Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 24 Rahasia yang terbongkar



Di Dasar Laut.....


Setelah menerima perintah dari Dewi Auristela untuk mengambil obat di hutan terlarang itu. Bella kembali kerumah bersama Zanna. Mereka berdua hari ini tidak ditugaskan bekerja karena Dewi Auristela sedang sakit. Sedangkan Zico ia masih harus bekerja menjaga keamanan istana.


Dalam perjalanan pulang kerumah, Bella tidak menceritakan apapun ke Zanna. Ia ingat pesan dari Dewi Auristela untuk tidak mengatakan ke siapapun tentang rahasia ini. Bella juga sudah menyimpan bola kristal yang diberikan Dewi Auristela itu agar Zanna tidak melihat itu.


"Aku harus pergi langsung ke hutan itu nanti malam. Aku tidak punya banyak waktu. Kata Dewi Auristela perjalanan ke hutan itu juga cukup jauh. Jadi, sebisa mungkin aku harus pergi lebih cepat." Kata Bella dalam hati.


Bella masih terdiam dan memikirkan tentang kepergiannya nanti malam. Ia harus bisa diam-diam keluar rumah tanpa sepengetahuan Zanna. Bella akan pergi nanti malam dan paginya Bella harus sudah kembali agar Zanna tidak curiga.


Akhirnya, mereka sampai dirumah. Zanna dan Bella pun langsung masuk ke ruangan mereka masing-masing dan ingin beristirahat.


"Bella, aku ingin melanjutkan tidurku dulu ya. Nanti kita bertemu lagi saat makan malam." Kata Zanna. Ia tersenyum dan masuk kekamarnya.


"Baiklah, semoga tidurmu nyenyak." Kata Bella. Ia juga membalas senyuman Zanna.


Bella pun masuk kedalam kamarnya. Setelah itu ia terduduk dan tampak memikirkan sesuatu. Bella mengeluarkan bola kristal yang diberikan Dewi Auristela. Ia melihat-lihat bola itu dengan wajah yang heran dan penasaran.


"Andaikan aku punya banyak bola seperti ini. Aku bisa mengabulkan semua permintaanku. Benar-benar bola ajaib." Kata Bella sambil memperhatikan bola itu.


"Jika bola ini benar-benar bisa mengabulkan semua pemintaanku, apapun itu. Apa aku bisa minta agar kedua orang tuaku dikembalikan lagi kesini. Aku benar-benar sangat merindukan mereka." Kata Bella. Ia terlihat sedih dan lesu.


"Tapi, aku tidak boleh ceroboh menggunakan bola ini. Aku akan simpan dulu bola ini sampai perjalanan ke hutan itu selesai. Jika aku tidak membutuhkan bola ini saat misiku ke hutan ini. Barulah aku akan minta agar kedua orang tua ku dikembalikan." Kata Bella. Ia menyimpan bola itu lagi.


Setelah itu Bella pun memutuskan untuk tidur dan beristirahat. Bella akan melakukan perjalanan yang panjang nanti malam. Ia harus mengumpulkan tenaganya dan juga mempersiapkan dirinya.


Tak terasa, hari ternyata sudah malam. Lautan itu tampak gelap tapi berkat beberapa hewan bawah laut yang mengeluarkan sinar dalam tubuh mereka. Alhasil, lautan itu tampak lebih terang dan tidak gelap sama sekali.


Bella dan Zanna pun bangun dari tidur mereka. Saat ini mereka akan makan malam bersama. Seperti yang biasa mereka lakukan. Zanna dan Bella pun tampak mengobrol santai. Zanna pun tidak curiga sama sekali dengan Bella.


"Apa kondisi Dewi Auristela benar-benar sudah membaik?" Tanya Zanna. Ia juga khawatir mengenai penyakit Dewi.


"Kondisinya masih sangat lemah. Tapi, saat aku masuk keruangannya tadi. Dia masih bisa tertawa dan kelihatannya ia masih kuat-kuat saja." Kata Bella.


"Hmmm Dewi Auristela seperti itu mungkin karena ia ingin selalu menjadi kuat walaupun dalam kondisi lemah. Dia adalah pemimpin kerajaan ini. Dia pasti memikirkan nasib semua duyung disini jika dia mati. Andaikan, ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit Dewi Auristela itu." Kata Zanna.


"Iya, semoga obat itu ada dan bisa menyembuhkan Dewi Auristela. Aku juga berharap semoga Dewi Auristela tetap bisa memimpin kerjaan ini." Kata Bella tersenyum.


"Aku akan menunggu sampai Zanna benar-benar tertidur. Baru setelah itu aku akan langsung pergi." Kata Bella. Ia saat ini mengambil beberapa barangnya dan menyimpannya dalam sebuah tas kecil. Ia juga harus mempersiapkan beberapa barang yang dirasanya perlu.


