Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 23 Kesasar



Alex benar-benar kasihan melihat Aditya. Ia rela melakukan semua ini. Padahal, nantinya ia juga akan terlibat dalam masalah ini. Alex juga merasa bersalah atas semua kejadian yang menimpa Aditya. Bagaimanapun, ia juga merencanakan ini. Walaupun, Della lah yang mengajak Aditya untuk membantu mereka.


"Oiya, yang membawamu kesini kan Della. Apa kalian memang saling kenal satu sama lain atau bagaimana?" Tanya Alex penasaran.


"Ya, aku dan Della memang saling mengenal. Dulu, dia adalah mantan pacarku. Tapi, hubungan kami sekarang hanya sebatas sahabat saja. Dia waktu itu meminta bantuanku untuk melakukan ini semua. Awalnya, aku juga berat melakukannya. Tapi, ternyata kebetulan aku juga sedang ditugaskan ditempat ini. Tempat yang sama yang dikatakan Della supaya ia ingin aku membantunya. Yasudah, kebetulan tempatnya sama. Akhirnya, aku menyetujuinya." Kata Aditya sambil tersenyum.


"Owh, jadi begitu. Ternyata, kau benar-benar sedang bertugas disini. Della benar-benar memilih orang yang tepat. Aku dan El juga ingin mengucapkan terimakasih kepadamu. Bagiamanapun hasilnya nanti. Setidaknya, sekarang kau telah membantu kami." Kata Alex ia tersenyum dan menepuk pundak Aditya tanda ia sangat berterimakasih.


"Oiya, ngomong-ngomong dimana El? apa dia sedang bersembunyi atau?" Tanya Aditya. Karena setaunya tadi Alex bersama El.


"Astaga, aku melupakan El. Ya ampun, tadi kami keluar berdua dari kamar Sherly. Tapi, saat itu kami bertemu manajer Sherly. Aku pun menyuruh El untuk langsung pergi. Supaya, rencana kami tidak ketahuan. Tapi, aku tidak tau El pergi kemana." Tanya Alex cemas.


Ditempat lain...


Ternyata, El sudah berada diluar penginapan. Saat ini ia berjalan entah kemana. Saat El keluar tadi. Ia sebenarnya ingin duduk dan menunggu Alex di sebuah taman yang tak jauh dari penginapan. Tapi, saat El kesana ia melihat ternyata banyak staf yang duduk dan beristirahat disana. El pun langsung menjauh dari taman itu. Kalau staf-staf tau dia sekarang berada diluar pasti mereka akan bertanya dan heran.


"Kemana aku harus pergi sekarang. Semua tempat dipenuhi dengan staf-staf. Jika, mereka tau aku sekarang berada diluar dan tak bersama Sherly. Mereka pasti tidak akan tinggal diam dan heboh. Aku tidak mau rencanaku gagal." Kata El. Sambil berjalan ia berbicara sendiri.


Padahal, tanpa sepengetahuan El rencana mereka sebenarnya sudah ketahuan oleh menajer Sherly. Tapi, untung saja Aditya bisa membuat situasi lebih baik. Saat ini El sudah terlanjur jalan dan menjauh dari tempat penginapan.


"Ini dimana ya? perasaan aku tadi berjalan hanya lurus kedepan saja. Tapi, kenapa sekarang sepertinya aku seperti berada di hutan." Kata El.


Ia tetap berjalan sambil menghidupkan senter HP-nya. Karena tadi El tidak tau harus kemana. Ia pun memastikan untuk berjalan lurus ke depan saja. El mengira ia akan menemukan sebuah tempat untuk bersembunyi dari staf-staf itu. Tapi, semakin jauh berjalan. El malah bertemu dengan pohon-pohon besar yang sangat mengerikan seperti dihutan saja. Pikir El.


"Apa sebaiknya aku telepon Alex saja ya. Dan menyuruh dia untuk menjemputku ditempat ini." Kata El. Ia pun menelepon Alex. Tapi, ternyata ditempat El berdiri sekarang sinyal tidak ada. Alhasil, Alex pun tidak bisa dihubungi.


"Astaga, kenapa disaat yang seperti ini sinyal hpku malah tidak ada. Aku juga tidak tau arah balik ke penginapan. Tadi, sepertinya lewat sini. Tapi, kalau dilihat jalan itu malah tampak gelap. Apa saat ini aku benar-benar tersesat? ya ampun. Hari semakin malam pula. Aku juga jadi semakin takut." Kata El. Saat ini ia benar-benar takut dan sangat cemas.


