Shean & Jenny

Shean & Jenny
Ruang Rahasia



Lisa masuk terlebih dahulu ke dalam kamar losmen kumuh, beberapa kali terlihat orang yang sedang melakukan transaksi ilegal, bahkan ada sepasang kekasih yang sedang berciuman di sudut bangunan dekat tangga menuju lantai 2. Semua terlihat bebas, menghisap ganja dan obat-obatan terlarang atau sekedar tawar-menawar harga dengan para wanita penghibur.


“Hei.. Cepat” desak Lisa kepada Jenny yang masih terdiam tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Apapun yang terlihat saat itu jangan sampai berkomentar atau sekedar mendengus kesal, itu perintah Lisa. Suka atau tidak, Jenny harus mengikuti saran Lisa, karena dia lebih tau situasi saat ini dan tempat ini yang akan memberikannya informasi penting tentang Shean.


“Berhenti melihat orang-orang itu, jika mereka kesal kita akan kena masalah” bisiknya.


“Iya, aku mengerti” jawab Jenny.


Tiba di lantai-3 nomor kamar 147, kamar dari informan yang disebutkan Lisa untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan Shean dan juga sekelompok orang dari organisasi yang konon sangat berbahaya dan berpengaruh besar di Prancis.


“Kamu yakin, kita akan baik-baik saja?” tanya Jenny sedikit khawatir dengan orang yang akan mereka temui tidak melakukan hal buruk yang mengancam nyawa.


“Sebaiknya kamu bersikap baik selama didalam dan lakukan apapun permintaanya, mengerti?” perintah Lisa agar bisa mendapatkan info dan segera keluar dari tempat ini tanpa ada masalah yang menimpa.


“Ok” jawabnya.


Suara decitan pintu terbuka. Seorang perempuan muda dengan badan yang penuh tato mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam kamar sempit dengan botol minuman keras yang berserakan di lantai juga di kasur kumal berwarna kecoklatan.


“So.. Kamu sekarang menjadi babysitter?” Joana mencoba meledek Lisa yang sudah ia kenal puluhan tahun.


“Very funny Jo! Bagaimana kabarmu?” tanya Lisa tanpa menghiraukan ledekan Joana yang ia sudah tau sikapnya yang sembarangan dan sering bercanda.


“Setidaknya aku masih hidup. Seperti biasa, serahkan uangnya dan aku akan memberi informasi yang ingin kalian ketahui” tegasnya sembari melirik seorang perempuan cantik nan lugu yang bersama Lisa.


Lisa pun memandang ke arah Jenny memberi isyarat untuk memberikan uang yang tadi sudah disiapkan sebanyak sepuluh ribu euro.


“Awhh.. Sepertinya informasi ini sangat penting” ia mendekati Jenny yang terlihat sedikit bingung dengan situasi mereka saat ini bersama sang informan bergaya rebel dengan tato yang memenuhi tubuh dari leher sampai ke tubuh bagian dalam. “hai nona cantik, aku Joana, siapa namamu?” tanya nya.


“A.. A.. Aku Jenny, senang berkenalan denganmu” ia ragu untuk menjabat tangan Joana.


“Hahaha.. Tentu.. Tentu..” Joana tertawa terbahak-bahak melihat sikap Jenny yang terus menghindari tatapannya.


“Jangan takut, manis. Aku tidak akan menggigit mu, tenang saja” Terangnya.


“Kamu sudah mendapatkan uangnya. Jadi, bagaimana?” Lisa menghadang Joana yang mau mendekat ke Jenny yang masih berdiri tertegun bingung dengan situasi yang ada.


Joana duduk di kursi samping lemari kayu di pojok kamar, sikapnya acuh  tanpa mempedulikan dua orang yang kini menjadi client nya untuk berburu informasi penting yang paling ia benci, karena ada resiko besar yang tengah menanti jika ia sembarangan membocorkan rahasia dari organisasi gelap penguasa bawah tanah yang paling ditakuti.