Setelah mempersiapkan semua itu. Dan setelah Bella merasa Zanna sudah tertidur. Ia pun keluar dari kamarnya secara perlahan. Ia tidak ingin membangunkan Zanna. Bella berenang secara perlahan tanpa suara sedikitpun. Saat sudah tepat didepan pintu keluar. Tiba-tiba Zanna muncul dan mengagetkan Bella.


"Bella! malam-malam begini kau mau kemana?" Tanya Zanna heran. Ia baru saja keluar dari kamarnya. Ia bangun karena ada sesuatu yang ingin diambilnya. Tapi, saat ia keluar kamar. Ia malah melihat Bella yang terlihat seperti akan keluar dari rumah mereka. Nabila pun langsung terkejut. Tapi Nabila langsung terlihat santai..


"Sebenarnya tidak mau kemana-mana kok. Tadi Aku hanya ingin memeriksa sesuatu diluar. Aku mendengar bunyi suara aneh tadi diluar." Kata Bella berbohong. Ia benar-benar tidak menyangka kalau ia akan ketahuan dengan Zanna.


"Sepertinya tidak ada apapaun diluar. Kalau begitu aku masuk kekamar dulu ya." Kata Bella. Ia benar-benar ingin menghindari Zanna saat ini.


"Bella, kita ini sudah seperti saudara. Apapun yang kau lakukan atau apa yang aku lakukan kita harus saling mengetahui dan berbagi. Kau ingat kan kita tidak punya siapa-siapa lagi disini. Jadi, kau tidak seharusnya menyembunyikan sesuatu dariku seperti ini." Kata Zanna. Entah kenapa sepertinya Zanna tau kalau Bella akan pergi ke sesuatu tempat.


"Sebenarnya kau ingin kemana?" Tanya Zanna. Ia terlihat serius melihat Bella. Saat ini Zanna benar-benar ingin kejujuran dari Bella. Mereka sudah seperti saudara. Tidak seharusnya Bella menyembunyikan sesuatu darinya.


"Zanna, maafkan aku karena menyembunyikan hal ini. Sebenarnya aku sangat ingin mengatakan kepadamu. Tapi, ini perintah dari Dewi Auristela. Ia menyuruhku untuk tidak mengatakan kesiapapun mengenai hal ini." Kata Bella. Ia benar-benar sangat merasa bersalah dengan Zanna karena telah berbohong dengannya.


"Ya ampun Bella kau seharusnya tidak menyembunyikanya dariku. Bagaimana jika ada sesuatu yang menimpamu. Bagaimana jika sesuatu hal buruk terjadi kepadamu. Bagiamana jika semua itu terjadi sedangkan aku tidak tau." Kata Zanna. Ia benar-benar khawatir.


"Maafkan aku Zanna. Maafkan aku." Kata bella. Saat ini ia hanya bisa minta maaf ke Zanna.


"Sudahlah, Bella. Sekarang katakan kepadaku. Sebenarnya kau ingin pergi kemana?" Tanya Zanna.


"Sebenarnya ini keinginan aku sendiri. Karena itu Dewi Auristela memerintahkanku. Aku ingin mengambil sebuah obat yang bisa menyembuhkan Dewi Auristela. Dan obatnya itu terletak di sebuah hutan terlarang. Kenapa dikatakan hutan terlarang karena letaknya dekat dengan permukaan laut. Kata Dewi Auristela, konon dihutan itu kita bisa melihat manusia. Dan aku ingin mengambil kesempatan ini." Kata Bella.


"Bella, sudahku katakan kau harus menghapus dendammu itu. Jangan kau ambil resiko seperti ini hanya karena kau masih ingin membalas dendammu itu ke manusia-manusia diatas sana.Kau tidak seharusnya melakukan itu." Kata Zanna.


"Tapi, aku tetap harus melakukannya. Aku sudah berjanji dengan Dewi Auristela. Dia benar-benar sudah berharap denganku. Aku juga ingin melihat Dewi Auristela sembuh Tenang, aku juga sudah dikasih bola kristal ini. Bola ini bisa menjagaku." Kata Bella.


"Apa kau benar-benar yakin, Bella? aku benar-benar bisa melakukannya? aku hanya takut dan cemas." Kata Zanna. Ia benar-benar sangat takut jika sesuatu terjadi kepada Bella.


"Aku yakin aku pasti bisa melakukannya. Kau tenang saja. Jika, ada sesuatu yang terjadi kepadaku. Aku akan langsung meminta bantuan dengan bola ini. Percayalah kepadaku." Kata Bella ia berusaha meyakinkan Zanna.


"Aku berharap kau bisa cepat kembali. Dan aku ingin kau selamat sampai tujuan." Kata Zanna. Mereka berdua pun saling berpelukan dan saling menyemangati satu sama lain. Sebelum kepergian Bella ke hutan itu.