Siren Or Human

Siren Or Human
Episode 10 Cewek itu



Seperti biasa alarm El selalu berbunyi sangat nyaring didalam kamar di apartemennya sendiri. El juga langsung terbangun saat bunyi alarm pertamanya. El juga mempunyai kebiasaan untuk mematikan alarmnya dengan satu tangannya. Dengan seluruh badan yang masih tertutup dengan selimutnya. Sesudah itu, El pun diam sejenak. Baru ia benar-benar keluar dari dalam selimutnya.


Masih diatas kasurnya. El pun duduk sambil meregangkan otot-otot badannya. El juga punya kebiaasaan tidak memakai baju saat tidur. Ia hanya memakai celana pendek saja. Alhasil, setiap pagi. Setiap bangun tidur El selalu memperlihatkan keseksian tubuhnya.


Tiba-tiba El menghela nafasnya. Hari ini El merasa benar-benar sangat malas. Bukan karena ia masih mengantuk. Tapi, karena hari adalah jadwal El untuk pergi ke laut itu. Untuk melaksanakan tugasnya sebagai seorang model. Ia harus melakukan pemotretan hari ini.


El mengambil hpnya yang terletak di meja samping kasurnya. El ingin melihat apakah pagi ini ada pesan baru yang masuk untuknya. Dan ternyata ada. Seperti biasa itu dari manajernya, Alex. Dalam pesan itu Alex mengatakan bahwa ia akan menjemput El sekitar jam 8. Jadwal penerbangan El dan yang lain adalah jam 9. Tapi, perjalanan dari apartemen El ke bandara cukup lama. Karena itu Alex ingin mereka lebih cepat pergi.


El pun melihat pun pesan lain. Dan ternyata dari Sherly. Dalam pesan itu Sherly mengatakan supaya El jangan lupa sarapan dulu. Dia akan menunggu El di bandara. Dan diakhir pesan Sherly menuliskan "Semangat sayangku".


Hal itu membuat El melempar hpnya keatas kasur dan tidak membalas pesan Sherly. El sudah mulai kesal jika Sherly sudah mulai bertindak yang tidak sewajarnya. Mereka bukan pasangan. Tidak seharusnya Sherly mengatakan hal itu. Pikir El.


El bangkit dari kasurnya dan masuk ke kamar mandi. Ia harus membersihkan badannya terlebih dahulu. Walaupun pagi ini pikirannya diganggu oleh Sherly. El tampak mengacuhkan dan mengabaikan hal itu. El saat ini hanya ingin pemotretan ini cepat selesai dan ia tidak mau lagi berurusan dengan Sherly.


Sesudah El siap membersihkan badannya. El pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Seperti biasa El berjalan ke ruangan ganti bajunya. Hari ini El memilih baju bewarna hitam dengan kemeja bewarna abu. El memakai aksesorisnya seperti jam tangan dan ikat pinggang.


El belum mempersiapkan baju yang akan ia gunakan saat di ditempat itu nanti. Dan El juga belum mempersiapkan baju untuk tidur atau baju ganti. Karena mereka akan menginap ditempat itu. Pemotretan itu tidak bisa selesai dalam sehari. Terlalu banyak yang harus dipersiapkan.


Awalnya, El mengambil kopernya. Tapi, entah kenapa tiba-tiba El berubah pikiran. Ia mengambil tas yang lebih kecil dari kopernya tadi. El memasukan beberapa bajy yang dirasanya perlu. Tidak banyak yang dibawa El. Bahkan hanya beberapa helai baju, celana dan pakaian dalamnya. Hanya itu saja.


El membawa tas itu dan mengambil hpnya yang tadi tergeletak diatas kasur. El keluar dari kamarnya. Saat ini El ingin sarapan dulu. Ia harus mengisi energinya dulu sebelum bertemu dengan Sherly. Berhadapan dengan Sherly benar-benar membuat energinya terkuras habis.


Seperti biasa sarapan El hanya sepotong roti dan susu. Tidak makan nasi atau semacamnya. Saat El sedang makan. Tiba-tiba hpnya berdering. Tapi, bukan pesan masuk. Melainkan, sebuah panggilan dan itu dari Alex.


