
Disebuah laut yang tampak tenang. Ternyata ada sebuah kehidupan didalamnya. Kehidupan yang jauh berbeda dari kehidupan manusia diatas sana. Tak ada yang tau, bahkan manusia pun tidak pernah sadar. Bahwa sebenarnya sebuah laut yang pernah mereka kunjungi. Ternyata, didalamnya ada kehidupan lain yang jauh berbeda dari manusia.
Dan didalam kehidupan itu hidup ratusan ekor duyung. Bukan manusia. Melainkan duyung. Mereka lahir dari spesies yang berbeda dengan manusia. Tapi, setengah badan mereka menyerupai manusia dan setengahnya lagi berupa ekor seperti ikan yang bersisip.
Kehidupan mereka sangat jauh dari permukaan dan berada jauh didasar laut. Semua duyung-duyung yang hidup disana hidup dalam sebuah kerajaan. Nama kerajaan mereka adalah Pevlopetri. Sebuah kerajaan tempat duyung-duyung tinggal. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang Dewi bernama Auristela. Dewi dari semua duyung.
Dewi Auristela telah memimpin kerajaan Pevlopetri selama 200 tahun. Selama itu. Dewi Auristela sangat ditakuti dan sangat dihormati oleh semua penduduk kerajaan. Kekuatan yang dimilikinya lebih besar dan lebih kuat daripada duyung lainnya. Semua orang memujanya. Ada saja satu duyung yang melakukan kesalahan. Dewi Auristela tidak pernah takut untuk menghukum mereka.
Kehidupan mereka dibawah sana sangat berbeda dengan manusia diatas sana. Mulai dari makanan, tempat tinggal, dan semua barang-barang mereka terbuat dari benda-benda yang ada dilaut. Ekor mereka juga memiliki warna yang berbeda-beda. Alhasil, kerajaan itu tampak lebih berwarna-warni karena keberagaman warna ekor duyung-duyung disana.
Duyung-duyung itu juga memiliki keluarganya masing-masing. Mereka hidup dengan makmur dan tentram. Setiap duyung memiliki pasangannya masing-masing dan juga memiliki anak. Begitulah, kehidupan duyung dibawah laut.
Kehidupan yang dianggap mustahil oleh manusia. Kehidupan yang bahkan tidak dipercaya oleh manusia. Tapi, nyatanya ada.
Dan salah satu duyung yang tinggal di kerajaan itu adalah Arabella Calista Kylie. Biasa dipanggil Bella. Duyung yang memiliki wajah yang sangat cantik. Ekor duyungnya bewarna biru bercampur pink. Bola matanya bewarna biru. Kulit atasnya bewarna putih dan sangat mulus. Rambutnya yang panjang bewarna coklat dengan jalinan kecil dibagian tengahnya dan diberi hiasan bergambar bintang laut.
Bella tinggal bersama sepupunya. Hanya berdua saja. Orang tua mereka mati saat sedang melakukan perjalanan ke atas dasar laut. Karena pada saat itu mereka dapat tugas dari Dewi. Waktu itu Bella masih sangat kecil. Ia berpikir orang tuanya mati karena memang udah waktunya. Tapi, semakin besar, Bella semakin mengerti. Orangtuanya meninggal karena dibunuh manusia.
Manusia-manusia itu membunuh orang tua mereka dengan sangat sadis dan menjadikan mereka sebagai bahan penelitian. Semenjak Bella tau kejadian itu. Ia sangat membenci manusia. Bella bahkan bertekad bahwa ia akan membalas semua perlakuan manusia-manusia itu. Bagi Nabila semua itu tidak adil. Orangtuanya tidak bersalah. Tapi, manusia jahat itu membunuh orang tuanya.
Begitu juga dengan sepupu Bella. Namanya adalah Zanna. Orang tua Zanna juga mati seperti yang dialami orang tua Bella. Akhirnya, mereka pun tinggal berdua saja. Tidak ada keluarga yang mereka miliki lagi. Bella hanya memiliki Zanna. Begitu juga dengan Zanna ia hanya memiliki Bella saat ini.
Bella dan Zanna bekerja untuk Dewi Auristela. Setiap hari Bella maupun Zanna rajin mengerjakan tugas mereka masing-masing. Tugas mereka adalah menyajikan makanan untuk Dewi Auristela. Dewi yang sangat di agung-agungkan mereka. Mereka berdua telah mengabdikan hidup mereka hanya untuk Dewi Auristela.
"Zanna, sudah saatnya kita ketempat Dewi Auristela. Kita harus bekerja." Kata bella.
