
El dan Alex pelan-pelan keluar dari kamar Sherly. Mereka juga menutup pintu kamar Sherly secara perlahan. Saat benar-benar sudah berada diluar. Alex dan El pun benar-benar sangat bahagia sekarang. Bagiamana tidak, rencana merka berhasil. Dan rencana yang sudah diatur Sherly pun gagal. Della juga sudah berhasil mengambil foto antara Sherly dan pria itu saat mereka berdua berpelukan.
"Yes!! El aku sangat bahagia. Kita akhirnya bisa melakukan ini." Kata Alex. Mereka saat ini sedang berjalan dilorong menuju keluar. Mereka akan segera keluar dan mengatakan kepada yang lain kalau Sherly sedang istirahat sekarang.
"Rencana kita berjalan sangat mulus. Sherly juga begitu percaya kalau pria yang dibawa Della tadi adalah aku. Padahal, jelas-jelas bukan aku. Ia juga langsung memeluk pria tadi. Benar-benar Sherly itu sangat mudah untuk ditipu." Kata El. Mereka tertawa bersama.
Pada saat mereka berdua jalan mereka pun melewati sebuah kamar. Namun, tak disangka pintu kamar itu terbuka dan tampak ada seseorang keluar dari kamar itu. Alex lebih dulu melihat siapa yang keluar dari kamar itu. Dan ternyata manajer Sherly. Alex langsung terkejut dan reflek mendorong El menjauh dari depan kamar itu. Alex langsung memberi kode kepada El untuk pergi duluan.
El awalnya terkejut saat Alex mendorongnya. Ia heran kenapa El melakukan hal itu. Tapi, saat ia melihat manajer Sherly keluar dari kamar tadi. El langsung mengerti apa maksud Alex mendorongnya. Ia menyuruh El pergi agar Manajer Sherly tidak melihatnya. Bisa-bisa gagal rencana mereka jika manajer Sherly tau jika El tidak berada didalam kamar Sherly.
El pun langsung berbalik arah dan pergi dari situ. Ia sedikit berjalan cepat agar manajer Sherly tidak melihatnya.
Saat manajer Sherly keluar. Ia langsung berhadapan dengan Alex. Ia terkejut dan heran kenapa Alex disini.
"Ehh, Alex. Kau disini? habis darimana kau?" Tanya manajer Sherly. Ia heran kenapa ada Alex ada dilorong ini. Karena se tau manajer Sherly tadi. Lorong ini kosong. Tidak ada yang diperbolehkan masuk kesini olehnya. Karena manajer Sherly juga salah satu orang yang mendukung rencana ini. Ia tidak ingin ada seseorang yang menganggu El maupun Sherly didalam kamarnya.
"Owh tadi itu aku habis dari kamar El. Aku mengambil sesuatu yang aku perlukan." Kata Alex. Ia berusaha bersikap biasa saja saat mengatakan hal itu. Ia tidak ingin kebohongan mereka terbongkar.
"Owh begitu. Kau sendiri saja kan? tidak ada orang lain yang kau ajak kan?" Tanya Manajer Sherly. Ia masih terlihat curiga. Jantung Alex langsung berdegup kencang. Saat ini Alex benar-benar sangat takut jika kebohongan mereka terbongkar.
"Tidak, lihat aku hanya sendiri saja bukan." Kata Alex. Manajer Sherly pun tampak mengangguk tanda ia percaya dengan apa yang dikatakan Alex. Ia melihat-lihat di sekitaran Alex memang tidak ada siapa-siapa disana. Hanya Alex sendiri.
"Baiklah, aku harus pergi kebawah dulu." Kata manajer Sherly sambil tersenyum kearah Alex. Alex pun membalas senyuman manajer Sherly. Ia benar-benar sangat lega saat kebohongannya akhirnya tidak diketahui oleh manajer Sherly.
Tepat saat manajer Sherly berbalik dan akan pergi kebawah. Tiba-tiba terdengar suara teriakan Sherly dari dalam kamarnya. Manajer Sherly langsung terkejut dan melihat kekamar Sherly. Ia langsung berlari menuju kamar Sherly.
"Ya ampun. Ada apa ini?" Tanya Alex begitu sangat cemas.
Alex pun juga ikutan berlari menyusul manajer Sherly. Ia juga terkejut dan penasaran kenapa Sherly berteriak. Saat manajer Sherly sudah tepat berada didepan pintu kamar Sherly. Ia langsung membuka pintu itu. Ia terkejut karena kamar Sherly begitu gelap.
