Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 7 Sherly



Saat sudah menempuh perjalanan lebih kurang 15 menit. El dan Alex pun sudah sampai di kantor agensinya. Agensi Model ini berperan menyalurkan model-model yang mempunyai bakat ke dunia industri. El juga biasa melakukan pemotretan ataupun bertemu dengan model lainnya di dalam agensinya ini. Disini El juga bertemu dengan beberapa sponsor yang membantunya dan memfasilitasi kebutuhan El selama berperan dan dunia permodelan.


El keluar dari mobilnya masih dengan wajah yang terlihat kesal. Keringat masih membekas di kening El. Kejadian itu sangat membuat El benar-benar kehabisan kesabarannya. Ia tidak menyangka pengemarnya sendiri melakukan itu kepadanya. Mereka benar-benar harus diberi pelajaran. Pikir El dalam hatinya.


Alex pun keluar dari mobil dan berlari menghampiri El yang sudah duluan jalan didepannya. Alex melihat wajah El sekilas. Ia tau El masih kesal dengan kejadian tadi. Dan cara konyol yang disuruh Alex membuat El malu. Alex juga merasa dia juga tidak seharusnya menyuruh El memakai rambut palsu itu. Alex juga merasa bersalah.


"El, apa kau masih marah denganku?" Tanya Alex dengan wajah tertunduk sedih.


"Iya, aku sangat marah denganmu. Kalau tidak gara-gara cara konyolmu itu. Aku tidak akan mengalami kejadian tadi itu." Kata El.


"Baiklah, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi." Kata Alex dengan wajah cemberut.


"Sudahlah, aku tidak mau lagi membahas itu." Kata El.


Saat El dan Alex sudah berada didalam kantor agensinya. Semua orang tampak menyapa El. Bahkan beberapa cewek menatap El dengan wajah yang terkagum-kagum dan teriakan-teriakan kecil. Ia seperti melihat artis lewat saja. Semua orang berhenti melakukan aktivitasnya saat El lewat dihadapan mereka.


Ya, begitulah. Semua orang tampak begitu menyukai El. Tidak saja karena fisik dan ketampanannya. El juga tipe orang yang tidak sombong. Karena itu, banyak cewek-cewek yang tergila-gila karena El.


El pun hanya bisa menundukan kepalanya saat semua orang tampak menyapanya. Walaupun hatinya sedang kesal sekarang. Tapi, El masih bisa tersenyum ke semua orang.


"Iya, iya. Hei, hei." Alex membalas semua sapaan staf-staf itu. Padahal, yang disapa sebenarnya El. Tapi, Alex terlalu kepedean seakan-akan ia juga disapa oleh orang-orang itu.


"Kenapa kau yang membalas sapaan mereka." Kata El heran melihat Alex yang tersenyum kesemua staf yang menyapanya.


"Aku kan menajermu. Aku juga jalan disampingmu. Lebih kurang sapaan mereka juga pasti ditujukan untukku." Kata Alex dan kembali tersenyum ke semua orang.


"Kenapa aku harus punya menajer yang kepedean seperti kau ini. Benar-benar memalukan." Kata El menggelengkan kepalanya.


"Lebih baik seperti ini. Daripada tidak punya manajer sama sekali." Kata Alex terlihat sombong didepan El. El hanya bisa menghela nafasnya. Ya, begitulah Alex.


Saat ini mereka menuju ruangan pribadi El. Ruangan itu adalah tempat dimana El sering beristirahat. Ruangan El juga sering dijadikan untuk beberapa pertemuan antara El dengan beberapa sponsornya. Dan juga untuk membicarakan kontrak kerja yang akan El ambil. Di ruangan itu, El juga biasa menggunakannya untuk mengobrol dengan beberapa rekan kerja sesama modelnya dari luar negeri.


Tapi, seorang cewek menghampiri El dengan sifat manjanya. Dan berlari-lari kecil karena ia memakai sepatu berhak tinggi. Saat ia sudah berdiri disamping El. Ia tidak segan-segan langsung merangkul lengan El. Dan berbicara sok manis kepada El.


"El, kau sudah datang? aku menunggumu sejak tadi." Kata Cewek itu. Ia bergelut manja ditangan El.


