
Kerajaan Pavlopetri
Dibawah sana, semua duyung-duyung belum terlihat memulai aktivas mereka. Hari masih sangat pagi. Semua duyung masih nyenyak dalam tidur mereka. Begitu juga dengan Bella. Ia masih terlelap dalam tidurnya. Gaya tidur Bella sangat tenang. Kedua tangannya berada disamping dibawah kepalanya. Bella tidur menghadap kearah kanan.
Walaupun Bella tidur dengan tenang. Ekornya masih saja bergerak ke kiri ke kanan dengan lambat.
Awalnya wajah Bella tampak terlihat sangat tenang. Namun, tiba-tiba berubah seketika. Wajahnya terlihat seperti sangat ketakutan. Bella juga mengerut kan keningnya seperti menahan sesuatu. Matanya juga tampak tidak tenang. Kepalanya juga bergerak ke kanan dan kekiri.
"Ayah, ibu. Jangan." Kata Bella bergumam dalam tidurnya. Ia terlihat sangat resah dan ketakutan.
Ternyata, dalam mimpinya. Bella melihat ayah dan ibunya pergi menjauh dari dirinya. Ia ditinggal sendiri. Dalam mimpinya itu Bella masih terlihat kecil dan belum dewasa seperti sekarang ini. Setelah ibu dan ayahnya pergi. Bella melihat beberapa manusia yang menangkap kedua orangtuanya. Orangtua mereka dibawa ke dasar laut. Tapi, yang membuat Bella takut dalam mimpi itu karena ia melihat kedua orangtuanya dibunuh dengan sangat kejam.
Bella tidak bisa mendekat kearah orangtuanya. Tiba-tiba ekornya tidak bisa digerakkan. Ia bahkan tidak bisa mengeluarkan suaranya. Ia ingin berteriak. Ia ingin memanggil kedua orangtuanya. Tapi, tidak bisa. Saat itu juga ia melihat kedua orangtuanya sudah mati dan dibawa oleh manusia-manusia itu.
"Tidak!!!!!!!" Kata Bella langsung terbangun dari tidurnya. Nafasnya terengah-engah. Wajahnya sangat ketakutan. Saat itu juga Bella langsung menangis karena ia tidak tau lagi apa yang terjadi dengan kedua orangtuanya.
Zanna pun terkejut saat mendengar teriakan Bella. Ia langsung terbangun dan menghampiri Bella.
"Bella, ada apa? kenapa kau berteriak? kau baik-baik saja?" Tanya Zanna khawatir.
Saat melihat Zanna datang, Bella pun langsung memeluk Zanna erat. Entah kenapa ia tidak ingin ditinggal sendiri lagi seperti dalam mimpi tadi. Sekarang hanya Zanna yang dimilikinya. Ia sangat takut. Takut jika ditinggal pergi oleh orang-orang yang disayanginya.
"Bella, ada apa? kenapa kau menangis?" Tanya Zanna sambil mengelus punggung Bella yang mulus tanpa sehelai kain apapun.
"Aku bermimpi tentang orangtuaku. Ia dibunuh. Mereka mati. Aku ditinggal sendiri, Zanna. Aku takut." Kata Bella. Masih menangis kencang.
"Tenanglah, ada aku disini. Kau tidak sendiri. Jangan takut." Kata Zanna berusaha menenangkan Bella. Bella pun mengangguk. Sedikit demi sedikit tangisannya pun reda. Ia terlihat lebih tenang saat Bella sudah berada dipelukan Zanna. Ia merasa tidak sendiri lagi.
Setelah itu, mereka pun memilih untuk makan. Bella membutuhkan energi lagi. Makanan mereka sangat berbeda dengan manusia. Mereka biasa makan ikan-ikan kecil dan beberapa kerang laut. Juga kadang mereka makan rumput laut. Pokoknya, semua yang ada di laut.
"Apa kau sudah merasa baikan?" Tanya Zanna memegang tangan Bella lembut.
"Sudah, berkat kau. Aku bisa menghilangkan rasa takut itu." Kata Bella tersenyum kearah Zanna.
"Tapi, rasa dendamku belum hilang. Manusia-manusia itu. Aku ingin membalas dendamku ini. Aku berharap aku bisa dikasih kesempatan untuk berada diantara mereka. Dengan badan yang menyerupai mereka dan aku akan membalas dendamku ini." Kata Bella dengan tatapan kosong.
