Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 28 Menemukan Hutan terlarang



El, Alex maupun Aditya benar-benar sangat terkejut dengan perkataan El itu. Mereka benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihat El itu. Alex terlihat sangat terkejut karena pada akhirnya El melihat sendiri langsung keberadaan duyung yang benar adanya itu. Selama ini El Tidka pernah percaya kalau duyung itu ada. Tapi, Sekarang ia malah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa duyung itu ada.


"Berarti berita kemaren itu benar El. duyung itu memang ada. Kau sekarang percaya kan El kalau duyung itu benar-benar ada didunia nyata ini. Mereka emang punya kehidupan di dasar laut itu." Kata Alex. Dari awal Alex juga memang sudah sangat percaya tentang duyung itu. Hanya saja El tidak pernah percaya.


"Tidak! aku masih tidak percaya. Sampai kapanpun aku tidak akan percaya tentang duyung itu. Mana mungkin duyung itu ada. Itu mustahil. Aku rasa bapak itu pasti hanya ingin menakuti-nakuti aku saja. Dia pasti berbohong." Kata El. Ia melihat Alex maupun Aditya dengan tatapan sangat yakin.


"Sebentar, El. Maaf karena aku memotong pembicaraanmu. Jadi, aku ingin pamit karena aku harus kembali ke penginapanku. Hari sudah semakin malam. Aku hanya takut rekan kerja ku yang lain mencariku dan khawatir karena aku tidak kembali juga." Kata Aditya. Ia baru teringat karena keasikan bicara dengan Alex dan El. Ia juga harus kembali ke penginapannya.


"Ahhh iya, maaf Aditya. Kau jadi harus pulang malam karena harus membantu kami. Maaf juga karena aku terlalu hanyut dengan cerita El jadinya aku lupa kalau kau juga harus pulang ke penginapanmu." Kata aelx merasa bersalah karena telah membuat Aditya menunggu lama di penginapan El.


"Ahh, tidak apa-apa. Menolong kalian sudah menjadi tugasku. Baiklah, aku pergi dulu ya." Kata Aditya. Ia tersenyum ke El maupun Alex.


"Baik Aditya, sekali lagi aku ingin mengucapkan terimakasih kepadamu, karena secara sukarela kau mau membantuku. Kau rela menghabiskan waktu disini sampai malam hanya karena ingin membantuku." Kata El. Ia tersenyum kepada Aditya.


"Sama-sama El, oiya kalau kalian sudah pulang dari sini. Kau bisa menghubungiku. Sesekali kita bisa mengobrol bersama. Aku dengar dari Alex katanya apartemenmu juga dekat dengan rumah sakit tempat aku bekerja." Kata Aditya.


"Ahh iya El. Aku belum mengatakannya kepadamu, sebenarnya rumah sakit tempat Aditya bekerja itu sangat dekat dengan apartemenmu. Mungkin kau dan Aditya bisa saling bertemu nantinya." Kata Alex.


"Owh begitu, iya baguslah kalau begitu. Aku pasti akan menghubungimu." Kaya El sambil tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit pergi dulu." Kata Aditya. El pun tersenyum sambil mengangguk begitu juga dengan Alex.


"Oiya, satu lagi El. Aku setuju dengan Alex. Aku percaya kalau di dunia ini duyung itu ada. Mereka juga punya kehidupan sendiri di bawah laut diisana." Kata Aditya sambil sedikit berbisik ditelinga El.


"Kau ini sama saja dengan Alex. Percaya dengan hal yanh aneh-aneh." Kata El tertawa. Aditya pun hanya tersenyum ke arah El dan setelah itu Aditya pun baru keluar dari kamar El.


"Benarkan, Aditya juga setuju denganku. Semua orang percaya El kalau duyung itu ada. Hanya kau saja yang tidak percaya dengan duyung itu, El." Kata Alex saat Aditya sudah keluar dari kamar El.


"Sudahlah, Alex. Aku benar-benar sangat lelah. Aku hanya ingin beristirahat. Aku hanya ingin tidur dan melupakan semua kejadian hari ini." Kata El sambil membuka kemeja putihnya dan menggantinya ke baju kaos bewarna putih.


