
Sherly sedikit mengejar Anton yang akan pergi untuk beristirahat sejenak. Saat ini ada sesuatu yang ingin dikatakan Sherly ke Anton.
"Anton, tunggu sebentar." Panggil Sherly. Anton pun merasa namanya dipanggil langsung berhenti dan berbalik menghadap Sherly.
"Sherly, kau memanggilku? ada perlu apa?" Tanya Anton heran. Kini ia berjalan dan mendekat kearah Sherly.
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan. Sebentar saja." Kata Sherly. Ia pun menarik Anton ketempat yang sedikit sepi dan jauh dari keramaian staf yang lain.
"Ada apa Sherly? kenapa kau menarikku ke sini?" Tanya Anton. Ia masih heran kenapa Sherly melakukan hal itu.
"Sebenarnya, aku ingin mengatakan sesuatu. Aku hanya ingin kau melakukan satu hal." Kata Sherly. Ia sedikit berbisik-bisik agar orang lain tidak curiga dengan mereka.
"Melakukan apa? apa tadi saat pemotretan ada sesuatu yang kurang." Kata Anton heran.
"Tidak, tadi itu sudah bagus Pemotretannya. Tapi, aku ingin untuk pemotretan selanjutnya. Kau perintahkan ke El untuk lebih mesra denganku. Seperti kau suruh kami saling berdekatan lalu kau suruh El untuk memeluk pinggangku. Terus, kau suruh juga agar kami saling menyatukan kening kami. Jadi, seakan-akan kami terlihat sangat mesra." Kata Sherly. Ia mengatakan hal itu sambil senyum-senyum sendiri dan membayangkan hal itu dengan El.
"Tapi, dalam pemotretan ini. Posisi dan gaya seperti itu tidak ada. Aku hanya mengikuti dan melakukan pemotretan ini sesuai perintah dari atasan. Kalau aku melakukan hal-hal yang tidak sesuai perintah. Bisa-bisa aku dipecat dari pekerjaan ini. Tidak, tidak aku tidak akan melakukannya." Kata Anton. Ia benar-benar menolak permintaan Sherly itu.
"Ayoklah, kau harus membantuku. Ini salah satu kesempatan untukku. Agar aku bisa terlihat lebih mesra bersamannya." Kata Sherly. Ia menghayal lagi Seakan-akan ia akan melakukan hal itu bersama El.
Melhat Sherly seperti itu membuat Anton menggelangkan kepalany. Ia tidak menyangka Sherly seorang model profesional meminta hal yag sangat kekanak-kanakan seperti itu.
"Tidak, kau kira ini foto pre wedding kalian berdua. Kau pikir saat ini kau sedang melakukan pemotretan pernikahan. Jangan mengada-ada." Kata Anton. Kali ini Anton benar-benar menolak. Ia berniat pergi. Tapi, Sherly lebih dulu menahan Anton.
"Berapa banyak yang kau butuhkan. Aku akan membayarmu. Berapapun kau minta. Aku dengar saat ini kau lagi kekurangan uang karena tidak banyak pemotretan yang kau lakukan akhir-akhir ini kan." Kata Sherly. Saat ini ia tersenyum sinis.
"Darimana kau tau?" Tanya Anton. Ia berbalik dan kembali menghadap Sherly.
"Kau kira aku ini siapa. Aku seorang model yang sangat terkenal. Tentunya aku juga punya kaki tanganku sendiri. Sebenarnya sebelum kesini aku sudah menyuruh anak buahku untuk mencari tau tentang dirimu dulu." Kata Sherly.
"Jika kau tidak mau melakukannya. Kau tunggu saja. Mungkin ini akan menjadi pekerjaan terakhirmu." Kata Shelry. Ia kini sedang mengancam Anton agar ia mau melakukan apa yang disuruh Sherly.
Sherly berpura-pura akan pergi meninggalkannya Anton. Tapi, akhirnya Anton pun setuju dan membuat Sherly berhenti.
"Baik, baik. Aku akan melakukannya." Kata Anton. Kali ini ia benar-benar tidak bisa apa-apa lagi. Ia punya keluarga yang harus dinafkahinya. Ia punya anak. Jika, Anton kehilangan pekerjaan ini. Dia tidak tau lagi harus bekerja apa.
