SHE WAS UGLY

SHE WAS UGLY
Bab 22. Aira yang Seperti Apa?



Pagi ini Aira bangun dengan semangat, entah kenapa paginya jauh lebih berwarna semenjak dia menjadi bagian dari perusahaan Noah.


Aira merenggangkan tubuhnya diatas ranjang kemudian mengusap pipinya, ia tidak akan pernah menyangka bahwa Noah akan berperilaku begitu manis padanya.


Aira tersenyum sendiri membayangkan potongan adegan manis semalam, Noah adalah pria idaman bagi Aira, namun Aira kini tidak ingin terlalu berharap kepada Noah dikarenakan rasa trauma nya kepada Evan.


"Tidak Aira! Berhentilah membayangkan pria lain, sekarang fokus pada tujuannya untuk mengubah pandangan orang, semalam kau sudah berhasil membuat Evan, malu dan kali ini kau harus bisa menjebaknya didalam rencanamu," batin Aira menyemangati dirinya sendiri.


Aira kemudian bangkit berdiri kemudian melepas kuncir rambutnya yang ia pasang jika tertidur, membiarkan rambutnya yang panjang tergerai, Aira yang masih mengenakan baju tidur segera mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi yang terletak didalam kamarnya sendiri.


Aira melepaskan satu persatu baju tidurnya kemudian melilitkan handuk tersebut di badan nya membuat kini sebagian dari tubuhnya terekspos sempurna.


Aira membuka odol dan menaruhnya di sikat giginya sembari menyikat gigi ia memandang wajahnya sendiri di wastafel, memang semenjak berubah, kegiatan pagi Aira jauh berbeda.


Morning routinenya kini harus diselingi dengan perawatan kecantikan, dari skincare, krim dan giginya sebelum dia mulai mandi. Biasanya Aira hanya akan menghabiskan waktu satu jam untuk kegiatan ini.


Setelah selesai Aira kembali keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang masih melilit ditubuhnya namun kali ini rambutnya tampak terbungkus handuk kecil.


Aira berjalan ke meja riasnya, dia mencolokkan pengering rambut miliknya dan membuka handuk yang membungkus rambutnya, sebelum Aira mengeringkan rambutnya.


Aira tersenyum menatap wajahnya di cermin, Aira kini sudah sangat berbeda dengan Aira yang dulu dan Aira yang sekarang jauh lebih percaya diri.


"Kau bisa Aira! Kau Cantik! Apakah memuji diri sendiri dilarang? Tidak kan?" batin Aira berdiri dan berjalan ke lemari.


Aira membuka lemari bajunya dan mencari setelan kantornya, setelah dia mulai memakainya, setelah selesai Aira kembali ke meja riasnya dan mulai mendandani dirinya.


Dan sekarang tinggal satu sentuhan yaitu Kontak Lensa mata yang membuat Aira sekarang tidak perlu memakai kacamata, Aira memasang soflens tersebut dengan hati-hati.


Setelah dirasa sudah cukup siap, Aira mengambil tasnya yang biasa dia bawa kemudian berjalan keluar dari kamar dan menuju pintu rumahnya.


Baru saja Aira membuka pintu rumahnya, sebuah tangan sudah mencekik lehernya pelan kemudian mendorongnya masuk kedalam rumah, sosok pria tersebut kemudian mengunci pintu rumah Aira dengan kunci yang masih menggantung di engselnya.


"Pak Evan?" lirih Aira saat Evan melepas cekikannya pada Aira.


Aira menguap mengambil napas sejenak sementara Evan kini berdiri dengan tatapan bengis dihadapan Aira.


"Morning sayang," jawab Evan berjalan mendekati Evan dengan senyum menyeringai.


"Apa yang ingin Bapak lakukan?" tanya Aira berjalan mundur namun telat karena Evan sudah meraih tangan Aira dan meraih pinggangnya.


"Hanya ingin memilikimu, kalau kau menolak diriku dengan cara halus, jangan salahkan aku menggunakan cara kasar," jawab Evan mencengkram pinggang Aira perlahan.


Aira kemudian tersudut, dia bingung harus melakukan apa, terlebih kini tangan nakal Evan sudah menjangkau leher jenjang dan menyentuh bibirnya yang membuat Aira menelan ludah pelan.


"Aku membenci Aira yang sekarang! Maka dari itu kau harus menjadi milikku!" bisik Evan.





TBC


Bab kembali ditulis oleh Ridz


Cita-cita menjadi Haters Evan.