Di Bawah Laut....


Setelah berhasil kabur dari El dan bapak tadi. Bella pun kembali ke tempat tujuannya, sesuai dengan petunjuk dari peta yang dipegangnya itu.


"Aku benar-benar beruntung bisa selamat dari manusia tadi. Ternyata manusia-manusia diatas sana emang suka menangkap duyung dan setelah itu pasti mereka akan membunuh duyung yang mereka tangkap itu." Kaya Bella dengan wajah cemberut.


"Benar-benar jahat. Tapi..... kenapa salah satu manusia tadi malah ingin melepaskanku ya? itu pertama kalinya aku melihat manusia yang mau berbuat hal seperti itu. Hmm, tapi yasudahlah akunjuga tidak akan bertemu dengan manusia-manusia itu lagu. Yang terpenting aku bisa selamat berkat manusia tampan tadi." Kaya Bella sambil tersenyum bahagia.


"Oiya, aku harus fokus dengan tujuanku kemari tadi. Aku harus menemukan hutan terlarang itu dan mengambil kan obat untuk Dewi Auristela. Aku harus cepat, aku harus segera kembali agar Zanna tidak terlalu cemas menungguku dirumah sendiri." Kata Bella. Ia kembali melihat peta tadi dan berenang terus mendekati sebuah batu besar. Bella terdiam didepan batu itu.


"Berdasarkan peta ini, hutan itu letaknya tepat didekat batu besar ini. Tapi, kenapa aku tidak melihat hutan itu sama sekali ya? apa tempatnya tersembunyi? tapi dimana? bagaimana cara agar aku bisa menemukan hutan itu ya?" Tanya Bella sangat heran. Ia mengelilingi batu besar tadi dan tidak menemukan apapun.


Bella pun sudah sangat lelah dan capek mencari hutan terlarang itu. Saat Bella sudah kembali didepan batu besar tadi. Tiba-tiba badan Bella terasa lemas dan kepalanya juga tiba-tiba terasa pusing. Energi Bella benar-benar terasa habis dan sedikit demi sedikit mulai terasa berkurang.


"Kenapa badanku jadi lemas begini, ya. Kenapa kepalaku juga terasa pusing sekali. Apa karena aku tadi terlalu berenang keatas permukaan laut. Sepertinya energiku begitu terkuras karena tadi aku berusaha berenang cepat untuk menghindari manusia itu. Aduh, kepalaku terasa semakin pusing." Kata Bella.


Secara tidak sengaja Bella pun memegang batu besar yang ada didepannya tadi. Salah satu telapak tangan Nabila menyentuh batu itu. Tak disangka, tiba-tiba batu tadi bersinar sangat cerah bewarna oren dan setelah itu batu itu pun terbelah menjadi dua bagian. Bella sontak terkejut dan menjauh dari batu itu. Ia benar-benar sangat terkejut apa yang terjadi dengan batu itu.


"Ada apa ini? kenapa saat aku menyentuh batu itu, seketika batu itu langsung terbelah dua?" Tanya Bella heran.


Saat batu itu sudah terbelah dan tidak bersinar lagi. Bella pun perlahan mendekat dan melihat apa isi dalam batu itu. Seketika ekspresi wajah Bella berubah ceria saat mengetahui bahwa didalam batu ada sebuah hutan. Bella sangat yakin hutan inilah yang dicarinya. Bella juga melihat dalam hutan itu ada banyak bermacam tumbuhan bewarna emas yang Bella yakin pasti itu adalah obat yang dibutuhkan Dewi Auristela.


"Yeee! akhirnya aku menemukan hutan ini." Kata Bella.


Ia pun masuk kedalam hutan itu. Tapi, seketika saat Bella sudah masuk kedalam hutan yang ada didalam batu itu. Batu tadi pun langsung tertutup rapat lagi seperti bentuk semulanya. Setelah batu itu tertutup tiba-tiba kepala Bella terasa lebih sakit lagi. Dan tiba-tiba penglihatan Bella semakin kabur dan akhirnya Bella pun pingsan didalam hutan itu.