
Hari ini aku terbangun dengan sangat letih dan juga kesal, entah mengapa. Mungkin karena mimpi aneh semalam dan seperti biasa setelah terbangun aku tak tau telah memimpikan apa. Berapa kali pun ku coba mengingatnya tak kan berhasil, hanya membuat kepalaku sakit saja.
Tokkk tokkk tokkk
“Permisi.. Paket atas nama Shean..” Suara tukang paket terdengar mengetuk pintu rumah dan memanggil-manggil namaku, tak salah lagi namaku lah yang disebut.
“Sebentar” jawabku berteriak agar terdengar oleh si pembawa paket
“Maaf mas, ini ada paket, tolong di paraf di sini ya” ia menyerahkan kertas tanda bukti pengiriman.
Sepertinya bukan salah antar, karena jelas di paketnya tertulis “Tuan Shean Beaufort” dan nama si pengirim “Geany Beaufort” pengiriman dari Paris, Prancis yang tak lain adalah kerabat jauh yang pernah kakek ceritakan beberapa tahun yang lalu sebelum ia meninggal.
Sepertinya ini bukan paket sembarangan, aku membuka paket tersebut sangat hati-hati karena berupa berkas yang telah di kemas ulang luarnya dengan plastik berwana hitam polos.
Ku buka, dan ku dapati berkas-berkas tersebut berupa amplop coklat berukuran kertas A4 dan didalamnya ada kotak kecil tipis, amplop surat dan buku catatan.
Aku lebih tertarik dengan buku catatan dengan sampul kulit sapi berwana coklat gelap yang sudah sangat usang. Ku buka sampulnya dan tertulis nama seseorang “Jean Beaufort” adalah leluhurku yang hidup pada abad ke-18 tahun Masehi, seorang peneliti yang menemukan temuan misterius, dan karena temuannya itu terjadi banyak pertumpahan darah.
Catatan hariannya ditulis dalam bahasa prancis, aku membutuhkan banyak waktu untuk menerjemahkan ini dengan smartphone meski hasil translate nya buruk, namun masih bisa ku mengerti maksud dari kalimat-kalimat yang ia tuliskan.
Sangat menyusahkan sekali!.
Tulisan yang sudah berhasil ku terjemahkan diantaranya adalah kondisi pasca pemberontakan gerakan revolusi prancis untuk menumbangkan sistem kerajaan menjadi negara demokrasi dan tulisan lainnya tentang kehidupannya bersama Elaine tak lama setelah itu, dan mereka hidup di sebuah padang sabana luas dengan gubuk sederhana yang mereka tinggali.
Semua tulisan membuatku semakin penasaran, sampai aku membuka di halaman tengah yang berisikan tulisan-tulisan tentang semasa hidupnya yang jauh dari peradaban. Dalam misi eksplorasi wilayah-wilayah baru di lautan pasific, kapal terjebak badai besar yang berhasil menewaskan seluruh awak kapal dan yang tersisa hanya Jean, menurut penuturannya di dalam catatan.
Aku mencermati tiap-tiap tulisannya agar tidak salah dalam penafsiran karena bantuan teknologi translator tidak selalu bagus, dan beberapa kata menjadi sangat membingungkan bahkan rancu.
Beberapa kali aku melewati halaman-halam yang tidak bisa ku terjemahkan. Sampai pada suatu halaman yang disana menceritakan tentang dirinya yang tersesat di pulau tak berpenghuni di antah-berantah.
Isi dari catatannya itu, tak lain adalah penyesalannya kepada Elaine karena telah meninggalkan wanita itu bertahun-tahun lamanya untuk sebuah misi penjelajahan, sampai akhirnya harus terdampar karena badai yang menghancurkan kapal.
*Desir ombak mulai membuatku gila, bahkan rayap yang menggerogoti batang pohon lapuk di dekat perapian senantiasa mengganggu waktu tidurku. Semakin lama aku akan semakin gila dibuatnya.
Saat ini yang dapat ku lakukan hanyalah berjalan sejauh mungkin sampai kaki tak lagi bisa untuk ku gerakan*.
Sampai hari ini, aku masih menyesali keputusanku untuk meninggalkanmu, Elaine. Semoga kau mau memaafkan ku kelak ketika kita bertemu kembali suatu saat nanti.
...----------------...
Dahulu kakek sering menceritakan petualangan Jean Beaufort, bagaimana ia selamat dari amukan ombak pasang dan badai di tengah laut, dan bagaimana ia bisa selamat dari pulau terpencil yang ia tinggali sendirian selama beberapa tahun yang hampir membuatnya gila dan tentu saja, tentang harta karun yang terpendam berhasil ditemukan olehnya, namun karena beberapa hal, harta karun itu lenyap terkubur bersama Jean.
