
Akhirnya, Zanna pun setuju dan melepas kepergian Bella. Bagaimanapun Bella sudah bertanggung-jawab untuk mendapatkan obat Dewi Auristela. Jika, Bella tidak jadi mengambil obat itu. Dewi Auristela pasti sangat kecewa dengannya. Pasti saat ini Dewi Auristela juga sangat berharap dengan Bella. Ia juga sangat ingin penyakitnya disembuhkan.
Bella pun berenang menelusuri setiap penjuru didasar laut itu. Ternyata, Dewi Auristela juga memberikan sebuah peta perjalanan menuju hutan terlarang itu. Bella lebih dimudahkan berkat adanya peta itu. Tanpa peta itu mungkin Bella saat ini tidak tau jalan mana yang harus ia lalui.
Bella terus berenang dengan cepat sambil mihat arah di peta itu. Bella tidak punya banyak waktu sekarang. Secepat mungkin Bella harus sampai dihutan itu dan mengambil obat itu dan kembali ke rumah. Zanna juga pasti menunggu Bella saat ini.
"Ternyata perjalanannya benar-benar sangat jauh. Aku harus melewati jalan yang sebelumnya aku tidak pernah aku lalui. Disini juga sedikit gelap. Mungkin karena tidak banyak duyung yang tinggal disini." Kata Bella. Sambil terus berenang.
"Apa karena tempat ini dekat dengan permukaan laut makannya tidak banyak duyung yang hidup disini. Pasti hidup mereka tidak tenang jika tinggal dekat denga permukaan laut ini. Karena dari sini manusia-manusia itu bisa melihat mereka." Kata Bella lagi.
Bella terus berenang sambil sesekali melihat kearah peta itu. Rasa takut tidak terlihat di wajah Bella saat ini. Ia benar-benar berani. Ia bahkan tidak takut jika tiba-tiba ada manusia yang datang. Ia malah bertekad ingin bertemu manusia.
"Sudah sampai. Apa disini tempatnya? tapi kenapa ada batu yang sangat besar disini." Kata Bella. Berdasarkan peta yang dipegangnya saat ini Bella sudah sampai di hutan itu. Tapi, Bella heran ia tidak melihat hutan itu sama sekali. Yang dia lihat hanya ada batu besar.
"Disekitar sini juga tidak ada tampaknya yang seperti hutan. Hanya banyak batu besar yang berserakan dimana-mana." Kata Bella sambil melihat ke sekelilingnya.
"Itu apa? apa aku sekarang benar-benar sudah hampir dekat dengan permukaan laut? cahayanya sangat terang diatas sana. Waah aku sangat ingin melihat bagaimana bentuk tempat tinggal manusia dia atas sana. Tidak salahnya aku mengintip sebentar kan." Kata Bella.
Saat ini ia tidak fokus ke hutan itu. Ia lebih tertarik melihat sesuatu yang berkilauan diatas sana. Yang sebenarnya itu adalah bulan dan bintang-bintang. Ditempatnya Bella pasti tidak menemukan benda langit seindah itu. Bella pun berenang sampai ke permukaan laut. Ia hanya ingin mengintip sedikit saja. Ia juga penasaran bagaimana bentuk kehidupan manusia diatas sana.
Ditempat El....
El saat ini benar-benar kehilangan arah. Ia tidak tau lagi jalan mana yang harus ia ambil. Dia ingin kembali ke penginapan. Tapi, jalan yang dia lalui sebelumnya tiba-tiba seperti menghilang dan tertutup dengan pohon-pohon yang sangat besar. Yang menurut El sangat mengerikan.
"Ya ampun, disini tidak ada sinyal lagi. Bagiamana caranya aku menghubungi Alex." Kata El. Ia benar-benar sangat cemas kali ini.
Tiba-tiba El merasakan hal yang aneh. Seperti ada seseorang yang menyentuh pundak El. Tangannya sangat dingin. Seluruh badan El pun dibuat merinding. El benar-benar terdiam dengan badan yang bergetar karena saking ketakutannya.
