Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 14 Berpura-pura



Akhirnya, Alex dan El pun sampai di bandara. Mereka berjalan ditengah-tengah orang lain yang memenuhi bandara itu. Alex membawa tas El. Dan El pun hanya memegang tas kecilnya. Gaya El sangat keren. Semua orang melihat kerah El dan Alex saat mereka lewat diantara mereka.


Bahkan ada yang sampai memberikan El bunga. Juga ada yang minta foto dan tanda tangan. Tapi, Alex melindungi El dan menghentikan orang-orang itu. Karena mereka tidak punya banyak waktu lagi.


"Jangan dikasih El. Nanti yang lain pada kesini semuanya." Kata Alex. Ia menarik El menjauh dari orang-orang itu.


"Tapi, mereka hanya minta foto saja." Kata El. Ia merasa kasihan dengan orang-orang itu. El tidak tega melihat orang-orang itu kecewa dengannya.


Alex pun akhirnya mengalah dan membiarkan El memberikan foto dan tanda tangan ke beberapa penggemarnya yang ada di bandara. Setelah selesai, El dan Alex berjalan lebih cepat. Karena mereka takut telat. Pasti direktur Yosi dan Sherly sudah menunggu mereka.


"El! kami disini." Kata Sherly. Ia berteriak dan melambaikan tangannya. Agar El melihat mereka yang menunggu di salah satu kursi disana. El pun melihat mereka. Ia berlari ke tempat Sherly duduk.


"Kami belum terlambat kan." Kata El. Ia sedikit mengatur nafasnya yang sedikit terengah-engah karena berlari tadi. Begitu juga dengan Alex. Ia pun langsung terduduk di salah satu kursi disana.


"Kenapa kalian berlari-lari. Apa ada yang mengejar kalian?" Tanya Sherly.


El baru sadar kalau itu Sherly. Seketika El langsung mengingat perkataan Della tadi. Semua itu sangat membekas dikepalanya. Seketika El langsung membuang mukanya dan tidak melihat kearah El. Saat ini El begitu kesal dengan Sherly. Bisa-bisanya Sherly merencanakan rencana jahat kepadanya. Didepan El ia terlihat sok peduli dan baik. Tapi, ternyata dibelakang El. Ia sudah mempersiapkan rencana jahat.


"Bukan urusanmu." Kata El ketus. Ia benar-benar tidak melihat Shelry sama sekali. Dan sibuk menghapus keringat dikenangnya.


"El, kenapa kau bicara ketus denganku. Kau marah ya? aku ngelakuin kesalahan ya?" Tanya Sherly. Ia memegang tangan El. dan menatap El dengan wajah cemas.


Alex langsung menyadari kalau El terlihat marah dengan Sherly. Alex langsung ingat. Pasti El mengingat pembicaraan mereka dengan Della tadi. Pasti saat ini El sedang kesal dengan Shelry karena ia juga ikut-ikutan merencanakan hal jahat kepada El. Alex langsung bangkit dari duduknya tadi. Dan menarik El menjauh dari Sherly.


"El, jangan sampai Shelry tau kalau kita sudah tau rencananya. Kau harus kondisikan amarahmu. Kau harus sabar menahan amrahmu sampai di menjalankan rencananya. Kita juga harus menjalankan rencana kita seperti yang Della katakan." Kata Alex. Ia sedikit berbisik-bisik ditelinga El.


"Tapi, melihat wajahnya saja membuat aku kesal. Sulit untuk menahan amarah ini." Kata El.


"Kau tidak ingin kan hancur ditangan Sherly. Kau ingin kalah darinya? ingat El. Kau itu lebih hebat darinya El. Kau harus ingat itu. Kita harus bisa melewati ini semua." Kata Alex menyemangati El.


"Baiklah, baik. Aku akan sabar menghadapinya. Sampai proyek ini berakhir." Kata El. Alex pun mengangguk dan tersenyum kepada El. Alex yakin mereka bisa menghadapi Shelry.


Mereka kembali berjalan kearah Shelry. El tidak lagi melihatkan wajah kesal dan marahnya. Ia akan menahan semua ini. Seperti yang dikatakan Alex tadi. Alex pun duduk ditempatnya tadi. El pun berdiri dihadapan Shelry. Ia sedikit ramah kepada Shelry.


