
El tampak kesal dan melepas pelukannya di pinggang Sherly. Sejauh yang El tau tidak ada pemotretan dengan gaya dan posisi seperti ini untuk pemotretannya kali ini.
"El, tenang lah. Sebenarnya aku lupa memberitahumu. Kalau posisi dan gaya seperti ini sebenarnya dipakai untuk pemotretan kalian berdua. Ini benar-benar disuruh langsung oleh direktur. Aku hanya mengikuti sesuai perintah." Kata Anton. Ia berusaha untuk serius saat menjelaskannya kepada El. Agar ia terlihat meyakinkan.
"Iya, El. Tadi, aku juga baru diberitahu kalau dalam pemotretan kali ini posisi seperti itu dipakai. Ini juga sebagai daya tarik dari kita. Agar tidak kaku seperti biasanya." Kata Sherly. Ia juga berpura-pura seakan-akan ini memang posisi yang harus mereka lakukan.
El pun terlihat pasrah. Semua orang tampak yakin dengan apa yang dikatakan Anton. Alex pun tidak tau tentang ini. Ia hanya mengangguk. Mungkin Anton lebih tau daripada dirinya. Jadi, Alex pun hanya bisa mengangguk mengiyakan kata Anton.
El pun kembali ke posisinya semula. Ia memeluk pinggang Sherly dan menyatukan kening mereka kembali. El benar-benar tidak menatap Sherly sama sekali. Ia hanya tertunduk melihat kebawah.
"El, lihat aku. Jangan tertunduk Seperti itu. Kau terlihat tidak bagus kalau seperti itu. Tatap mataku dan tersenyumlah itu akan terlihat lebih baik." Kata Sherly. El benar-benar tidak tahan dengan semua ini. Ia sangat tidak nyaman melakukan posisi seperti ini bersama Sherly. Tapi, ia terpaksa melakukanya.
"Baiklah." Kata El. Ia hanya menurut dan melakukan apa yang disuruh Sherly. Tiba-tiba Sherly pun lebih mengeratkan pelukannya di leher El. Alhasil, mereka berdua pun terlihat sangat rapat dan tidak ada jarak lagi.
Orang-orang pun terpukau saat melihat kemesraan mereka berdua. Bahkan, ada yang iri melihat Sherly bisa melakukan hal itu bersama El. Bahkan, ada yang menutup matanya karena tidak kuat melihat keromantisan mereka berdua. Berbanding terbalik dengan mereka. El lebih merasa sangat tidak pantas melakukan hal seperti ini bersama Sherly. Benar-benar memalukan. Pikir El.
"Oke, cut. Sudah. Pemotretan sesi ini berakhir sampai disini. Kita akan lanjutkan nanti malam. Sherly dan El kalian boleh berganti baju dan istirahat sejenak dulu." Kata Anton lalu ia pergi dari tempatnya. Semua staf juga tampak bubar. Begitu juga dengan Sherly dan El mereka kembali ke kamar masing-masing. Mereka akan melanjutkan sesi pemotretan nanti malam.
"El, aku tunggu kau nanti malam ya." Kata Sherly sambil tersenyum. Baru setelah itu. Ia pergi bersama manajernya. El hanya bisa tersenyum palsu.
"El, yuk. Kita kekamar penginapan dulu. Kau harus ganti baju." Kata Alex. Mereka berdua pun kembali masuk ke kamar penginapannya.
Saat Sherly melihat Alex dan El sudah masuk kedalam penginapan. Sherly langsung mengeluarkan hpnya dari tas yang dipegang manajernya. Ia langsung mengangkat telepon dari seseorang.
"Halo, iya. Saat ini kami sedang istirahat. Kami akan melanjutkan pemotretan nanti malam. Saat ini El juga lagi berganti pakaian. Sip. Aku pasti akan melakukan semua itu. Kau tenang Saja." Kata Sherly dengan seseorang yang menelponnya tadi.
Dan ternyata yang menelpon Sherly tadi adalah direktur Yosi. Ia mengingatkan kepada Sherly supaya tidak lupa menjalankan rencana yang sudah mereka atur kemaren. Saat mereka berdua telah selesai berbicara. Sherly langsung menutup hpnya dan masuk ke dalam kamarnya. Karena ia juga harus berganti baju.
