
Aira makan dengan elegan. Tak ada lagi Aira yang dulu polos dan lugu. Saat ini ia makan dengan sangat sopan.
"Aura ...." panggil Noah.
"Ya, Pak. Ada apa?"
"Apa kamu benar-benar tak ingin mencoba membuka hatimu untuk yang lain."
"Belum,Pak. Saya masih trauma."
"Kamu tau Aira, Jatuh cinta lagi adalah sebaik-baiknya penawar untuk mengobati patah hati."
"Jika kembali sakit hati, itu akan sulit mengobatinya. Jadi saya lebih memilih mengobati luka ini sebelum menerima cinta yang lain. Saya cari aman aja," ucap Aira sambil tersenyum menampakkan giginya yang putih dan rapi.
Jika dulu setiap kali ia tersenyum pasti orang akan membicarakan dirinya, yang saat itu masih menggunakan kawat gigi.
"Aira, Untuk melepaskan, melupakan dan mengubur dalam-dalam perasaan cinta terhadap seseorang memang tak mudah. Tapi, selama kita yakin kita bisa melakukan hal itu, tak ada yang tak mungkin untuk itu semua. Lepaskan perasaan cintamu terhadap seseorang yang telah membuat hatimu patah secara perlahan. Usahakan untuk tidak memaksa dalam melepaskannya karena semakin kamu memaksa, perasaan cinta itu justru akan semakin kuat dan membuatmu gila."
"Tapi untuk saat ini saya lagi tak ingin memikirkan cinta, Pak."
Noah akhirnya terdiam, mereka sama-sama diam larut dalam pikiran masing-masing.
Dalam diam Noah melirik ke arah Aira. Ia teringat dengan video yang pernah dilihat. Aira sangat jauh berbeda. Tidak akan ada yang menyangka jika gadis culun yang ada di video itu adalah wanita yang kini ada dihadapannya.
Setelah makan, mereka kembali ke kantor, dan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, karena ini akhir bulan banyak sekali yang harus di selesaikan.
Jam sudah menunjukkan pukul enam, Aira melihat ke meja. Masih banyak tumpukan berkas yang harus diselesaikan.
Aira menarik napasnya, ia harus bisa selesaikan semua malam ini juga. Noah melihat jam di dinding, dan setelah itu melirik ke arah Aira yang masih sibuk mengetik.
"Aira ...." panggil Noah.
"Ya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" jawab Aira.
"Nggak ada, cuma saya mau tanya, kenapa kamu masih di sini? Udah jam enam. Apa kamu tak ingin pulang?"
"Saya akan lembur, Pak. Masih banyak yang harus saya siapkan."
"Besok aja dilanjutkan. Sekarang kita pulang."
"Bapak bisa pulang duluan, saya mau menyelesaikan semua ini."
"Lalu kamu akan tinggal di kantor ini dengan. dua orang satpam itu?"
"Iya, Pak. Kenapa?"
"Apa maksud Bapak?"
"Mereka berdua, pria lagi. Kamu hanya sendirian, seorang gadis cantik. Aku tak mau sesuatu yang buruk akan menimpa kamu. Lebih baik aku menemani kamu lembur. Biar sebagian saya yang kerjakan!" Noah berdiri dan mengambil sebagian berkas yang ada di meja Aira.
"Jangan, Pak. Biar saya saja. Ini emang udah menjadi pekerjaan saya," ucap Aira.
Berkas yang dipegang Noah terjatuh dan berserakan di lantai karena Aura yang menariknya.
Melihat itu, Aira langsung menunduk mengambilnya. Tanpa disadari, gundukan yang tersembunyi dibalik bajunya terlihat dari atas.
Noah melirik, dan akhirnya membuang mukanya, tak ingin Aira tahu jika ia melihat sesuatu yang Aira sembunyikan selama ini.
"Aira, aku keluar sebentar. Membeli makanan, jika ada sesuatu cepat kamu hubungi aku."
"Baik, Pak."
"Nggak usah, aku titip Pak satpam aja. Aku hanya sebentar."
Noah keluar dari ruangan itu segera. Ia ingin membuang pikirannya yang sempat kotor, karena melihat gunung kembar milik Aira.
Gadis itu masih tak menyadari sesuatu. Masih saja sama. Aira yang ceroboh. Memang kecerobohannya tidak separah dulu. Akan tetapi tetap saja ada yang tak disadari, yang ia lakukan.
Noah masuk ke toilet dan membasuh wajahnya sebelum menemui pak satpam untuk meminta tolong belikan makanan.
Noah, Noah .... apa yang kamu pikirkan. Buang semua pikiran kotormu itu.
Sementara di rumahnya Evan baru saja selesai mandi. Ia sudah bertekat akan melupakan Aira. Semua memang salah dirinya.
Aku harus minta maaf pada Aira. Tapi apakah ia akan menerima kata maafku. Kenapa aku menjadi gila karena wanita itu? Apa karena aku yang terlalu terobsesi? Bukankah masih banyak gadis cantik selain dirinya.
Bersambung.
Selamat Pagi She was Ugly Lovers, bab kali ini diketik mama gemoi, yang diberi julukan sarjana poligami.
Mama ingin kenalkan novel terbaru mama yang berjudul CINTA YANG DIABAIKAN
Rasanya lebih menyakitkan dibohongi oleh orang yang sudah kamu berikan hatimu untuknya, dibandingkan ditinggalkan oleh orang yang paling kamu cintai selama-lamanya.
Mas Gibran, dulu dirimu pernah membuatku terbang bahkan hingga naik ke bintang-bintang, namun kini diriku kau hempaskan jauh ke dalam jurang yang curam. Saat ini ragaku memang terlihat masih tetap seperti dulu, tapi tidak dengan hatiku.
Jangan lupa mampir ya.