Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 20 Memulai rencana (2)



El dan Sherly pun memulai pemotretan selanjutnya. Mereka bergaya sesuai dengan anjuran yang diberikan Anton. Mereka sangat profesional dan tampak sangat menguasai pemotretan kali ini. Sejauh ini tidak ada yang terlihat mencurigakan. Semua tampak tenang dan santai. El sudah siap menunggu-nunggu kapan Sherly Memulai aksinya.


Tak lama El berpikiran seperti itu. Tepat, saat itu juga Sherly mulai sedikit oleng. Ia memegang kepalanya. Matanya juga sedikit tertutup. Ia tampak sangat pusing. Ia juga mulai memegang tangan El. Saat itu juga El langsung tertawa dalam hatinya.


"Permainan segera dimulai." Kata El dalam hatinya.


"Sherly, kau baik-baik saja?" Tanya El. Saat ini El juga sedang berakting seakan-akan Sherly benar-benar terlihat tidak baik-baik saja.


"Tiba-tiba kepalaku sakit El. Rasanya sekarang seperti aku sedang berputar-putar disini El. Perutku juga terasa mual. El, aku tidak bisa lagi melihatmu secara jelas. Kau seperti ada tiga, El." Kata Sherly. Ia membuat-buat seakan-akan badannya sekarang benar-benar akan pingsan. El pun langsung memegangi tangan Sherly.


"Hentikan pemotretan! Sherly tiba-tiba pusing." Kata El kepada semua staf dan juga Anton.


Semua orang terkejut. Manajer Sherly dan beberapa staf lari menghampiri mereka berdua. Pada saat itu juga, diam-diam El mengedipkan matanya. Ia memberi kode kepada Alex. Saat semua orang sibuk dan cemas mengurus Sherly. Alex diam-diam pergi kedalam. Ia harus lebih dulu masuk kekamar Sherly.


"Pertama, aku harus jalan pelan-pelan dulu. Jangan cemas. Kau harus santai Alex. Rileks. Jangan terlihat mencurigakan." Kata Alex. Ia memberi semangat kepada dirinya sendiri. Perlahan, Alex jalan menuju tempat penginapan mereka.


Tiba-tiba ada yang memanggil Alex. Seketika, Alex langsung terdiam dan takut. Saat ini Alex benar-benar takut jika ada seseorang yang melihatnya. Bisa-bisa rencana dia maupun El bisa hancur. Perlahan, Alex melihat kearah sampingnya. Tepat, diamana suara seseorang yang memanggilnya.


"Alex! aku disini. Ini aku Della." Kata Della. Ia tampak bersembunyi di sela-sela pohon disamping tempat penginapan itu.


"Astaga, ternyata kau Della." Kata Alex pelan-pelan. Ia berlari ketempat Della bersembunyi saat ini.


"Iya, Apa kau mau masuk kedalam, Alex? saat ini aku akan bersiap-siap masuk juga. Pria yang akan masuk bersamaku sudah duluan menungguku didalam." Kata Della.


"Kalau begitu, kita sama-sama saja masuk kedalam. Pelan-pelan saja. Saat ini aku akan masuk kekamar Sherly dulu. Aku akan menunggu El disitu." Kata Alex. Masih dengan suara yang pelan.


"Baiklah, kita akan masuk kedalam bersama." Kata Della.


Mereka keluar dari tempat persembunyian tadi. Mereka jalan perlahan masuk ke tempat penginapan. Karena semua orang sudah mengenal Alex sebagai manajernya El. Jadi, tidak ada yang terlihat curiga dengan Della. Karena ia berjalan bersama Alex. Saat ini Della juga memakai topi hitam dan masker hitam. Della terlihat hanya seperti tata rias saja. Della juga menyimpan kameranya di dalam tasnya.


Mereka sekarang benar-benar sudah sampai dilantai 2.


"Alex, aku dan pria itu akan bersembunyi diruangan disana." Kata Della sambil menunjuk kearah kirinya.


"Baiklah, aku akan masuk kekamar Sherly." Kata Alex. Ia menunjuk kearah kanannya.


"Berarti kita beda arah. Baiklah, kita harus cepat. Kita tidak punya banyak waktu." Kata Della. Alex pun mengangguk. Mereka berdua pun berjalan kerah mereka masing-masing.


Ditempat El tadi. Sherly sudah berada didalam gendongan El. Beberapa manajer dan staf sudah berada didekat El dan Sherly.


