
Setelah, mereka turun dari pesawat. Mereka semua langsung dijemput oleh sebuah mobil yang diutus langsung oleh direktur Yosi. untuk membawa mereka ke laut itu. Setelah menempuh perjalanan ke laut itu. Akhirnya, yang ditunggu-tunggu pun datang. Mereka sudah sampai di laut Derawan itu.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Akhirnya, mereka sampai dilokasi pemotretan. Disebuah laut dengan pemandangan yang indah dan cantik. Ternyata laut yang mereka kunjungi itu bernama laut Derawan. Keanekaragaman hayati bawah lautnya dapat dinikmati. Di spot-spot menyelam yang pastinya sangat indah. Dalam laut itu juga bisa menjumpai 460 jenis terumbu karang dan sekitar 832 spesies ikan karang jika menyelam di sana.
Sebelum memulai pemotretan, mereka pergi ketempat penginapan dulu. Yang lokasinya masih disekitaran pulau itu. El dan Shelry harus mempersiapkan diri dan mengurus hal-hal yang dianggap penting.
El dan Alex berada didalam satu kamar yang sama. Begitu juga dengan Sherly. Ia juga satu kamar dengan manajernya. Karena mereka sama-sama cewek. Kamar mereka juga saling bersebelahan dengan El.
Setelah berada didalam kamar penginapan. El langsung merebahkan badannya di salah satu kasur yang ada disana. Berbeda dengan El. Alex lebih memilih membuka jendela kamar dan melihat pemandangan laut yang indah dari atas sana.
"Wahhh, El. Lihatlah. Benar-benar sangat indah. Ini seperti surga duniawi." Kata Alex. Sambil mengeluarkan kepalanya di jendela tersebut.
"Benarkah? seindah itu?" Tanya El. Ia bangkit dari tidurnya. Dan jalan menghampiri Alex.
"Wahh. Tenyata benar. Memang seindah itu." Kata El. Kini ia sama-sama ikut terpukau. Seperti yang dilakukan Alex
"Memang objek yang sangat cocok dan pas untuk pemotretan ini. Apalagi dengan tema duyung. Pasti kalian benar-benar seperti merasa di kerajaan duyung jika objeknya seindah ini." Kata Alex.
"Iya, objeknya emang sangat indah. Tapi, tidak dengan pasanganku. Si Sherly itu." Kata El. Wajahnya kembali datar saat mengingat Sherly.
"Kau harus sabar El. Pemotretan ini hanya 3hari saja kok. Sampai saat itu. Kau harus sabar menghadapi Sherly dan niat jahatnya itu." Kata Alex.
"Oiya, bagaimana dengan Della? apa dia sudah sampai di tempat ini juga?" Tanya El. Ia langsung teringat akan Della. Karena bagaimana pun Della yang akan membantu El. Dan membatalkan niat jahat Sherly.
"Bentar, coba aku hubungi dia dulu." Kata Alex. Ia mengeluarkan hpnya dari dalam tasnya. Lalu, menekan beberapa digit angka setelah itu panggilan tersambung.
"Sejak kapan mau punya no hpnya?" Tanya El. Ia heran karena Alex begitu hafal dengan nomor Della.
"Aku punya otak yang tajam. Saat itu Della sempat mengatakannya kepadaku. Aku langsung menginganya deh." Kata Alex tersenyum kearah El. El pun mengangguk tanda ia mengerti. El juga sudah tau akan kemampuan Alex itu. Ia bisa dengan cepat mengingat apapun itu.
Tapi, Della tidak mengangkat telepon dari Alex. Alex mencoba sampai 3kali. Tapi, Della tetap tidak menjawab.
"Apa mungkin Della masih diperjalanan kesini." Kata El mengira-ngira.
"Bisa jadi, mungkin hpnya berada didalam tasnya. Mungkin ia tertidur jadi tidak terdengar." Kata Alex mengira-ngira juga.
Mereka pun memutuskan untuk menghubungi Della nanti. Mereka kembali melihat pemandangan diluar sana.
"Jadi, disini juga kan penampakan seekor putri duyung yang diberitakan waktu itu." Kata El. Ia mengingatkan berita itu lagi.
