
Aira tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan kehilangan kehormatan dengan cara sehina dan menjijikkan ini. Hatinya begitu hancur karena kehormatannya direnggut paksa oleh laki-laki yang selama ini ia percaya akan menjaganya.
Untuk kedua kalinya Aira jatuh ke lubang yang sama. Andai kata keluar dari kandang macan dan masuk di kandang singa. Setelah dirinya berhasil lolos dari kekejaman Evan yang terus menghina fiksiknya, kini ia jatuh dalam perangkap Noah karena tertipu dengan perhatian laki-laki itu.
Noah pria iblis yang lebih kejam dari Evan itulah, yang ada dipikiran Aira sekarang.
Dengan sisa tenaga yang ada Aira mendorong tubuh kekar Noah agar menjauh dari tubuhnya, ia menatap nanar wajah polos tanpa dosa laki-laki itu setelah merengut kesuciannya.
Dasar iblis! Bisa bisanya kau tidur nyenyak setelah mengambil kesucianku!
Lama Aira memandangi Noah dengan perasaan berkecamuk juga rasa benci yang kian memuncak dalam hatinya. Aira masih belum percaya Noah akan melakukan hal itu padanya, ia berharap semua hanyalah mimpi. Namun, seberapa keras apapun ia menampik, semuanya tetap sama. Noah telah melakukan itu padanya.
Dengan langkah terseok-seok karena inti tubuhnya yang sakit karena dibobol paksa oleh Noah. Aira berjalan menuju lemari kamudian membukanya. Mengabil kemeja putih Noah untuk ia pakai karena pakaian yang ia kenakan robek akibat ulah laki-laki itu. Kebetulan lemari Noah tidak dikunci.
Usai memakai kemeja kebesaran Noah, Aira meninggalkan laki-laki bejat itu di ruangan pribadinya. Aira tidak lupa meninggalkan secarik kertas di atas meja sebelum pergi. Untuk sekarang ia ingin sendiri tanpa orang lain tahu keberadaannya, karena buru-buru Aira sampai melupakan ponselnya yang tergeletak di atas meja.
Hancur! Satu kata yang menggambarkan kondisi Aira sekarang, menangis sesegukan di dalam taksi hingga membuat sopir taksi itu terheran-heran.
Rambut acak-acakan juga noda merah di leher tak Aira pedulikan. Di pikiran wanita itu sekarang adalah menghilang dari kehidupan Noah sekarang juga.
Pandangan Aira tentang laki-laki berubah drastis. "Semua laki-laki sama saja!" teriak Aira menjambak rambutnya sendiri.
Kejadian malam ini tidak akan ia lupakan seumur hidupnya dan mungkin akan menjadi trauma terbesar untuknya.
Merasakan dingin di seluruh tubuhnya membuat Noah menggeliat kemudian menarik selimut. Noah meraba tempat disampingnya untuk mencari kehangatan dari seorang wanita yang telah berhasil ia jadikan miliknya seutuhnya.
Rasa nikmat yang tiada tara tidak mungkin Noah lupakan begitu saja. Bahkan ia ingat semua yang telah ia lakukan pada Aira dan ingin mengulanginya lagi dan lagi bersama Aira.
Noah beranggapan dengan mengambil kehormatan Aira bisa membuat wanita itu menjadi miliknya, tanpa ia sadar perlakuannya telah menyakiti hati Aira.
"Sayang kau sedang mandi?" tanya Noah sedikit berteriak saat merasakan tempat di sampingnya begitu dingin pertanda Aira sudah lama bangun.
Tak ada sahutan dari manapun membuat Noah bangun untuk mencari keberadaan Aira di seluruh ruangan pribadinya, nihil ia tidak menemukan wanita itu.
Merasa tubuhnya sangat gerah setelah mendapatkan kepuasan dari Aira, Noah memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Keluar dari kamar mandi, ia menghirup aroma khas bekas percintaan mereka yang begitu candu di ruangan pribadinya.
Noah mengernyit saat mendapati selembar kertas diatas nakas, senyumnya mengembang saat mengetahui itu adalah bekas tulis tangan Aira yang terlihat sangat indah.
Senyuman di bibir Noah tidak bertahan lama setelah membaca kalimat demi kalimat di kertas yang Aira tinggalkan untuknya.
Terima kasih atas kenangan yang kau berikan malam itu pak Noah. Aku tidak akan melupakannya seumur hidupku karena itu akan menjadi trauma terdalam untukku.
Aku kira kau berbeda dengan laki-laki diluar sana ternyata tidak, kau sama saja. Semua laki-laki sama saja! Mendekati seorang wanita hanya untuk melampiaskan hawa na*fsu semata.
Bersambung.