El pun memutuskan untuk tetap meneruskan perjalanannya lurus kedepan. Ia berharap ada seseorang yang bisa membantunya.


Didalam penginapan....


"Apa benar-benar tidak bisa dihubungi? coba kau ulangi lagi." Kata Aditya. Ia berusaha untuk menenangkan Alex.


Alex pun mengikuti apa yang dikatakan Aditya. Ia berusaha menelepon El lagi. Tapi, berapa kali pun Alex mencoba. El benar-benar tidak bisa dihubungi.


"Kan benar-benar tidak bisa dihubungi. Kata operatornya nomor yang ada hubungi sedang berada diluar jangkauan. Coba ulangi beberapa saat lagi " Kata Alex. Ia semakin cemas.


"Kenapa bisa diluar jangkauan? apa El pergi ketempat yang jauh dari sini?" Tanya Aditya heran. Ia berpikir kalau El masih disekitaran sini tidak mungkin operator itu mengatakan diluar jangkauan.


"Tidak tau, tapi tidak mungkin El pergi jauh dari tempat ini. Ia juga tidak terlalu tau tempat ini. Tidak mungkin El pergi jauh. Bagaimana ini." Kata Alex. Saat ini Alex benar-benar tidak tenang. Ia bahkan mondar-mandir sejak tadi. Ia terus mencoba menghubungi El tapi tetap saja tidak ada balasan.


"Tapi, mana tau disaat situasi seperti ini. El pergi jauh untuk bersembunyi. Soalnya, kalau dilihat staf-staf masih rami beristirahat dan duduk di luar. Lihatlah, mereka semua masih disana." Kata Aditya.


Ia melihat dari jendela kamar El. Disana terlihat staf-staf masih berada di tempat pemotretan tadi. Mereka masih sibuk diluar sana sambil membicarakan sesuatu yang Alex tidak tau.


"Apa jangan-jangan saat El keluar tadi. Ia berusaha menghindari staf-staf itu dan pergi ketempat lain. Apa jangan-jangan saat El mencari tempat yang sepi. Ia malah tersasar ketempat lain. Dan tidak menemukan arah jalan pulang lagi." Kata Alex dengan prasangka itu.


"Aku rasa sepertinya El memang berusaha untuk menghindari staf-staf itu. Mungkin ia saat ini sedang bersembunyi di suatu tempat dan menunggu sampai mereka semua sudah sepi dan masuk kedalam penginapan." Kata Aditya. Ia terlihat berpikir.


"Tapi, kenapa hp El tidak bisa dihubungi. Seharusnya, kalau ia masih bersembunyi disekitaran tempat ini. Pastinya, panggilannya tidak diluar jangkauan seperti ini." Kata Alex.


"Aku punya kemungkinan lain. Ya ampun, aku baru mengingatnya sekarang." Kata Aditya tampak terkejut. Alex pun dibuat takut dengan perkataan Aditya itu.


"Ada apa? kau jangan buat aku semakin takut seperti ini." Kata Alex.


"Aku pernah mendengar cerita dari salah satu warga yang tinggal disekitar sini. Saat itu aku sedang mengobati lukanya. Dan pada saat itu ia menceritakan kepadaku kalau luka ini ia dapatkan saat ia tidak sengaja masuk kesebuah hutan angker. Tiba-tiba ada yang menusuknya dan membuat luka itu. Ia juga menyatakan hutan itu tidak jauh dari penginapan ini.


"Ya ampun, mendengar ceritamu saja sudah membuat seluruh badanku merinding. Bagiamana, kalau El benar-benar masuk kehutan itu. Bagaimana saat ia mencari tempat yang sepi. Ia malah tersasar ketempat itu. Astagaaaa ku mohon lindungilah El. Aku benar-benar sangat cemas jika itu semua terjadi." Kata Alex.


"Ada satu lagi yang kudengar dari pria itu. Ia juga bercerita kalau jika kita sudah berhasil keluar dari hutan itu. Kita akan langsung bertemu dengan lautan yang tampak berbeda dengan laut yang saat ini dekat dengan penginapan kita ini. Dan konon katanya disitulah banyak penampakan duyung bahkan ada yang yakin bahwa banyak duyung yang lewat di laut itu." Kata Aditya. Seketika Alex membulatkan matanya.