Anton hanya tertunduk lesu. Ia tidak menyangka kalau Sherly orang yang seperti itu. Ia memanfaatkan orang lain hanya untuk keinginannya sendiri. Benar-benar cewek yang egois. Anton pun kembali ke tempat tadi dan bersiap-siap untuk melakukan pemotretan selanjutnya.
Alex selalu setia berdiri disamping El. Saat ini beberapa tata rias sedang merapikan rambut El. Juga ada beberapa orang yang merapikan baju El. Setekah semua selesai. Alex menyuruh semua tata rias itu untuk meninggalkan mereka berdua dulu.
"Baiklah, Sudah cukup. Kalian boleh pergi. Tinggalkan kami berdua." Kata Alex terlihat ramah kepada tata rias itu. Mereka pun pergi tak lupa sebelum itu mereka sedikit menunduk ke El dan Alex. Mereka sangat sopan.
Saat mereka sudah tinggal berdua. Alex melihat Sherly terlebih dahulu. Ia ingin memastikan klau Sherly tidak akan kesini. Saat ini Shelry juga sedang di dandan dan sedang merapikan rambutnya. Alex pun bernafas lega. Ia langsung melihat El.
"El, ini pemotretan terakhir untuk sesi sore ini. Setelah itu kau akan ganti baju dan beristirahat sejenak. Baru dilanjutkan dengan sesi malam. Saat itulah kita akan beraksi." Kata Alex. Saat ini Alex berbicara pelan-pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.
"Baik, saat malam tiba kau, aku dan Della akan melakukan aksi kita. Kau juga jangan lupa apa yanh sudah aku suruh tadi." Kata El.
"Siap, aku akan mengingatnya dan melakukannya." Kata Alex terlihat sangat yakin.
"Sudah, kau bersiaplah. Pemotretan akan segera dimulai. Lihatlah, Sherly sudah berlari kesini. Ia pasti sudah tidak sabar untuk bergelantung di lenganmj lagi." Kata Alex sambil tertawa. El hanya bisa menghembuskan nafasnya.
"El, kau sudah siap? kita aja melakukan pemotretan selanjutnya." Kata Sherly. Ia sangat antusias. Bagaimana tidak, untuk pemotretan kali ini. Ia akan bermesraan dengan El. Anton akan memberi arahan kepada mereka. Sesuai perintah Sherly tadi.
"Baik semuanya. Ambil posisi masing-masing." Kata Anton. Ia mengambil kameranya dan bersiap untuk mengambil foto mereka berdua.
Anton belum melakukan apa yang disuruh Shelry. Saat ini ia masih menyuruh mereka dengan gaya yang memang sehar7 dilakukan. Baru setelah itu, Anton melakukan apa yang disuruh Sherly.
"Tunggu sebentar. Sepertinya gaya dan posisi kalian ada yang kurang cocok. El coba kau lebih dekat dengan Sherly." Kata Anton. Ia berbicara seakan-akan emang itu gaya yang seharusnya dilakukan El. Padahal, tidak.
El pun hanya menuruti perintah Anton. Karena dialah yang sejak tadi mengatur dan memposisikan gaya mereka berdua. Jadi, El hanha menurut. El pun memajukan sedikit badannya kearah Sherly.
"Lebih maju lagi El. Lalu, kau peluk pinggang Sherly. A iya, seperti itu." Kata Anton. Saat ini El melakukan semua yang dikatakan Anton. Awalnya, El heran kenapa gaya dan posisi mereka jadi seperti ini.
"Lalu, Sherly kau kalungkan kedua tanganmu dileher El. Dan kalian saling menyatukan kedua kening kalian." Kata Anton. Sherly pun langsung melakukan apa yang diperintahkan Anton. Karena itu benar-benar yang dia inginkan. El perlahan melakukan itu dengan wajah yang sedikit heran. Saat posisi mereka benar-benar sudah seperti yang disuruh Anton. Tiba-tiba El langsung melepas pelukannya di pinggang Sherly.
"Kenapa tiba-tiba posisi kami jadi seperti itu. Ini bukan foto untuk pernikahan!" Kata El sedikit membentak. Ia benar-benar tidak suka dengan posisi seperti itu. Apalagi dengan jarak yang sangat dekat dengan Sherly.