"Aku masih mengantuk. Biarkan aku tidur sebentar lagi " Kata Zanna dan lanjut tidur.
Bella pun hanya bisa menghela napas melihat sepupunya itu. Zanna mempunyai kebiasaan seperti itu. Susah dibangunkan. Bella bahkan sudah berulangkali membangunkan Zanna. Tapi, ia tidak bangun-bangun juga.
"Ya sudah. Aku pergi dulu. Siap-siap saja sepertinya waktumu tidak lama lagi." Kata Bella menakuti Zanna. Sebenernya apa yang dikatakan Bella benar. Dewi Auristela adalah duyung yang sangat berkuasa. Ia bisa saja menghukum penduduknya yang melanggar aturan.
"Astaga! aduh. Bella jangan berkata seperti itu. Aku belum mau mati. Dendamku terhadap manusia belum terbalaskan." Kata Zanna langsung terbangun.
Akhirnya, mereka berdua pun pergi bersama ke istana Dewi Auristela. Berbeda dengan Bella. Zanna memiliki ekor berwarna hijau dengan rambut yang digulung dan hiasan kerang kecil di rambutnya.
Perjalanan mereka tidak terlalu jauh. Hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mereka berenang ke istana Dewi.
Saat mereka sudah sampai di istana Dewi. Bella langsung mempersiapkan keperluan Dewi dan masuk kedalam ruangannnya. Sedangkan Zanna hanya mengurusi urusan diluar ruangan Dewi Auristela.
"Izinkan hamba masuk, yang mulia Dewi." Kata Bella sambil menundukan kepalanya didepan pintu masuk ruangan Dewi.
"Masuklah." Kata Dewi Auristela.
"Ini makananmu hari ini, yang mulia Dewi." Kata Bella masih menundukan kepalanya.
"Baiklah." Kata Dewi Auristela.
Penampilan Dewi Auristela sangat berbeda dengan Bella. Ekor Dewi Auristela berwarna emas. Bahkan hanya Dewi saja yang memakai jubah berwarna emas juga. Dewi Auristela juga memakai mahkota emas dan tongkat emas yang selalu dipegangnya. Perbedaannya itulah yang membedakan Dewi Auristela dengan duyung lainnya. Wajah Dewi Auristela sangat tegas ditambah dengan warna bibirnya yang merah. Membuat Dewi Auristela benar-benar sangat berkuasa.
"Jangan keluar dulu. Temani aku makan disini." Kata Dewi kepada Bella. Bella pun yang mendapat perintah langsung berbalik dan menghadap Dewi Auristela.
"Angkat kepalamu. Saat kita berdua saja diruangan ini kau tidak perlu melakukan itu." Kata Dewi. Ternyata, Dewi Auristela sudah sangat percaya dengan Bella. Bella adalah salah satu orang yang mengerti dirinya dan siap melayaninya kapan saja.
"Baik, yang mulia." Kata Bella. Ia tidak lagi menunduk dan duduk tepat didepan Dewi. sambil memperhatikan Dewi Auristela makan. Mereka pun mengobrol.
"Apa kau telah mendapatkan informasi dimana Dewa Ardiaz berada?" Tanya Dewi Auristela.
Ternyata sebenarnya yang memimpin kerajaan dulu adalah Dewa Ardiaz. Suami Dewi Auristela. Suatu saat. Dewa Ardiaz pergi dari kerajaan karena dapat panggilan oleh Dewa yang lebih tinggi dari mereka. Namun, sampai sekarang Dewa Ardiaz tidak pernah lagi kembali nke kerjaan. Semua pengawal kerajaan sudah mencari kemana-mana. Tapi, tidak ada tanda-tanda Dewa akan kembali. Dewi Auristela belum bisa memastikan apakah suaminya sudah meninggal atau bagaimana.
"Belum, yang mulia. Tapi, aku yakin Dewa pasti akan segera kembali. Dewa tidak mungkin meninggalkan Dewi sendiri disini. Dewa tidak akan tega melakukan itu. Karena Dewi adalah orang yang sangat dicintainya." Kata Bella. Dewi Auristela pun tersenyum kearah Bella.
Itulah kenapa Dewi Auristela begitu sangat dekat dan percaya dengan Bella. Bella selalu memberinya semangat dan membuatnya bisa tersenyum lagi. Semenjak kepergian Dewa. Dewi Auristela tidak pernah tersenyum seperti ini. Tapi, saat Bella datang. Dewi bisa kembali menjalani hari-harinya.