SHE WAS UGLY

SHE WAS UGLY
Bab 35. Bertemu Noah



Sudah satu bulan lebih hidup Noah tidak baik-baik saja setelah di tinggal tanpa jejak oleh Aira. Ia sudah mengerahkan beberapa orang untuk mencari Aira. Namun, tidak menemukannya di manapun.


Noah, hampir putus asa mencari wanita yang dicintainya, terlebih sekarang kondisi tubuhnya sedang tidak baik-baik saja. Sering kelelahan dan mual di pagi hari. Ia juga tidak suka aroma parfum dan semacamnya.


Noah terbangun dari tidur siangnya saat benda pipih di atas meja berdering. Tanpa membuka mata laki-laki itu menjawabnya.


"Kenapa?" tanya Noah dengan suara serak khas bangun tidur.


....


"Apa kau sudah memastikannya?" Mata yang tadinya tertutup kini terbuka lebar. Tubuh lemasnya lansung bugar mendengar kabar dari orang suruhannya bahwa dia mengetahui di mana keberadaan Aira sekarang.


....


"Pantau dia, aku akan kesana sekarang!"


Noah langsung memutuskan sambungan telponnya, berjalan ke kamar mandi untuk segera bersiap-siap menuju lokasi yang di beritahukan anak buahnya.


Usai berpakaian rapi, Noah langsung berangkat. Butuh waktu satu jam lebih ia sampai di lokasi, karena tempat tinggalnya lumayan jauh.


Noah memarkirkan mobilnya di pinggir jalan saat melihat orang suruhannya berdiri di sana. Ia menurunkan kaca mobilnya.


"Dimana?"


"Di sana Tuan, Nona Aira sedang bersama laki-laki lain." Tunjuk orang suruhan Noah pada sepasang manusia yang tengah berpelukan di pinggir pantai.


Memastikan itu benar-benar Aira. Noah turun dari mobilnya. Dengan langkah lebar ia menghampiri mereka berdua.


"Aira!" teriak Naoh sedikit berlari.


Kedua manusia yang sedang berpelukan itu berbalik. Tubuh Aira membeku, jika saja tidak ada Evan yang menyanggah tubuhnya, wanita berbadan dua itu sudah terjatuh karena kaget.


Aira memalingkan wajahnya, tak sanggup menatap Noah. Melihat wajah laki-laki itu mengingatkannya pada kejadian satu bulan yang lalu. Dimana dengan bringas Noah meregut kesuciannya hingga kini benih laki-laki itu tumbuh di rahimnya.


"Aira, akhirnya aku menemukan kamu." Noah melangkah semakim dekat hendak menyentuh Aira. Namun, wanita itu langsung bersembunyi di balik tubuh Evan.


Cengkraman Aira semakin erat di pergelangan tangan Evan, membuat laki-laki itu tersadar bahwa wanita yang di cintainya sedang ketakutan.


"Jangan mendekat sialan, kau membuat Aira takut!" bentak Evan.


Langkah Noah berhenti, ia menatap nanar wanita yang sedang bersembunyi di balik tubuh Evan, walau begitu ia masih bisa mihat wajah ayu Aira yang sedikit pucat.


Apa seburuk itu aku dimatamu Aira? Apa sekejam itu perlakuan aku malam itu, hingga kau takut bahkan hanya untuk menatapku?


"Aira maafkan aku karena membuatmu takut. Aku melakukan itu semua karena aku cinta sama kamu," jujur Noah tak peduli ada Evan di antara mereka.


Aira semakin menunduk, bahkan suara Noah membuatnya takut, keringat dingin mulai membanjiri pelipis Aira.


"Evan tolong bawa aku pergi!" lirih Aira dengan suara bergetar.


"Evan aku mohon." Air mata Aira kembali berderai, bayangan Noah kembali berputar di kepalanya.


Evan langsung berbalik, dan mengendong tubuh Aira ala bridal style meninggalkan pantai juga Noah di sana.


Tangan Aira yang bertender di leher Evan begitu dingin seperti baru saja memegang Es batu.


"Aira," panggil Evan lembut setelah mereka sudah berada di dalam mobil, dengan Aira di atas pangkuannya karena wanita itu tidak melepaskan rangkulan di lehernya.


"Aku mohon jangan sentuh aku!"


"Pergi Noah!"


"Aku membencimu!"


Teriak Aira dalam dekapan Evan.


****************


Hay ketemu lagi bersama saya🤭 Susanti 31. Salam manis dari "Cinta dan Masa lalu"