Ia menyambar botol wine di meja dan menenggaknya minuman beralkohol yang masih tersisa seperempat sampai akhirnya habis terminum.


“Dengarkan baik-baik. Orang yang kamu cari sepertinya masih hidup” ucapnya sembari membuka botol wine baru dan mengisi 2 gelas kosong dihadapannya kemudian ia berikan kepada Lisa dan Jenny “Namun itu tak akan lama, setelah mereka mendapatkan apa yang mereka mau, pacarmu pasti akan tamat riwayatnya” sambungnya.


“Bukan itu yang kami ingin tau, Joana berhentilah bersikap bodoh ceritakan semuanya, setelah semua ini selesai aku akan memberikanmu bonus lebih” Lisa angkat bicara setelah menghabiskan segelas penuh wine di gelasnya.


“OK.. OK.. Anggap saja aku mengetahui semuanya dan memberitahu kalian, memangnya apa yang bisa kalian lakukan?” wajah sini nya itu terarah kepada Jenny.


“Jadi, kamu tidak tau? Ini semua omong kosong, Lisa” Jenny marah karena ia merasa dipermainkan oleh Joana dan mendatanginya adalah hanya kesialan belaka tak ada apapun selain wanita pemabuk dengan semua omong kosong yang tak ada nilainya.


“Hei tuan puteri, jaga ucapanmu!” bentaknya “Kamu tidak tau, siapa yang sedang kamu hadapi saat ini. Mereka organisasi yang bisa mengendalikan mafia-mafia besar dan bukan hanya di negara ini saja mereka beroperasi”. Joana yang berdiri hendak menghampiri Jenny pun langsung dihadang oleh Lisa.


“OK.. Tenang!” Lisa mendorong tubuh Joana ke kursinya.


Setelah suasana yang menegang diantara mereka bertiga sedikit reda, akhirnya Joana menceritakan informasi yang ia ketahui.


Sejak awal Jenny sudah mengira, pasti ada ulah Geany di semua peristiwa hilangnya Shean. Kini ia marah kepada dirinya sendiri karena tidak berusaha lebih, untuk membujuk Shean kala itu agar tidak jadi ke Prancis.


Jenny dan Lisa bergegas menuju mobil yang terparkir diluar losmen, dan tarik gas menuju lokasi yang tadi di informasikan oleh Joana. Selama ini Lisa selalu mempercayai tiap info yang diberikan oleh kenalannya itu yang sejak lama menjadi mitranya dalam menjalankan tugas.


Informasi itu pun sejalan dengan apa yang Shean katakan sebelum berangkat dan kunci dari semua masalah ini ada pada seorang wanita yang bernama Geany Beaufort.


Meski harus membayar mahal informasi tersebut, itu sepadan dan Jenny tak ingin protes setelah mengetahui lokasi tempat Geany berada. Satu hal yang pasti, yaitu mempersiapkan hal terburuk yang akan terjadi. Karena, ada kemungkinan Joana menjebaknya dan mengirim mereka berdua ke sarang mafia atau tempat yang tak jelas milik siapa.


Saat ini Jenny dan Lisa hanya bergantung pada sebuah kertas berisikan alamat lengkap kediaman Geany Beaufort. Ada dua alamat dan harus memastikan keduanya, karena keluarga Geany memiliki banyak rumah yang tak semua orang bisa dengan mudah mengetahui, namun berbeda dengan Joana yang bisa mendapatkan informasi rahasia apapun dengan cara mudah.


“Kamu baik-baik saja?” Tanya Lisa.


“Entahlah.. Aku tidak bisa membayangkan apa yang sedang mereka lakukan kepada Shean, aku sangat khawatir” Jenny yang berusaha tegar pun akhirnya tak dapat menyembunyikan rasa sedihnya dan tangis pun terurai selama perjalanan yang membuat Lisa menjadi sangat iba dan turut merasakan kesedihan anak dari majikannya.


