SHE WAS UGLY

SHE WAS UGLY
Bab 30. Selamat Tinggal Semuanya.



Aira memanggil taksi dan meminta mengantarnya ke kost. Sampai di rumah kontrakan itu, Aira masuk ke kamar mandi. Dihidupkannya shower. Dibawah guyuran air shower ia mandi membersihkan dirinya.


Aira merasa dirinya kotor. Lama ia mandi hingga tubuhnya menggigil. Di saat kesadarannya hampir hilang, Aira berdiri.


Aku tak boleh meratapi nasibku. Dengan aku menangis semua tak akan pernah kembali lagi. Aku harus kuat. Akan aku buktikan jika apa yang telah mereka lakukan padaku tidak membuat aku jatuh.


Dengan sisa tenaganya, Aira berjalan ke luar dari kamar mandi. Ia mengemasi barang-barang yang dirasakan perlu.


Aira pergi meninggalkan rumah kontrakan itu tanpa seorangpun tahu. Ia juga tak pamit dengan sahabatnya Santi.


.............


Noah langsung membersihkan diri dan berganti pakaian. Ia masuk mobil dan menjalankan dengan kecepatan tinggi menuju rumah kontrakan Aira.


Aku harus cepat, jangan sampai Aira pergi atau melaporkan perbuatanku. Aku melakukan ini agar ia dapat menjadi milikku. Apakah aku salah? Ya, mungkin caraku memang salah.


Noah langsung keluar dari mobil dan menggedor pintu rumah kontrakan Aira.


"Aira, buka pintu," teriak Noah. Setelah beberapa kali memanggil tidak ada sahutan dari dalam rumah.


Noah mencoba membuka pintu, ternyata tidak dikunci. Ia berlari masuk, menuju kamar. Tidak melihat keberadaannya Aira, Noah keluar kamar mencari Aira kesekeliling rumahnya sambil memanggil nama Aira.


Santi yang ingin menjemput Aira pergi ke kantor melihat kehadiran Noah. Ia berpikir bosnya itu ingin mengajak Aira berangkat kerja bareng.


"Selamat pagi, Pak,"sapa Santi.


"Selamat Pagi, Aira mana?" tanya Noah langsung.


"Bapak bukannya datang lebih dulu dari saya. Emangnya Aira nggak ada?"


"Jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi," ucap Noah dengan nada tinggi.


Santi menjadi kaget mendengar bosnya itu dengan suara tinggi. Tak pernah ia mendengar bos nya marah.


"Saya nggak tau, Pak. Bukankah saya baru sampai. Bagaimana Bapak masuk tadi?"


Santi melihat Noah mengacak kamar Aira, membuat gadis itu semakin kaget dengan keberanian Noah.


Noah membuka lemari dan melihat sebagian baju Aira sudah tidak ada. Lemari itu hampir kosong.


"Shii***ttt," umpat Noah. Itu makin membuat Santi heran.


"Kemana Aira pergi?" gumam Noah, tapi suaranya masih dapat didengar Santi.


Noah mendekati Santi yang berdiri di belakang tubuhnya. Ia memandangi Santi dengan tajam, membuat gadis itu ketakutan.


"Dimana kamu sembunyikan, Aira?" tanya Noah dengan penuh penekanan.


"Saya nggak tau, Pak."


"Jangan bohong! Kamu sahabatnya. Pasti tau dimana ia berada!"


"Sumpah, Pak. Saya nggak tau. Saya datang juga ingin mengajak berangkat bareng. Memang apa yang terjadi dengan Aira? Kenapa ia kabur dari sini?"


"Jangan banyak tanya. Kalau ternyata saya tau kamu sengaja sembunyikan keberadaan Aura, kamu saya pecat!"


"Saya benar nggak tau,Pak."


"Baiklah, jika kamu tau keberadaan Aura, segera hubungi saya. Jangan bersembunyi. Saya pasti akan tau."


Noah melangkahkan kaki meninggalkan rumah kontrakan Aira. Masuk ke mobil ia meninju setir mobil dengan keras hingga tangannya memerah.


Kemana Aira pergi, aku harus mencari kemana? Aira ... apakah kamu tidak juga sadar, semua yang aku lakukan karena aku mencintaimu.


Bersambung


Hai,selamat siang. Mama Reni hadir kembali. Maaf ya lama baru update. Moga masih setia menunggu kelanjutan novel ini. Lope-lope sekebon. 😍😍😍😍😍