
Bella pun berusaha sekuat tenaga menahan badannya. Ia benar-benar tidak ingin mati ditangan manusia-manusia itu. Bella pun ingat akan bola kristal yang diberikan Dewi Auristela kepadanya. Bella langsung mengambilnya dan berniat menggunakannya. Mungkin ini saatnya untuk Bella menggunakan bola itu. Ia benar-benar terjebak sekarang. Tenaganya juga sudah hampir habis.
"Dengan bola ini aku ingin minta agar kedua manusia ini dilenyapkan dan agar aku bisa bebas dari mereka." Kata Bella. Dengan tenaga yang tersisa Bella sudah bersiap-siap untuk meminta sebuah permintaan itu.
"Pak!!!! jangan lakukan itu! lepaskan dia." Kata El. Ia langsung berlari dan berusaha melepaskan jaringa yang dipegang bapak itu. El mengira bapak itu sedang menangkap seorang manusia. Karena yang El lihat hanya badan atas Bella saja, yang memang seperti manusia.
"Siapa kau!!! apa yang kau lakukan hahh!!! awas, jangan lepaskan jaringa itu!" Kata bapak itu. Tapi, El tidak mendengarkan bapak itu. Ia terus merebut jaring itu dari tangan bapak itu.
"Kau tidak boleh melakukan itu. Kau harus melepaskannya." Kata El. Sambil terus berusaha mengambil jaring dari tangan bapak itu.
Seketika Bella langsung terdiam. Awalnya, ia ingin meminta bantuan dengan bola kristal yang diberikan Dewi Auristela itu. Tapi, Bella mendengar semua apa yang dikatakan El itu. Ia tidak ingin membunuh Bella. Malah ia ingin melepaskannya. Ia bahkan melawan bapak itu agar Bella dilepaskan dari jaring itu. Bella melihat wajah El. Ini pertama kalinya ia bertemu seorang manusia yang ingin melepaskannya dan membantunya keluar dari perangkap manusia.
"Siapa manusia ini? kenapa dia ingin membantuku untuk lepas dari jaring ini. Kenapa dia tidak ingin menangkapku saja. Apa ada manusia yang baik seperti ini? yang ingin membantu duyung sepertiku ini. Tapi, kalau dilihat manusia itu tampan juga." Kata Bella dalam hati.
El terus melawan bapak itu. Karena El masih muda dan tenaganya masih kuat. Akhirnya, El pun berhasil mengambil jaring itu dari tangan bapak tadi. El langsung melepas jaring itu. Alhasil, Bella pun akhirnya bisa keluar dari jaring itu dan langsung berenang sejuah mungkin kembali ke bawah laut. Bella sempat berbalik dan melihat El sejenak.
"Terimakasih." Kata Bella. Baru setelah itu ia benar-benar tidak terlihat lagi dan sudah masuk ke bawah dasar laut.
"Heii!!!!!! apa yang kau lakukan hahh!!! kau sudah melepas seekor duyung! lihat! sekarang dia sudah pergi kebawah laut itu." Kata bapak itu, ia terlihat sangat marah. Bapak itu mengusap kepalanya karena ia benar-benar sangat marah dengan El, karena telah melepas duyung itu.
"Apa? tidak mungkin itu seekor duyung. Itu tadi manusia. lihatlah, badannya seperti manusia kan. Karena itu aku menyuruhmu untuk melepaskannya. Kau tidak boleh menangkap manusia. Kau pasti ingin menjualnya kan" Kata El.
Awalnya, ia terkejut saat bapak itu bilang kalau itu duyung. Tapi, El langsung tertawa dan tidak percaya dengan perkataan bapak itu. Ia langsung mengatakan kalau itu manusia.
"Apa kau buta! jelas-jelas itu adalah duyung. Apa kau tidak lihat tadi ada ekornya. Badan atasnya saja yang terlihat seperti manusia. Lihatlah, jika dia manusia dia pasti sudah muncul ke permukaan. Tapi, kenyataannya tidak kan. Iya malah berenang kebawah laut dan tidak muncul keatas sampai sekarang." Kata bapak itu.
El juga merasa aneh kenapa saat El sudah melepas manusia itu ia tidak muncul dan keluar dari laut itu. Kenapa dia malah berenang semakin jauh kedalam. El juga merasah heran. Sampai sekarang pun ia tidak muncul lagi kepermukaan. Mana mungkin ada manusia sekuat itu bertahan dibawah laut tanpa alat apapun.
