Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 27 El kembali ke Penginapan



Setelah menempuh perjalanan bersama bapak itu, El pun akhirnya sampai di penginapannya. El melihat tempat penginapannya yang sudah sedikit sepi dan tidak ada lagi staf-staf yang bekerja. Karena hari juga sudah semakin malam. Pasti mereka semua sudah beristirahat karena besok mereka juga harus melanjutkan pemotretan.


"Disini kan tempat penginapanmu?" Tanya bapak itu kepada El.


"Benar sekali, terimakasih karena sudah mengantarkanku. Oiya, untuk bayarannya aku harus menelepon manajerku dulu." Kata El. Ia langsung mengambil hpnya yang berada di dalam saku celananya. El langsung menelpon Alex. Karena sinyal hpnya sudah kembali normal.


Alex dan Aditya ternyata masih betah menungggu dikamar El. Alex masih sangat khawatir dengan keadaan dan dimana El saat ini. Sedangkan Aditya ia berusaha untuk menenangkan Alex yang begitu tampak sangat cemas dan khawatir. Tiba-tiba telepon Alex berbunyi tanda ada panggilan masuk. Sontak Alex pun langsung terkejut dan segera mengambil hpnya. Wajahnya langsung berubah ceria saat ia mengetahui yang meneleponnya adalah El. Tanpa basa-basialex pun langsung mengangkat telepon dari El itu.


"Ya ampun, El!!!! kemana saja kau pergi tadi El? aku sudah sangat khawatir menunggumu disini. Sebenarnya kau kemana tadi, Hah?" Tanya Alex. Ia benar-benar sangat bersemangat.


"Alex, saat ini aku berada dibawah penginapan. Aku ingin kau kesini sekarang Dan juga bawa uang, ya. Ini sangat penting. Nanti akan kuceritakan semuanya kepadamu. Yang terpenting kau kebawah sekarang. Cepat! aku menunggumu." Kata El dalam telepon itu. Ia pun langsung mematikan saat sudah mengatakan hal itu kepada Alex.


"Hmmm?? kenapa El menyuruhku kebawah sekarang? dan juga kenapa dia menyuruhku membawa uang." Kata Alex heran.


"Lebih baik kau turuti saja semua apa yang diakatakan El saat ini. Nanti kalau semuanya sudah selesai, baru kita tanya kemana saja El pergi tadi." Kata Aditya kepada Alex.


"Baiklah, aku akan kebawah dulu. Kau tunggu disini saja ya. Jangan sampai ada yang tau keberadaanmu disini.Oke." Kata Alex. Aditya pun mengangguk tanda ia mengerti. Alex pun langsung berlari keluar.


Saat sudah sampai dibawah Alex pun langsung mencari keberadaan El. Ia melihat ke kanan dan ke kiri mencari sosok El.


"Alex, aku disini." Kata El. Alex pun langsung menoleh kearah El. Ia langsung berlari menghampiri El.


"Ya ampun, aku kira kau tak akan kembali El. Kemana saja kau sejak tadi?" Tanya Alex. Pada saat itu juga Alex melihat seorang bapak yang berdiri tepat disamping El.


"Dia siapa El?" Tanya Alex heran.


"Nanti saja kujelaskan. Saat ini aku butuh uang. Kau membawa uang yang aku suruh itu kan?" Tanya El. Alex pun mengangguk dan mengeluarkan uang tersebut. El langsung mengambil dan memberikan ke bapak itu.


"Apa ini cukup?" Tanya El. Alex pun hanya bisa melihat heran kearah mereka berdua.


"Hmmm, lebih kurang cukup. Terimakasih, ya" Kata bapak itu. El pun mengangguk dan tersenyum.


"Aku pamit dulu. Semoga kau tidak tersasar lagi. Satu lagi, semoga selama kau disini kau tidak bertemu duyung itu lagi. Aku hanya takut jika duyung itu jatuh cinta kepadamu karena telah kau telah menyelamatkan nyawanya." Kata bapak itu tersenyum sekilas. El pun dibuat terdiam dengan perkataan bapak itu.


"Hahaha, aku hanya bercanda. Kau serius sekali." Kata bapak itu tertawa. El pun baru terlihat tidak takut lagi setelah bapak itu menertawainya. Setelah itu bapak tadi pamit lagi kepada El dan baru benar-benar pergi.


"Alex, kita harus masuk kedalam. Diluar udaranya terlalu dingin." Kata El. Ia pun langsung berjalan lebih dulu dari Alex. Dan Alex pun langsung mengikut El dari belakang.


