Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 11 Cewek itu 2



Cewek itu pun langsung berlutut dihadapan, El. Saat ini cewek itu sangat ketakutan. Cewek itu tidak tau lagi apa yang harus dilakukannya. Ia juga takut jika El dan Alex melaporkannya. Secara El adalah orang terkenal. Ia Juga tidak ingin ditahan karena kesalahan yang telah dilakukannya.


Karena itulah. Cewek tadi lebih memilih berlutut didepan El. Sebenarnya Saat ini cewek itu sangat malu berlutut didepan El seperti itu. Tapi saat ini, Ia tidak peduli lagi jika rasa percaya dirinya lumpuh seketika di depan El. Semua ini juga salahnya. Ia memang harus minta maaf.


"Maafkan aku, El. Kejadian itu benar-benar tidak disengaja. Aku benar-benar tidak tau jika itu dirimu. Pada saat itu aku hanya berpikir pria itu sangat aneh karena memakai rambut palsu wanita." Kata cewek itu sambil menundukkan kepalanya.


"Apa! kau mengatakan kalau aku aneh ya." Kata El. Kali ini El benar-benar dibuat emosi.


"Tidak, aku tidak bermaksud mengatakan kalau kau aneh. Aku tidak tau kalau itu kau. Itu hanya pikirku saja saat pertama kali melihatmu." Kata cewek tadi.


"Tapi, walaupun itu bukan aku. Kau tidak seharusnya menilai orang hanya dari penampilannya saja. Bagaimana kalau itu orang lain dan bukan diriku. Bagaimana perasaannya saat kau menilai buruk penampilannya. Pasti orang lain akan sedih. Kau seharusnya menjaga ucapanmu itu." Kata El. Ia berusaha menasehati cewek tadi.


"Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku akan lebih berhati-hati lagi dengan ucapanku." Kata cewek tadi menunduk sambil ketakutan. Dengan wajah bersalah. El pun menghela nafasnya.


"Kau sudah berlutut dan minta maaf langsung kepadaku. Aku juga bukan orang yang jahat. Jadi, aku sudah memaafkan dirimu. Sebenarnya aku benar-benar sangat kesal waktu itu. Tapi, melihatmu mau mengakui kesalahanmu sendiri. Aku juga tidak tega membiarkanmu begini. Berdirilah." Kata El.


El benar-benar sangat baik. Sebenernya El adalah tipe orang yang mudah memaafkan. Jika orang itu mengakui kesalahannya sendiri. El juga bukan tipe orang yang memaksa orang lain hanya demi dirinya. El bukan orang seperti itu.


"Lihatlah, El benar-benar orang yang rendah hati. Walaupun ia orang kaya, terkenal. Ia masih mau memaafkan dirimu. Dan tidak menuntut apapun darimu. Bahkan, El juga tidak minta apa-apa kepadamu kan. Kau seharusnya bersyukur." Kata Alex. Saat cewek itu sudah duduk dan tidak berlutut lagi didepan El.


"Iya, aku benar-benar sangat berterima kasih. Kalian bukan orang-orang yang jahat. Kalian tidak memanfaatkan kejadian ini untuk menaikkan nama kalian." Kata cewek itu. Kali ini cewek itu baru bisa tersenyum. Karena ia sudah lega. El mau memaafkan dirinya.


"Aku hanya minta satu hal darimu. Jangan pernah ikuti dan menungguku didepan apartemenku lagi. Setiap aku ingin pergi keluar dan kemana aku akan pergi. Kalian tidak boleh lagi mengikutiku." Kata El. El hanya minta satu hal itu dari cewek tadi. Ia tidak meminta hal yang aneh-aneh. El hanya ingin cewek itu dan penggemarnya yang lain. Melakukan hal yang sewajarnya dan tidak berlebihan.


"Tapi, pekerjaan kami hanya itu. Kami bisa dapat uang dengan pekerjaan seperti ini. Mengikutimu. Mengambil foto-foto terbarumu. Mencari tau apa yang terbaru darimu. Lalu, kami jual hasilnya itu. Kami bisa dapat uang karena itu." Kata cewek tadi.


