
Saat pengawal kerajaan itu mengatakan bahwa Dewi Auristela pingsan. Bella langsung cemas dan khawatir. Ia tidak ingin sesuatu terjadi kepada Dewi Auristela. Saat mendengar info itu. Mereka bertiga pun langsung dengan cepat pergi ke istana.
Saat sudah sampai di istana. Hanya Bella saja yang diperbolehkan masuk oleh pengawal kerajaan. Ini sudah merupakan perintah dari Dewi Auristela. Zanna dan Zico pun hanya bisa menunggu diluar ruangan Dewi Auristela.
Bella langsung menghampiri Dewi Auristela. Dan memegang kedua tangannya. Di dalam ruangan itu sudah ada beberapa duyung medis yang bekerja untuk menangani kesehatan Dewi Auristela.
Ternyata, Dewi Auristela sudah sadar sebelumnya. Saat Bella datang Dewi sudah bisa membuka matanya. Tapi, masih dengan sangat lemah. Saat Dewi Auristela melihat Bella sudah datang. Hatinya begitu gembira. Ia merasa lebih nyaman jika Bella sudah berada disampingnya.
Dewi Auristela pun menyuruh semua yang ada diruangan itu keluar. Kecuali Bella. Dewi Auristela menyuruh supaya Bella tetap di sisinya.
"Yang mulia. Kenapa anda bisa pingsan? apa yang telah terjadi, yang mulia?" Tanya Nabila dengan cemas.
"Ini hanya penyakit biasa. Kau tau kan. Umurku sudah sangat tua. Mungkin waktuku tidak banyak lagi." Kata Dewi Auristela terlihat pasrah.
"Yang mulia, jangan berkata seperti itu. Anda adalah pemimpin kami. Kami tidak bisa kehilangan anda. Siapa yang akan memimpin kerajaan ini lagi selain dirimu, Yang mulia." Kata Bella sangat cemas.
"Aku hanya bercanda. Kau serius sekali." Kata Dewi Auristela tersenyum.
"Yang mulia, tidak seharusnya anda bercanda seperti itu. Aku sangat takut mendengarnya." Kata Bella.
Selain orang tuanya, Bella sudah sangat nyaman dengan Dewi Auristela. Kadang Bella menganggap Dewi sebagai ibunya sendiri. Dewi Auristela sangat perhatian dan peduli dengan Bella. Ditambah lagi dengan sifat Bella yang sangat baik membuat Dewi Auristela pun menganggap Bella sebagai anaknya sendiri.
Begitulah, kenapa Dewi Auristela selalu memanggil Bella disaat ia susah maupun senang. Karena Bella bisa dia andalkan. Bella selalu menyenangkan hati dan perasaan Dewi disaat ia kesepian. Di saat Dewa Ardiaz tidak ada di sisinya.
"Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi." Kata Dewi Auristela.
"Apa Dewi sudah makan? Dewi harus cepat sehat. Kalau tidak, apa yang akan terjadi dengan kerajaan ini." Kata Bella.
"Aku masih bisa melakukan semua pekerjaanku. Walaupun kondisi badanku lemah seperti ini. Tapi, ada sesuatu yang harus kau ketahui." Kata Dewi Auristela.
"Ada apa itu Yang mulia?" Tanya Bella.
"Sebenarnya, penyakitku ini bisa hilang. Tapi, hanya dengan satu ramuan." Kata Dewi Auristela.
"Ramuan? ramuan apa, Yang mulia?" Tanya Bella tidak mengerti.
"Sebuah ramuan yang terletak di sebuah hutan terlarang. Sekali aku makan ramuan itu. Penyakitku bisa hilang. Tapi, hanya Dewa Ardiaz yang bisa mengambilnya. Tidak ada duyung lain yang bisa melakukannya. Tapi, saat ini Dewa malah tidak ada." Kata Dewi Auristela.
"Hutan terlarang? aku baru sekali ini mendengar tentang hutan itu, Yang mulia." Kata Bella. Ia benar-benar tidak tau tentang
hutan itu.
"Iya, sebenarnya ada hutan terlarang di kerajaan kita ini. Tapi, tidak banyak yang tau. Karena letak hutan terlarang itu dekat dengan permukaan laut. Jika, kita pergi ke hutan itu. Kita bisa melihat manusia-manusia diatas sana. Dan kita juga bisa melihat permukaan diatas sana." Kata Dewi Auristela.
"Iya, kita bisa mihat mereka. Tapi, kita harus hati-hati. Jangan sampai terlalu terlihat oleh manusia-manusia itu. Karena sebenarnya sudah banyak duyung yang mati dihutan itu. Karena ditangkap dan dibunuh oleh manusia. Karena itu, nama hutannya adalah hutan terlarang." Kata Dewi Auristela terlihat serius menjelaskan kepada Bella.