"Bella, itu sangat mustahil. Mana mungkin kita bisa masuk kedunia mereka. Sudahlah, seiring berjalannya waktu aku yakin kau bisa menghilangkan dendam itu. Walaupun sulit, tapi aku yakin kau pasti bisa." Kata Zanna. Bella pun tersenyum dan mengangguk tanda ia setuju dengan Zanna.
Saat mereka lanjut makan. Terdengar bunyi suara yang nyaring. Tandanya ada seseorang datang. Lonceng mereka sangat unik. Tidak seperti manusia yang menggunakan elektronik. Tapi dengan sebuah cangkang siput bewarna emas dan harus ditiup dulu untuk memberi tanda bahwa ada yang datang.
Zanna pun berenang ke pintu depan mereka dan melihat siapa yang datang. Ternyata, itu adalah Zico. Teman mereka. Zico sama-sama bekerja di istana untuk Dewi Auristela.
"Hei, selamat pagi." Kata Zico dan masuk kedalam rumah mereka. Berbeda dengan Bella dan Zanna. Ekor Zico lebih bewarna hijau tua. Badan atas Zico tidak ada penutup sama sekali. Hal itu membuat badannya terlihat sangat jelas. Rambut Zico bewarna coklat juga.
Sambil menyapa Zico. Zanna dan Zico pun berenang ketempat Bella duduk tadi. Zico orang yang sangat baik. Ia selalu membantu Bella dan Zanna jika mereka mengalami kesulitan. Zico juga sering menjaga rumah mereka. Jika, ada seseorang yang jahat dan berniat buruk kepada mereka berdua. Zico langsung melawan mereka. Karena ia sangat ahli dalam hal itu.
"Hei Bella, kau tampak lesu. Apa kau baik-baik saja?" Tanya Zico. Ia sadar sepertinya Bella sedang ada masalah. Bella pun memilih diam dan hanya tersenyum kepada Zico.
"Tadi dia bermimpi tentang kedua orangtuanya lagi. Ia sangat ketakutan." Kata Zanna. Ia yang lebih mau membicarakan masalah ini kepada Zico. Karena bagaimanapun, Zico orang yang banyak membantu mereka. Dan akan membantu mereka jika ada seuatu masalah.
"Apa kau melihat manusia-manusia itu lagi. Apa dendammu bangkit lagi?" Tanya Zico. Ia sudah tau Bella itu mempunyai dendam kepada manusia. Ia juga tau kedua orangtua Bella mati karena manusia.
"Aku hanya merasa ini tidak adil. Kenapa kedua orang tuaku harus mati karena dirinya." Kata Bella dengan tatapan kosongnya.
"Aku tau bagaimana perasaanmu sekarang. Tapi, percuma saja kau punya rasa dendam itu. Kau tidak akan bisa membalasnya." Kata Zico diiringi dengan anggukan dari Zanna.
"Setidaknya, aku masih berharap aku bisa melakukanya. Jika, dikasih kesempatan sekali saja. Aku akan melakukanya." Kata Bella tersenyum kearah Zico.
"Baiklah. Apapun itu. Kami akan selalu mendukungmu, Bella. Disaat susah maupun senang." Kata Zico. Mereka bertiga pun tersenyum satu sama lain.
"Apa hari ini kalian tidak bekerja?" Tanya Zico. Ia tau Bella dan Zanna bekerja di istana untuk Dewi. Begitupun dengan Zico.
"Ah iya, kami sebentar lagi akan pergi. Aku siap-siap dulu." Kata Bella. Ia pun berenang ke ruangan yang berbeda. Ia akan merapikan rambutnya dulu. Ia masih terlihat berantakan.
Sepertinya biasa, Bella selalu membiarkan rambutnya tergerai. Ia hanya menjalin rambunya sedikit di bagian tengahnya. Ia juga menjempit jalinan dengan jelita bergambar bintang laut. Walaupun, didalam air. Duyung-duyung itu masih bisa merias wajah mereka dengan bahan-bahan alami dari laut. Begitu juga yang dilakukan Bella sekarang. Ia merias wajahnya. Ia terlihat sangat cantik.
"Ayo, kita pergi." Kata Bella. Tapi, saat itu Zico hanya melihat Bella. Ia berpikir Bella selalu terlihat sangat cantik.
Saat mereka sudah berada diluar rumah. Tiba-tiba pengawal kerajaan mendatangi mereka dengan sangat terburu-buru.
"Dewi Auristela pingsan. Bella, kau harus cepat ke istana." Kata pengawal itu. Bella pun langsung terkejut mendengar hal itu.