Lisa tak berani banyak berbicara sepanjang perjalanan, ia memahami jika anak majikannya itu saat ini sedang tidak ingin di ganggu. Butuh waktu sekitar 90 menit sampai mereka bisa sampai di kota yang membentang dihadapannya sebuah sungai besar dengan jembatan yang juga panjang menjadi perbatasan kota.


“Selamat datang di Orléans”


Sebuah Gerbang dengan tulisan megah terpampang besar menandakan sudah memasuki kota Orléans setelah menyebrangi jembatan sungai Loire.


...----------------...


Gerbang kediaman keluarga Beaufort terbuka lebar, mobil yang ditumpangi oleh Jenny dan Lisa pun masuk perlahan menuju pelataran area parkir. Disana wanita bernama Geany Beaufort sudah menanti.


“Aku tau, cepat atau lambat kalian akan kemari” Ucap Geany dengan angkuhnya “Aku tau banyak hal yang ingin kalian pertanyakan, sebelum itu, mari kita masuk terlebih dahulu”.


Sikap arogan Geany berbanding terbalik dengan Shean yang ia kenal. Meski sama-sama memiliki gen keluarga Beaufort namun sifat mereka berdua sangat berbeda jauh. Tak ada sedikitpun senyum atau sikap ramah yang terpancar dari diri Geany. Nada bicara dan gestur tubuhnya seolah menandakan ia tengah menghadapi sebuah ancaman besar dihadapannya.


“Kami tidak punya banyak waktu, cepat beritahu dimana Shean berada!” ucap Jenny sedikit memaksa.


“Sekalipun kamu tau, tak ada yang bisa kamu lakukan saat ini. Percayalah, kamu membutuhkan bantuanku” tandasnya.


“Aku tidak peduli dengan semua omong kosong mu, Shean kemari untuk menemui mu, dan kamu membuatnya tertangkap. Aku tak butuh penjelasanmu, cepat katakan dimana Shean sekarang?...” Jenny terus meracau dengan kemarahan yang tak dapat di kontrol.


“Baiklah” Geany menghela nafas panjang “Shean saat ini ada di laut pasifik” Ucapnya datar dan menatap tajam pandangan mata Jenny yang terbelalak seperti tak mempercayai ucapannya.


“Hah! Kamu pasti bercanda kan?” Jenny tak akan mempercayai kalimat yang dilontarkan dengan semudah itu tanpa ada penjelasan detail.


“Kamu pikir, aku perempuan yang suka bercanda?” Ia berbalik tanya kepada Jenny. “Sudah ku bilang, kamu membutuhkanku, jika mau menyelamatkan Shean. Sekarang, kamu pilih, Ikuti rencanaku, atau lupakan saja dan pergi dari sini sekarang juga”.


“Bagaimana aku tau jika kamu tidak sedang membohongiku? Jelaskan! Bagaimana bisa Shean ada di tengah lautan pasifik” bentak Jenny naik pitam, ia tak bisa serta-merta mempercayai wanita sombong yang tak berperasaan itu.


“Jika kamu memilih untuk mengikuti ku, akan aku ceritakan semuanya. Karena setelah ini, semuanya adalah rahasia keluarga Beaufort”. Geany menghampiri Jenny dan mengulurkan tangannya untuk menyepakati kerjasama antara mereka berdua.


“Baiklah, aku setuju untuk membantumu” Jenny menyalami tangan Geany, ia sepakat untuk membantu operasi penyelamatan sang calon suami.


“Ok, Welcome to the club!” Ucap Geany sembari memencet tombol di meja kecil berwarna coklat disampingnya.


Seketika ada bunyi berdecit dari gesekan benda, lemari besar di belakang Jenny pun otomatis bergeser secara perlahan-lahan dan memperlihatkan jalan menuju ruangan rahasia dan ada tangga menuju area bawah.


“Ikuti aku” Perintahnya, ia berjalan dan menuruni anak tangga menuju bagian dalam di ikuti oleh Jenny dan Lisa.


...****************...