Tapi, seseorang yang memegang pundak El tadi tidak berbicara sama sekali. Perasaan El pun semakin tidak enak. Ia mulai merasa sepertinya ini bukan seseorang yang nyata. Melainkan makhluk halus.
"Lari!!!......." Kata El sambil berlari kencang. El benar-benar tidak melihat siapa yang memegang pundaknya tadi. Tapi, karena perasaanya mulai tidak enak El pun memilih untuk lari dan pergi dari seseorang itu.
"Dasar orang aneh. Aku kan hanya ingin menyapanya. Dia juga terlihat kebingungan tadi. Sepertinya ia tersesat. Tapi, yasudahlah dia juga sudah lari." Kata orang yang memegang pundak El tadi. Ternyata, itu adalah seorang bapak-bapak yang bekerja sebagai petani. Ia mungkin melihat El kebingungan, karena itu ingin berinsiatif membantu El. Tapi, El nya malah lari.
El pun lari sekuat tenaganya. Ia tidak tau mau lari kemana. Yang penting El lari terus lurus kedepan. Sampai dimana tiba-tiba ia keluar dari hutan itu. Saat keluar dari hutan itu, El langsung bertemu dengan lautan yang indah. Disekitaran laut itu tidak ada penginapan ataupun masyarakat lain. Benar-benar terlihat sepi.
"Ini dimana? kenapa terlihat berbeda dengan laut dekat penginapanku. Disini juga tidak ada orang. Sangat sepi. Tapi, untung saja aku sudah keluar dari hutan itu." Kata El. Ia terus berjalan diatas pasir dekat hutan itu. El mencari-cari apakah benar tidak ada seseorang ataupun rumah didekat sini. Ia harus meminta bantuan orang lain. Pikir El.
"Sepertinya aku melihat sebuah cahaya didekat sana. Aku yakin sepertinya itu ada orang yang berdiri tepat diatas batu ditepian laut itu." Kata El. Ia langsung berlari ke arah seseorang yang dilihatnya itu.
"Hei pak!!!" Kata El memanggil seorang pria yang sedang berdiri diatas batu. Tapi, pria itu tampak menarik sesuatu dari dalam laut itu dengan sebuah jaringnya. El juga melihat pria itu sampai berkeringat dan berusaha mengambil sesuatu dari dalam laut itu.
"Apa yang dilakukan bapak itu? apa ia sedang menangkap ikan besar? Tapi, kenapa ia begitu kesusahan menarik ikan itu." Kata El.
Ia pikir bapak itu sedang menangkap ikan. El langsung naik ke batu itu dan mendekat kearah bapak itu. Ia melihat apa yang diambil bapak itu. El hanya melihat bagian atasnya saja. Dan El pun mengira bahwa itu adalah manusia. Dia langsung terkejut saat mengetahui bapak itu menangkap manusia.
Padahal, sebenarnya yang ditangkap bapak itu adalah Bella. Pada saat Bella naik ke permukaan laut dan ingin melihat bentuk kehidupan manusia diatas sana. Tiba-tiba Bella tidak sadar ada seorang manusia yang diam-diam melihatnya. Ia langsung melempar jaring ke Bella dan berusaha menarik Bella keatas. Bella pun terkejut dan berusaha sebisa mungkin ia menahan badannya agar tetap berasa didalam laut itu.
"Ya ampun, tarikan manusia ini benar-benar sangat kuat. aku harus bisa bertahan dibawah sini. Bagaimana kalau banyak manusia lain yang datang dan melihatku. Aku benar-benar tidak ingin mati sekarang. Aku belum memenuhi janjiku kepada Dewi Auristela untuk membawa obat itu. Aku tidak boleh mati ditangan manusia ini." Kata Bella.
Ia tetap menahan badannya agar tetap dibawah air. Namun, setengah badannya sudah mulai muncul dipermukaan laut. Bella juga melihat satu manusia lagi muncul. Bella berpikir manusia-manusia ini pasti tidak akan melepaskannya. Mereka pasti akan membunuh Bella. Bella terlihat pasrah tapi masih berharap semoga ia selamat untuk sekali ini. Ia masih belum menuntaskan dendam nya dan juga janji untuk Dewi Auristela.