
Cewek itu benar-benar mengatakan semuanya kepada, El. Ia bahkan juga mengatakan apa rencana yang akan dilakukannya untuk melindungi El dari berita yang akan dibuat oleh orang-orang jahat itu.
"Apa kau yakin akan melakukan ini?" Tanya El.
"Ya sangat yakin. Demi dirimu dan juga diriku. Aku tidak mau lagi menjadi anak buah yang disuruh-suruh untuk mengerjakan hal-hal yang mencelakai orang lain lagi." Kata cewek itu.
"Kau memilih pilihan yang sangat tepat. Aku salut dengan dirimu." Kata El. Cewek itu pun tersenyum kearah El.
"Lalu, kapan kau akan keluar dari pekerjaan lamamu?" Tanya Alex.
"Aku akan keluar sesudah tugas terakhirku ini. Aku sudah dibayar untuk tugas ini. Jadi aku harus mengerjakannya. Tapi, tenang saja aku tidak akan mengecewakan kalian." Kata cewek itu.
"Bagaimana El. Cewek ini sudah mengatakan semuanya kepada kita. Apa sekarang cewek ini benar-benar akan menjadi kaki tangan kanan kita?" Tanya Alex. Semua juga berdasarkan keputusan El.
"Baiklah, aku sepakat untuk mempekerjakanmu. Kau juga harus sepakat untuk melindungiku dari orang-orang yang berniat jahat kepadaku. Mengerti." Kata El. Cewek itu pun tersenyum dan mengangguk. Ia akan melakukan semua yang dikatakan El. Mereka berjabat tangan tanda kalau sudah menjadi satu tim.
"Kalau boleh tau siapa namamu? aku juga harus mengenal kau." Kata El.
"Namaku Della. Apa aku harus memanggilmu dengan panggilan formal juga?" Tanya Della.
"Hmmm tidak usah. Panggil saja aku El. Anggap saja kita ini teman." Kata El.
"Kau juga panggil aku Alex saja. Mengerti." Kata Alex. Padahal, cewek tadi tidak ada bertanya kepada Alex. Tapi, ia selalu kepedean seakan-akan ia juga ditanya. Della hanya tersenyum kearah mereka berdua.
"Baiklah, ini sudah jam 8. Kami harus pergi ke bandara. Kalau kami telat bisa-bisa direktur Yosi bisa marah dengan kami." Kata Alex berdiri dan diikut dengan El.
Della sempat terdiam saat Alex menyebut nama direktur Yosi. Karena sebenernya yang menyuruh Della melakukan semua itu adalah direktur Yosi. Della belum mengatakan hal itu. Karena ia tidak ingin El dan Direktur Yosi putus hubungan. Della tidak ingin El punya masalah dengan agensinya sendiri. Agensi yang telah membuat nama El besar.
"Hei Della. Kau tidak pergi? bukannya kau juga akan pergi ke tempat itu kan." Kata Alex.
"Ahh iya." Della tersentak dari lamunannya dan pergi keluar bersama El dan Alex.
Della lebih dulu keluar dari apartemen El itu. Karena ada beberapa teman Della yang menunggu diluar. Seperti biasa mereka selalu menunggu El sampai keluar. El menyuruh della untuk keluar lebih dulu karena Della akan menyuruh semau teman-temannya pergi. Agar El bisa keluar tanpa narsu bertemu dengan penggemarnya itu.
"Hei Della. Kau sudah lebih dulu datang ya. Kenapa kau keluar dari apartemen itu?" Tanya salah satu teman Della.
"Waahhh, Della benar-benar hebat. Ia membawa semua teman-temannya pergi dari sini. Padahal, hanya sekali ucapan teman-temannya langsung percaya." Kata Alex. Mereka mengintip didekat pintu samping.
"Besok kita suruh Della untuk mengatakan kepada teman-temannya agar tidak menunggu lagi didepan apartemen ini. Dengan begitu kita bisa bebas keluar masuk tanpa harus bersembunyi seperti ini." Kata El. Dan diikuti dengan anggukan dari Alex.
