Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 16 Membicarakan Rencana



El dan Alex sudah bersiap keluar dan menemui Della. Saat Alex membuka pintu kamar mereka. Tiba-tiba Sherly sudah muncul dihadapan mereka berdua. Sontak mereka berdua pun langsung terkejut.


"Taraaaa, aku membawakan kalian makanan. Pasti kalian sudah lapar karena perjalanan yang cukup panjang tadi. Jadi, ini untuk kalian." Kata Sherly dengan wjaah yang gembira.


El dan Alex pun saling pandang memandang satu sama lain. Kalau berurusan dengan Sherly ini menghabiskan waktu yang cukup lama. El hanya takut jika Della kelamaan menunggu mereka. Nanti malah Della pula yang ketahuan dengan orang lain.


El pun sedikit menunduk dan membisikan sesuatu kepada Alex.


"Kita pura-pura bawa dia kedalam kamar dan pada saat itu aku akan diam-diam keluar. Dan setelah itu kau tahan dia supaya tidak mengikutiku. Apa kau mengerti?" Tanya El masih berbisik-bisik di telinga Alex.


"Baiklah, aku mengerti." Kata Alex sambil mengangguk tanda setuju.


"Wahhh kau baik sekali Sherly. Kau seharusnya tidak usah repot-repot membawakan kami makanan." Kata Alex.


"Lebih baik kita makan ini sama-sama didalam, yuk." Kata El. Ia berpura-pura tersenyum.


"Waah kalian meresponku dengan sangat baik. Ayuk, kita makan didalam." Kata Sherly. Ia sangat bahagia dan senang karena El dan Alex hari ini begitu baik dengannya. Padahal, tanpa sepengetahuan Sherly mereka hanya berpura-pura.


Setelah Sherly masuk lalu diikuti dengan Alex. Dan pada saat itu juga El langsung kabur dan lari dari hadapan Sherly. Awalnya, Sherly terlihat biasa saja. Tapi, saat ia berbalik.Ia melihat El yang lari dan kabur darinya.


"Hei El!! kau mau kemana? hei El!!!" Sherly pun berteriak saat mengetahui El kabur darinya. Ia ingin langsung mengejar. Tapi, Alex menghentikannya


"Tunggu Sherly. Kau tunggu disana saja. El itu ada urusan yang harus dikerjakannya." Kata Alex. Ia menahan Sherly. Supaya tidak mengikut El.


"Aku juga ingin ikut. Tadi katanya mau makan bersamaku. Tapi, kenapa ia langsung lari begitu. Kalian menyembunyikan sesuatu dari aku ya." Kata Sherly. Ia melepas paksa tangan Alex yang menghentikannya tadi.


"Itu urusan El. Bukan urusan kau. Ngapain juga kau mengurusi urusannya." Kata Alex. Sherly pun terlihat kesal. Ia meletakan makanan tadi diatas meja. Ia keluar dan masuk ke kamarnya lagi. Saat ini Sherly hanya ingin bersama El. Tapi, malah El yang kabur.


"Bagus, lebih baik sejak tadi kau pergi." Kata Alex. Ia tertawa melihat Sherly.


El pun sudah keluar dari tempat penginapan. Ia mencari-cari keberadaan Della. Dan pada saat itu ada seseorang yang memanggil El.


"El, aku disini." Kata Della. Ia bersembunyi di salah satu pohon besar tidak jauh dari tempat penginapan El. Ia melambaikan tangannya dan menyuruh El kesana.


"Kenapa kau bersembunyi disini. Apa ada seseorang yang tidak ingin kau temui?" Tanya El. Saat ini El sudah tepat berdiri didepan Della. Ia juga ikut-ikutan bersembunyi seperti yang dilakukan Della.


"Sebenernya ada beberapa staf yang ikut hari ini yang merupakan orang dalam. Dia nanti juga bakalan ikut-ikutan untuk mengintaimu dan mengambil beberapa foto saat kau bersama Sherly. Karena itu aku bersembunyi disini. Kalau dia melihatku. Dia bisa melaporkanku." Kata Della. Ia sedikit cemas.


