
Pada saat El terjatuh dari kapal dan masuk kedalam laut, El berusaha berenang dan keluar dari laut itu. Tapi, entah apa yang terjadi kaki dan tangan El tiba-tiba tidak bisa digerakkan. El mencoba lebih keras lagi tapi tetap saja kakinya tiba-tiba kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali.
Masih didalam laut, El membuka matanya dan berusaha memanggil Alex yang sudah lebih dulu diselamatkan dan naik ke atas kapal. Tapi, tiba-tiba suaranya El juga menghilang. Ia tidak bisa memanggil Alex. Sekali lagi El berusaha menggerakkan kaki dan tangannya. Tapi, tetap saja tidak bisa. Entah kenapa El benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa. El pun terlihat pasrah.
"Apa ini akhir dari hidupku? apa hidupku benar-benar akan berakhir di laut ini? apakah aku akan mati diumurku yang masih muda ini? meninggalkan ayah, ibu, kakak dan Alex juga. Aku benar-benar tidak ingin mati. Aku masih ingin hidup. Aku mohon selamatkan aku. Jika, ada seorang cowok yang menyelamatkanku saat ini juga, aku akan menjadikan dia sebagai saudaraku. Tapi, jika ada seorang cewek yang membantuku saat ini juga, aku akan langsung menikahinya. Ini janjiku." Kata El dalam hatinya.
Karena terlalu lama didalam air, nafas dan tenaga El benar-benar sudah habis. Ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. El pasrah saat badannya sudah semakin turun ke dasar laut dan sudah sangat jauh dari permukaan.
"Selamat tinggal." Kata El tanpa suara. Setelah itu El memejamkan matanya dan pingsan didalam laut itu.
Sedangkan Alex saat ini benar-benar sangat ketakutan dan cemas karena El benar-benar tidak ditemukan. Beberapa orang sudah berusaha untuk masuk kembali kedalam laut dan mencari El. Tapi, sayang El benar-benar tidak ditemukan.
"Alex, kami sudah menelepon tim penyelamat untuk datang kemari dan mencari El. Kita harus kembali ke penginapan." Kata salah satu staf kepada Alex.
"Tidak!!! kita harus kembali bersama El. Kita harus menunggu dan tetap mencari, El disini. Mana bisa aku meninggalkan El. Apa yang akan terjadi dengannya nanti." Kata Alex.
Tak kuasa menahan kesedihannya, Alex pun akhirnya menangis. Ia benar-benar takut jika El benar-benar tidak ditemukan. Alex benar-benar tidak ingin kehilangan El. Ia benar-benar sudah menganggap El seperti adiknya sendiri. Ia hanya takut jika sesuatu hal buruk terjadi kepada El.
"Alex, kita serahkan pencarian El ini ke tim penyelamat. Kita tidak bisa lama-lama disini. Kita harus kembali ke penginapan. Lihatlah, semua orang berada didalam kondisi yang tidak baik sekarang. Mereka akan sakit jika kita tetap menunggu disini, kau juga Alex." Kata staf itu.
Alex pun menoleh kebelakang dan melihat ke beberapa staf yang terduduk dengan kondisi tubuh yang kedinginan sampai menggigil. Termasuk Sherly, ia benar-benar sudah sangat pucat dan badannya juga sudah menggigil karena seluruh badannya yang basah kuyup. Bahkan, ada beberapa staf yang tampak trauma dan ketakutan karena kejadian tadi itu.
Alex juga tidak tega melihat kondisi mereka yang memang sudah sangat tidak baik. Ia pun mengangguk kepada staf itu. Kondisi badan Alex juga sedikit pusing karena kejadian tadi. Tapi, Alex masih memikirkan dan cemas dengan keberadaan El saat ini. Tapi, beberapa staf berusaha meyakinkan Alex untuk percaya dengan tim penyelamat. Mereka pasti akan berusaha menyelamatkan dan menemukan El.
Setelah itu, kapal mereka pun kembali ke tempat penginapan.
Di Dalam hutan Terlarang...
Setelah Bella berhasil mengambil buah yang merupakan obat untuk Dewi Auristela itu, Bella pun langsung menyimpan obat itu didalam tas yang dibawanya. Bella langsung berenang untuk keluar dari dalam hutan itu, tugasnya sudah selesai. Saat ini Bella hanya ingin cepat kembali, agar Zanna tidak terlalu mencemaskannya.
Bella pun meletakan telapak tangannya di batu besar itu sebagai tempat untuk masuk dan keluar dari hutan itu. Karena sebelumnya Bella sudah tau cara membuka batu itu, Bella pun kembali melakukan hal yang sama, yaitu dengan menyentuhkan salah satu tangannya ke batu itu.
Batu itu benar-benar terbuka, dan Bella pun keluar dari hutan itu. Karena kekuatan yang diberikan Dewi Auristela, Bella bisa membuka batu itu hanya dengan salah satu telapak tangannya.