Bella berpikir dalam hatinya, ini bisa dijadikan kesempatan untuknya. Jika ia pergi ke hutan terlarang itu untuk mengambil ramuan Dewi Auristela. Ia juga bisa bertemu manusia untuk membalas dendamnya. Bella masih berharap jika ia bisa bertemu orang tuanya lagi.
"Dewi, aku bisa melakukanya. Aku yang akan mengambil ramuan itu dan pergi ke hutan terlarang itu." Kata Bella sangat yakin. Ia akan mengambil kesempatan ini.
"Kau? tidak, tidak. Hutan itu sangat mengerikan. Bagaimana jika kau tertangkap oleh manusia dan mereka membunuhmu?" Tanya Dewi Auristela. Ia hanya takut jika Bella meninggalkannya juga seperti yang terjadi kapada Dewa Ardiaz.
"Demi kesembuhanmu, Yang mulia. Hamba akan melakukannya. Percayalah kepadaku," Kata Bella sangat yakin.
"Yang mulia tidak bisa sakit-sakitan seperti ini. Yang mulia adalah Dewi kami. Kami semua sangat membutuhkanmu." Kata Bella. Ia sangat memohon supaya Bella bisa diizinkan pergi ke hutan terlarang itu.
Selain untuk menyembuhkan penyakit Dewi Auristela. Bella juga sangat ingin bertemu manusia dan membalaskan dendamnya. Awalnya, Dewi Auristela terlihat tidak yakin. Tapi, melihat Bella begitu yakin dan sangat semangat. Dewi Auristela pun mengizinkan Bella pergi. Ini juga demi dirinya. Ia masih harus memimpin kerajaan ini.
"Baiklah, aku izinkan kamu untuk pergi kesana. Tapi, sebelumnya aku akan memberikan sihir ke seluruh bagian tubuhmu. Supaya kau bisa masuk kedalam hutan itu. Selain Dewa Ardiaz. Sebenarnya, aku bisa membuat seseorang masuk ke hutan itu. Dengan sebuah sihir ini." Kata Dewi Auristela.
Dewi Auristela pun mengangkat tongkat emasnya dan menyentuhkan sedikit ke kepala Nabila. Sebuah cahaya emas tiba-tiba masuk kedalam tubuh Bella. Sihir itulah yang bisa membuat Bella bisa masuk kedalam hutan dan mengambil ramuan untuk Dewi Auristela.
"Sudah, dengan begini kau bisa masuk kehutan itu." Kata Dewi Auristela. Dan setelah itu Dewi Auristela juga terlihat mengeluarkan sebuah bola kristal bewarna biru.
"Ini ambillah untukmu. Bola kristal ini bisa mengabulkan satu permintaanmu. Apapun permintaanmu. Dia akan mengabulkannya. Aku masih belum tenang jika kau harus pergi sendiri kesitu. Untuk jaga-jaga bawalah ini. Jika ada manusia yang akan menangkapmu atau membunuhmu. Cepat minta permintaan ke bola ini. Ia akan langsung mengabulkanya." Kaya Dewi Auristela.
"Apapun permintaanku?" Tanya Bella penasaran. Ini baru pertama kalinya bagi Bella mendapatkan bola kristal ini.
"Iya, apapun itu. Ini ambillah. Jaga baik-baik bola kristal ini. Jangan sampai hilang." Kata Dewi Auristela sambil melekatkan bola kristal itu di tangan Bella.
"Satu lagi, kau tidak boleh mengatakan hal ini ke siapapun. Jangan ada yang tau kalau kau pergi kehutan terlarang itu." Kata Dewi Auristela lagi.
"Baik, Yang Mulia. Aku akan menjaga rahasia ini." Kata Bella.
Awalnya, Bella ingin menceritakan hal ini kepada Zanna dan Zico. Tapi, karena Dewi Auristela tidak membolehkannya. Bella pun hanya bisa nurut dengan perintahnya itu. Dia tidak bisa membantah perintah Dewi Auristela.
Saat semua sudah selesai. Bella keluar dari ruangan itu. Ia menyimpan bola kristal itu dan menyembunyikan tentang hal ini dari Zanna dan Zico.
"Bella, apa kau sudah selesai bertemu Dewi Auristela?" Tanya Zico saat Bella sudah keluar.
"Sudah, kondisi Dewi Auristela sudah sedikit mulai membaik." Kata Bella.
"Baguslah." Kata Zanna.
Bella pun hanya bisa tersenyum melihat Zanna dan Zico. Dan menutupi semua apa yang akan dilakukannya.