Di Dalam Kamar El
"Aduh, kenapa aku jadi cemas ya, El. Sebentar lagi kita akan melakukaan aksi kita. Aku juga jadi takut dibuatnya." Kata Alex. Ia tampak berbolak balik tak tenang. Sampai memegang tanganya yang tampak dingin.
"Kau tidak boleh terlihat takut seperti itu. Bisa-bisa nanti rencana yang sudah kita atur bersama Della bisa gagal. Kau harus yakin Kalau kita pasti bisa melaluinya." Kata El. Ia berusaha menenangkan Alex.
"Aku hanya takut. Jika kau kenapa-kenapa El." Kata Alex. Saat ini ia benar-benar mencemaskan El.
"Baiklah, kita pasti bisa, El." Kata Alex. Ia terlihat lebih tenang.
"Oke, sekarang kau ganti bajumu dulu El. Kita juga dapat kiriman makanan untuk makan malam." Kata Alex. Ia mengeluarkan dua buah kotak yang berisikan nasi dan beberapa lauk. Yang memang di kasih dari tempat penginapan ini.
"Baiklah, aku juga sudah sangat lapar. Aku ganti baju dulu. Baru sudah itu kita makan bersama." Kata El. Alex pun mengangguk tanda ia setuju.
Setelah selesai berganti pakaian. El pun langsung duduk bersama Alex. Mereka menikmati makanan itu. Seharian ini Alex maupun El baru makan sekali ini saja. Karena itu, mereka terlihat sangat lapar. Setelah selesai makan. Tak terasa hari sudah malam. Langit pun juga tampak sudah gelap.
Ini sudah waktunya mereka melakukan pemotretan.
"Alex, lihatlah. Lampu-lampu ditempat aku akan melakukan pemotretan itu sangat terang dan indah. Aku tak menyangka mereka mempersiapkan semuanya dengan sangat teliti." Kata El.
Mereka berdua sama-sama melihat dari jendela kamar mereka. Karena kamar mereka berada dilantai dua. El dan Alex pun bisa menyaksikannya langsung tempat pemotretan itu yang letaknya tepat dibawah mereka.
"Kalau tidak ada lampu-lampu itu. Hasil fotonya mana bagus. Apalagi hari gelap seperti ini. Mereka sejak tadi sore sudah menyiapkan semua keperluan lampu untuk pemotretanmu ini." Kata Alex.
"Direktur Yosi benar-benar mempersiapkan dengan sangat baik." Kata El. Ia lagi-lagi memuji Direktur Yosi. Padahal, tanpa sepengetahuannya. direktur Yosi juga ikut-ikutan merencanakan rencana jahat kepada El.
"Benar sekali." Kata Alex.
Setelah semua dirasa siap. El dan Alex pun turun kebawah. Semua staf sudah siap. Begitu juga dengan Anton. Ia sudah standby di tempatnya. Ternyata, Sherly juga sudah siap ditempatnya. Sepertinya, Sherly benar-benar tidak sabar melakukan aksinya.
Saat ini El maupun Sherly memakai pakaian berwarna abu-abu yang dipadukan dengan warna putih dan hitam. warna pakaian mereka disesuaikan dengan tema malam saat ini. Mereka berdua benar-benar terlihat tampan dan cantik dengan warna itu.
"Lihatlah, sepertinya Sherly benar-benar sudah tidak sabar untuk melakukan aksinya. Ia bahkan sudah bersiap di tempatnya." Kata Alex. Ia sedikit berbisik dengan El.
"Benar, ia terlihat begitu semangat. Alex, jangan lupa nanti aku akan memberikan kode saat Sherly sudah mulai pura-pura pingsan. Pada saat itu, kau pergilah duluan ke kamar Sherly. Oke." Kata El. Alex pun mengangguk tanda ia mengerti.
"Hei, Alex. Ayo, kita akan melakukan pemotretan selanjutnya." Kata Sherly saat El sudah berdiri tepat didepannya.
"Ayuk kita mulai. Aku juga sudah tidak sabar." Kata El dengan senyum yang penuh arti.