
El tidak percaya dengan isi pesan dari manajernya itu. Kenapa semuanya harus tentang duyung. Semua berita di tv tentang duyung dan sekarang El juga harus melakukan pemotretan dengan tema duyung. El sangat kesal. El sangat tidak suka dengan makhluk yang mustahil itu.
Setelah melihat pesan dari Alex menajernya. El pun melempar hpnya ke atas meja makannya. Saat ini El tidak sedang ingin membahas ataupun mendengar tentang duyung lagi.
Setelah itu, hp El berdering lagi tanda ada sebuah pesan masuk. El kembali mengambil hpnya dan mengecek. Kali ini pesan dari siapa lagi pikir El. Ternyata, masih dari Alex. Dalam pesan itu Alex mengatakan bahwa ia akan menjemput El. Dan Alex akan sampai di apartemen El dalam waktu 20 menit lagi. Alex menyuruh El bersiap-siap.
"Gara-gara duyung ini, moodku jadi buruk. Padahal, pagi ini aku sudah sangat bersemangat untuk pergi bekerja." Kata El. Ia masuk ke kembali kekamarnya. El mengambil beberapa keperluan dan tas miliknya.
Setiap pagi, saat akan pergi bekerja. El selalu dijemput oleh Alex menggunakan mobil kerjanya. Itu sudah menjadi salah satu tugas Alex untuk menjemput El setiap akan pergi kerja. El Tidak menggunakan mobil pribadinya. Karena ia menggunakan mobil pribadinya hanya untuk pergi berlibur atau hanya untuk kegiatan pribadinya saja.
Tak lama setelah itu. Terdengar bunyi seseorang menekan kunci pintu apartemen El yang menggunakan password. El sudah bisa menebak siapa itu. Dan itu pasti Alex. Karena El hanya memberikan password pintu apartemennya kepada orang-orang terdekatnya saja dan keluarganya.
Tak lama setelah itu, Alex pun masuk kedalam apartemen El. Penampilan Alex berbeda dengan El. Ia lebih terlihat santai dengan kaca mata bulat yang selalu bertengger di batang hidungnya. Alex selalu memakai tas sandang hitam yang berisikan semua keperluan El. Pakaian Alex juga lebih bewarna dibanding El yang terlihat lebih casual.
"Hei El. Good Morning." Kata Alex. Ia menyapa El dengan wajah yang ceria. Kadang Alex berbicara dalam bahasa Inggris. Karena sebelumnya Alex juga pernah bekerja di luar negeri.
"How are you today?" Tanya Alex dengan gayanya yang santai.
"Buruk! dan itu hanya gara-gara makhluk mustahil itu." Kata El. Ia sedikit kesal. Bahkan ia tidak berniat menyapa Alex pagi ini.
"Ya ampunnn El. Apa yang membuatmu sampai kesal seperti ini." Kata Alex dan duduk di salah satu sofa di ruangan nonton El.
El pun ikut duduk di sofa yang sama dengan Alex. Wajahnya masih tampak kesal. Tapi, walaupun dengan raut wajah seperti itu. Ketampanan El tidak pernah pudar. Malah dengan wajah kesal seperti itu El tampak lebih sexy.
"Karena duyung! semua berita membicarakan tentang duyung! dimana-mana tentang duyung. Sampai-sampai untuk tema pemotretan hari ini juga tentang duyung. Kenapa!" Kata El dengan nada yang kesal.
Alex pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dan tidak mengerti dengan El. Hanya karena duyung El bisa berubah kesal seperti ini.
"Aduh, El. Kenapa kau seperti ini. Penampakan duyung seperti itu emang harus diberitakan. Itu merupakan sesuatu yang sangat langka." Kata Alex sambil melipat kedua tangannya didada.
"Makhluk mustahil seperti itu tidak seharusnya dibicarakan. Apa kalian semua sudah tidak waras. Kalian hanya akan menghabiskan waktu kalian untuk hal yang tidak penting." Kata El samnil menyandarkan punggungnya di sofa yang empuk itu.
"Aku sudah tau. Kau kan paling benci dengan cerita yang cuma ada di dongeng saja dan tidak ada di dunia nyata." Kata Alex sambil melirik El malas.