Jadi, cewek yang menghampiri El tadi itu adalah Sherly Putri Lovata. Biasa dipanggil Sherly. Ia juga berprofesi sebagai seorang model. Sama dengan El. Penampilan Sherly sangat glamor. Rambut Sherly hanya sepanjang pundaknya. Tingginya sejajar dengan pundak El. Sherly selalu memakai pakaian yang pendek. Hal itu membuat kaki jenjang sherly selalu terekspos.


Ia juga sudah sangat dekat dengan El. Tapi, kedekatan El dengan Sherly sering di salah gunakannya. El hanya menganggap Sherly sebagai rekan kerjanya. Tapi, Sherly sering bersikap manja kepada El. Seakan-akan ia adalah pacar El.


"Ihhhhh, kau ini selalu saja seperti ini. Apa kau sudah makan El?" Tanya Sherly. Awalnya, ia cemberut karena El melepas genggaman tangannya. Tapi, ia berubah manja lagi dan sok peduli kepada El.


"Sudah." Kata El singkat. Sherly pun menghentikan pergerakan El. dan melihat-lihat wajah El dengan sangat dekat.


"Hei, apa yang akan kau lakukan." Kata El terkejut. Awalnya, El mengira Sherly akan menciumnya.


"Kenapa kau berkeringat? kau habis olahraga ya?" Tanya Sherly melihat keringat di kening El. Sherly pun langsung mengambil tisu didalam tasnya dan menghapus keringat El.


"Aduhh, kalian bermesraan lagi. Aku hanya jadi nyamuk, deh. El aku duluan ke ruanganmu, ya. Aku tunggu disitu saja. Sepertinya kau akan lama disini bersama, Sherly." Kata Alex sambil menutup mulutnya karena ia menertawai El.


Alex tau Sherly selalu dekat-dekat dengan El. Alex juga tau El tidak suka kalau Sherly sudah dekat-dekat dengannya. Apalagi bersikap manja dan sok perhatian kepadanya. El selalu tidak nyaman dengan Sherly karena sikapnya ini. Tapi, Sherly selalu saja melakukan itu. Ia tidak pernah menyerah.


"Hei, Alex. Jangan tinggalkan aku!" Kata El berteriak kepada Alex yang sudah duluan meninggalkanya. El tidak bisa bergerak karena Sherly menahannya dan sibuk membersihkan keringatnya


"Heiii, kau ini. Sudah, sudah keringatku sudah bersih. Kau sengaja ya melakukan itu biar bisa memandang-mandang wajahku." Kata El kesal.


"Ahhh tidak kok, aku hanya membantumu membersihkan keringatmu. Kan kalau begini kau jadi tambah ganteng, deh." Kata Sherly senyum-senyum didepan El.


"Besok-besok kau tidak perlu lagi melakukan itu. aku bukan anak kecil lagi. Aku bisa melakukanya sendiri." Kata El kesal.


"Ihhhh, aku kan hanya membantumu." Kata Sherly cemberut lagi.


"Iya iya. Terimakasih." Kata El terpaksa mengucapkan hal itu. Kalau tidak Sherly tidak akan pernah membiarkannya pergi.


"Gitu dong, kan ketampananmu terpancar lagi." Kata Sherly sambil tertawa kecil. El pun lebih memilih mengacuhkan Sherly dan lanjut jalan. Gara-gara Sherly. Alex lebih dulu jalan dan meninggalkan mereka berdua.


"Oiya, hari ini kau ada proyek baru kan. Pemotretan dengan menggunakan tema duyung. Benarkan?" Tanya Sherly antusias.


"Iya, darimana kau tau? apa sekarang profesimu sudah berubah jadi paparazi?" Tanya El.


"Ihhhhh tidak. Apa kau belum tau? aku kan pasangan yang akan berduet bersamamu untuk pemotretan ini. Aku akan jadi Putri dan kau pangeran duyungnya." Kata Sherly tersenyum.


"Apaa!!! bersamamu?" Tanya El terkejut. El berpikir cobaan apalagi ini.


"Ya, ampun. kenapa harus sama Sherly? " Pikir El dalam hati.