti juga akan lebih terkenal lagi." Kata Direktur Yosi.
"Tapi, kenapa kau ingin melakukan semua ini? kau ingin memanfaatkan keadaan untuk mengangkat namamu dan agensi?" Tanya Sherly heran. Sebelumnya Sherly tidak peranh terpikir jika direkturnya menggunakan cara yang seperti ini untuk menaikan namanya sendiri.
"Selain untuk menaikkan nama agensi dan diriku. Aku juga ingin melihat El tertimpa skandal. Selama ini perjalanan karirnya selalu saja mulus. El tidak pernah mengalami kesulitan ataupun masalah. Dia sangat sukses. Keluarganya juga baik-baik saja. Aku hanya iri dengan keberhasilannya." Kata direktur Yosi. Pandangannya terlihat kosong.
"Padahal, kau sudah sesukses ini. Kau seharusnya sudah bersyukur dengan pencapainmu saat ini. Apalagi sesuatu yang kurang darimu. Kau juga telihat sangat sempurna." Kaat Sherly tersenyum.
"Tidak, diluarnya saja aku seperti ini. Berpura-pura terlihat kuat dan sempurna. Tapi, jauh dalam diriku aku sebenarnya masih banyak kekurangan. Aku masih belum puas. Masih banyak yang belum aku capai." Kata direktur Yosi.
"Aduhh, kenapa aku malah menceritakan Maslaah pribadi aku. Maafkan aku." Kata direktur Yosi terlihat sedikit tertawa karena ia terlanjur menceritakan kisahnya sedikit.
"Ah tidak apa-apa. Aku juga mengerti perasaanmu." Kata Sherly tersenyum.
"Baiklah, jangan lupa untuk melakukan tugas mu besok. Sebentar lagi berita besar akan menggemparkan dunia permodelan. Kemenangan kita sudah hampir didepan mata. Kau yang urus El. Yang lainnya aku yang akan mengurusnya." Kata direktur Yosi.
"Iya, aku juga sudah tidak sabar melakukannya. Aku akan berada dekat dengan El. Aku juga tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi antara aku dan El di malam itu." Kata Sherly tersenyum malu-malu. Direktur Yosi pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah Sherly.