"Maafkan aku. Tadi, aku sedikit kesal karena aku sangat lelah saat berlari tadi." Kata El. Sekrang El Bahkan tersenyum ke arah Sherly.


"Tidak apa-apa El. Melihat kau tersenyum seperti ini saja sudah membuat hatiku gembira." Kata Sherly. Bahkan, ia langsung memeluk lengan El.


"Hai El. Kau sudah disini ternyata. Kapan kau sampai?" Tanya direktur Yosi. Ia baru saja datang dengan sekretarisnya.


"Baru saja. Aku sedikit terlambat tadi karena ada beberapa masalah." Kata El sambil tersenyum.


"Masalah apa? kau baik-baik saja kan? kau tidak terluka kan?" Tanya direktur Yosi begitu perhatian.


"Tenang saja. Selama ada aku disini. El pasti baik-baik saja." Kata Sherly. Ia sedikit memberi tanda kode ke direktur Yosi. Bahwa ia bisa melakukan rencana mereka berdua.


"Baguslah, kalau begitu. Ini sudah waktunya kalian masuk ke pesawat. Aku bisa mengantar kalian sampai disini saja." Kata direktur Yosi.


"Baiklah, Ayuk El. Kita masuk kedalam." Kata Sherly. Ia masih mengalungkan tangannya di lengan El.


"Terimakasih. Karena kau sudah mengantarkan kami sampai sini." Kata El. Dan menundukan kepalnya. Direktur Yosi pun tersenyum kearah El dan mengangguk kan kepalanya. Sherly, El dan Alex pun serta beberapa staf yang lain pun masuk kedalam dan pergi dari hadapan Direktur Yosi.


Saat semuanya sudah pergi. Direktur Yosi pun mengeluarkan hpnya. ia tampak menelepon seseorang. Direktur Yosi pun menunggu sesaat sampai teleponnya benar-benar terhubung ke orang itu. Saat telah terhubung direktur Yosi pun langsung berbicara.


"Mereka semua sudah berangkat. Kau juga pergilah dan bawa wartawan yang lain. Jangan sampai rencana ini gagal." Kata direktur Yosi. Ia langsung mematikan teleponnya saat ia sudah mengatakan semua apa yang ingin ia katakan. Direktur Yosi pun tersenyum sinis dan meninggalkan bandara itu bersama sekretarisnya.


Saat sudah didalam pesawat. Awalnya, El duduk berdua dengan Alex. Mereka terlihat nyaman berdua. Tapi, tiba-tiba Sherly datang dan menganggu ketenangan mereka berdua.


"Alex, kau seharusnya duduk bersama menajerku. Aku yang seharusnya duduk bersama El." Kata Shelry sambil melipat kedua tangannya. Wajah Sherly terlihat cemberut dan kesal dengan Alex.


"Mana ada peraturan seperti itu. Kita semua bebas mau duduk dimana. Aku manajer El. Sudah seharusnya aku duduk di samping El." Kata Alex. Ia sekarang juag ikut-ikutan melipat tangannya didada seperti yang dilakukan Shelry.


"Tidak, aku ini model dan El juga. Kami akan dipasangkan dalam pemotretan nanti. Kami harus saling dekat satu sama lain. Aku harus selalu berada di samping El. Agar pemotretan kami sukses." Kata Shelry. Kini nada suara Shelry lebih dikeraskannnya.


Alex berniat membalas perkataan Shelry itu. Tapi, tiba-tiba El memegang tangan El. Dan membisikan sesuatu.


"Alex jangan lupa dengan rencana kita. Aku sudah berusaha untuk menghadapinya. Kau juga harus." Kata El. Bisikkannya benar-benar tidak terdengar sama sekali dengan Sherly. Alex pun akhirnya mengalah dan berdiri. walaupun, ia sangat kesal. Tapi, ia melakukan ini demi El.


Sherly pun langsung duduk disamping El. Dan seperti biasa ia juga langsung memeluk lengan El. El hanya bisa tersenyum terpaksa. Shelry begitu bahagia sambil tersenyum lebar.


"Kalau begini sepertinya rencanaku akan aberhasil." Kata Shelry dalam hati.