Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 4 Penyamaran



Akhirnya, El pasrah dengan semua apa yang disuruh Alex. Ini demi dirinya juga. Ia tidak ingin habis ditangan penggemarnya. Apalagi hari ini El ia ada jadwal pemotretan. Tapi, rencana Alex sekarang ini sangat memalukan El. Kenapa ia harus memakai rambut palsu bewarna pink dan kacamata bermotif bunga itu.


"Alex, kau itu orangnya pintar. Apa kau tidak punya cara yang lebih baik daripada ini. Cara seperti ini terkesan sangat kekanak-kanakan." Kata El dengan wajah kesal masih memegang rambut palsu itu.


"Dengan begini, perhatian mereka akan teralihkan. Kalau kau tidak memakai ini. Penggemarmu itu bakalan tau kalau itu kamu." Kata Alex.


Pagi ini, terlalu banyak perdebatan antara Alex dan El. El sudah kesal dengan duyung. Di tambah lagi dengan suruhan Alex ini.


Dengan berat hati, El pun memakai rambut palsu itu. Setelah terpasang, El merapikan agar terlihat pas. El juga memakai kacamata itu. Dan hasilnya penampilan El benar-benar sangat lucu. Bayangkan saja, badan El tinggi dan berotot. Pakaiannya juga keren dan casual. Tapi, rambutnya bewarna pink dan kacamatanya bergambar bunga-bunga.


"Hahahaha, ya ampun. Kau sangat lucu, El." Kata Alex sambil tertawa. Alex tidak bisa menahan tawanya saat melihat penampilan El. Benar-benar sangat lucu.


"Kau jangan tertawa ya Alex! kau yang membuatku seperti ini. Kau yang harus bertanggung jawab." Kata El kesal


Sambil meletakan tangannya di pinggang.


"Aduh, aku tidak bisa menahan tawaku. Kenapa kau begitu sangat lucu." Kata Alex sambil memegang perutnya yang sakit karena kebanyakan tertawa.


"Kalau begitu, aku tidak mau pakai ini." Kata El. Ia berniat untuk membuka rambut palsu dan kacamatanya. Tapi, Alex lebih duluan mencegah El.


"Eh eh, jangan dilepas. Biarkan saja begitu. Hanya sampai mobil kok. Orang-orang disini tak akan mengenal kamu. Jadi, tidak usah malu." Kata Alex. El mengembus nafasnya berat ia benci dengan semua ini.


"Baiklah, baik. Cepatlah kita harus pergi. Aku tidak tahan dengan semua ini." Kata El. Alex pun tertawa sekali lagi dan akhirnya mereka keluar bersama-sama.


Saat mereka sudah turun. Benar, apa yang dikatakan Alex. Tidak ada yang tau kalau itu adalah El. Semua pelayan apartemen dan pwngunjung disitu acuh tak acuh saat El dan Alex berjalan didepan mereka. Biasanya, kalau El berpenampilan seperti biasa. Sudah banyak orang-orang yang ingin berfoto dengan El.


"Lihat kan, tidak ada orang-orang yang menyadarimu. Rencanaku pasti berhasil." Kata Alex.


"Pasti mereka menganggap aku ini orang yang tidak waras. Penampilan cowok tapi warna rambut pink. Sangat-sangat memalukan." Kata El sambil berjalan.


Saat mereka sudah sampai diluar dari apartemen itu. El dan Alex bersembunyi di salah satu tembok dekat parkiran mobil. Alex mengeluarkan sedikit kepalanya dan memantau dimana posisi penggemar El itu. El pun ikut-ikutan mengeluarkan kepalanya tepat diatas kepala Alex. Ia juga ingin melihat penggemarnya itu.


"Lihatlah, itu mereka. Posisi mereka di sebelah kanan dan mobil kita tepat di samping kiri mereka. Kalau kita mau masuk ke mobil, kita harus berjalan melewati mereka dulu." Kata Alex menyusun strategi.


"Kita tinggal lewat saja didepan mereka. Apa salahnya. Mereka kan tidak tau kalau ini kita." Kata El.


"Kita harus berhati-hati juga. Kalau kau ketahuan. habislah kita." Kata Alex.


"Baik, aku duluan yang akan jalan. Kita hanya perlu jalan santai saja. Nanti jika aku sudah tiba dekat mobil. Aku akan mengangkat jempolku dan setelah itu kau lagi yang jalan kesini. Mengerti." Kata Alex.


"Baik, baik. Cepatlah. Kita terlalu mengundur waktu. Mereka juga sedang tampak lengah." Kata El sambil merapikan rambut pinknya yang menutupi matanya.