"Tapi, hari ini kau harus ikut pemotretan itu. Rancangan desain baju duyung itu khusus dibuatkan untukmu. Dan itu dibuat langsung dari Perancis. Wahh, itu sangat spektakuler." Kata Alex dengan sangat semangat.
"Kalau aku tidak mau, bagaimana?" Tanya El.
"Elllll, kau jangan cari-cari masalah. Semua orang sudah tau dengan pemotretan mu ini. Aku juga sudah menyetujuinya. Bahkan, kau juga sudah masuk berita karena pemotretan dengan tema duyung ini." Kata Alex.
"Kau itu adalah model terkenal, El. Ada saja sesuatu yang baru darimu, Semua orang akan langsung menyebar luaskannya." Kata Alex.
"Hahhh, ternyata jadi orang terkenal itu susah juga ya." Kata El kesal.
"Sudahlah, lakukan saja pemotretan hari ini. Aku sudah bisa membayangkan dirimu memakai kostum duyung itu. Kau pasti sangat tampan. Lalu, tubuh sexymu akan sangat terlihat. Waah membayangkan nya saja sudah membuatku bahagia." Kata Alex sambil melipat kedua tangannya dan meletakkannya di pipinya. Alex sudah bisa melihat penampilan El dalam khayalannya.
"Hei, kau ini suka sekali menghayal. Sudahlah, kita harus segera pergi." Kata El. Ia membuyarkan lamunan Alex itu.
"Baik, pangeran duyung." Kata Alex sambil tertawa menjahili El.
"Sekali lagi kau memanggilku seperti itu. Aku akan memecatmu." Kata El serius.
"Huh, Dasar. Kau tidak akan bisa jauh-jauh dariku. Di dunia ini hanya aku sendiri yang bisa bertahan bekerja dengamu, El." Kata Alex.
Ucapan Alex memang benar. Alex satu-satunya orang yang bisa menghadapi sifat El. El adalah orang yang mudah kesal dan marah. Ada saja yang membuat El sensitif ia bakalan langsung tidak bisa mengontrol sifat marahnya. Ini contohnya. Hanya karena duyung, El langsung marah-marah tak jelas.
"Baikah, baik. Aku kalah." Kata El masih dengan wajah kesalnya.
"Kalau begitu, cuss. Kita pergi. Tapi tunggu sebentar." Kata Alex tiba-tiba berhenti jalan dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
El melihat apa yang dilakukan Alex. Ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Tapi, El tidak tau apa yang sebenarnya diambil Alex.
"Ini, pakai ini." Kata Alex. Sambil memeberikan rambut palsu cewek bewarna pink dan kacamata bermotif bunga-bunga. Sontak El terkejut dengan pemberian Alex itu.
"Apa-apaan ini! Kenapa aku harus menggunakan rambut palsu. Ini juga ngapain pula aku harus memakai kaca mata bermotif bunga-bunga ini. Apa kau pikir aku anak tk." Kata El kesal. Dan melempar rambut palsu itu lagi ke Alex.
"Kau harus menyamar, El. Karena berita hari ini mengatakan kalau kau akan melakukan pemotretan. Semua penggemar cewek-cewekmu itu sudah menunggu di depan gedung apartemen ini. Kalau kau keluar seperti ini. Cewek-cewek itu akan mengepungmu. Kau tidak akan bisa keluar dari mereka. karena itu pakai ini." Kata Alex. sambil memberikan rambut dan kaca mata itu lagi.
"Benar-benar menjengkelkan." Kata El. Ia terpaksa menggunakan semua itu. Kalau tidak. Ia harus menyamar. Kalau tidak penggemarnya itu akan memakanya habis-habisan. Maksudnya, tidak akan membiarkan El pergi.
"Dan aku akan pakai ini." Kata Alex. Sambil memakai rambut palsu bewarna hitam dan juga kaca mata bewarna hitam.
"Hei, itu lebih cocok untukku. Kau yang seharusnya pakai yang berwarna pink ini." Kata El. Ia merasa warna hitam lebih cocok untuknya.
"No, No. Ini punya aku. Kau pakai saja itu. Hanya sebentar kok. Sampai naik mobil saja. Setelah itu kau bisa melepasnya." Kata Alex. El pun menghembuskan nafasnya berat karena ia sangat kesal.
Alex hanya bisa tertawa dengan semua ini. Dan El hanya bisa pasrah dengan tindakan manajernya itu. Si Alex yang tukang jahil.