
"Menjauh dari kehidupanku Tuan Evan yang terhomat!" ucap Aira di setiap katanya penuh tekanan.
"Kenapa aku harus menjauhimu. Bukankah kemarin kau yang menginginkan aku?"
"Mungkin dulu aku pernah menginginkan kau, tapi itu disaat aku bodoh dan naif. Aku berpikir kau pria yang berbeda dari yang lain. Tapi ternyata kau sama saja dengan pria di luar sana yang hanya memandang dari wajah saja."
"Kau memang terlalu naif, Aira. Setiap orang pastilah akan melihat dari segi fisik seseorang terlebih dahulu sebelum memandangi yang lainnya."
"Teruskanlah pandanganmu begitu. Akan tetapi aku yakinkan suatu saat kau akan menyesal jika hanya memandangi fisik seseorang saja. Oh ya, kemana perginya wanitamu. Kenapa kau ingin mengajakku pergi. Apakah kau tak takut wanitamu menjadi cemburu."
Evan tampak terdiam sesaat, ia tak mungkin mengatakan apa yang telah terjadi antara dirinya dan Abel.
Satu bulan lalu kembali ia harus menerima kenyataan jika Abel wanita yang ia cintai dan banggakan itu kembali mengkhianati dirinya.
Saat Evan mendatangi Abel di apartemen wanita itu, Evan harus menerima kenyataan yang lebih pahit lagi. Ia melihat sendiri wanita itu sedang berhubungan badan dengan pria lain.
Rasa marah dan kesal bercampur di hati Evan. Ia hanya bertepuk tangan saat melihat semua itu. Abel dan pria teman kencannya kaget melihat ada pria lain di apartemen itu.
Tanpa sepatah katapun Evan meninggalkan apartemen Abel. Hatinya hancur menyadari jika dirinya telah dikhianati oleh wanita itu.
Lamunan Evan terhenti saat ia mendengar suara pintu ditutup. Rupanya Aira telah masuk ke dalam rumahnya.
Evan menarik nafas dalam, terbayang saat ia sna Abel mempermainkan dan mempermalukan Aira.
Pantas memang Aira sangat membenci dirinya. Akan tetapi semua itu ia lakukan hanya karena rasa cintanya pada Abel. Dulu bagi Evan, tak ada wanita yang sempurna dan baik selain Abel.
Dengan langkah gontai Evan meninggalkan rumah kontrakan Aira. Ia masih memikirkan wnaita mana yang akan menemaninya ke pesta. Tidak mungkin ia pergi sendirian.
Evan memasuki gedung tempat diadakannya pesta salah satu rekan kerja itu dengan langkah pelan. Semua rekan kerja yang mengenal,bertanya dimana pasangannya.
Evan memilih menyendiri, ia bosan menjawab pertanyaan orang mengenai pasangannya.
Evan tiba-tiba mendengar suara bisik-bisik orang disampingnya yang menyebut nama Noah.
"Gila Pak Noah, sekali bawa pasangan cantik benar. Biasanya ia yang akan datang sendiri. Tanpa pasangan," bisik salah seorang pria di sana.
"Apakah selama ini ia menyembunyikan wanitanya itu? Takut ada yang menaksirnya."
"Mungkin saja," ujar pria yang lainnya.
Evan menyusuri pandangannya ke seluruh ruangan. Mencari dimana keberadaannya Noah. Mata Evan akhirnya dapat menemukan di mana keberadaan Noah.
Betapa kaget Evan melihat wanita yang digandeng Noah. Ia menarik nafasnya menahan emosi yang sedang ia rasakan saat ini.
Jadi Aira menolak ajakanku untuk pergi ke pesta karena ingin bersama Noah. Kenapa Aira tampak begitu dekat dengan pria itu? Apakah ada hubungan khusus antara Noah dan Aura?
Evan berjalan perlahan mendekati tempat Air dan Noah berdiri. Kita yang melihat Evan mendekati dirinya makin membesar pererat pegangannya di lengan Noah.
Noah yang menyadari situasi, tak ingin tinggal diam. Ia juga makin memeluk erat Aira. Noah ingin mengetahui bagaimana reaksi Evan? Apa yang akan pria itu lakukan?
Bersambung .
Hai... hai, apakabar? Bab kali ini mama yang buat. Semoga dapat menghibur. Lope -loe sekebon buat semuanya. ❤❤❤❤