Alex da El sedang diperjalanan ke bandara. El tampak diam. El hanya memikirkan tentang apa yang dikatakan Della. Jadi selama ini masih banyak juga orang-orang yang tidak menyukai El. Masih ada juga orang orang yang berniat jahat kepada El. El tidak habis pikir. Ternyata, diluar sana ada juga orang-orang yang ingin melihat El hancur.
"El, apa kau memikirkan apa yang dikatakan Della tadi?" Tanya Alex. Ia sudah tau jika El sudah diam berarti ada sesuatu yang dipikirkannya.
"Apa aku punya banyak kesalahan? sehingga ada juga orang yang ingin melihat aku hancur. Orang-orang yang berniat jahat kepadaku." Kata El.
"Mungkin orang-orang itu hanya iri melihat kesuksesan dirimu. Kau itu model yang sangat terkenal. Bahkan, sampai ke luar negeri pun. Semua keluargamu juga sukses. Kau sama sekali tidak punya kekurangan apapun. Mungkin mereka hanya ingin meajdi seperti diirmu tapi tak bisa." Kata Alex.
"Tapi, kenapa harus berniat jahat kepadaku seperti itu. Jika ingin menjadi seperti diriku.Mereja seharusnya berusaha. Bukan, malah mengancurkanku." Kata El.
"Pikiran orang-orang diluar sana berbeda-beda El. Tidak sama seperti diirmu. Mungkin ia merasa cara itu adalah jalan yang terbaik yang sudah dipilihnya. Padahal, menurut kita itu adalah jalan terburuk. Tapi, mereka santai saja karena emang sudah menjadi pilihannya. Jadi, mereka tidak peduli dengan apa yang akan terjadi dengan diirmu, El " Kata Alex.
"Tapi, aku masih bersyukur akan kedatangan Della. Ia mau mengungkap semuanya. Dan mau mengatakan hal yang tidak aku tau. Jika saja dia tidak datang kepadaku. Aku pasti akan terjebak dengan rencaan jahat orang-orang itu." Kata El
"Iya, ternyata kedatangan Della ada baiknya juga. Awalnya, kau begitu marah dengannya. Eh tau-taunya malah dia yang akan membantumu." Kata Alex. Ia sedikit tertwa saat mengingat kejadian itu lagi.
"Tapi, kenapa Sherly juga ikut-ikutan untuk mencelakaiku dengan skandal seperti ini. Kalau dia ikut tertimpa skndal ini. Dia juga pasti akan merasa dirugikan. Kenapa dia mau mengambil resiko seperti ini." Kata El. Ia teringat perkataanmu Della tad yalang mengatakan Sherly akan berpura-pura pingsan.
"Kalau aku liat Sherly itu tipe orang yang akan melakukan segala cara untuk mendekati pria yang disukainya. Dia kan sangat menyukaimu. Mungkin bisa saja dia mengambil kesempatan ini untuk benar-benar menjadi pasanganmu." Kata Alex sambil tertawa.
"Aku tidak akan mau jadi pasangannya." Kata El terlihat kesal.
"Tapi, bagaimana kalau aku menghilang dari tempat ini. Mungkin semua berita akan membicarakan tentangku. Mungkin beberapa orang yang berniat jahat kepadaku akan merasa senang jika aku tidak ada di dunia ini." Kata El. Ia hanya terpikir jika semua itu terjadi kepadanya.
"Apa yang kau katakan El! kenapa kau berkata seperti itu!! kau pikirkan juga bagaimana perasaan orang-orang yang menyayangimu. Mereka benar-benar akan sedih. Begitu juga dengan diriku. Aku mungkin akan menangis bertahun-tahun." Kata Alex. Ia terlihat kesal karena El mengatakan hal yang tidak-tidak.
"Hahaha, kau ini terlalu berlebihan. Aku hanya bercanda kok." Kata El tersenyum kearah Alex. Setelah itu El tidak banyak bicara lagi dan lebih memilih menikmati pemandangan dikuar.