
Hari pertama bekerja sebagai sekretaris pak Noah Aira sudah di sibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang terbengkalai beberapa hari terakhir, terutama mengatur jadwal laki-laki itu.
Untung saja sikap pak Noah tak seperti Evan yang selalu seenaknya, membuat Aira tenang bekerja. Usai membuat semua jadwal, Aira kembali masuk di ruangan pak Noah dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya.
"Pak Noah!" panggil Aira membuat laki-laki yang sibuk dengan laptopnya mendongak dengan senyuman menawan yang membuat wanita mana saja akan terpesona.
Definisi pangeran yang sebenarnya, tampan, dermawan dan baik hati.
"Kenapa Aira?"
"Semua jadwal sudah saya susun Pak, dan sebentar lagi Pak Noah ada rapat dengan dewan direksi di restoran ...," jelas Aira sesekali menscrol layar table di tangannya, table yang di khususkan untuk mengatur jadwal.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang aja." Noah bangkit dari duduknya, membereskan beberapa berkas lalu meraih jas yang tersampir di sandaran kursi, tapi Aira lebih dulu mengambilnya.
Dengan telaten Aira memasangkan jas Di tubuh kekar pak Noah, mengancing satu persatu, Aira memberi sentuhan terakhir dengan mengelus pundak pak Noah seakan melap debu.
"Perfect," gumam Aira.
"Saya suka kegesitan dan keprofesionalan kamu," puji Noah dengan senyuman mengembang, berjalan keluar dari ruangannya di ikut Aira.
"Good Aira awal yang bagus, nggak sia-sia aku pernah bekerja di perusahaan pak Evan." batin Aira.
Terjadi keheningan di dalam mobil menuju restoran yang telah Aira sebutkan. Ternyata pak Noah bukan laki-laki yang banyak bicara apa lagi membahas hal-hal tidak penting.
15 menit telah berlalu akhirnya mereka sampai di restoran, sama seperti tadi, posisi Aira berada dua langkah di belakang pak Noah. Beberapa pasang mata memperhatikan keduanya, Bos sempurna bak dewa dengan sekretaris cantik, sungguh perpaduan sempurna jika menjadi pasangan.
Aira benar-banar berubah setelah tiga bulan resign, banyak mengetahui hal baru, dan tidak mempermalukan diri sendiri. Aira bisa melakukan semuanya dengan sempurna membuat Noah terkagum-kagum padahal baru hari pertama bekerja.
Sembari menunggu Dewan Direksi datang, Aira dan Noah sedikit berdiskusi tentang proyek yang akan di presentasikan.
"Menurut pak Noah ini sudah cocok atau perlu di ganti? Kalaupun di ganti sepertinya tidak memakan waktu banyak. Saya bisa menghandel sebelum Dewan Direksi datang." Jelas Aira memperlihatkan sesuatu yang kurang menarik. Presentasi itu hasil sekretaris Noah sebelumnya.
"Kalau begitu, ini bisa di hilangkan saja dan sedikit tambahkan sesuatu yang menarik, agar lebih perfect lagi!" imbuh Noah.
"Baik pak."
Persentasi dibawakan oleh Aira dengan lancar tanpa hambatan, bahkan dewan direksi terkagum-kagum dengan pembawaan Aira beda dengan yang lain. Tanpa banyak komentar dan tanya, dewan direksi menandatangani kerjasama itu, membuat Noah sangat puas berkali-kali lipat.
Sebelum berpisah mereka sekalian makan siang.
"Saya ke toilet sebentar," ucap Dewan Direksi di jawab anggukan oleh Noah dan Aira.
Jika dulu cara makan Aira jauh dari kata normal, makan sekarang itu semua sudah hilang tergantikan dengan pembawaan yang anggun bak wanita pada umumnya. Tidak sia-sia dia mengikuti kursus kepribadian. Noah tak sengaja menyenggol tas tangan Aira hingga terjatuh ke lantai.
"Biar saya aja, Pak," ucap Aira sembari menunduk hendak mengambil tas tangan itu.
Aira menggigit bibir bawahnya saat mendegar suara robekan di bagian belakang roknya, bisa di pastikan roknya sedikit robek karena terlalu sempit. Bertepatan dengan itu dewan direksi datang dan berjalan semakin dekat.
Mengerti akan situasi, Noah bangkit dari duduknya, berdiri tepat di belakang Aira lalu membantu wanita itu berdiri. "Tidak apa-apa," ucap Noah menenangkan, menutupi bagian belakang Aira hingga duduk di kursi.
Bersyukur Aira mempunya bos yang pengertian seperti pak Noah atau dirinya berakhir di permalukan lagi.
Usai makan siang dan Dewan direksi sudah pergi, Noah membuka jas nya lalu menyerahkan pada Aira.
"Ini untuk apa, Pak?" tanya Aira.
"Buat nutupin rok kamu."
Tak kunjung Aira mengambilnya dengan sigap Noah memasang jas itu lalu mengikat di pinggang Aira.
"Ayo!"
****************
Hay para readers tersayang, hari ini bab di tulis oleh ISTRI SAHNYA EUNWOO๐ค yang sering di juluki Sarjana perbucinan karena hobynya suka nulis yang bucin-bucin๐ .
Selamat menikmati! Salam hangat dari "Cinta dan Masa lalu"๐
Author Susanti 31