"Iya tepat sekali. Katanya ada seorang turis yang sempat mengambil foto duyung itu. Mereka sangat yakin kalau itu duyung." Kata Alex.
"Tapi, aku sempat melihat foto yang diambil turis itu. Saat aku perbesar gambarnya. Itu memang terlihat seperti duyung. Tidak ikan ataupun binatang laut lainnya. Aku melihat ekornya bewarna biru dan bagian atasnya seperti badan manusia. Benar-benar sangat mirip." Kata Alex. Dengan wajah yang sangat yakin.
"Kau sama saja dengan mereka. Mempercayai hal-hal yang tidak nyata." Kata El.
"Tapi, bagaimana jika duyung itu benar-benar ada. Dan kau bertemu dengan mereka. Dan apa jadinya jika kau juga berubah jadi duyung seperti mereka. Lalu, hidup didasar laut. Lalu saat ...." Kata Alex. Tapi, ucapannya terpotong karena El langsung memukul tangganya.
"Kau itu sangat konyol. Ucapanmu sangat gila. Kau sudah tidak waras ya. Kenapa kau bisa berpikiran sampai sejauh itu. Kau itu hanya berpikir yang cuma-cuma. Kau itu orang hebat. Kenapa kau berpikiran hal-hal yang seperti itu. Benar-benar mengecewakan." Kata El. Kini El terlihat kesal dengan ucapan Alex tadi.
"Iya, iya. Maafkan aku. Aku kan hanya mengira-ngira. Bagaimana jika itu semua terjadi." Kata Alex.
"Daripada hidup bersama mereka. Lebih baik aku mati saja." Kata El. Alex pun langsung terkejut. Ia memukul El.
"Hei El! jangan berkata seperti itu! kau pikirkan bagiamana sedihnya keluarga dan orang-orang yang kau tinggalin. Kau harus menjaga ucapanmu El." Kata Alex.
"Iya, aku hanya tidak suka jika aku dikasih pertanyaan seperti itu. Ya lebih baik aku milih mati saja." Kata El. Alex pun hanya bisa menghela napas berat dan tidak lagi membalas ucapan El. Alex hanya takut jika El salah ucap. Dan membuat El celaka sendiri.
Mereka pun lanjut melihat-lihat pemandangan diluar lagi. Saat ini, El sudah melipat kedua tangannya di dada.
"Tapi, kenapa kelihatannya laut disini sangat sepi ya. Biasanya tempat ini kan selalu ramai dikunjungi para turis ataupun wisatawan lainnya. Tapi, sekarang bahkan tak ada orang satupun." Kata El sambil melihat kearah laut itu.
"Direktur Yosi sudah menyewa tempat ini untuk 3 hari kedepan. Dan hanya untuk pemotretan kalian. Dia benar-benar sangat menjaga keamanan kalian. Kalau banyak turis dan orang luar yang berkunjung kesini saat kalian melakukan pemotretan. Dia hanya takut jika ada sesuatu yang mencelakai kalian." Kata Alex.
"Hmm, Direktur Yosi memang sangat perhatian. Dia juga sangat baik. Dia selalu memastikan agar kami para modelnya selalu terjaga dan tidak tertimpa suatu tindakan jahat. Aku beruntung punya direktur seperti dia." Kata El. Kini ia tersenyum tanda ia sangat senang dengan tindakan direktur Yosi.
El dan Alex hanya tidak tau seperti apa sebenarnya direktur Yosi itu. Mereka hanya melihat luarnya saja tapi tidak didalamnya.
Setelah mereka selesai berbicara dan melihat pemandangan diluar. El pun bersiap-siap dan mengganti bajunya. Ini sudah waktunya untuk melakukan sesi pemotretan tahap pertama.
Dan pada saat itu. Hp Alex pun berbunyi. Alex melihat hpnya dan ternyata itu panggilan dari Della.
Alex pun langsung mengangkatnya. Dia tampak berbicara dan setelah itu menutup panggilannya.
"Apa kata Della?" Tanya El.
"Dia sudah sampai di dekat penginapan kita ini. Dia menyuruh supaya kita menemuinya." Kata Alex.
"Baiklah, kita temui dia dulu." Kata El. Mereka berdua pun bersiap keluar kamar.