Setelah itu, Alex pun berjalan dengan santai. Pakaian Alex terlihat biasa. Karena rambut palsunya bewarna hitam begitupun dengan kacamatanya. Jadi, orang-orang itu hanya melihat sekilas Alex dan tidak peduli. Alex pun akhirnya sampai ke dekat mobil mereka. Alex pun langsung mengangkat jempolnya kearah El.


"Hei, rambut palsumu cantik juga. Warna pink lagi. Jarang-jarang lho ada cowok yang mau pakai rambut palsu bewarna pink." Kata cewek itu sambil tertawa dengan temannya.


"Aduh, ngapain uga El harus berhenti didepan mereka." Kata Alex terlihat tidak tenang sambil bersembunyi di balik mobil mereka.


El pun yang mendengar hal itu langsung dibuat kesal. Mereka telah menertawai idola mereka sendiri. Mereka hanya tidak tau kalau itu adalah El yang sangat mereka idolakan.


"Hei, jaga ucapan kalian, ya. Peduli apa kalian jika aku pakai rambut palsu bewarna pink ini." Kata El terlihat kesal. Cewek yang terlihat berani itupun maju dan berjalan ke depan El dengan tangan dilipat ke dada.


"Hei, siapa kau? beraninya memarahi kami. Walaupun kau memiliki badan yang besar kami tidak akan takut kok." Kata cewek itu tepat dihadapan El.


"Emang kalian tau siapa aku, hah!" Kata El sudah mulai semakin kesal.


"Aduh, El jangan buat masalah. Biarkan saja mereka itu. Kalau begini dia bisa ketahuan. Posisi El pun masih jauh dari mobil pula. Aduhhh." Kata Alex sambil menggaruk kepalanya yang gatal akibat rambut palsu itu.


"Hoh, siapa kau, hah! presiden, pejabat tinggi atau artis terkenal. Jangan ngawur yahh." Kata Cewek itu sombong. Ia masih belum tau kalau itu adalah El. Orang yang sangat mereka idolakan.


"Dasar orang-orang ini yah. jelas-jelas orang yang didepan mereka sekarang adalah idola mereka sendiri. Bisa-bisanya mereka membentakku seperti ini." Kata El dalam hati.


"Penampilanmu juga sangat jelek." Kata cewek itu. Kemarahan El pun sudah berada di puncak kepalanya. Ia tidak bisa lagi menahan sikap dan ketidak sopanan penggemarnya itu. Benar-benar kurang ajar.


"Baik, akan kutunjukan siapa diriku sebenarnya." Kata El. Tak disangka El melepas kaca matanya dan melihat cewek itu tajam.


Cewek itu langsung tekejut. Ia menutup mulutnya dengan tangannya. Dan mata si cewek itu melotot sempurna. Ia tidak habis pikir orang yang dikatakannya jelek adalah idolanya sendiri. Bukannya minta maaf cewek itu malah berteriak. Membuat teman-temannya melihat ke El.


"Heiiii!!!!!!!ternyata ini El! idola kita." Kata cewek itu. Alhasil, semua penggemar El yang banyak itu langsung lari kearah El. El terkejut karena mereka sangat banyak dan dia hanya sendiri.


"Ell!!!! cepat lari ke mobil!!!" Kata Alex muncul dari tempat persembunyiannya.


"Hah apakah aku harus lari." Kata El panik.


Saat El mendengar teriakan Alex itu ia sempat berpikir dan langsung relflek lari. El lari sekencang-kencangnya. Cewek-cewek itu pun mengejar dan tidak membiarkan El pergi. El berlari sangat kencang. Ia menyerahkan segala tenaganya. Cewek-cewek itu juga tidak menyerah dan tidak akan melepaskan El. Akhrinya El masuk kedalam mobilnya dan Alex pun langsung mengunci pintu mobil mereka.


"Pak, cepat! kita pergi pak!!" Kata Alex kepada supir mobil mereka. El pun langsung terduduk dan menyandarkan badannya yang terasa sangat lelah itu. Begitu juga dengan Alex ia lega akhirnya mereka bisa kabur dari cewek-cewek itu. Tiba-tiba El langsung duduk tegak dan melihat ke Alex.


"Ini semua gara-gara rencana konyol kau itu! lihatlah, aku jadi berkeringat begini. Hisss aku benar-benar sangat lelah." Kata El menyadarkan badannya lagi.


"Salah kau juga. Ngapain kau membuka kacamatamu didepan cewek itu. Kau seharusnya tidak mempedulikan omongan mereka." Kata Alex sambil melihat El. El pun tidak lagi peduli dengan ucapan Alex.


"Ini juga, rambut jelek." Kata El. Sambil melempar rambut itu kebawah kakinya.


El kesal dan tidak mau lagi berbicara dengan Alex. Ia pun memilih diam sambil mengontrol nafasnya yang masih terengah-engah.