"Pasti dia sekarang berenang ketempat lain dan keluar dari tempat yang berbeda. Mana mau dia keluar disini. Dia pasti sangat takut denganmu." Kata El. Ia menutupi keheranannya itu dengan mengatakan kemungkinan lain yang terjadi. El benar-benar tidak percaya dengan duyung itu.
"Kau benar-benar aneh ya. Duyung kau katakan manusia. Apa kau tidak percaya dengan kehadiran duyung itu? jelas-jelas tempat ini adalah tempat dimana orang-orang sering menemukan duyung. Kau pasti jarang melihat berita ya." Kata Bapak itu. El benar-benar tidak suka jika sudah membahas tentang duyung.
"Emang siapa sih kau sebenarnya? kau tiba-tiba muncul dan mengancurkan perkejaanku. Kau juga tidak seperti orang sekitar sini." Kata bapak itu sambil melihat penampilan El yang benar-benar berbeda dari masyarakat sekitaran sini.
"Namaku El aku adalah seorang model yang sedang bertugas melakukan pemotretan disekitar laut ini." Kata El sambil melihatkan kartu pengenalnya.
"Owh, jadi kau seorang model. Pantesan penampilanmu sangat kekinian. Kau juga tampan. Tapi, sayang kau sedikit bodoh." Kata bapak itu sedikit mengejek El. Ia langsung mengambil barang-barangnya dan berniat pergi meninggalkan El sendiri disana.
"Heii!! apa maksud kau mengatakan aku bodoh. Enak saja. Aku tidak bodoh ya." Kata El berteriak. Ia tidak terima jika ada orang yang mengatakan dia bodoh.
Bapak itu terlihat tidak peduli dan pergi meninggalkan El. Pekerjaannya jadi terganggu karena kehadiran El itu. El pun baru sadar saat ini ia tinggal sendiri. Ia juga tidak tau jalan pulang ke penginapan. Bapak itu satu-satunya orang yang ada disini.
"Kenapa harus begini jadinya. Apa aku benar-benar akan minta tolong ke bapak yang sudah mengejekku tadi? tapi, hanya dia satu-satunya orang yang ada disini. Bagaimanapun aku harus kembali ke penginapan." Kata El. Ia pun akhirnya memilih mengejar bapak itu lagi. Ia harus meminta bantuan dari bapak itu. Bagaimanapun El harus kembali ke penginapan.
"Pak! pak! tunggu sebentar!!" Kata El berteriak memanggil bapak itu. Ia juga berlari mengejar bapak itu yang sudah jauh jalan didepannya. Karena merasa dipanggil bapak itu pun berhenti dan menoleh kebelakang.
"Pak! tunggu sebentar! aku membutuhkan bantuanmu." Kata El saat sudah tiba di depan bapak tadi.
"Minta tolong apa?" Tanya bapak itu.
"Aku saat ini sedang kesasar. Aku tidak tau jalan balik ke penginapanku. Hanya kau orang yang ada disini. Aku butuh bantuanmu. Tunjukan aku jalan menuju penginapan." Kata El. Ia benar-benar sangat berharap kepada bapak itu.
"Jadi, kau tinggal di penginapan ya? aku tau tempat itu. Kalau dari sini jalan ke penginapan juga tidak terlalu jauh. Aku juga punya jalan cepatnya." Kata bapak itu. El pun langsung terlihat bahagia. Akhirnya, ia bisa kembali ke penginapan.
"Tapi, tentunya harus ada bayaran dong. Apalagi kau tadi telah melepas uangku. Duyung tadi itu mau aku jual agar aku banyak dapat uang. Tapi, kau malah melepasnya. Aku sekarang kehilangan uangku itu. Jadi, kalau kau ingin aku menunjukan jalan itu kau harus membayarku. Sebagai ganti rugi juga karena kau telah melepas tangakapanku." Kata Bapak itu.
El pun tidak punya cara lain lagi. Hanya bapak ini yang bisa diandalkannya untuk kembali ke penginapan. Walaupun, bapak ini meminta bayaran. Tapi, El akhirnya setuju.
"Baiklah, aku akan membayarmu." Kata El terlihat pasrah. Bapak itu pun tersenyum puas. Dan pada akhirnya bapak itu menemani El menuju penginapannya.