"Ye, akhirnya aku berhasil menemukan obat Dewi. Aku harus segera kembali dan langsung memberikan obat ini. Pasti Dewi Auristela sangat senang mendengarnya." Kata Bella sambil tersenyum.
Bella pun terlihat bahagia sambil berenang kembali ke istana Dewi Auristela. Ia terus berenang dengan cepat. Saat fokus berenang kedepan, tiba-tiba Bella dikejutkan karena ia seperti melihat ada seorang manusia yang tergeletak yang berada tidak jauh tepat didepannya.
Bella terus mendekati dan menghampiri El secara perlahan. Ia pun langsung terkejut saat mengetahui dan menyadari kalau itu benar-benar seorang manusia. Bella langsung menutup mulutnya, karena saking terkejutnya. Ia benar-benar tidak menyangka ada manusia di dalam laut ini.
"Dia benar-benar manusia, tapi sepertinya dia tidak bergerak sama sekali. Apa dia sudah mati? sepertinya dia tenggelam dan sampai ke dalam laut ini. Benar-benar kasihan." Kata Bella.
Bella pun terlihat tidak peduli dengan El. Dan berniat untuk meninggalkan El karena ia pikir El itu sudah mati. Ternyata, El sedikit masih bisa sadar dan berusaha membuka matanya. Saat ia melihat Bella, El pun langsung memegang tangan Bella dengan sangat lemah. Saat ini El tidak begitu jelas melihat Bella, penglihatannya kabur dan matanya tidak seutuhnya terbuka. Ia melihat Bella seperti manusia.
Pada saat itu juga Bella berbalik dan baru melihat wajah El. Tadi dia sama sekali tidak melihat El, karena posisi El yang membelakanginya. Saat melihat wajah El, Bella kembali dibuat terkejut karena ia ingat betul kalau El ini adalah manusia yang menyelamatkannya waktu itu. Masih sangat jelas di dalam ingatan Bella saat El berusaha menarik jaring dan mengeluarkan Bella dari perangkap itu.
"Ternyata dia manusia yang waktu itu menyelamatkanku. Apa yang terjadi dengannya? kenapa dia di dalam laut ini, ternyata dia belum mati. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan." Kata Bella bingung.
Dengan tenaga yang masih tersisa, El pun berusaha untuk berbicara dengan Bella. Ia benar-benar sangat berharap kalau Bella akan membantunya.
"Ku-moh-n, se-la-matkan a-ku." Kata El terbata-bata..
"Apa yang harus aku lakukan? bagaimana caranya aku menyelamatkannya?" Kata Bella bingung. Ia juga kasihan melihat El. Bagaimanapun El juga pernah menyelamatkan Bella waktu itu. Bella benar-benar tidak tega jika harus membiarkan El mati di sini.
Tiba-tiba bola kristal Bella terjatuh dan menggelinding ke dekat tangan El. Bella pun mengambil bola itu dan berniat untuk memasukkan bola itu kedalam tasnya lagi. Tapi, tiba-tiba Bella terdiam sambil melihat bola itu.
"Aku bisa menolongnya dengan bola ini. Aku bisa saja meminta sebuah permintaan ke bola ini untuk mengembalikannya kembali ke atas sana lagi. Bola ini benar-benar bisa mengabulkan apapun permintaan kita. Apa aku harus menggunakannya sekarang." Kata Bella terlihat bingung.
"A-ku, mo-hon, se-la-mat-kan a-ku." Kata El ke Bella. Saat ini, tenaga El benar-benar sudah habis, setelah mengatakan hal itu, El pun langsung melepas genggamannya di tangan Bella dan perlahan matanya tertutup. Nafasnya juga semakin berkurang. El benar-benar tidak punya tenaga lagi.
"Tidak! kau tidak boleh mati. Bagaimanapun kau manusia pertama yang telah menyelamatkan nyawaku. Aku juga harus menyelamatkanmu. Bola ini cuma satu-satunya cara yang bisa aku gunakan untuk membantumu. Baiklah, tidak ada cara lain aku akan meminta sebuah permintaan." Kata Bella sambil melihat bola kristal itu.
Bella pun memejamkan matanya sambil menggenggam bola kristal itu dengan kedua tangannya. Ia akan meminta sebuah permintaan.
"Aku mohon tolong selamatkan manusia ini, dan aku ingin kau ubah manusia ini menjadi duyung seperti diriku." Kata Bella. Ia langsung membuka matanya karena terkejut dengan apa yang barusan dikatakannya.
"Tidak! tidak! aku salah, maksudku aku ingin dia dikembalikan lagi ke dunianya diatas sana." Kata Bella sambil terburu-buru.
Tapi terlambat, bola itu sudah lebih dulu bersinar dan terlepas dari tangan Bella. Bola kristal itu melayang tepat diatas badan El. Bola kristal itu mengeluarkan cahaya yang benar-benar sangat terang yang membuat Bella menutup matanya karena cahaya itu menyilaukan matanya. Pada saat itu juga, badan El pun terangkat keatas dan tertutup dengan cahaya putih yang keluar dari bola kristal itu.
Apa yang akan terjadi dengan El?