"Iya, karena itu. Kita harus bersembunyi dulu. Oiya, dimana Alex?" Tanya Della. Karena tadi dia menyuruh mereka berdua untuk menemuinya.


"Dia masih didalam. Tadi, Sherly berada diantara kami. Jadi, dia berusaha untuk menghentikan Sherly dulu. Nanti sepertinya dia akan menyusul." Kata El. Della pun mengangguk tanda mengerti


"Baiklah, jadi ada sesuatu yang ingin kau katakan?" Tanya El. Kini ia lebih terlihat serius.


"Ada, aku dapat informasi dari temanku yang sama-sama melakukan hal ini. Dia mengatakan Sherly dan beberapa orang yang ikut campur akan menjalan aksinya nanti malam. Saat kalian sudah selesai melakukan pemotretan sesi sore. Pada saat itu juga Sherly akan berpura-pura kalau ia pusing." Kata Sherly.


"Lalu, ada seseorang yang akan mengatakan kepadamu untuk membawa Sherly kekamar penginapannya. Lalu, saat sudah dikamar Sherly. Juga ada seseorang yang akan menyuruh semua orang keluar dan hanya meninggalkan kalian berdua saja. Dan pada saat itu Sherly akan mendekatimu. Dengar-dengar Sherly juga akan berusaha menciummu. Dan pada saat itulah semua wartawan yang diam-diam akan mengambil foto kalian berdua." Kata Sherly.


"Apa!!! mereka benar-benar telah merencanakan semuanya. Aku tidak percaya dengan semua ini." Kata El. Ia terlihat sangat kesal.


"Dan pada saat itu aku diam-diam akan masuk bersama seorang pria yang sudah aku suruh. Kau berpura-pura untuk mengambilkan minuman untuk Sherly. Lalu, kau buka pintunya. Aku akan matikan lampu dan menyuruh pria itu masuk. Pada saat itu juga kau keluar bersamaku. Kau pergi kearah berbeda denganku. Aku akan pergi untuk mengambil foto mereka berdua." Kata Della.


"Lalu, apa yang akan dilakukan pria itu bersama Sherly?" Tanya El.


"Saat lampu dimatikan, saat itu juga pria tadi berpura-pura seakan-akan itu kau. Ia akan memeluk Sherly dan menenangkannya. Pada saat mereka berpelukan aku akan mengambil foto mereka berdua. Seakan-akan mereka sedang bermesraan berdua." Kata Della.


"Jadi, kau yang akan membuat berita di berbagai media kalau sebenarnya Sherly tidak bermesraan denganku. Melainkan dengan pria lain." Kata El.


"Iya, lebih tepatnya aku akan memutar balikan berita. Aku tidak akan menggunakan identitas asliku. Sehingga orang-orang tidak ada yang akan tau jika aku yang membuat berita seperti itu." Kata Sherly.


"Wah, kau benar-benar cerdas. Jadi, aku tidak akan masuk kedalam berita yang tidak benar ini kan." Kata El lagi.


"Benar, orang akan lebih fokus dengan Sherly. Orang-orang itu akan memberitakan tentang Sherly yang tertangkap basah sedang bermesraan saat melakukan pemotretan." Kata Della.


"Baguslah, aku jadi lebih tenang. Berkat dirimu." Kata El. Ia tersenyum kearah Della. Della pun membalas senyuman El. Ia juga sangat bahagia bisa membantu El. Selain untuk menebus rasa bersalahnya. Sebagai penggemar El. Della juga harus melindungi idolanya itu.


"Baiklah, aku akan kembali kedalam. Karena sebentar lagi aku akan mulai pemotretan." Kata El.


"Baik, aku juga harus kembali ke tempat penginapanku." Kata Della.


Tapi, saat mereka akan kembali. Bunyi suara-suara rumput yang seperti diinjak seseorang. Bunyi suara itu semakin mendekat kearah mereka. Della dan El pun langsung ketakutan. Mereka takut jika ada seseorang yang mendengar perbincangan mereka berdua.


"Siapa itu!" Kata El.