Layaknya seorang anak kecil yang mendengarkan dongeng sebelum tidur, aku mempercayai semua cerita kakek dan bangga karena aku pun seorang Beaufort. Semenjak saat itu aku pun memiliki cita-cita mengarungi samudera luas untuk menemukan harta karun dunia yang tidak dapat ditemukan oleh orang lain.
Namun ketika beranjak remaja dan sudah mengenal semua hal, aku tau jika menjadi pelaut yang dapat mengarungi samudera luas itu tidak mungkin ku lakukan, kecuali aku menjadi Tentara Angkatan Laut atau menjadi Nelayan.
Kakek tidak memberitahukan ku semua hal tentang silsilah keluarga, ia hanya menyebutkan, bahwa keluarga Beaufort banyak berjasa di bidang science pada masa-masa kerajaan jauh sebelum keluarga Beaufort terusir dari kerajaan dan di copot status kebangsawanannya.
“Ingatlah asal usulmu Shean. Mungkin kita terlihat miskin, akan tetapi jiwa kita sebenarnya adalah seorang pencari dan penemu. Jangan pernah sekalipun kamu melupakannya!” Pesan sang kakek kepadaku yang baru ku ketahui maknanya setelah dewasa.
Tak sedikitpun aku ragu dengan semua yang telah kakek ceritakan. Mungkin kakek menceritakannya terlalu berlebihan karena aku masih anak kecil saat itu dan menyukai hal-hal petualangan dan cerita-cerita heroik yang begitu epik.
Meskipun tak tau kebenarannya seperti apa namun aku yakin dalam setiap cerita ada nilai yang dapat diambil untuk direnungkan dan dipelajari. Dan saat ini aku tengah mempelajari itu semua sebagai sebuah dedikasi diriku untuk keluarga Beaufort yang tersemat pada namaku Shean Beaufort.
Sampai lupa sudah berapa jam aku tertunduk membaca halaman-halaman buku catatan kumal dari leluhurku kemudian teringat akan surat yang juga terdapat didalam map yang belum sempat ku baca isi pesan didalamnya.
Ada satu amplop kecil berwana pink dan sebuah kotak kecil yang berisi sebuah kartu hitam berbentuk seperti kartu ATM namun berwana hitam dengan logo burung elang simbol dari keluarga Beaufort.
Sepertinya ini adalah kartu ATM.
Ku buka amplop kecil itu yang berisi secarik kertas dengan tulisan tangan dengan tinta berwana hitam sangat indah sekali huruf sambung yang tertulis di kertas yang mungkin langsung ditulis oleh perempuan yang bernama Geany Beaufort saudari jauhku.
Dear Shean Beaufort
Salam...
Perkenalkan, Aku adalah Geany Beaufort cucu dari Luna Beaufort adik dari kakekmu.
Sebelum aku menjelaskan hal-hal penting yang harus kamu ketahui, aku akan menjelaskan terlebih dahulu bagaimana aku bisa mengetahui keberadaan mu.
Aku mendapatkan alamatmu dari surat-surat yang dikirim kakekmu ke nenek ku dan mulai memahami semua isi percakapan mereka didalam surat yang selama ini banyak membahas hal-hal rahasia yang terjadi di keluarga kita masing-masing. Kamu pasti sudah mulai sadar ada banyak kejanggalan dari kehidupan keluarga Beaufort, bukan begitu?.
Ketika nenek ku meninggal 2 tahun lalu, banyak dari peninggalannya yang membuatku memutuskan untuk meneliti lebih banyak tentang sejarah keluarga, asal muasal mereka juga pencapaian-pencapaian yang telah di raih pada era kerajaan Prancis di masa lalu. Kamu pun pasti sudah mendengar cerita keberhasilan keluarga Beaufort dari kakekmu, dan semua itu benar adanya hanya saja, mungkin mereka menceritakannya terlalu berlebihan.
Hahaha..
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu, namun jarak terlalu jauh memisahkan kita berdua, dan jujur saja aku tidak begitu yakin surat ini akan sampai kepadamu Shean, karena itu aku tak memberikanmu salinan buku catatan Jean Beaufort secara lengkap, karena inti penting yang harus kita berdua selidiki ada di beberapa halaman terakhir yang sudah aku amankan.
Di dalam bungkusan kecil di dalam map, sudah aku sediakan sebuah kartu yang hanya bisa diakses oleh keluarga dari Beaufort. Pergunakan kartu itu untuk keperluanmu, dan segeralah ke Prancis untuk menemui ku. Tenang saja, aku akan tau saat kamu sudah tiba disini.
Semoga kita bisa bertemu sesegera mungkin.
Salam hangat dari :
Geany Beaufort
PS: Shean.. Mungkin kamu ragu untuk pergi ke Prancis, dan aku akan memberitahukan mu sesuatu. Ayah dan Ibumu dibunuh oleh kelompok bawah tanah yang juga sedang meneliti keberadaan harta karun penemuan leluhur kita.
...****************...