
"Bagaimana menurutmu?" tanya Aira dengan nada penuh penekanan.
Aira kini menggerai rambut panjang yang biasa terikat, wajah mulus terbalut kacamata itu kini terekspos jelas dengan gamblang, membuat Evan yang melihatnya sedikit terpana, walaupun dia masih kesal dengan kejadian memalukan tempo hari yang membuatnya sangat kesal dengan Aira.
"Kau ingin resign?" tanya Evan membaca surat pengunduran Aira.
Aira tersenyum, dia berjalan mendekati Evan, dikarenakan matanya yang sedikit buram, dia menjadi sedikit linglung tanpa kacamata namun tetap berusaha tenang dan bersikap elegan, Aira tidak menjawab pertanyaan Evan tadi melainkan langsung menarik kursi Evan yang memiliki roda sehingga kini kursi tersebut berjalan tersudut ditembok ruangan Evan.
Hening diantara mereka terjadi, manakala Aira mendekatkan wajahnya kepada Evan dengan tangan mencengkram kasar kedua kerah kemeja Evan, ia dapat merasakan deru napas Evan saat dirinya memangkas jarak diantara mereka berdua.
Jantung Evan berdegup kencang, aroma parfum paris milik Aira menyerbu indra peciumannya yang membuat Evan tergoda, bahkan terlalu munafik bila mengatakan Aira tidak cantik.
Bahkan Author ingin mengumpat, sesongong, dan sesombong itukah Evan sehingga dia tidak ingin mengakui kecantikan Aira, ahhh Author Ridz lupa kalau Evan adalah ciptaan Mama Reni yang merupakan Master Of Sombong In Year.
Bukankah pria seperti Evan adalah pria yang sangat halal untuk di sumpah, dimaki, ditumbuk, kimbek dan kimak dengan segala Tektek bengek nya, jangan menanyakan darimana sifat Kalem Aira kalau bukan dari Author Susanti dan Author Nazwa.
Sedang Author Ridz? Dia bahkan tidak punya fungsi di cerita ini, kerjanya hanya memaki Evan, sedang Evan sendiri pada dasarnya meminta dimaki.
Lupakan.
Kembali lagi ke Evan dan Aira, jarak diantara keduanya yang terlalu dekat membuat keduanya saling merasakan deru napas masing-masing, sedangkan Evan terdiam kaku saat Aira memberinya tatapan penuh makna.
Aira mendekatkan bibirnya ke telinga Evan, merasakan aroma tubuh Evan dengan tengkuk yang merinding disko dan berbisik. "Kau makan jengkol? Napasmu bau sekali, benar-benar bukan adegan romantis,"
Deg!
Evan merengut kaku. Saat Aira mengucapkan kalimat itu, segala kalimat balasan, segala macam makian ingin Evan keluarkan, namun semuanya hanya tertahan di tenggorokan saja.
"Okey, seperti yang kau lihat. Aku ingin resign dari kantormu ini, setelah kupikir-pikir, untuk apa aku bekerja disini, jika hanya dijadikan bahan manfaat dari seorang Bos Bodoh sepertimu," jelas Aira bangkit dan mendorong jauh kursi Evan.
"Cih? Kau marah? Kau bahkan terlihat sangat-sangat bodoh di sini? Kau tidak sadar? Kau masih mengharapkan wanita yang tidak mencintaimu lagi sampai kau harus membuat sandiwara buruk yang menghancurkan mentalku." jawab Aira. "Kadang aku berpikir, kau ini bodoh, tololl, goblook atau tidak punya otak?"
Evan menderu napas panjang kesal, dan berdiri dan mendekatkan diri kepada Aira sebelum Aira mendorongnya kembali untuk duduk di kursi nya.
"Jangan mencoba-coba untuk mendekatkan wajahmu yang sampah itu kepadaku, bahkan menatapmu saja aku sudah jijik, aku bersyukur Tuhan tidak menakdirkan aku untuk mencintaimu lebih dalam. Dan mengharap cintamu, karena aku sadar bodoh, Bucin dan gak bisa mikir itu beda tipis," ujar Aira menodong Evan. "Kau ganteng, tapi bodoh!"
"Kau seolah kehilangan harga dirimu mengemis cinta pada mantanmu, apakah kau masih layak disebut pria? Atau kau memang hanya sebatas ... Hm! Bahan pelampiasan dari Abel," lanjut Aira. "Tidak perlu repot mengusirku, aku sudah selesai disini, selamat tinggal, bodoh!"
Aira berjalan pasti keluar dari ruangan Evan, melewati koridor menyaksikan masa lalu nya yang pahit disini, dia bukan keluar dari Zona aman, melainkan hanya mencoba keluar dari Zona keterpurukan.
Untuk pertama kalinya Aira tersenyum bangga pada dirinya sendiri dengan serangkaian kalimat penguat diri, memulai langkah besar yang baru, dan Aira berjanji, dia akan kembali lagi sebagai Aira yang baru untuk membuat Evan bertekuk lutut.
•
TBC
BAB ini kembali ditulis oleh Ridz si SARJANA PERDUDAAN.
Udah mampir di Novel barunya belum? GENIUS BRIDE DUDA DEPRESI, yuk Mampir.
Sekali lagi Fakta Tentang Ridz
Ridz adalah seorang Remaja kelahirb 2004, jika kemarin cita-citanya menjadi Kasir Indomart sekarang dia bercita-cita menjadi simpanan CEO NOVELTOON.
Dia mengidolakan Chris Evans hari ini, entah besok dia akan mengidolakan siapa ... See u