"Sherly, apa yang terjadi. Kenapa Lampung mati!" Kata manajer Sherly sambil menghidupkan lampu. Saat lampu sudah hidup manajer Sherly langsung menutup mulutnya karena tekejut oleh kehadiran sosok pria yang tak dikenalnya.
"Siapa dia!!!! kenapa dia bisa berada di dalam kamarku!!" Kata Sherly berteriak. Manajer Sherly pun langsung menarik pira itu dan menjauhkannya dari Sherly.
Alex semakin cemas dan khawatir. Ia takut jika rencana mereka semua gagal. Pria ini juga sudah ketahuan. Alex juga takut jika pria ini mengatakan semuanya kepada Sherly. Tentang siapa dia. Dan kenapa dia bisa ada di sini.
"Alex, dimana El. Bukannya tadi dia disini. Bersama Sherly." Kata Manajer Sherly.
"Aku juga tidak tau. Aku tadi kan tidak ikut masuk waktu Sherly pingsan. Aku hanya menunggu diluar." Kata Alex dengan sedikit gugup.
"Hei kau!!! katakan siapa kau sebenarnya! dan kenapa kau bisa ada disini." Kata Manajer Sherly. Ia masih memegang tangan pria itu kuat agar pria itu tidak lari dari mereka.
"Dia orang jahat!! dia tiba-tiba memelukku. Laporkan dia ke polisi." Kata Sherly. Kini ia menangis karena takut kalau pria itu tadi melakukan hal-hal yang jahat kepadanya.
"Apa benar kau orang jahat? apa yang kau lakukan kepada Sherly. Bisa-bisanya kau melukai seorang model yang sangat terkenal ini. Kau benar-benar orang jahat. Aku harus melaporkanmu." Kata manajer Sherly. Ia langsung mengeluarkan hpnya dan berniat menelpon polisi.
"Tunggu dulu! jangan menghakiminya seperti ini. Kita benar-benar tidak tau siapa dia. Kalian tidak boleh menuduh dia sebagai orang jahat langsung seperti itu." Kata Alex. Saat ini ia membela pria itu. Alex juga terlihat kesal melihat Sherly yang langsung saja mengatakan kalau pria ini orang jahat.
"Kalau dia bukan orang jahat kenapa ia berani masuk ke kamar Sherly. Ia juga langsung memeluk Sherly tadi." Kata manajer Sherly.
"Apa dia benar-benar yang memelukmu duluan, Sherly?" Tanya Alex. Ia sangat tau Sherly lah yang duluan memeluk pria itu. Karena ia mengira itu El. Awalnya, itu memang bukan kesalahan Sherly. Karena ia mengira pria itu El.
"Dia juga mengeratkan pelukannya. Dia bahkan meraba-raba tubuhku." Kata Sherly. Dan disitulah kesalahan dan kebohongan Sherly. Alex juga tau dan melihat pria itu tadi hanya diam dan tak melakukan apa-apa. Pria itu sama sekali tidak memegang tubuh Sherly. Perkataan Sherly benar-benar mengada-ada. Ia berusaha menyalahkan pria itu.
"Sherly! kau tidak boleh menuduh orang seperti itu." Kata Alex. Sherly benar-benar sudah kelewatan batas menuduh pria ini.
"Tanya sendiri langsung kepadanya." Kata Sherly.
"Hei kau! bicaralah sejak tadi kau hanya diam saja. Siapa kau!! dan kenapa kau bisa sampai dikamar Sherly ini!! katakan siapa yang menyuruhmu melakukan itu semua!!!!" Kata manajer Sherly membantak pria itu.
Awalnya pria itu hanya diam saja. Lalu, ia tersenyum sinis. Ia melapas paksa tangan manajer Sherly yang memegang tangannya tadi. Hal itu membuat manajer Sherly terkejut. Setelah itu ia melihat satu per satu orang yang ada disana. Pertama Sherly, manajer Sherly dan Alex. Ia tersenyum sinis kesemua orang yang ada dikamar itu .
"Sebenarnya aku adalah ....." Kata pria itu. Ia mengantungkan kalimatnya.
"Kumohon jangan katakan siapa dirimu yang sebenarnya. Jangan katakan kalau aku, El dan Della yang merencanakan semua ini dan menyuruhmu untuk melakukan ini. Kumohon. Jangan lakukan itu." Kata Alex dalam hatinya dan dalam perasaan yang sangat gelisah.