"Duyung itu memang ada, secara tidak sengaja kau telah masuk ke hati duyung tadi yang telah kau selamatkan itu. Aku tidak tau apa yang akan terjadi kepadamu. Tapi, perasaanku mengatakan sepertinya takdir akan membawamu ke tempat duyung itu. Ini hanya pengalamanku." Kata bapak itu tersenyum sinis. Setelah itu, ia pun baru benar-benar pergi.


El maupun Alex sekarang sudah berada didalam kamarnya. Begitu juga dengan Aditya yang masih berada didalam kamar El.


"Siapa dia?" Tanya El heran saat ia pertama kali melihat Aditya. Ia tidak mengenal Aditya karena pada saat itu lampu kamar dimatikan. Dan El tidak begitu melihat wajah Aditya.


"Ini namanya Aditya. Dia pria yang datang bersama Della itu. Dia yang telah membantumu keluar dari rencana jahat Sherly. Dia juga yang telah membantu kita untuk membuat Sherly tidak bisa melaporkan kejadian ini ke siapapun. Aditya benar-benar membuat Sherly tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Dia benar-benar hebat El. Oiya, dia juga seorang dokter lho El." Kata Alex dengan sangat antusias sambil tersenyum.


"Owh, jadi namamu Aditya. Aku benar-benar sangat berterima kasih kepadamu karena telah membantuku keluar dari perangkap jahat Sherly. Seperti yang diceritakan Alex, kau benar-benar hebat. Apa benar kau membuat Sherly tidak bisa melakukan apa-apa lagi?" Tanya El.


"Aku hanya mengatakan kebenarannya dan membuat Sherly tidak bisa menyebar luaskan kebohongan lagi. Aku hanya melakukan apa yang disuruh Della." Kata Aditya tersenyum.


"Della benar-benar memilih orang yang tepat. Sekali lagi aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu." Kata El. Mereka berdua pun saling berjabat tangan dan tersenyum. Alex pun tersentak dan teringat sesuatu.


"Oiya, El. Kau kemana saja tadi hah? aku dan Aditya benar-benar sudah sangat cemas menunggumu disini. Kau juga tidak bisa dihubungi." Kata Alex heran.


"Ahhh, itu. Sebenarnya pada saat itu aku hanya ingin menghindari staf-staf yang berada diluar dan mencari tempat yang sedikit sepi. Tapi, entah kenapa tiba-tiba aku masuk kedalam hutan yang sangat mengerikan." Kata Eldengan ekspresi wajah yang sedikit ketakutan.


"Hutan? kenapa kau bisa sampai ke situ? lalu? siapa bapak tadi itu?" Tanya Alex masih dengan wajah penasaran.


"Aku juga tidak tau, aku hanya mengikuti jalan yang ada saja dan terus jalan lurus kedepan sampai tiba-tiba aku masuk kedalam hutan itu. Dan pada saat itu aku benar-benar sangat ketakutan. Aku juga tidak bisa menghubungimu. Lalu, tiba-tiba ada seseorang yang memegang pundakku. Aku tidak melihat siapa itu. Aku hanya lari dan kabur dari orang itu." Kata El masih dengan wajah yang ketakutan.


"Lalu?" Tanya Alex.


"Aku terus lari dan akhirnya entah kenapa aku keluar dari hutan itu. Dan pada saat itu aku melihat dan bertemu dengan bapak tadi. Tapi, ada sesuatu yang masih tidakku percaya." Kata El sambil mengingat kejadian tadi.


"Pada saat aku menghampiri bapak itu, aku melihat bapak itu tampak seperti menangkap manusia. Dia seorang wanita, aku melihatnya, dia juga berambut panjang. Aku hanya takut jika bapak itu menjual wanita itu atau melakukan hal jahat. Aku pun berusaha untuk melepaskan wanita itu dari jaring bapak tadi itu. Saat sudah lepas bapak itu malah marah-marah kepadaku. Lalu....." Kata El sedikit tidak yakin.


"Lalu, apa?" Tanya Alex semakin heran karena El tidak melanjutkan perkataannya.


"Bapak itu mengatakan kalau itu bukan manusia melainkan adalah seekor duyung. Aku awalnya juga tidak percaya. Tapi, setelah lama menunggu wanita tadi, ia juga tidak muncul kepermukaan laut. Dia bahkan terus berenang kebawah, padahal ia tidak menggunakan alat menyelam apapaun." Kata El dengan sangat serius.


"Dan sebenarnya, satu hal yang aku ingat, aku juga melihat wanita itu mempunyai sebuah ekor berwarna biru yang sangat mirip seperti ekor duyung. Tapi, badan atasnya seperti manusia." Kata El dengan wajah terkejut.


"Astaga!" Kata Alex terkejut sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Begitu juga dengan Aditya yang juga sama terkejutnya dengan Alex. Mereka saling pandang memandang bertiga.