"Kenapa kalian tidak mencari pekerjaan lain. Kau juga masih muda. Masih banyak hal yang bisa kau lakukan. Kau bisa mendapatkan uang dengan pekerjaan yang lebih baik lagi. Bukan pekerjaan seperti ini." Kata El.


"Berapa umurmu?" Tanya Alex kepada cewek itu.


"19 tahun kak." Kata Cewek tadi.


"Aku bukan dari kalangan orang kaya. Kedua orang tuaku tidak punya uang untuk membiayai sekolahku ke jenjang yang lebih tinggi lagi." Kata cewek itu. Ia terlihat sedih lagi.


"Emang dari pekerjaan seperti ini. Kau dapat uang berapa?" Tanya El heran.


"Bisa sampai jutaan. Jika kami menjual informasi itu ke media berita." Kata cewek itu.


"Jadi, kalian yang selama ini menyampaikan informasi terbaru tentangku. Dan memberikannya ke media untuk di beritakan?" Tanya El tidak percaya. Jadi, selama ini penggemarnya mengikutinya. Untuk mencari informasi terbaru tentangnya dan memberikan ke berbagai media.


"Sekali lagi. Maafkan aku. Seharusnya sebagai penggemar. Kami mendukungmu dan menjaga privasimu. Tapi, kami malah menghancurkanmu dan menyebar luaskan informasi pribadimu. Maafkan aku." Kata cewek itu ia menundukan kepalanya. Tanda ia benar-benar merasa sangat bersalah.


"Kalian benar-benar ya. Kau tidak tau kan bagaimana perasaanku. Saat semua orang tau tentang hal yang seharusnya aku jaga. Malah dibocorkan oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Hatiku benar-benar hancur mendengar itu semua." Kata El.


Selama ini sudah banyak berita yang membicarakannya tentang El. Kadang dalam berita itu semua informasi tentang El tidak benar. Tapi, kadang, orang-orang seakan-akan dibuat percaya dengan berita yang tidak memiliki kebenaran sama sekali tentang dirinya maupun keluarganya.


"Aku minta maaf, aku benar-benar banyak melakukan kesalahan. Aku seharusnya tidak melakukan itu. Tapi, semua itu karena uang. Aku hanya butuh uang." Kata cewek itu.


"Lalu, bagaimana perasaanmu. Saat kau mendapatkan uang itu. Tapi, dilain tempat kau mengancurkan hidup seseorang. Kau tau kan. Hanya karena berita dan perkataan banyak orang yang tidak benar. Seseorang bisa mengakhiri hidupnya sendiri. Kau seharusnya memikirkan hal itu." Kata El. Saat ini El benar-benar sangat marah. Bagaimana tidak. El saat ini sedang berhadapan dengan orang yang menyebar luaskan informasi tentang dirinya.


Alex pun langsung pindah duduk disamping El. Ia mengusap punggung El. Alex ingin menenangkan El. Alex mengerti perasaan El saat ini. Ia bisa merasakannya. Karena selama ini Alex selalu berada didekat El. Alex sudah tau hal-hal apa yang dibenci dan disukai El.


Hal yang dibenci El itu adalah karena informasi yang sering diberitakan di berbagai media kadang selalu tidak benar. Kadang berita itu membuat El sedih. Berita itu kadang melukai perasaannya dan keluarganya juga.


"El, sudahlah. Kau tenangkan dirimu dulu. Jangan terlalu marah. Hari ini kita akan berangkat ke laut itu. Kalau sesuatu terjadi kepadamu. Semua orang akan mulai mencari tau dan memberitakan hal-hal yang tidak benar lagi." Kata Alex masih mengelus punggung El.


Saat Alex mengatakan hal itu. Si cewek tadi langsung mengangkat kepalanya. Wajahnya seketika berubah. Ia benar-benar melihat El serius


"Ada satu hal lagi yang harus aku katakan kepadamu." Kata cewek itu.