"El, sebaiknya kita bawa Sherly ke kamarnya saja. Udara diluar sangat dingin. Tidak baik untuk kondisi Sherly saat ini." Kata Manajer Sherly. Ternyata, manajer Sherly juga ikut-ikutan merencanakan hal ini.


El pun berekspresi seakan-akan ia panik dan cemas akan kondisi Sherly. Ia menggendong Sherly sampai kedalam kamarnya. Dalam gendongan El. Sherly, terlihat bahagia karena rencananya berhasil. Dalam hatinya, Sherly senyum-senyum sendiri karena El berhasil masuk kedalam perangkapnya.


Padahal, tanpa sepengetahuan Sherly. El sudah lebih dulu tau tentang rencana Sherly. Ia juga sudah membuat rencananya sendiri.


Saat sudah tiba didalam kamar penginapan Sherly. El langsung membaringkan Sherly di kasurnya. El langsung duduk di tepian kasur Sherly. El. berpura-pura seolah-olah ia tampak sangat cemas.


Pada saat itu juga, Sherly mengode manajernya untuk keluar bersama staf yang lainnya. Manajernya langsung mengerti dan menyuruh semua orang keluar.El dan Sherly benar-benar tinggal berdua sekarang. Sherly tertawa sangat puas dalam hatinya.


Padahal, Sherly hanya tidak tau jika didalam kamar itu. Mereka tidak hanya berdua. Tapi, bertiga. Alex bersembunyi di belakang lemari Sherly.


"Sherly, apa kau baik-baik saja? kau sudah merasa baikan?" Tanya El.


"El, badanku sekarang benar-benar sangat lemah. Aku membutuhkanmu." Kata Sherly. Ia bersikap sok manja dan berpura-pura seakan-akan ia benar-benar sedang sakit.


"Aku ambilkan minum dulu. Ya." Kata El. Ia berdiri dan mengambil minum. Saat itu juga El melihat Alex yang bersembunyi dibelakang lemari. El sedikit mengangguk. Tanda bahwa sebentar lagi Alex harus mematikan lampu. Dan memulai aksi mereka. Alex pun mengerti dan ikut menganggukkan kepalanya.


"Ini minumanmu Sherly." Kata El. Ia memberikan minuman itu kepada Sherly. Tapi, bukannya minum Sherly malah meletakkan minuman yang diberikan El tadi diatas meja disamping kasurnya.


Tiba-tiba Sherly ingin memeluk Rafa. Tapi, untung saja Rafa lebih dulu menahan Sherly.


"Aku ingin memelukmu, El. Disaat seperti ini aku butuh pelukanmu." Kata Sherly. ia bersikap sok manja lagi dan seakan-akan ia benar-benar sangat lemah.


"Tidak, kau harus minum dulu agar kondisimu sedikit pulih." Kata El. Ia menahan tangan Sherly saat ia akan memeluknya.


Pada saat itu juga tiba-tiba lampu kamar Sherly mati. Ternyata, Della bersama seorang pria yang akan menggantikan El sudah bersiap diluar kamar Sherly. Pada saat Alex mematikan lampu. Setelah itu ia langsung membuka pintu masuk. Dan pria itu masuk kekamar Sherly


Setelah pria itu masuk. Della langsung pergi dan turun dari situ. Ia akan mencari posisi yang tepat untuk mengambil foto Antara Sherly dan pria tadi.


"El, kenapa lampunya tiba-tiba mati? El, kau dimana?" Tanya Sherly. Ia benar-benar kebingungan mencari El.


"Aku disini Sherly. Tenanglah. Jangan takut." Kata El. Tapi, saat ini yang berada didekat Sherly adalah pria tadi. El hanya menggunakan suaranya agar Sherly percaya kalau itu benar-benar dirinya. Tak disangka Sherly langsung memeluk pria tadi yang dikiranya El. Sherly terus memeluk Pria tadi erat. Ia benar-benar bahagia karena berhasil memeluk El. Padahal nyatanya tidak.


"Aku sangat membutuhkanmu. Aku butuh pelukan seperti ini." Kata Sherly tersenyum sinis.


Pada saat itu juga, Della sudah berhasil mengambil foto mereka berdua. Foto antara pria itu dan Sherly yang sedang berpelukan mesra. Ternyata, Della mengambil foto Sherly dari rumah yang berdekatan dengan tempat penginapan Sherly. Ia bersembunyi disana.


Sedangkan, Alex dan El sudah bersiap keluar dari kamar Sherly. Mereka pun terlihat senang karena berhasil melakukannya.