SHE WAS UGLY

SHE WAS UGLY
Bab 14. Kembali Bekerja



Aira dan Santi saat ini sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di kota tempat mereka tinggal.


Santi mengajak Aira untuk membeli beberapa potong pakaian untuk persiapan seandainya dia diterima kerja nanti.


Sebenarnya Aira tidak mau, tetapi sahabatnya itu memaksa karena merasa sangat yakin kalau Aira pasti diterima di perusahaan itu.


Saat Santi menawarkan pekerjaan padanya beberapa hari lalu, Aira langsung menyusun semua berkas persyaratan untuk melamar pekerjaan di sana.


Entah kebetulan atau tidak, perusahaan tempat Santi bekerja, ternyata membutuhkan seorang sekretaris.


"Aku yakin banget kalau kamu pasti diterima kerja di sana, Aira." Santi membolak balik dan memperlihatkan beberapa pasang baju kantoran yang berderet di depannya.


Sesekali perempuan berambut pendek sebahu itu menempelkan baju yang dia pilih pada tubuh Aira. Sementara Aira menggeleng, merasa tidak cocok dengan baju setelan yang dipilih Santi.


"Aira, kau lihat, wajahmu sekarang sangat cantik. Jadi kau pantas memakai baju model apapun," ucap Santi saat sahabatnya itu masih terlihat tidak pede saat mencoba beberapa baju yang dia pilih.


Aira menatap baju-baju yang dipegang oleh Santi. Model baju itu terlihat seperti model baju yang dipakai oleh Abel, mantan pacar Evan.


Ah! Kenapa aku harus mengingat mereka lagi?


"Bagaimana, Aira? Bagus kan?"


Santi menunjukkan dua pasang setelan kantor yang saat ini dipegangnya.


"Apa itu tidak terlalu seksi, Santi?"


"Ini tidak seksi, Aira. Cobalah! Bukankah setiap sekretaris juga memakai baju seperti ini?"


"Apa kau yakin aku pasti diterima di sana?"


"Aku sangat yakin, Aira." Santi menatap perempuan itu di depannya itu dengan penuh percaya diri.


"Kenapa kau begitu yakin?" Aira memperhatikan baju di tangan Santi.


"Bukankah kamu dulu juga bekerja sebagai seorang sekretaris?"


Aira mengangguk.


"Kau bahkan bekerja di sebuah perusahaan terkenal bukan?"


Perempuan itu kembali mengangguk.


"Kalau begitu, kenapa kamu tidak percaya diri?"


"Ayo, kamu coba semua baju ini! Aku yakin, baju-baju ini akan sangat cocok di tubuhmu."


Tak ingin berdebat lagi, Aira kemudian menuruti kemauan sahabatnya itu.


***


Aira melangkah dengan percaya diri menuju resepsionis. Setelah pulang belanja bersama Santi, pagi harinya dia mendapatkan kabar melalui email kalau dia diterima di perusahaan di tempat Santi bekerja.


Ternyata, keyakinan Santi memang terbukti, kalau dirinya benar-benar diterima di perusahaan itu.


"Selamat pagi, Mbak." Aira menyapa sang resepsionis dengan sopan.


Rasanya, dia seperti dejavu saat berdiri di depan resepsionis. Aira teringat saat dirinya pertama kali Masuk ke dalam perusahaan Evan.


Bayangan saat sang resepsionis memperlakukannya dengan sinis kembali terlintas. Saat itu, diri dirinya masih berwajah jelek dan sangat kampungan.


"Pagi juga, Nona. Apa ada yang bisa saya bantu?" Perempuan cantik itu menatap Aira dengan tersenyum ramah.


Ternyata, penampilan memang sangat berpengaruh agar kita lebih dihargai oleh orang lain.


Aira tersenyum tipis. Alangkah bodohnya dia dulu karena menganggap penampilan bukanlah hal penting.


Dulu, dia hanya mengandalkan otaknya yang pintar, tanpa menyadari kalau penampilan juga begitu penting, apalagi saat itu dia adalah seorang sekretaris dari perusahaan besar dan terkenal.


"Nona. Apa ada yang bisa saya bantu?" Suara perempuan di depannya membuyarkan lamunan Aira.


"Ma-maaf, ini." Aira memberikan beberapa berkas dan bukti kalau dirinya diterima di perusahaan itu.


"Oh, Anda Nona Cayra Maysa Nadira?"


"Betul, Mbak."


"Apa saya tidak melalui wawancara dulu?"


"Saya hanya bertugas mengantar Nona ke ruangan Pak Noah." Resepsionis cantik itu berhenti di depan pintu ruangan, kemudian mengetuk pintu itu dengan pelan.


"Silakan, Nona. Pak Noah menunggu di dalam."


"Terima kasih." Aira menundukkan kepala sambil tersenyum.


"Sama-sama, Nona." Perempuan itu pun menundukkan kepala kemudian tersenyum menatap Aira.


Sudah cantik, ramah pula. Semoga kali ini Pak Noah mau menerima Nona Cayra menjadi sekretarisnya.


Resepsionis itu kemudian meninggalkan Aira yang masih berdiri di depan pintu.


"Masuk." Terdengar suara dari dalam ruangan.


Aira menarik napas panjang, mencoba menghilangkan rasa gugupnya. Kejadian saat dia baru pertama tiba di ruangan Revan, kembali terlintas.


Jangan lagi Aira. Jangan sampai kejadian memalukan seperti dulu terulang lagi.


Tarik napas, hembuskan!


Fokus, Aira, fokus!


Perempuan itu menyemangati diri sendiri. Kemudian melangkah masuk dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Selamat pagi, Pak. Saya Aira, calon sekretaris Bapak." Kedua mata Aira berbinar, saat melihat pria yang saat ini duduk di kursi kebesarannya dengan penuh kharisma.


Aira bahkan tampak terpesona saat melihat pria itu. Wajahnya begitu tampan, gagah dan berwibawa.


Gila! Itu orang apa malaikat?


"Silakan duduk!"


"Ba-baik, Pak."


Noah memandangi wajah cantik di hadapannya.


"Apa kau bisa bekerja sekarang juga?"


"Hah? Apa?" Aira menatap tak percaya pada pria tampan di depannya.


"Maksud Bapak, saya diterima bekerja di sini?"


"Ya. Karena saya memang sedang sangat membutuhkan sekretaris, saya ingin Anda bekerja saat ini juga."


"Ta-tapi, Pak-"


"Bukankah kau pernah bekerja di perusahaan Cristian Evander."


"Iya, Pak. Saya pernah bekerja di sana."


"Kalau begitu, tunjukkan kemampuanmu sekarang, dan selamat bekerja!" Noah mengulurkan tangannya.


Sementara Aira masih tidak percaya dengan pendengarannya.


Benarkah semudah ini?


Apa karena penampilanku sekarang sudah berubah, makanya semuanya begitu mudah bagiku?


"Selamat bergabung dengan perusahaan kami, semoga kamu betah bekerja di sini, Nona Cayra Maysa Nadhira," ucap Noah, saat perempuan itu menjabat tangannya.


Senyum di wajahnya seketika membuat Aira terpesona. Namun, dia segera sadar.


Jangan lagi, Aira. Jangan lagi mengulang kesalahan yang sama.


"Terima kasih, Pak. Saya berjanji, saya akan bekerja dengan baik."


Bersambung


Bab kali ini ditulis oleh mama Nazwa Talita dengan novel on gaungnya DENDAM. Bisa mampir sambil menunggu novel ini update.