SHE WAS UGLY

SHE WAS UGLY
Bab 20. Aira Yang Sebenarnya



Noah yang sudah pergi dari sana bersama dengan Aira, meninggalkan kerumuman yang berhasil membuat Evan malu setengah mati, sebenarnya Noah masih penasaran akan apa yang terjadi ditempat itu, namun Aira memaksanya untuk pergi sehingga mau tidak mau Noah harus mengikuti permintaan Aira.


Aira masuk kedalam mobil bersama dengan Noah, mereka terduduk sejenak dan saling melemparkan pandangan sebelum Noah akan mengendarai mobilnya pergi dari sana.


"Sepertinya kau hutang penjelasan padaku, Aira," tanya Noah menatap lurus kedepan.


Aira tertunduk, ia bingung harus berkata apa kepada Bossnya itu apalagi masa lalu Aira yang membuat Noah tidak mau memberinya pekerjaan lagi.


Kini perasaan overthinking itu kembali datang dibenak Aira, mana kala manik mata Noah menatap Aira tajam membuat Aira menelan ludah kasar.


"Apakah kau tidak ingin menjelaskannya padaku?" tanya Noah yang membuat Aira beralih menundukkan kepalanya.


Aira mengambil ponselnya dan mengutak-atiknya, dia mengingat sebuah video yang dulu dia dapatkan dari rekan bisnisnya yaitu Video yang memperlihatkan Aira mempermalukan Evan dan dirinya sendiri.


Noah menyecroll layar ponselnya, dan menekan folder video miliknya dan mendapatkan Video tersebut, Noah memberikan ponselnya kepada Aira yang membuat Aira melihat video tersebut.


"Kamu Aira yang ada dalam video tersebut kan?" tanya Noah yang membuat Aira mengangguk karena tidak bisa mengelak lagi.


Hening!


Aira perlahan menangis, dia takut Noah tidak akan menerima masa lalunya dan segala perubahannya, Aira menangis sesenggukan membuat Noah menatap Aira bingung.


"Kamu kenapa?" tanya Noah yang membuat Aira semakin sesenggukan.


"M-Maafin saya pak, tapi saya sudah berubah kok, ini hanya masa lalu saya," jawab Aira mengusap air matanya.


Noah menghela napas panjang, kemudian menarik bahu Aira dan dagunya sehingga kini Aira dapat menatap wajah pria pemilik rahang tegas tersebut. "Apa pernah saya mempermasalahkan masa lalumu?"


Aira terdiam, wajah Noah perlahan tersenyum kepadanya, kedua jempol Noah beralih mengusap air mata Aira membuat Aira terdiam sejenak menerima sentuhan tersebut.


"Kau tahu kenapa? Semua wanita berhak dihargai, apapun keadaan mereka, semua wanita itu berharga, jadi jangan malu dengan masa lalumu," lanjut Noah yang membuat Aira sedikit tenang.


"T-tapi-"


Noah segera menutup bibir Aira dengan telunjuknya yang membuat Aira gagal mengucapkan kalimatnya, Aira terdiam, wajah rupawan Noah sukses menghipnotisnya, wajah yang tegas dengan senyum manis itu membuat Aira menyesal kenapa dia tidak bertemu dengan Noah dari dulu.


Aira menangis, sikap Noah membuat pertahanannya runtuh, baru kali ini dia di apresiasi apa adanya oleh orang lain sedang orang lain mungkin akan menghinanya dengan penampilannya yang dulu.


"Kau menangis lagi, nanti matamu sembab dan aku dituding membuatmu menangis karena aku yang membawamu malam ini," ujar Noah mencolek hidung Aira.


Perasaan Overthinking itu hilang, Noah meraih Aira kedalam dekapannya kemudian membiarkan Aira bersandar di dada bidangnya, awalnya Aira ragu namun lama kelamaan perasaan hangat dan nyaman itu datang membuat Aira memilih melepaskan tangisnya di dekapan Noah.


"Yasudah, khusus malam ini kau boleh menangis sepuasnya, tapi besok aku ingin melihat senyum manismu, deal?" tanya Noah memberikan jari kelingkingnya kepada Aira.


Aira menautkan kelingkingnya kepada kelingking Noah sehingga kini kelingking mereka saling tertaut.





TBC


Part Ditulis Oleh Ridz


Cita-Cita hari ini adalah Menjadi Netizen yang menghujat Evan.