"Halo, Alex. Ada apa? Ini kan masih jam 7. Waktu mu untuk menjemputku masih lama." Kata El saat ia sudah mengangkat panggilan dari Alex.


"Kau ini. Pagi-pagi sudah bercanda. Kalau tidak ada yang penting. Aku tutup teleponmu ya. Hubungi aku lagi kalau kau sudah berada di apartemenku." Kata El. Ia hanya menganggap perkataan Alex tadi hanya bercanda saja. El berniat untuk mematikan hpnya. Tapi, dalam panggilan itu Alex berteriak.


"Tunggu El!! jangan ditutup dulu teleponnya. Aku sudah sampai di apartemenmu. Kucing liar ini begitu tidak bisa tenang. Tunggu saja El. Aku akan bawa dia ke hadapanmu." Kata Alex. El berpikir Alex berbicara aneh lagi. Tepat setelah Alex mengatakan hal itu. Ia langsung mematikan sambungan panggilannya.


"Alex benar-benar aneh. Mungkin Alex terlalu bahagia karena hari ini dia akan pergi ke laut itu. Mungkin bagi dia ini bisa dijadikan liburan. Dan bersenang-senang. Tapi, tidak denganku." Kata El. Dia pun melanjutkan makannya yang sempat tertunda tadi.


Tak lama setelah itu. Pintu kunci apartemen El pun terdengar ditekan oleh seseorang. El sudah bisa menebak kalau itu pasti Alex. Dan pintu depannya pun terbuka. Awalnya, El tidak terlalu memperhatikan saat pintu apartemennya terbuka. Tapi, ada sesuatu yang menjanggal yang membuat El langsung menoleh ke Alex.


"Hah, Alex. Dia kan salah satu penggemarku yang kemaren? yang waktu itu mengejekku." Tanya El heran. Ia juga terkejut kenapa Alex memabawanya kesini. Ke apartemennya.


"Ia dia ini yang aku maksud kucing liar itu. Aku tidak sengaja bertemu dia tadi dijalan. Permasalahannya dengan kita masih belum selesai. Karena itu aku paksa dia untuk kesini." Kata Alex sambil melihat cewek itu. Cewek itu hanya bisa tersenyum terpaksa dengan wajah yang ketakutan. Ia ingin lari tapi bajunya ditahan Alex. Alhasil, cewek itu pun hanya bisa pasrah.


"Kalau begitu masuk lah dulu." Kata El. Ia menyuruh Alex dan cewek itu masuk dulu. Baru mereka berbicara.


El pun duduk di ruangan tengahnya. Cewek tadi duduk disamping Alex. Dan berhadapan langsung dengan El. Idolanya. Di satu sisi cewek itu senang bisa langsung masuk ke apartemen El. Tapi, di sisi satu lagi saat ini bukan itu yang dipikirkannya. Ada masalah yang lebih besar lagi.


"Cepat! sekarang kau sudah berada tepat didepan, El. Apa yang ingin kau katakan kepadanya? yang pasti kau harus minta maaf dengannya." Kata Alex. Ia melepas pegangannya di baju cewek tadi. Hal itu membuat cewek tadi bebas dan bisa melakukan apapun.


"Aku tidak punya banyak waktu. Cepatlah. Katakan apa yang ingin kau katakan. Jangan sampai mengecewakanku. Aku bisa saja melaporkanmu." Kata El. Ia melipat kedua tangannya. Saat ini, El berlagak seakan-akan ia adalah bos. Ia melihat sekilas cewek tadi. Lalu setelah itu ia mengalihkan pandangannya ke yang lain.


Cewek itu terlihat ketakutan karena di interogasi oleh dua orang sekaligus. Apalagi, satunya adalah idolnya sendiri. Tidak tau apa yang ingin dikatakannya. Cewek itu pun tiba-tiba berlutut tepat didepan kaki El. El pun terkejut melihat apa yang dilakukan cewek itu. Alex pun terkejut sampai menutup mulutnya. Ia tidak terpikir jika cewek itu akan langsung berlutut didepan El.